Pilih Satu

Pilih Satu
bab 15


__ADS_3

Keisya pulang dari kota x, dia pulang sendiri karena Arsenio telah pergi dulu kemarin.


Setibanya di kediaman Keisya, dia membersihkan badan kemudian menuju ke perusahaan ayahnya untuk membereskan beberapa pekerjaan selama dia meninggalkan perusahaan.


Tingg


Pesan masuk di ponsel Keisya


'aku menunggumu di restoran xx untuk makan siang'


Pesan dari Arsenio yang ingin memberikan kejutan kepada Keisya dari kemarin.


Setelah tiba di restoran xx, Keisya merasa bingung karena banyak bunga di depan pintu, dan mengapa tidak ada orang lain di dalam restoran.


Keisya mencari Arsenio, saat itu memang sengaja Arsenio tidak menunggunya di tempat duduk, dia ingin Keisya yang mencari tempat duduk.


Keisya duduk di dekat jendela, dia memandangi bunga bunga yang ada disamping lestoran. Tiba tiba ada sebucket bunga di depannya, dia mencari dari mana asal bunga.


Degg


Arsenio sedikit membungkuk di samping Keisya dengan memberi bunga untuk Keisya.

__ADS_1


"apa kau menyukainya?" tanya Arsenio yang menuju didepan tempat duduk Keisya.


Wajah Keisya memerah, baru kali ini dia diperlakukan romantis oleh seorang lelaki. Memang dari dulu Keisya belum pernah menyukai laki laki, tapi dia tidak tahu mengapa sekarang merasa sangat senang dengan kejutan dari Arsenio.


"aku menyukainya, semua kau yang menyiapkannya?" tanya Keisya yang melihat sekelilingnya setelah menerima bucket bunga, dia merasa terpesona dengan beberapa bunga di sekitarnya.


"aku menyiapkannya untuk menyambut kedatanganmu kembali" Arsenio mengangkat tangannya, memberikan petunjuk untuk pelayan agar mendekati mereka untuk memesan makanan.


"tapi aku hanya pergi beberapa hari" Keisya merasa ini berlebihan, hanya untuk menyambutnya Arsenio harus menyewa sebuah lestoran.


"agar kamu mengingatku, aku tidak ingin kamu melupakanku" ucap Arsenio yang sedikit demi sedikit menjelaskan perasaannya.


Makanan datang, mereka menghabiskan makanan tanpa suara. Sampai makanan habis, Keisya heran dengan Arsenio yang hanya memakan sedikit.


"mengapa kamu hanya makan sedikit?" Keisya bertanya Arsenio "atau kamu sudah makan tadi?" sambung Keisya setelah melihat senyum Arsenio.


"hei aku bertanya" Keisya menggerakkan tangannya untuk menyadarkan lamunan Arsenio yang entah pergi kemana pikirannya.


"kamu cantik hari ini" jawab Arsenio setelah tersadar dari lamunannya.


"memang biasanya aku tidak cantik?" tanya Keisya dengan mengalihkan pandangan dari Arsenio "apakah bedakku terlalu tebal? atau lipstik aku yang terlalu mencolok?" tanya Keisya dengan mengusap wajahnya sendiri.

__ADS_1


"mungkin karena aku merindukanmu, jadi kamu terlihat sangat cantik setelah aku bertemu denganmu" jawab Arsenio tanpa mengalihkan pandangan dari Keisya.


"lalu kenapa kamu menatapku seperti itu?" Keisya merasa tidak nyaman dengan Arsenio yang tidak mengalihkan tatapannya dari Keisya.


Arsenio tersadar, dia langsung mengalihkan pandangan. Dia melihat sekeliling ruangan agar tidak terlihat kalau dia baru menyadari tingkah bodoh menurutnya.


"tadinya aku ingin mengajakmu makan malam, namun aku tau kamu lelah makanya biarkan kamu nanti malam istirahat dan aku menggantinya sekarang. Maaf" Arsenio mengalihkan pembicaraan agar Keisya tidak memperpanjang masalah tatapan.


Keisya hanya memberikan sebuah senyuman, dia tidak tahu harus menjawab bagaimana, karena menurutnya ini sungguh sesuatu yang indah untuk yang pertama kalinya


Setelah berbincang beberapa lama, waktu jam makan siang sudah habis. Keisya dan Arsenio kembali ke kantor masing masing.


Arsenio ingin mengantarkan Keisya, namun Keisya menolak karena dia sudah membawa sopir. Arsenio mwngantar Keisya di mobilnya.


Cupp


Arsenio mencium dahi Keisya, Dia membukakan pintu mobil untuk Keisya. Sungguh Keisya merasa senang sampai pipinya merona sambil tersenyum.


"sekali lagi terima kasih" ucap Keisya sebelum meninggalkan Arsenio.


***

__ADS_1


__ADS_2