Pintu Takdir Melepas Lajang

Pintu Takdir Melepas Lajang
Episode 13


__ADS_3

NASEHAT AYAH


Pukul 06.30, pagi yang indah bagiku saat ini. Aku sudah bersiap menuju meja makan, sarapan lezat sudah menantikanku. Sebagai anak bungsu aku termasuk dimanjakan. Semenjak kedua kakakku menikah, ibuku memutuskan mempekerjakan ART, karena usia ibuku juga semakin tua dan aku juga lebih sibuk dengan urusan pekerjaan. Tapi urusan memasak, tetap ibuku yang menangani.


Kulihat ayahku sudah terlebih dulu duduk di meja makan sambil meminum teh tawarnya. Semenjak pensiun dari pekerjannya sebagai salah satu karyawan swasta yang bergera dibidang jasa, ayah lebih memperhatikan kesehatannya. Selain faktor usia, ayah juga mewaspadai adanya penyakit yang rentan menyerang orang seusianya.


Kuhabiskan sarapanku dengan penuh semangat. Rupanya dari tadi ayah memperhatikanku, tapi kuabaikan. Mungkin semenjak aku sibuk dengan pekerjaan, ayah jadi jarang bertatap muka denganku.


“Kamu gak bawa kendaraan sendiri De?”, tanya ayahku


“Dijemput Zaky Yah”, jawabku sambil menghabiskan air minumku


“Ayah keberatan kalau kamu diantar jemput laki-laki yang berbeda dalam kurun waktu yang hampir bersamaan begitu. Selesaikan dulu hubunganmu, baru menjalin hubungan yang baru. Itupun kalau tidak merugikan kamu.”, ayah memberikan nasehat padaku


Aku terdiam, menunduk dan mencoba untuk memberikan penjelasan kepada ayah. Bahwa Zaky adalah kekasihku sedangkan Hafiz adalah rekan kerjaku. Tapi sayangnya, aku merasa itu akan sia-sia. Justru khawatir akan menyakiti perasaan ayah. Akhirnya aku hanya mengangguk setuju.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan ayah, aku segera berangkat. Kali ini Zaky menjemputku ke rumah, karena nanti malam kami sepakat untuk mencari kado. Kado pernikahan ayahnya. Pernikahan dipercepat, minggu depan. Entahlah aku harus bahagia atau apa atas hal tersebut. Toh nyatanya juga tidak memberikan efek kepada hubungan kami.


Selama di perjalanan aku memikirkan nasehat ayah. Ternyata aku sudah sangat mengecewakan ayah, bahkan keluarga besarku. Sampai kapan aku akan menunggu Zaky. Bunyi klakson Zaky mengagetkanku.


“Mikirin apa?”, tanya Zaky begitu mengetahui aku kaget karena bunyi klakson mobilnya


“Ayah tadi negur aku. Menanyakan hubungan kita”, jawabku datar sembari melihat reaksi Zaky. Ternyata datar, tanpa ekspresi.


“Sabar ya. Aku pasti melamarmu,” Zaky mengusap rambutku


[12/9 20.04] Zayn Ika: Waktu berlalu dengan cepat, sebentar lagi jam pulang kantor. Zaky berjanji akan menjemputku jam 16.00, entah kenapa firasatku menjadi aneh. Ada sebuah kekhawatiran disana. Aku segera mengemas barang-barangku, karena terburu-buru aku menabrak pot kaktus pemberian Hafiz. Hampri saja jatuh, berhasil kutangkap. Huffttt !!!! Hampir saja.


Aku bergegas menuju pos satpam setelah mendapat pesan dari Zaky. Sekali lagi firasat buruk membayangiku, aku seolah ketakutan jika kepergianku kali ini diketahui Hafiz. Sejak kapan aku begitu khawatir ketahuan, semacam sebuah perselingkuhan saja. Ah, apalagi ini yang ada di pikiranku. Sesaat kemudian aku sudah berada di mobil Zaky. Aku bersyukur, sepertinya aku tidak melihat Hafiz berada disepanjang jalan yang tadi kulewati. Kamipun berangkat.


Beberapa menit aku berada di mobil Zaky, ponselku bergetar. Sebuah pesan masuk. Deg !!!! Reaksiku berlebihan, panik. Untungnya Zaky tidak menyadari itu. Ternyata benar, Hafiz mengetahui kepergianku bersama Zaky.

__ADS_1


Kubuka pesan itu, berharap tidak ada luapan amarah disana.


“Batiknya dipakai untuk besok ya. Langsung dibawa saja ke kantor. Kita langsung berangkat. Aku khawatir, kalau menunggumu pulang dulu, nanti diserobot orang.”


 


Tuhannnnn…Aku benar-benar kelimpungan. Malu bercampur khawatir. Tapi kucoba bersikap biasa saja. Zaky masih tetap fokus dengan kendaraannya. Aku segera membalas pesan Hafiz, OK. Segera kumatikan ponselku, khawatir hal-hal yang buruk terjadi. Kumasukkan ponsel kedalam tasku. Kulirik Zaky masih serius dengan mobilnya. Untunglah


“Kita cari makan dulu ya?”, aku membuka percakapan


“Tentu,” Zaky menjawab singkat


 


Semoga ini hanya kekhawatiranku saja. Semoga Zaky tidak mengetahui pesan yang dikirim Hafiz. Semoga Hafiz bisa menerima pemintaan maafku. Takdir, please….be nice.

__ADS_1


__ADS_2