
"Keisya sayang, kamu menyukai seseorang belum tentu orang itu menyukaimu juga" Arsenio kembali menepuk sampingnya agar Keisya duduk dengannya "tetapi berbeda denganku, jika aku menyukaimu, aku yakin kamu pasti akan menyukaiku juga" lanjutnya sambil menarik tangan Keisya yang hampir duduk.
Keisya duduk di pangkuan Arsenio dengan tangan yang memeluk leher Arsenio. Saat Keisya ingin berdiri Arsenio langsung memeluk Keisya hingga Keisya tidak bisa mengelak lagi.
"biarkan aku duduk di situ" pinta Keisya dengan menunjuk samping Arsenio.
"diam disini, biarkan aku tenang sejenak" ucap Arsenio yang terlihat banyak masalah "hanya kamu yang bisa membuatku tenang, diamlah duduk di pangkuanku" Arsenio menyandarkan kepalanya di dada Keisya.
Arsenio memang memiliki masalah dengan papanya karena dia dipaksa menikah dengan wanita pilihan papanya. Walaupun Arsenio sering dikelilingi wanita, tapi dia tidak pernah menyentuh wanita itu. Bisa dipastikan Arsenio masih perjaka seratus persen.
"ada apa denganmu?" tanya Keisya yang tidak tega melihat wajah memelas Arsenio.
"sstt" Arsenio memejamkan matanya di dada Keisya. Keisya merasa risih dengan kelakuan Arsenio "biarkan aku memejamkan mataku sejenak" pinta Arsenio dengan menatap Keisya.
"baik,tidurlah" jawab Keisya dengan tangannya yang mengusap rambut Arsenio berulang ulang.
'kenapa aku luluh padanya, bukankah dia memaksaku untuk menjadi kekasihnya. Tapi kenapa sekarang aku yang memanjakannya' batin Keisya yang tak sadar kalau dia memperlakukan Arsenio dengan baik. 'tapi kenapa dia terlihat bersedih' fikir Keisya sambil memainkan rambut Arsenio.
Cukup lama Arsenio tertidur, tiga puluh menit kemudian Arsenio terbangun lalu menatap wajah Keisya. Dari tatapannya, Arsenio terlihat memiliki masalah yang sangat berat. Keisya ingin menanyakannya, tapi dia tidak berani jika Arsenio melakukan perbuatan yang tidak sopan lagi.
__ADS_1
"apakah kamu cape menahan kepalaku tadi?" tanya Arsenio yang masih menatap Keisya.
"mmm sebenarnya iya, tapi aku tau aku orangnya baik jadi aku membiarkanmu terlelap sebentar" jawab Keisya yang tanpa dia sadari masih memainkan rambut Arsenio.
"kamu suka dengan rambutku?" tanya Arsenio yang membuat Keisya sadar kalau dia masih memainkan rambutnya.
"eeh mmm, aku aku ingin turun" ucap Keisya dengan muka merahnya karena malu dengan teguran Arsenio.
Arsenio bukan membiarkan Keisya lepas rapi dia malah mempererat pelukannya kepada Keisya.
"aku ingin turun" rengek Keisya dengan bibir monyongnya.
"cium aku dulu" Arsenio memejamkan matanya dan meminta Keisya menciumnya.
"yaudah, diam disini" sahut Arsenio yang mepererat pelukannya. Dia tidak tahu kenapa begitu nyaman memeluk Keisya.
"aku mau pipis" Keisya berbohong agar dilepaskan "pipiiiisss" ulangnya.
"aku tahu kamu berbohong" Arsenio masih memeluk Keisya dengan kepalanya yang disandarkan ke sofa.
__ADS_1
"kalau begitu ayo antar aku ke kamar mandi, aku udah ngga tahan, aku kebelet" bohong Keisya karena risih dengan pelukan Arsenio "ayolahh" rengek Keisya.
Arsenio melepaskan pelukannya dan membiarkan Keisya pergi dari pangkuannya.
Keisya berdiri dan ingin berlari namun dicegah oleh Arsenio "tunggu" tangan Arsenio kembali memegang tangan Keisya "kamar mandinya ada di ruangan itu, masuklah, nanti akan ada pintu satu lagi itu kamar mandinya" ucap Arsenio menjelaskan.
Keisya berlari menuju tempat yang dijelaskan Arsenio. Walau dia tidak kebelet tapi dia tidak berani membuat ulah lagi, Karena dia tau semakin dia berulah semakin Arsenio tidak membiarkannya pergi.
Selesai dari kamar mandi, Keisya bilang pada Arsenio kalau dia ingin pulang. Namun Arsenio kembali mengingatkan syarat darinya. Setelah Keisya mengangguk Arsenio memperbolehkan Keisya pulang.
"tunggu" ucap Arsenio.
Arsenio berjalan mendekati Keisya, Keisya tidak tahu apa yang ingin dia lakukan, jadi dia menunggu di tempatnya.
Cup
Arsenia mengecup bibir Keisya. setelah menatap wajah Keisya sebentar, dia lanjut mendekatkan bibirnya ke bibir Keisya dan ********** dengan mata terpejam. Tanpa sadar keisya menyambut ciuman darinya dengan masih menatap mata Arsenio yang terpejam. Tidak lama kemudian ada sesuatu yang masuk di mulut keisya, lidah Arsenio menari di dalam, membuat Keisya mendesah "mmmhh" Arsenio tetap melanjutkan tarian lidahnya di dalam.
Cukup panjang ciuman itu, saat Arsenio baru saja melepaskannya, dia melihat mata Keisya yang menatapnya. Cukup lama mereka bertatapan, namun Keisya tersadar dan langsung berlari keluar dari ruangan Arsenio sambil mengusap bibirnya yang habis dicium Arsenio.
__ADS_1
"aku menyukainya" ucap Arsenio setelah Keisya pergi.
***