Pilih Satu

Pilih Satu
bab 19


__ADS_3

Keisya bangun dengan menyadarkan ingatannya, seketika menutup mulutnya mengingat kejadiannya bersama Arsenio. Keisya memakai pakaiannya dan berlari keluar dari kantor tanpa diketahui Arsenio yang sedang mandi.


Keisya berlari kecil dengan meneteskan air matanya karena merasa sakit pada bagian bawah serta pinggangnya. Dia mencari taksi namun tak kunjung lewat.


Mobil berhenti tepat di depannya "ayo naik"


Tanpa berfikir panjang Keisya menaiki mobil milik lelaki yang berhenti di depannya.


"kenapa rambut bahkan bajumu kusut?" tanya seorang lelaki setelah melihat penampilan Keisya dari atas sampai bawah.


"aku, aku terburu buru" jawab Keisya tanpa menatap wajah lelaki di sampingnya.


"sudah makan atau belum?"


"sudah" jawab Keisya dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.


"Keisya" panggilnya dengan nada lirih yang membuat Keisya menatap seseorang di sampingnya.


"hmm?" Keisya menaikkan sebelah alisnya memberikan tanda dia penasaran kata apa yang diucapkan selanjutnya.


Mobil menuju rumah Keisya hampir dekat, lelaki di belakang kemudi melambatkan kecepatan mobilnya untuk mengulur waktu.


Mobil berhenti di depan rumah Keisya.


Lelaki itu menghela nafas panjang lalu menggenggam tangan Keisya "aku menyukaimu" ucapnya.

__ADS_1


Keisya membesarkan matanya, 'mengapa saat aku berada pada posisi seperti ini kamu baru mengatakannya Dika?' batinnya.


Mata Keisya berkaca kaca, ingin segera menumpahkan bendungan air dimatanya. Namun orang disampingnya tidak boleh mengetahui kejadian sebelumnya.


"aku... aku"


"aku hanya ingin mengatakan kalau aku menyukaimu, aku akan mengejarmu" potongnya saat Keisya belum menyelesaikan kalimatnya.


"baik, aku pulang dulu" pamit Keisya yang jepalanya tertunduk.


Andika menegakkan kepala Keisya dengan tangannya memegang dagu Keisya "tatap mataku" Andika memindahkan tangannya ke pipi Keisya "aku benar benar menyukaimu" sambungnya.


"maaf"


Dirumah Keisya


"itu Keisya sudah pulang, sini sayang" perintah mamanya untuk mendekat.


Keisya mengingat ingat kembali memorinya 3 tahun yang lalu. Sahabatnya Rasya tepat berdiri di samping mamanya dengan mengembangkan senyum tampannya untuk Keisya.


Keisya berlari kearahnya, Rasya membuka tangan menandakan agar Keisya memeluknya.


"aku merindukanmu" ucap Rasya ketika Keisya sudah berada di pelukannya.


Keisya menangis 'mengapa semuanya terjadi hari ini' batinnya

__ADS_1


"hei kamu kenapa?" tanya Rasya yang merasakan Keisya sesenggukan di pelukannya "aku tidak melupakanmu bukan, ada apa denganmu?" Rasya melepaskan pelukan lalu memegang kedua bahu Keisya.


Keisya memeluk Rasya kembali dengan cepat "a aku me merindu kan kanmu" jawab Keisya berbohong.


"sampai kapan kamu akan memelukku dan berdiri di sini?" Rasya mengajak Keisya masuk dengan tangan kanannya memeluk pinggang Keisya.


Di perusahaan Elard Zayn


Arsenio keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya. Dia mencari Keisya yang sudah tidak ada dalam ranjang tidurnya. Bahkan baju yang berserakan di lantai pun sudah tidak ada.


"Keisyaa" panggil Arsenio mencari keberadaan Keisya. Dia mencari di sekeliling ruangannya tidak menemukan Keisya.


Segera Arsenio memakai baju lalu berlari keluar, Daffin yang berada di depan pintu ruangannya ikut berlari mengikuti Arsenio.


"tuan mau kemana?" tanya Daffin yang mengejar Arsenio di belakangnya.


"ambil mobil sekarang!" Arsenio khawatir Keisya akan berbuat yang diluar kendalinya. Secepatnya Arsenio harus menemukan Keisya dimanapun berada.


Mobil melaju dengan kecepatan penuh saat Arsenio sudah duduk di mobil.


"kita ke perusahaan ayahnya Keisya" ucap Arsenio dengan melihat jalan, siapa tahu dia melihat Keisya disana.


"jam segini bukankah biasanya nona Keisya sudah pulang tuan?" tanya Daffin yang sudah tahu jadwal majikannya.


'bagaimana inii' batin Arsenio kesal dengan kelakuannya sendiri di kantor bersama Keisya.

__ADS_1


__ADS_2