
Tiga hari berlalu, Keisya menghabiskan waktunya dengan Andika. Dia melupakan syarat dari Arsenio karena papanya Abian tidak mengetahui anjloknya saham perusahaannya.
"terimakasih telah mengantarku" ucap Keisya karena Andika telah mengantarnya pulang kerja.
Andika sebenarnya menyukai Keisya namun dia tidak mengungkapkannya karena takut Keisya menolaknya, sampai saat ini Andika tau kalau Keisya tidak pernah menyukai seorang lelaki. Jadi, Andika lebih suka seperti ini bersama Keisys setiap harinya.
Keisya berjalan menuju rumahnya "Keisya" panggil Andika "jika kamu disukai seseorang, apakah kamu akan menerimanya?" tanya Andika sedikit memberi kode.
Keisya ingat Arsenio, bagaimana dengan perusahaan, apa yang akan dia lakukan pada perusahaan. 'Arsenio, bagaimana aku harus memberikan jawaban untukmu, aku tak tahu bagaimana menghubungimu, apakah aku harus ke perusahaan Elard Zayn sekarang? iya, sebelum terlambat aku harus kesana sekarang" batinnya.
"hey, Keisya? Keisyaa?" panggil Andika yang menghancurkan lamunan Keisya tentang keputusan apa yang harus diberikan pada Arsenio Elard Zayn.
"ooh iya? tadi kamu bilang apa?" Keisya lupa tadi Andika bilang apa.
"bukan apa apa kok, aku pulang dulu ya, byee" mobil dan Andika menjauh meninggalkan Keisya.
"taksi"
__ADS_1
Setelah masuk, segera bilang pada sopir ingin ke perusahaan Elard Zayn. Sepanjang perjalanan dia memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan pada Arsenio.
"mbak sudah sampai" Keisya masih melamun tentang Arsenio "mbak, mbak sudah sampai" ulang sopir taksi dari depan.
Keisya terkejut dan melihat sekeliling, ternyata benar dia sudah sampai diperusahaan Elard Zayn. Keisya membayar ongkosnya dan kemudian menuju resepsionis. Resepsionis masih tidak mengizinkan, namun mendengar nama Keisya seketika resepsionis langsung mengizinkan Keisya bertemu presiden direktur mereka.
Tok tok tok
Dengan ragu Keisya mengetuk pintu ruangan Arsenio. Setelah dia menerima perintah untuk masuk, kemudian dia masuk ke dalam ruangan Arsenio.
Arsenio menatap wajah bimbang Keisya "apa kabar sayang? apakah kamu merindukanku?" sapanya dengan mencium tangan kanan Keisya.
"kabarku masih sama, menunggu jawaban darimu" jawab Arsenio yang membuat Keisya terkejut karena dia baru saja berfikir bahwa Arsenio melupakannya "jadi bagaimana jawabannya sayang?" sambung Arsenio yang menarik tangan Keisya dan membawanya duduk di pangkuannya, sedangkan dia duduk di kursi singgasananya.
"mmm bisakah kita duduk di sofa saja?" tanya Keisya karena dia tidak suka diperlakukan Arsenio seperti itu.
"apakah kamu tidak suka aku memperlakukanmu spesial sayang?" tanya Arsenio yang membuat Keisya bingung, apakah dia bisa membaca pikiran.
__ADS_1
"ooh hehe, jangan seperti itu kepadaku, nanti wanitamu diluar sana marah kepadaku" ucap Keisya tanpa tahu bagaimana kelakuan Arsenio dibelakang dengan seorang wanita.
"aku hanya menyukaimu, tidak dengan yang lain" bisik Arsenio di telinga Keisya yang membuat Keisya merasa risih dengan nafas Arsenio di lehernya.
Tanpa bilang bilang Arsenio mencium leher putih Keisya, dia menghembuskan nafasnya kemudian ******** telinga Keisya.
"mmhh" tanpa sadar keisya bersuara seperti itu "kumohon hentikan, aku ingin mengatakan sesuatu" pinta keisya menghentikan pergerakan Arsenio yang sudah dimulai.
"baiklah, aku mendengarkanmu, apa yang ingin kamu katakan?" jawab Arsenio yang menatap Keisya, Arsenio tahu bahwa Keisya tetap cantik walaupun telah melakukan pekerjaan seharian.
Keisya menatap wajah Arsenio yang tampan, dia masih berada di pangkuan Arsenio tidak lupa Arsenio pasti memeluk Keisya dengan kedua tangannya.
"aku, aku" Keisya menghentikan ucapannya, dia berfikir jika dia ingin menjadi kekasihnya akankah semua saham perusahaan papanya dikembalikan "aku ingin menjadi kekasihmu" lanjut Keisya dengan memejamkan matanya.
Senyum Arsenio mengembang "aku tahu kamu menginginkanku" bisiknya di telinga Keisya.
"tapi aku mempunyai syarat" ucap Keisya dengan menatap wajah Arsenio "kamu harus mengembalikan semua yang telah kamu ambil dari sperusahaan papa, aku mohon" lanjut Keisya dengan tatapan yang memelas, namun tetap terlihat cantik.
__ADS_1
Arsenio melepaskan pelukannya, dia beralih memegang kedua pipi Keisya.