Pilih Satu

Pilih Satu
bab 6


__ADS_3

Keisya tiba di perusahaan Elard Zayn, kemudian dia bertemu resepsionis "saya ingin bertemu Arsenio Elard Zayn" ucapnya.


"maaf nona, apakah anda sudah punya janji?" tanya seorang resepsionis diantara 3 resepsionis yang ada.


"bilang saja Keisya Zahira Zafan ingin bertemu" ucapnya dengan memukul meja resepsionis.


"maaf nona, jadwal presiden direktur sangat padat, anda tidak dapat bertemu tanpa membuat janji" ucap resepsionis yang lainnya.


"aku bilang Keisya datang! cepat hubungu presidenmu itu!" bentak Keisya dengan memukul meja lebih keras.


"baiklah" resepsionis itu melakukan panggilan kepada sekertaris Arsenio.


Setelah selesai menelfon resepsionis bilang kepada Keisya bahwa Arsenio berada di ruangannya ruangan presiden direktur lantai 11.


Keisya berlari menuju ruangan Arsenio dan membuat beberapa karyawan berbisik buruk tentangnya, mengira bahwa Keisya salah satu wanita yang mengejar cinta dari presiden direktur.


sesampainya di depan pintu ruangan Arsenio Keisya langsung membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu, didalam ada Daffin sedang berbincang dengan Arsenio seketika mereka langsung menarap Keisya "Arsenio, apa yang telah kamu lakukan pada perusahaan papaku?" dengan muka merah Keisya berteriak kepada presiden direktur Elard Zayn.


"apakah kamu merindukanku sayang?" ucap Arsenio dengan berjalan kearah Keisya.

__ADS_1


"apa yang telah kamu lakukan pada perusahaan papaku?" bentak Keisya sambil mendorong tubuh Arsenio yang mendekat.


"tenanglah, aku hanya menginginkanmu, bukan perusahaan papamu yang tidak ada ada apanya dibanding dengan perusahaanku" sombong Arsenio yang membanggakan perusahaannya.


Arsenio mendekat lalu memegang dagu Keisya dan memajukan wajahnya. Tapi seketika Keisya mengalihkan pandangannya menatap Daffin yang duduk di sofa. Perlahan Keisya mundur hingga terbentur tembok di belakangnya. Sekarang Keisya tidak bisa kemana mana karena didepannya ada Arsenio dan sebelah kirinya ada siku Arsenio yang diletakkan ke tembok. Arsenio memegang dagu Keisya lalu mendekatkan wajahnya.


"apa yang kamu mau?" tanya Keisya agar Arsenio menghentikan kelakuannya.


Arsenio mendekati telinga Keisya "aku menginginkanmu sayang" bisiknya.


"sayang sayang pala lo peang" ketus Keisya dengan bibir yang dimonyongkan ke depan.


Cup


"ayolah, aku yakin kamu menikmatinya" ucapnya dengan mendekatkan wajahnya kembali.


"Arsenio tolong jaga sikapmu!" bentak Keisya yang takut akan perilaku Arsenio jika dilanjutkan.


"baik, aku akan mengemblikan semuanya jika kamu ingin menjadi kekasihku secara resmi" kata Arsenio dengan meninggalkan Keisya lalu duduk di kursi singgasananya.

__ADS_1


Entah kemana Daffin, dia sudah tidak ada di posisinya semula. Mungkin dia keluar karena tahu apa yang akan dilakukan bosnya.


"apakah tidak ada cara lain?" tanya Keisya sambil mendekati meja Arsenio.


"cara lain?" Arsenio menaikkan sebelah alisnya "kamu menikah denganku" ucapnya dengan menatap laptop di depannya.


"ayolah, jangan seperti itu, yang lain tolong" dengan ucapan manjanya Keisya memohon.


"mengandung anakku" jawab Arsenio menatap mata Keisya.


Mata Keisya membesar disusul bibir yang ditutupi dengan jemari tangan kanannya.


"apakah kamu tau aku mempunyai kekasih?" pernyataan Keisya yang membohongi Arsenio.


"hahhahahaha" tawa Arsenio sambil mematikan laptopnya "dengan waktu 1 hari aku mampu mencari semua tentangmu, kamu belum pernah memiliki kekasih sampai sekarang" ucap Arsenio yang berjalan menuju sofa.


Keisya menundukkan kepalanya, Arsenio benar, tapi dia tidak tahu kalau Keisya menyukai rekan kerjanya di kantor.


"kenapa kamu diam? benar bukan apa yang aku ucapkan?" Arsenio duduk di sofa dan menepuk sampingnya agar Keisya duduk.

__ADS_1


"iya" jawab Keisya masih dengan kepala menunduk "tapi aku menyukai seseorang" lanjutnya dengan menatap Arsenio di sofa.


***


__ADS_2