Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta

Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta
Hammy Mendapatkan Pesan Ancaman


__ADS_3

Masalah di antara Hammy dan Tsukasa sudah selesai.


Masalah itu diselesaikan oleh Kairi.


Hammy menyadari kesalahannya dalam berucap.


Lucky dan Emu pun, berhasil dibuat mematung oleh ucapan dari Kairi.


Mereka dibuat merasakan, harus bertanggungjawab terhadap kekasih mereka masing-masing.


Lucky bertanggungjawab akan Hammy dan Emu bertanggungjawab akan Asuna.


Hal itu membuat mereka menjadi gelisah.


Keduanya, belum memiliki rasa cinta untuk kekasih mereka.


Emu masih sangat mencintai Hammy, hingga membuatnya sulit untuk mencintai Asuna, sedangkan Lucky, masih sangat mencintai Tsukasa hingga membuatnya sulit untuk menerima Hammy di dalam hidupnya.


Kini dengan mudahnya, Kairi meminta mereka untuk bertanggungjawab dengan kekasih mereka masing-masing, apa itu bisa dan mungkin untuk dilakukan?


Sementara di hati mereka masih tertanam nama orang lain?


Lucky dan Emu benar-benar tidak bisa menjawab apa-apa.


Tapi apa yang dikatakan oleh Kairi, ada benarnya.


Hammy adalah kekasihnya saat ini, jika bukan dia yang menjaga dan bertanggungjawab lalu siapa?


Begitu pun dengan Emu. Jika bukan dirinya yang membimbing, melindungi dan membela Asuna lalu siapa?


Situasi ini, sungguh membuat Lucky dan Emu berada di dalam kesulitan.


Hati dan pikiran mereka tidak sejalan.


Hati ingin melindungi siapa, tapi kenyataannya, yang dilindungi, bukanlah kekasih sendiri, istilahnya, menjaga kekasih orang.


Emu ingin menjaga Hammy, yang merupakan kekasih dari Lucky dan Lucky ingin menjaga Tsukasa, yang merupakan kekasih dari Kairi.


Meski begitu, mereka juga sadar, jika mereka melakukan itu maka mereka akan bersikap tidak adil terhadap kekasih mereka saat ini.


Lucky sadar kalau Hammy itu lugu dan polos, tapi jika sudah menyangkut emosi maka Hammy akan bersikap kekanak-kanakan.


Itulah yang menyebabkan Lucky harus menegur dan memberikan Hammy pengertian, di saat Hammy membentak dan menghina Tsukasa.


Lalu untuk tanggungjawab, itu pasti dia lakukan, karena itu memang salahnya, yang tidak bisa mengontrol dirinya.


Tapi, jika melakukan itu atas dasar cinta, bisakah dia melakukannya? Sementara hatinya masih untuk Tsukasa?


Itulah yang mengusik pikiran Lucky lewat perkataan Kairi.


Itu kalau Lucky, lalu bagaimana dengan Emu?


Emu sadar kalau selama dia berpacaran dengan Asuna, dia tak pernah bersikap baik atau adil kepadanya.


Dia menganggap Asuna hanya sebatas atasan dan bawahan, bukan kekasihnya.


Dia juga seringkali, menangkap Asuna, yang terlihat tidak suka, jika sudah menyangkut soal Hammy.


Dia tidak menyalahkan Asuna karena itu adalah haknya.


Tapi untuk bertanggungjawab, bisakah dia melakukannya, sementara di hatinya, belum ada cinta untuknya?


Itulah yang membuat Emu mematung, saat mendengar ucapan Kairi.


Emu sadar, dirinya adalah kekasih Asuna, harusnya, dia bisa lebih memperhatikan Asuna dan menjaga perasaannya, tapi jika itu menyangkut soal Hammy maka dia suka lupa diri.


Dirinya ingin terus menjaga Hammy, karena selain memiliki perasaan terhadapnya, dia juga tau, kalau Lucky tidak memiliki rasa terhadapnya.


Jadi, dia tak ingin melihat Hammy terluka karena sikap Lucky kepadanya.


Dia ingin menjaga Hammy sepenuhnya, tapi siapa sangka, itu malah membuatnya, nyaris ketahuan.


Itulah pertentangan batin yang dialami oleh Lucky dan Emu saat ini.


Emu baru tersadar, saat Asuna menyeretnya pergi.


Skip Emu dan Asuna.


"Tolong lepaskan aku, Asuna!"


"Tadi yang barusan itu, maksud kamu apa? Bisa kamu jelaskan?"


"Maksud kamu?"


"Jangan pura-pura gak ngerti! Liat Hammy terluka, langsung menjadi pahlawan dan melupakan sekelilingmu! Duniamu serasa runtuh jika melihat Hammy terluka! Kamu sadar gak, kalau aku yang di sini, jauh lebih membutuhkanmu? Kamu sadar gak, yang kamu tolong itu, kekasih orang, yang sama sekali bukan hakmu dan bukan menjadi urusanmu! Hammy itu adalah tanggung jawab Lucky, bukan dirimu! Kamu hanya boleh memperhatikan dan melindungiku saja!"


Mendengar itu, tiba-tiba, Emu terpancing emosinya.


"Jaga bicaramu, Asuna! Aku melindungi Hammy karena Kairi hendak menampar dan menyakitinya! Aku tak suka, kalau melihat ada cowok yang suka menyakiti perempuan!"


"Benarkah? Hanya itu alasannya? Bukan karena dia itu Hammy? Bukan karena Kairi ingin menyakiti wanita yang kamu cintai? Itukan alasan yang sebenarnya?"


"Asuna, kamu?"


"Ya, karena kita berdua tau, kalau Hammy itu adalah wanita yang kamu cintai, wanita yang berharga bagimu! Bahkan saat melihat aksimu, Lucky dan Kairi, langsung curiga padamu! Kenapa? Karena kamu begitu terang-terangan menunjukkan kalau Hammy begitu berharga bagimu! Jika tidak, perkataan Kairi takkan membuatmu mematung, benar, kan, honey?"


Mendengar sindiran dari Asuna, membuat Emu mengepalkan kedua tangannya penuh dengan emosi.


"Kenapa? Mau marah? Iya? Kamu tau, tindakanmu seolah menunjukkan, kalau Hammy adalah gadismu! Ingat Emu, akulah kekasihmu dan semua orang mengetahui itu!"


Emu lalu memejamkan kedua matanya untuk menahan emosinya.

__ADS_1


Melihat expresi Emu, membuat Asuna tersenyum miris.


"Huft! Apa maumu Asuna?"


"Mauku? Kamu tanya, apa mauku, honey? Apa kamu serius? Mauku cuma satu, yaitu lupakan Hammy! Aku mau, kamu cuma setia padaku!"


"Asuna, kamu tau, itu tak mungkin, kan? Kita jadian itu terpaksa, tanpa cinta! Kita jadian agar Hammy bisa jadian dengan Lucky!"


"Oh, jadi kamu gak mau melakukan, apa yang kuinginkan? Gimana, kalau kuberitau Lucky, jika kamu mencintai kekasihnya? Akankah Lucky diam saja? Oh, atau jangan-jangan, malah Hammy, yang menjauh darimu? Pasti seru, tuh!"


"Kamu mengancamku, Asuna?"


"Oh, benarkah? Apa kamu yakin, kalau aku cuma mengancammu, honey?"


"Asuna, ini peringatan pertama dan terakhir dariku untukmu! Jangan pernah coba mengancamku! Jika kamu bersikeras melakukan itu maka kita akan putus!"


"Lalu apa kamu pikir, aku mau begitu saja, diputusin olehmu? Jangan pernah bermimpi, honey!"


"Asuna! Jaga bicara dan sikapmu padaku!"


"Kamu sendiri yang memulainya, honey!"


"Aku? Ah, sudahlah! Lebih baik aku bekerja daripada berdebat yang gak penting denganmu!"


"Gak penting? Kamu selalu saja, menjadikan perdebatan kita menjadi sesuatu yang gak penting! Aku gak mau tau, pokoknya, aku mau, kamu menjauh dari Hammy dan aku gak mau putus darimu!"


"Terserah!"


Emu lalu memutuskan untuk pergi ke ruangannya. Dia ingin beristirahat sejenak dari perdebatan panjangnya.


Asuna yang ditinggalkan, menatap kepergian Emu dengan emosi yang meledak-ledak.


Ia lalu mengambil ponselnya dan mengotak-atiknya.


Entah apa yang ia lakukan, tapi setelah selesai, ia tersenyum smirk lalu pergi menyusul Emu.


Skip Lucky dan Hammy.


Hammy, saat ini sedang mengerjakan tugas kuliahnya di kamar Lucky.


Ia kebetulan sedang membuka ponselnya karena ponselnya bergetar.


Ia melihat ke asal sumber getaran di ponselnya, ternyata, itu adalah sebuah pesan yang masuk dari orang yang tak dikenal.


Ia pun melihat isi pesan itu karena dipenuhi rasa penasaran.


Ternyata, isinya cukup mengejutkan dan sanggup membuat Hammy berteriak.


Ia bahkan menjatuhkan ponselnya ke lantai dengan keras dan layarnya, sedikit retak.


Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu menggeleng kuat, saking tak percayanya.


Ternyata isi pesannya itu, menakutkan baginya. Ia sampai terduduk di lantai, sambil menangis dalam diam.


"Hei, kamu kenapa menangis? Ada apa?"


Hening.


Hanya terdengar suara tangis yang tertahan.


Lucky yang tidak mendapatkan jawaban, berusaha untuk mencari sumbernya.


Dia lalu melihat ke arah ponsel Hammy, yang retak di atas lantai.


Dia lalu melepaskan pelukannya dan mengambil ponsel itu.


Dia menekan tombol dan ponsel itu menyala. Dia lalu melihat, ada pesan yang sudah terbaca.


Dia menekan pesan itu lalu membaca isi pesan itu, yang berbunyi, "jangan dekati kekasihku atau aku akan merebut Lucky darimu!"


Lucky, sekarang paham, apa penyebabnya Hammy menangis. Dia lalu melihat ke si pengirim.


Ternyata itu, dari nomor tak dikenal. Dia pun mengerutkan dahinya dan menaikkan alisnya sebelah.


"Nomor ini, sepertinya tidak asing! Meski namanya tidak diketahui, tapi gaya bahasa tidak mudah untuk diubah! Pasti akan ada celah untuk mengetahui siapa pelakunya!"


Setelah itu, dia mengirim pesan dari ponsel Hammy, ke ponselnya.


Lalu dia meletakkan ponsel Hammy di atas meja dan menyimpan ponsel miliknya.


Dia lalu kembali menghampiri Hammy dan menuntunnya ke ranjang.


Dia membaringkan Hammy perlahan lalu disusul olehnya sambil memeluk Hammy dengan erat.


"Sudah, jangan menangis! Aku ada di sini dan takkan ke mana-mana!"


"Apa kamu janji? Aku takut kehilanganmu!"


"Sudah, kamu tenang aja! Sekarang kita tidur ya, sambil pelukan? Anggap saja itu, angin lalu!"


"Tapi aku takut!"


"Aku di sini! Aku akan tidur sambil memelukmu!"


"Janji, beib?"


"Iya, aku janji! Tenang saja, semua keputusan ada di tanganku! Lagipula, bukankah aku sudah terikat denganmu karena kejadian malam itu? Di mana rasa percaya dirimu? Bukankah kamu ingin mendapatkan hati dan cintaku? Jadi, jika kamu tak ingin kehilanganku maka raihlah cinta dan hatiku! Buatlah aku, tak mau melepaskanmu!"


Mendengar ucapan Lucky, membuat Hammy mendongak ke arahnya.


"Apa itu artinya kamu memberiku ijin untuk masuk ke dalam hatimu?"

__ADS_1


"Jika kamu bisa menunjukkan ketulusanmu dalam mencintaiku dan membuatku percaya, kalau aku satu-satunya, yang ada di hatimu maka mungkin saja, kamu bisa mendapatkan hatiku! Selain itu, aku ingin membuktikan, kalau memang, cinta bisa tumbuh karena terbiasa!"


"Iya, aku janji! Aku akan membuktikan, kalau aku tulus mencintaimu dan meyakinkan dirimu, kalau kamu adalah satu-satunya di hatiku!"


"Akhirnya rasa percaya dirimu, tumbuh kembali!"


"Iya, makasih, beib, itu berkat dirimu!"


"Sekarang kita tidur, yuk!"


"Peluk!"


Rengek Hammy manja.


Melihat perubahan emosi di dalam diri Hammy, membuat Lucky geleng-geleng.


Emosi Hammy mudah sekali untuk berubah. Ia mudah sekali marah, tapi ia juga, mudah sekali menangis.


Lucky pun akhirnya memutuskan untuk tidur sambil memeluk Hammy.


Mereka pun tidur sambil pelukan.


Skip Kairi dan Tsukasa.


"Kenapa kamu gak bilang padaku, kalau Hammy sempat menghinamu, sayang?"


"Aku takut, kamu marah!"


"Aku itu kekasihmu dan kamu itu tanggung jawabku! Dirimu dan perasaanmu itu harus kujaga dengan baik!"


Mendengar ucapan Kairi, membuat Tsukasa menunduk.


Melihat Tsukasa merasa bersalah, Kairi menghela nafas berat.


"Huft, ya sudahlah! Sudah terjadi juga, tapi aku harap, jangan ada rahasia lagi di antara kita! Aku gak mau, mengetahui tentang gadisku ini dari orang lain! Aku gak suka itu! Apa kamu paham, sayang?"


"Iya, sayang!"


"Sekarang kita tidur!"


Tsukasa mengangguk.


Tsukasa lalu tidur di kamar dan Kairi tidur di sofa, seperti biasanya.


Skip Emu dan Asuna.


Akhirnya pekerjaan lembur mereka, selesai juga.


Emu lalu mengantar Asuna pulang.


Di sepanjang perjalanan, hanya ada keheningan karena Emu masih marah terhadap Asuna.


Begitu sampai di rumah Asuna, Asuna masuk ke dalam lalu Emu langsung melajukan mobilnya pulang.


Begitu sampai di rumah, Emu langsung mandi dan ganti baju lalu tidur untuk melupakan kekesalannya hari ini, karena besok, mereka harus bekerja sama di rumah sakit, jadi jangan sampai, pertengkaran mereka, mempengaruhi pekerjaan mereka dalam menyelamatkan orang.


Emu pun tidur dengan pulas.


Skip Asuna.


Setelah masuk ke dalam rumahnya, Asuna lalu mandi dan ganti baju.


Ia lalu memutuskan untuk berbaring di atas ranjangnya sambil menunggu pulas.


Ia memutar-mutar ponselnya lalu membukanya dan melihat sesuatu, yang membuatnya tersenyum puas.


"Hem, rasakan itu! Mulai besok akan menjadi hari terburuk di dalam hidupmu! Ini adalah hukuman yang harus kamu terima karena berusaha untuk menarik perhatian kekasihku! Aku kali ini takkan mengalah dan takkan tinggal diam lagi! Lalu untuk honeyku, sudah kuperingatkan, untuk jangan pernah mencoba untuk selingkuh! Lihat saja, jika sampai kamu berani melakukannya! Hukuman apa ya, kira-kira, yang menantimu, honey?"


Sebuah senyuman smirk, terbit di bibir Asuna lalu ia tidur dengan pulas karena ia sudah mengantuk dan merasa puas dengan apa yang sudah ia dapatkan.


Keesokan harinya.


Kira-kira, siapa pengirim pesan ke ponsel Hammy?


Dapatkah Lucky mengetahuinya?


Apa yang akan Lucky lakukan untuk menemukan pengirimnya?


Apa yang akan Lucky lakukan, setelah ketemu pengirimnya?


Apa yang akan dilakukan oleh Asuna selanjutnya?


Hukuman apa, yang akan diberikan Asuna kepada Emu?


Benarkah, Lucky dan Kairi sudah mengetahui perasaan Emu terhadap Hammy?


Siapakah yang mengetahuinya duluan?


Bagaimana respon Hammy, saat mengetahui perasaan Emu terhadapnya? Akankah tercipta jarak di antara mereka?


Bagaimana sikap Emu terhadap tindakan Hammy ke depannya?


Sikap apakah yang dimiliki oleh Asuna terhadap Emu?


Benarkah Asuna sudah mulai mencintai Emu, atau hanya, obsesi semata?


Apa yang akan dilakukan oleh Emu kepada Asuna, saat mengetahui perbuatannya ini?


Sanggupkah Hammy menunjukkan ketulusan cintanya dan meraih hati Lucky, sepenuhnya?


Apa yang akan terjadi dengan hubungan mereka selanjutnya?

__ADS_1


Next/stop? Like dan komen!


__ADS_2