Pintu Takdir Melepas Lajang

Pintu Takdir Melepas Lajang
Episode 25


__ADS_3

SESEORANG DARI MEMORI MASA LALU


Aku sedang berada di ruang HRD, disini terdapat beberapa teman kerjaku yang waktu itu juga mengikuti program di Jogja. Deby duduk di sebelah kananku. Kami semua sedang menunggu untuk mendapatkan hasil dari uji kelayakan yang dilakukan beberapa waktu yang lalu.


Satu persatu dipanggil ke dalam ruangan yang terletak disatu sisi lain dari ruangan tersebut. Kemudian mendapat amplop dan beberapa pengarahan. Raut muka beberapa orang bisa ditebak, setelah keluar dari ruangan tersebut. Aku juga tidak sabar dengan hasil yang akan kuperoleh.


Bagiku ini adalah pertaruhan yang cukup besar, aku harus memenangkan salah satunya. Ada tiga posisi yang disediakan, meskipun aku belum tau akan mendapatkan yang mana. Semoga saja.


Akhirnya tiba giliran Deby, sebelum masuk ke ruangan dia sempatkan untuk menggenggam tanganku. Aku paham, dia meminta untuk didoakand an dikuatkan. Aku terseyum dan memberikan semangat kepadanya. Sekitar 10 menit kemudian, Deby keluar dengan wajah sumringah.


“Mbak De, aku lolos. Peluuukkkkkkk”, Deby berteriak histeris dan memelukku dengan semangat luar biasa


“Aku tunggu di ruangan mbak yaa”, Deby melampaikan tangan dan berlari kegirangan meninggalkanku. Aku turut bahagia. Namun masih sedikit bergetar hatiku, menunggu hasil yang akan kuperoleh. Kalau Deby bisa, aku juga harus bisa.


Akhirnya tiba giliranku, aku masuk ke ruangan dengan semangat. Harapan besar ada di depan mataku. Kepala HRD memberikan sebuah amplop kepadaku dan satu kalimat keluar dengan lugas


“Selamat Bu Dea, Anda kami promosikan untuk menduduki jabatan sebagai kepala Divisi Humas, silahkan diterima dan dipelajari kontraknya. Dua hari lagi, silahkan menghadap untuk menandatangani kontrak. Terima kasih”


Aku segera menyampaian terima kasih dan pamit meninggalkan ruangan. Rasa bahagia mengaliri sekujur tubuhku. Aku berjalan setengah berlari menuju ruanganku. Saking senangnya saat melewati sebuah ruangan aku menabrak seseorang. Hampir aku terjatuh, namun justru yang kutabrak tadi menangkap tubuhku dan aku terselamatkan.


Kusibakkan rambut panjangku, aku melihat siapa yang tadi kutabrak sekaligus menolongku. Ternyata Hafiz. Seketika aku menjadi gugup. Hafiz melingkarkan tangannya memelukku. Seolah mirip adegan slow mition yang selama ini biasa tayang di TV. Aku segera menyadari keadaan, dan kembali berdiri ke posisi normal. Lalu secara reflek kugandeng tangan Hafiz untuk untuk menuju ruanganku.


Begitu memasuki ruanganku, kulihat ada Deby disana. Sedikit kikuk, kulepaskan gandingan tanganku. Rasa bahagia ini terkadang membuatku diluar kendali. Aku menjadi malu, karena telah menggandeng tangan Hafiz. Untung saja Deby tidak melihatnya.

__ADS_1


Kami secara bergantian menyampaikan kabar gembira itu. Deby dipromosikan untuk menjadi kepala Divisi Produksi. Meskipun nantinya kami akan berbeda divisi, namun kabar ini membuat kami sangat berbahagia. Bayaran luar biasa untuk usaha yang telah kami tempuh saat ini.


Hafiz yang sedari tadi hanya menyimak mendengarkan dan memberikan selamat, kali ini juga menyodorkan sebuah amplop kepadaku. Sedikit heran, lalu kubuka amplop itu. Kubaca perlahan dan……


“Undangan potential review untuk midle manajemen”


“Aaaaahhhhh…..Selamat yaa”, aku berteriak histeris begitu membaca isi undangan itu. Hafiz mendapat kesempatan untuk mengikuti ujian kenaikan pangkat. Itu artinya dia akan berkesempatan untuk naik jenjang karir. Tadinya kupikir dia akan berada satu level dengan aku dan Deby, tapi ternyata diam-diam Hafiz memiliki impian untuk tidak cukup puas. Luar biasa


Hari ini merupakan kebahagiaan yang luar biasa bagi kami semua. Akhirnya kami memutuskan untuk merayakan bersama. Kami sepakat, nanti malam akan merayakan dengan makan malam bersaam di salah satu tempat makan favorit. Aku juga tidak sabar untuk segera memberitahukan kabar gembira ini pada orang tuaku.


Aku sengaja pulang kerja tepat waktu, selain untuk sesegera mungkin memberikan kabar gembira ini pada orang tuaku, aku juga harus bersiap untuk makan malam.


Sesampainya dirumah, aku langsung menemui kedua orang tuaku dan menyampaikan kabar gembira itu. Ibuku sangat terharu dan langsung memelukku, demikian juga ayahku yang merasakan bangga luar biasa. Kami bertiga berpelukan. Bahagia menyelimuti suasana rumah kami sore ini.


Aku segera mempersiapkan diri untuk makan malam. Kuraih gaun terbaik yang kumiliki. Kali ini aku memilih gaun yang akan tertutup, karena semenjak lebih dekat dengan Hafiz, aku seolah risih jika harus memakai pakaian yang terbuka. Teleponku berbunyi, Deby yang mengirim pesan.


Sambil mengernyitkan dahi, kubalas pesan Deby


“Siap nona cantik”


Hafiz menjemputku dan setelah berpamitan dengan orang tuaku kamipun berangkat. Di perjalanan aku membahas mengenai Deby yang tadi mengatakan akan memberikan kejutan. Hafiz hanya tersenyum menyimak ceritaku, dia memberikan tanggapan bisa jadi kejutannya dia mau cerita kalau dilamar. Seketika aku teringat lamaran yang dipersembahkan Hafiz padaku. Kami saling tersenyum satu sama lain.


“Kamu inget Ustadz Iqbal?”, tanya Hafiz padaku

__ADS_1


“Heem, yang waktu itu kasih ceramah kan?”, jawabku


“Iya, besok malam mau kerumah. Nglamar Lala, “ Hafiz melanjutkan pembicaraan sambil fokus pada kemudi.


Mataku terbelalak, sungguh terkejut.


Sungguh luar biasa, kalau dihitung-hitung mereka kan juga baru kenal karena acara pengajian itu. Jalan jodoh memang selalu unik. Kalau Lala bisa mendapatkan jodoh dalam waktu singkat, mungkin berbeda denganku. Aku harus mendaki gunung dan melewati lembah seperti syair sebuah lagu anak-anak, baru bisa menemukan calon jodohku.Tak apa, aku tetap bahagia.


Akhirnya kami sampai pada tempat makan yang disepakati. Kulihat Deby sudah datang duluan. Ada sesosok pria yang dari kejauhan hanya bisa kulihat punggungnya. Kalau dari model rambutnya, itu bukan Bang Rey. Aku kenal betul dengan rambut jabrik yang dimiliki Bang Rey.


Apakah ini kejutan yang dimasud Deby?


Aku segera berjalan mengekor di belakang Hafiz, menuju meja dimana Deby dan pria itu berada. Begitu menyadari kedatangan kami, Deby dan juga teman prianya berdiri untuk menyalami.


Dan betapa terkejutnya aku dengan pria yang ada di hadapanku saat ini. Aku menutup mulutku agar tidak terdengar suara pekikanku.


“TAMA”, teriakku lalu disambut pelukan dari Deby. Kucubit pipinya, ternyata ini kejutan yang dia maksud.


Tama adalah teman SMA ku, sudah lama kami tidak bertemu. Kali ini Deby memperkenalkan Tama sebagai kekasihnya. Sukses membuatku terkejut, karena selama ini Deby tidak pernah merahasiakan apapaun dariku. Rupaya mereka tidak sengaja saling mengenal dan dipertemukan dalam salah satu pelatihan yang pernah diselenggarakan oleh tempat kerja. Sekitar 1 bulan sebelum keberangkatan ke Jogja.


Tama yang meminta untuk merahasiakan hubungan, begitu tahu kalau aku dan Deby bersahabat. Akhirnya malam itu semakin sempurna dengan kejutan yang dikirimkan oleh Deby. Kami menikmati makan malam dengan bergantian saling menceritakan kebahagiaan masing-masing.


Kulirik Hafiz, dia sepertinya juga ingin menyampaikan kabar bahwa dai sudah melamarku. Namun aku melarangnya, kukira ini bukan saat yang tepat. Bukan apa-apa, malam ini adalah kesempatan untuk Deby dengan kabar bahagia sekaligus kejutan untukku. Aku akan menyampaikan kabar ini pada kesempatan yang lain.

__ADS_1


Dunia sungguh sempit, Tama yang merupakan teman sekolahku ternyata saat ini menjadi kekasih sahabatku. Tama yang dulu kukenal pendiam, kini menjelma menjadi pria tampan yang penuh wibawa. Dari cerita yang dia sampaikan, kami akhirnya tahu bahwa Tama bekerja di salah satu perbankan swasta terkemuka di kota kami. Jika melihat tampilannya saat ini, sudah bisa dipastikan bahwa dia juga menduduki jabatan yang tidak biasa di kantornya.


Ada sekilas kisah yang tiba-tiba terlintas dibenakku ketika melihat Tama. Tapi aku buru-buru menyingkirkan ingatan itu. Lagi pula itu semua sudah menjadi bagian dari masa lalu semata. Selain itu juga karena aku tidak ingin merusak hari bahagia kami. Kami semua menikmati makan malam yang bisa disebut perayaan kemenangan ini.


__ADS_2