
"Pagi Dika" Keisya membalas senyuman hangat Andika.
"Kenapa kamu tidak pernah datang ke perusahaan akhir akhir ini Keisya? Perusahaan semakin kembali karena kerja sama dengan perusahaan Elard Zayn yang mengundang perusahaan lain kembali" jelas Andika kepada Keisya.
Keisya hanya tersenyum sambil merapikan beberapa berkas yang akan diserahkan kepada papanya.
"Hmm.. bagaimana jawabannya Keisya?" Andika bertanya jawaban Dari ungkapan cintanya yang telah diungkapkan satu bulan yang lalu.
Sampai sekarang Keisya melupakannya karena Andika bahkan tidak pernah menghubunginya. Hanya Arsenio yang mengisi hari harinya belakangan ini.
Degg
'Astaga, aku melupakannya. Bahkan aku belum memikirkan bagaimana kata yang akan aku ungkapkan untuk Andika' batin Keisya resah dengan pertanyaan yang baru saja dilontarkan Andika.
"Hmm Dika.. bagaimana jika.. jika kita berteman dahulu" Keisya menghembuskan nafas panjang "agar aku dapat mengenalmu lebih jauh" sambung Keisya yang kepalanya tertunduk.
__ADS_1
Andika memahami keputusan Keisya. Dia lebih memilih diam dengan mengembangkan senyum kecewanya. Telah ditunggu jawaban ini hingga satu bulan, ternyata jawabannya mengecewakan.
"Maaf Dika, bukan maksudku begitu. Aku hanya ingin mengenalmu lebih jauh lagi" ucap Keisya merasa bersalah karena sudah menolak Andika.
Andika berusaha tetap tenang mendengar jawaban Keisya "bagaimana jika kita berteman seperti kamu berteman dengan Rasya temanmu saat kita bertemu di taman?" Andika menawarkan persahabatan kepada Keisya.
"Baik, teman" Keisya mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Andika "hmm pulang dari sini nanti aku ingin nonton bersama Rasya. Apa kamu mau ikut?" Basa basi Keisya menghilangkan kecanggungan.
"Baik, nanti pulang aku tunggu kamu di depan ruangan papamu" Andika setuju dengan tawaran Keisya.
Tanpa terasa Keisya melihat jam yang ada di tangan kirinya. Waktu telah menunjukkan jam pulang. Keisya segera ke ruangan papanya untuk meminta izin pergi nonton bersama Rasya dan Andika.
"Nah itu dia" Keisya menunjuk seorang lelaki sedang meminum avocado milk di ujung kiri.
Keisya berlari kecil mendatangi Rasya. Rasya menunggu dengan membuka lebar kedua tangannya agar Keisya memeluknya.
__ADS_1
"Haii" Keisya segera mengambil avocado milk dan langsung meneguknya "bentar aku haus"
Rasya clingak clinguk merasa malu karena kedua tangannya diabaikan oleh Keisya. Andika menahan tawa dari belakang Keisya, banyak orang menatap mereka sambil membisikkan sesuatu.
"Mak lampir kamu membuatku malu!" Bisik Rasya geram ditelinga wanita yang sedang minum avocado milk miliknya.
"Pfft, kamu tau aku lebih memilih kesukaanku dari pada kamu. Ketek kamu bau, coba cium" Keisya meletakkan minumannya disusul dengan menutup hidung pertanda bau.
Rasya mengendus kedua ketiaknya secara bergantian, membuat Andika tertawa dengan kejahilan Keisya untuk menutupi kesalahannya.
"Hahaha emang kamu kesini belom mandi?" Keisya tebahak melihat tingkah Rasya yang tanpa malu mengendus badannya sendiri di depan umum.
"Mandilah emang kamu mandi yang dicuci rambut doang, udah gitu habis mandi bingung nyari sisir yang ilang sampai jadi hantu ga pernah sisiran!" Jawab Rasya kesal dengan kelakuannyanya yang memalukan dirinya sendiri karena Keisya.
"Biarin! Dika, liat no temen kamu, nakalin aku" adu Keisya dengan muka memelasnya.
__ADS_1
"Ngadu sono, nangis, pulang gausah jadi nonton. Awas kamu!" Ancam Rasya dengan kemarahan yang memenuhi ruangan.
"Yaudah aku mau nonton sama Dika, ayo!" Keisya meninggalkan Rasya bersama Andika.