
"bagaimana aku akan mengatakan pada mama papa kalau aku sudah jadi kekasih Arsenio" gumamnya saat berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Keisya menyelesaikan membersihkan tubuhnya di kamar mandi, setelah selesai memakai baju dia menuju ruang keluarga tempat papa dan mamanya sedang berbincang.
"sudah sayang?" tanya mamanya dengan menepuk sofa disampingnya agar Keisya duduk di situ.
Setelah Keisya duduk, papa dan mamanya saling tatap, entah apa yang mereka sembunyikan, Keisya tidak peduli. Asalkan bukan masalah tentang Keisya.
"sayang?" panggil mamanya sambil memegang tangan kanan Keisya "kamu belum memiliki kekasih sampai sekarang, apakah mau mama papa carikan? mama papa menginginkan cucu nak" lanjutnya.
Mata Keisya membesar seketika "nggak mau, aku bisa cari sendiri, aku ngga mau sama yang namanya perjodohan" ketus Keisya sambil berdiri meninggalkan ruang keluarga menuju kamarnya.
'mama, asal mama tau, Keisya mempunyai Arsenio. Lelaki muda tersukses di tanah air, akankah mama papa menerimanya?' batinnya ketika memasuki kamar.
Keisya bingung harus bagaimana, jika mama papanya ingin menjodohkannya pasti lelakinya Andika, sekertaris papa. Keisya memang menyukai Andika, Tapi dia bahkan tidak memikirkan pernikahan. Tidak pernah Keisya berfikir akan menjadi istri siapa, karena Keisya percaya itu akan berjalan dengan sendirinya.
Keisya terbaring di tempat tidur yang pikirannya entah berjalan jalan kemana, bahkan dia berfikir bagaimana kehidupan Arsenio. Keisya terlelap dengan sendirinya.
***
__ADS_1
"selamat pagi nona" sapa karyawan di perusahaan Keisya.
Keadaan perusahaan sudah normal seperti biasa, bahkan Keisya mulai bisa mengendalikan bisnis.
"selamat pagi" sahut Keisya. Keisya memang tidak memandang status sosial, dia ramah kepada siapapun, murah senyumnya kepada siapapun.
Keisya menyelesaikan pekerjaan yang ada di mejanya. Sampai jam istirahat dia bahkan melupakannya.
Dering ponsel Keisya berbunyi cukup keras mengagetkannya. Dia melihat ke arah ponselnya, nomor tidak dikenal.
'hallo' tanya Keisya.
'siapa ya' Keisya belum bisa mengenali suara lelaki yang mengajaknya makan siang.
'apa kamu tidak mengenali suara kekasihmu?' tanya lelaki ujung ponsel yang ternyata Arsenio.
'ooh kamu, ya maklum suara langsung darimu seperti seekor singa, kalau ini seperti kucing meooww" jawab Keisya dengan suara yang dibuatnya.
"cih kucing apa dulu? kucing jantan yang perkasa bukan?" ucap Arsenio membanggakan dirinya sendiri.
__ADS_1
"kucing garong!" ketus Keisya langsung mematikan panggilannya.
Keisya menuju Elard Zayn dengan menggunakan mobilnya yang dia kendarai sendiri, dia sengaja tidak mengajak sopir karena takut jika sopir mengadukan kepada papanya kalau dia bertemu dengan Arsenio Elard Zayn.
Sesampainya di Elard Zayn dia menuju resepsionis, namun belum sempat dia mengatakan tujuannya seorang wanita resepsionis sudah bilang kalau prisiden direktur menunggu di ruangannya.
Keisya menuju ruangan Arsenio menggunakan lift karyawan, ada beberapa karyawan dibelakangnya. Mereka menggosipkan bahwa Keisya merupakan salah satu wanita yang mengejar cinta dari Arsenio.
"tolong jaga ucapan kalian, atau kalian tidak akan bisa lagi menginjakkan kaki kalian di perusahaan ini besok!" ketus Keisya sambil melangkahkan kakinya menuju ruangan Arsenio.
Tok tok tok
Mendengar suara dia masuk dengan tampang bibir monyongnya, dia tidak suka dengan kelakuan karyawan di kantor Elard Zayn itu.
"ada apa?" Arsenio bertanya "kenapa kau terlihat kesal dengan bibir monyongmu?" lanjutnya.
Keisya memang kesal namun dia bukan wanita pengadu, dia lebih menyembunyikan masalahnya dari pada dia sendiri membuat masalah.
Arsenio berjalan ke arah Keisya, setelah berhadapan dia menghentikan langkahnya "ada apa denganmu?" ulang Arsenio bertanya.
__ADS_1