
Tok tok tok
'Siapa lagi malam malam, bahkan aku tidak memiliki teman di kota ini' batin Keisya habis mandi, dia menggunakan piyama seksi yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Ceklek
Pintu dibuka betapa kagetnya Keisya melihat seseorang di depan pintu "Arsenio?" berjalan sempoyongan nyelonong memasuki hotel tempat tinggal Keisya "kamu? kamu kenapa kesini?" tanya Keisya khawatir,
Arsenio memang habis mengkonsumsi alkohol hingga membuatnya mabuk.
"kemarilah" ucap Arsenio dengan memainkan jari telunjuknya "kemarii" ulangnya dengan memejamkan mata.
Keisya tidak berani mendekat karena dia takut jika Arsenio melakukan hal yang keterlaluan.
"aku bilang kemari Keisya sayang" Arsenio mengulangi sambil dia berjalan menuju ke arah Keisya dengan sempoyongan.
Brukk
Arsenio jatuh tepat di atas badan Keisya. Keisya segera berusaha membangunkannya.
__ADS_1
"ayo ayo bangun, aku membantumu" ucap Keisya sambil memapah Arsenio berduri.
"aku tidak mau bertunangan dengannya" Arsenio tidak sadar apa yang dia katakan, karena baru kali ini dia mengkonsumsi narkoba "kamu mau menikah denganku? aku mencintaimu" sambung Arsenio dengan tangan yang meraba pinggul Keisya untuk memeluknya.
"apa yang terjadi denganmu?" tanya Keisya heran mengapa dia sampai seperti ini.
Arsenio memeluk Keisya dan menyandarkan kepalanya di bahu Keisya. Arsenio terlihat sedang bermasalah, Entah kenapa Keisya merasa kasihan dengan Arsenio.
"tidak apa apa, aku ingin disini bersamamu" jawab Arsenio dengan mata terpejam "aku merindukanmu" sambung Arsenio yang mendaratkan bibirnya di pipi Keisya.
"baik, tidurlah" Keisya mengusap rambur Arsenio agar segera tertidur, dia ingin segera mendengar apa alasan dia kesini besok pagi.
Tidak lama Keisya juga terlelap dengan kepalanya yang tersandar tembok.
***
Pagi harinya Arsenio bangun lebih awal dari Keisya. Dia melihat Keisya yang kepalanya tersandar di tembok. Seketika Arsenio bangun kemudian memindahkan Keisya dengan posisi berbaring di atas tempat tidur.
Setelah selesai membaringkan Keisya, Arsenio bergegas membersihkan diri di kamar mandi. Arsenio berfikir apakah dia telah mengatakan kepada Keisya kalau dirinya bertunangan dalam keadaan mabuk kemarin, Arsenio tidak ingin Keisya pergi meninggalkannya, dia cukup tenang jika bersama dengan Keisya.
__ADS_1
"belum bangun" ucap Arsenio yang melihat Keisya masih terlelap di atas tempat tidur "mungkin dia lelah mengurusku tadi malam" gumamnya.
Arsenio mencari ponselnya untuk memesan beberapa sarapan untuk dirinya dan Keisya.
"hei Keisya" Arsenio mengusap ujung kepala Keisya untuk membangunkannya "bangunlah, kamu masih harus bekerja" ucap Arsenio setelah melihat Keisya perlahan membuka matanya.
"hoaaammmm" Keisya bangun dengan merentangkan badannya "kamu sudah bangun?"
"mandi sana, setelah itu kita sarapan" Arsenio menunjukkan beberapa makanan yang telah berjajar rapi di meja.
Keisya segera bergegas ke kamar mandi. Dia tidak sadar kalau dirinya masih memakai piyama seksi "aaa mana bajuku" teriak Keisya dengan memeluk dadanya sendiri.
"sudahlah sana mandi, aku bisa mengendalikan diriku" jawab Arsenio dengan melangkahkan kakinya menuju Keisya "sebelum aku berubah pikiran" bisiknya ditelinga Keisya.
Dengan cepat Keisya berlari ke kamar mandi, dia takut ancaman Arsenio akan dilakukannya.
Keluar dari kamar mandi Keisya segera keruang ganti untuk keluar sudah rapi dengan baju kerjanya. Dia menuju ke meja rias untuk memberi sedikit polesan di wajah cantiknya.
Selesai dengan riasan wajahnya, dia menuju ke sofa menghampiri Arsenio yang sedang melihat ponsel. Keisya sebenarnya ingin menanyakan kenapa Arsenio, namun diurungkannya. Dia tidak mau jika mengulur waktu untuk kerjanya. Karena Keisya lebih ingin cepat kembali di kotanya dari pada harus berlama lama disini.
__ADS_1
Keisya fikir mungkin nanti sepulang urusannya akan lebih baik jika dia akan bertanya kepada Arsenio.