
EPISODE 40
TERIMA KASIH, TAKDIR
Harum melati tercium semerbak memenugi ruangan kamarku. Sengaja aku memejamkan mata untuk menikmati aroma yang sudah lama kurindukan ini. Kebaya berwarna putih tulang lengkap dengan kain batik yang rancang menyerupai rok panjang melengkapi tampilanku. Sebuh hijab kombinasi putih dan gold menghiasi kepalaku. Selesai bermake up, kakakku membisikkan bahwa acara akad nikah segera dimulai.
Aku beranjak menuju ruang tengah, tempat dilaksanakan akad nikah. Aku berjalan dengan diiringi oleh kedua kakakku menuju tempat akad nikah. Langkah yang sedemikian ringan namun penuh arti. Langkah ini yang akan mengantarku untuk menukar status lajang menjadi status seorang istri dari Farhan Aulia Zulkarnain. Aku duduk, tanpa berani menoleh kea rah seseorang yang sudah bersiap dengan kalimat yang akan menghalalkanku hari ini.
Sebuah kalimat yang disampaikan melalui satu tarikan nafas, menggema merdu ke seluruh ruangan. Aku menengadahkan tangan untuk menyampaikan rasa syukurku pada Tuhan. Terima kasih. Terima kasih telah meraih aku dan menempatkan pada keadaan bahagia ini. Terima kasih telah menjawab doa-doaku, bahkan lebih dari yang kuminta.
__ADS_1
Prosesi akad nikah berjalan lancar. Akhirnya hari ini aku sah menyandang status sebagai istri sah dari Farhan. Terbayar sudah penantianku selama ini. Terjawab sudah doa-doaku sejauh ini. Aku bahkan lupa bagaimana rasa sakit sebuah penghianatan, liku-liku kisah yang menyakitkan, dan rasa kehilangan yang pernah kualami. Hari ini semuanya terbayar lunas. Akhirnya aku baru memahami, rencana Tuhan memang luar biasa indah. Maafkan aku, karena terlambat menyadari.
Enam bulan kemudian……….
Pagi dan secangkir kopi, menjadi bagian ritualku dalam mengawali hari. Tentunya kopi untuk suamiku. Aku merasakan indahnya berumah tangga. Bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk suami dan juga putri kecil kami, Jasmine. Sebuah hal yang dulu pernah membuatku takut untuk menjalani, takut repot tentunya.
Setelah menemani keluarga kecilku untuk bersarapan, aku mengantar keberangkatan mereka melalui pintu depan sambil melambaikan tangan. Pastinya itu dilakukan setelah keduanya berpamitan dan menghadiahkan sebuah kecupan manis untukku. Ada sebentuk rasa bahagia yang terbangun disini, memastikan orang-orang tersayang berangkat menunju tempat kerja maupun sekolah dengan untaian doa.
Aku saat ini, tetap bisa berkarir dalam rumah tangga sekaligus dalam dunia usaha. Sebuah keputusan yang kami ambil dan sepakati bersama, sebelum pernikahan. Usaha penjualan busana muslim yang kulakukan secara online adalah pilihanku. Selain itu aku juga sudah mulai mencoba untuk memproduksi pakaian muslim dalam skala kecil. Dengan 4 orang pegawai yang membantuku, aku membangun usahaku ini.
__ADS_1
Satu kata, bahagia.
Suamiku yang penuh dengan pengertian, memberikan kepercayaan padaku untuk memberikan modal bagi pembukaan usaha baruku ini. Aku tidak lagi disibukkan dengan urusan kantor seperti dulu, usaha ini kujalankan di sela-sela tugas utamaku sebagai seorang ibu rumah tangga.
Saat ini aku telah memasuki pintu baru dalam takdirku. Masa lajang dan pengalaman-pengalaman berharga yang kudapatkan, akan menjadi sebuah kenangan manis. Aku banyak belajar dari takdir yang telah kulewati sebelumnya. Bahwa bagaimana Tuhan dengan sangat luar biasa menyayangiku, sekalipun dengan beragam cobaan yang terlebih dulu harus kuhadapi sebelum mendapatkan kebahagiaan saat ini.
Bisa jadi sebuah cerita hidup seseorang dimulai dari tangis dan perjuangan, namun berbuah manis pada akhirnya. Tuhan akan selalu adil dengan caranya. Keadilan yang terkadang datang tersurat melalui berbagai cobaan dan ujian. Namun percayalah, takdir Tuhan adalah yang terbaik bagi makhluknya. Setiap hal yang digariskan, pasti akan terjadi. Hanya dengan bekal keteguhan hati dan kepasrahan atas kehendak Tuhanlah, maka sebuah takdir akan terlewati dengan mudah dan ringan.
Pernikahan adalah sebuah anugerah. Tidak seorangpun didunia ini memiliki kewenangan untuk menyatakan bahwa pernikahannya lah yang paling sempurna. Jika sebuah jodoh mempertemukan sebuah perbedaan dalam ikatan pernikahan, maka itulah yang disebut kehendak takdir Tuhan. Pernikahan yang ideal bukanlah pernikahan yang mempertemukan kita sekedar dengan orang yang kita cintai maupun kita inginkan. Namun pernikahan akan menyatukan kita dengan orang yang kita butuhkan dan Tuhan Maha Tau tentang hal itu.
__ADS_1
Ini aku Dea Nathania Rahman dan kisahku melepas status lajang. Terima kasih telah menyimak dan selamat berjuang untuk pintu takdir kalian.