Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta

Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta
Pertunangan Lucky dan Hammy


__ADS_3

Setelah melalui banyak rintangan dan ketegangan, para tokoh menyampaikan keputusan dan keinginan mereka.


Mereka menyatakan keputusan dan keinginan mereka, tanpa memikirkan reaksi dan respon dari pasangan mereka.


Jujur saja, mereka semua lelah dengan keadaan mereka.


Berbagai macam ketegangan, kejadian dan pertengkaran, membuat mereka harus melakukan ini.


Mereka sudah tidak peduli lagi dengan respon dan reaksi dari kekasih mereka.


Mereka hanya fokus untuk menjerat kekasih mereka.


Dimulai dari Kairi dan Tsukasa.


Kairi POV.


Kairi yang sudah lelah dan kesal dengan Tsukasa yang merasa cemburu dengan kemesraan Lucky dan Hammy, memutuskan untuk mengambil langkah tegas.


Dia merasa Tsukasa cemburu, tidak pada tempatnya.


Gimana mungkin, ia masih sempat-sempatnya cemburu sama mantan ataupun kekasih dari orang lain?


Harga dirinya sebagai seorang kekasih, mau di ke manakan?


Apa iya, sosoknya sampai sekarang masih kalah dari sang mantan?


Begitu berartikah sosok Lucky? Seperti kata orang, mantan terindah.


Kairi yang sudah tak tahan lagi, akhirnya mengambil keputusan ini.


Dia tak mau sampai kecolongan oleh Lucky.


Dia tak mau kehilangan Tsukasa, apalagi karena direbut oleh Lucky.


Dia tak mau dan tak mungkin kalah dari sang mantan.


Itulah alasan Kairi, mengambil keputusan ini secara sepihak karena dia tak mau ketinggalan selangkah pun. Hatinya sungguh merasa tidak tenang.


Kairi POV end.


Itu, kalau dari sisinya Kairi lalu gimana dengan Tsukasa?


Tsukasa, ternyata memiliki pemikirannya sendiri.


Ia sebenarnya belum yakin, kalau keputusan yang diambil oleh Kairi itu sudah tepat.


Ia masih belum tau, apakah Kairi adalah calon suami yang tepat untuknya atau tidak.


Ia ingin meyakinkan dirinya, kalau Kairi adalah pria yang memang ditakdirkan untuknya.


Ia ingin melakukan semua itu, tapi ia tak bisa.


Ia sudah berjanji kepada Kairi, kalau ia akan belajar mencintainya dan menerimanya di dalam hidupnya.


Mungkin ini memang sudah saatnya baginya untuk belajar melupakan Lucky.


Kairi mengambil keputusan ini, juga karena dirinya yang sudah membuat hati Kairi tidak tenang.


Ulahnyalah yang sudah membuat Kairi harus mengambil tindakan yang pintas dan yang tegas seperti ini.


Ia pun tak menyalahkan Kairi dan tak berhak untuk mencegah Kairi.


Kairi, berhak untuk membuat keputusan yang bisa dipakainya untuk mempertahankan hubungan mereka berdua ataupun membawanya ke dalam hubungan yang lebih lanjut.


Itulah sebabnya, Tsukasa memutuskan untuk diam aja.


Ia membiarkan Kairi untuk melakukan yang dia mau karena ia tau, kalau apa yang dilakukan oleh Kairi adalah demi kebaikan mereka bersama.


Itulah sebabnya, Tsukasa diam saja, di saat, ia mendengar keputusan dari Kairi, meskipun ia sempat kaget di awalnya.


Mungkin, ini memang sudah saatnya untuk dirinya benar-benar melupakan Lucky dan berjanji untuk setia kepada Kairi, juga untuk belajar mencintainya dan berusaha untuk menerimanya di dalam kehidupannya karena dirinya sudah tak mau mengecewakan dan menyakiti hati Kairi lagi.


Ia sudah cukup membuat Kairi menunggunya.


Ia tak mau menjadi orang yang egois.


Itulah sebabnya, dirinya diam saja, di saat Kairi menyampaikan keputusannya.


Itulah isi pikiran Tsukasa yang menyebabkan dirinya diam saja.


Itu, kalau dari pasangan Kairi dan Tsukasa lalu gimana dengan pasangan yang lainnya?


Skip Lucky dan Hammy.


Lucky POV.


Lucky sungguh tidak menyangka, kalau Hammy akan menyampaikan keinginannya di depan semua orang seperti itu.


Tapi dia sungguh-sungguh, tak bisa berbuat apa-apa.


Hammy, selama ini sudah seringkali terluka.


Aksi teror yang dialaminya, menunjukkan kerapuhan yang dimilikinya.


Dia memang belum mencintai Hammy, tapi bukan berarti, dia akan diam saja, saat melihat Hammy disakiti.


Dia memang belum mencintai Hammy, tapi gimana pun, melindungi Hammy adalah tanggung jawabnya sebagai seorang kekasih yang baik.


Dia ingin membuktikan kepada Hammy, kalau dia juga bisa melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang kekasih yang baik.


Dia ingin membuktikan, kalau memang, cinta itu bisa tumbuh karena terbiasa.


Dia ingin memberikan hati dan cintanya kepada Hammy.


Dia ingin memberikan Hammy kesempatan untuk memasuki kehidupannya.


Asalkan Hammy berjanji, kalau ia takkan pernah bermain atau berselingkuh di belakangnya.


Baginya, ada tiga tahap dalam menjalani hubungan yaitu, kepercayaan, keterbukaan dan komunikasi.


Saat ini, Lucky sedang memutuskan untuk memasuki tahap pertama di dalam sebuah hubungan yaitu kepercayaan.


Baginya, kepercayaan itu adalah segalanya. Sekali saja, kepercayaan itu rusak maka takkan bisa kembali seperti semula, sama seperti, kaca yang sudah pecah, takkan bisa kembali utuh karena akan tetap terlihat keretakkannya.


Itulah alasannya, memperingati Hammy.


Sekali Hammy ketahuan berselingkuh maka dia akan meninggalkannya dan jangan pernah berharap akan ada kesempatan yang kedua.


Lucky pun ingin memastikan, kalau Hammy akan menepati kata-katanya.


Lucky hanya bisa berusaha untuk menjalankan perannya yaitu menjadi kekasih yang baik, bagi Hammy.


Itulah sebabnya, dia diam saja ketika Hammy menyampaikan keinginannya.


Dia merasa, kalau Hammy berhak untuk menyampaikan keinginannya.


Dia pun akan berusaha memenuhi keinginan Hammy, selama keinginannya itu tidak melewati batas.


Dia pun merasa, kalau ini memang adalah saat yang tepat untuknya, belajar melupakan Tsukasa.


Dia pun mulai mencoba untuk memberikan Hammy kepercayaan untuk memiliki hati dan cintanya.


Lalu setelah itu, dia berencana untuk terbuka kepada Hammy.


Dia berpikir, kalau pertunangan mereka akan menjadi waktu yang tepat untuk mereka saling terbuka dan saling memahami satu sama lainnya.


Itulah sebabnya, dia diam saja, saat mendengarkan keinginan dari Hammy itu.

__ADS_1


Saat Hammy menyampaikan keinginannya, Lucky menyadari sesuatu, kalau ternyata, seposesif apapun Hammy, ia tetap berhati rapuh.


Sekuat apapun Hammy, ia tetaplah seorang perempuan yang memiliki hati, yang akan mudah sekali terluka dan hancur, jika disakiti.


Itulah sebabnya, Lucky ingin melindungi Hammy, terlepas dari tanggung jawabnya.


Dia ingin belajar menjadi kekasih yang baik bagi Hammy.


Itulah sebabnya, dia diam saja.


Lagipula dia sudah berjanji kepada Hammy, kalau dia akan mengenalkannya sebagai calon istrinya di depan Tsukasa dan menikahinya.


Dia tak mau dicap sebagai seorang pria yang tak gentle.


Dia akan dianggap sebagai seorang pria yang tak gentle karena dia tidak bisa menepati janjinya dan lari dari tanggung jawabnya setelah melakukan itu kepada Hammy.


Untuk itu, dia pun diam saja.


Lalu dia berharap, kalau ini adalah keputusan yang tepat untuk mencapai tujuan akhir yaitu pernikahan.


Hammy pasti, ingin menjadi Nyonya Kizu agar bisa memonopoli dirinya.


Lucky paham betul soal itu.


Dia berharap, setelah mereka menikah nantinya maka akan sering muncul komunikasi di antara mereka.


Dia akan memberitahu yang mana aja, yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh Hammy.


Baginya, prinsipnya di dalam menjalani hubungan adalah perlahan tapi pasti.


Baginya, Hammy tak pantas untuk disakiti. Dia pasti akan melindungi Hammy, di manapun Hammy berada dan kapanpun Hammy membutuhkannya maka dia akan selalu ada di sana karena dia adalah kekasihnya.


Itu adalah tekad yang ada di dalam hati Lucky.


Itulah sebabnya, dia diam saja karena baginya, Hammy juga berhak untuk bahagia.


Entah sejak kapan, sosok Hammy mulai menempati hati dan pikirannya Lucky dan tanpa disadarinya, sosok Hammy menjadi penting baginya.


Tanpa disadarinya, sosok Hammy, perlahan demi perlahan akan menggantikan posisi Tsukasa di hatinya.


Itulah alasan Lucky, membiarkan Hammy untuk melakukan apa yang diinginkannya.


Itu kalau dari sisi Lucky, tapi gimana, kalau dari sisi Hammy?


Mari kita mencari tau lebih lanjut!


Lucky POV end.


Hammy POV.


Ia yang mendapatkan teror sudah tak tahan lagi.


Ia juga tak mau mendapatkan kejadian yang serupa lagi, jadinya, ia memutuskan untuk menyampaikan keinginannya itu.


Ia ingin membuktikan kepada Lucky, kalau hanya Luckylah, satu-satunya di hatinya.


Ia ingin membuktikan kepada Lucky, kalau tak akan ada celah bagi pria lain untuk memasuki hatinya.


Aksi teror yang dilakukan oleh Asuna, justru membuat Hammy melakukan hal ini.


Ia hanya tak mau kesalahpahaman terulang lagi.


Ia tak mau ada Asuna yang lainnya lagi ataupun ada bayang-bayang mantan lainnya lagi, selain Tsukasa.


Itulah yang menjadi pendorong bagi Hammy untuk segera mengatakan keinginannya ini.


Untungnya saja, Lucky tidak menolak dan hanya diam aja.


Ia merasa sedikit lega karena Lucky mulai berubah sedikit demi sedikit kepadanya.


Lucky juga tak pernah menyinggung soal Tsukasa lagi.


Semoga aja, Lucky sudah mulai mencintainya supaya ia bisa lebih mudah untuk meraih hati dan cintanya.


Itulah alasan dari Hammy untuk segera menyampaikan keinginannya di depan semua orang pada saat itu.


Kini ia merasa lega dan sudah tak ada beban lagi dan hanya tinggal selangkah lagi untuknya, meraih dan memiliki Lucky seutuhnya.


Hammy POV end.


Itulah dari pasangan Lucky dan Hammy dan kini, saatnya untuk melihat pasangan yang terakhir yaitu Emu dan Asuna!


Emu POV.


Saat ini, Emu sedang marah dan kesel kepada Asuna karena Asuna sudah dengan beraninya, menyampaikan keinginannya di depan semua orang, terutama di depan Hammy.


Dia pun tak menyangka, ternyata keinginannya adalah menikah dengannya.


Pantas aja, Asuna mau menurut untuk minta maaf kepada Hammy.


Pantas aja, Asuna bilang, kalau ia akan melakukan apapun yang dimintanya, tapi sebagai gantinya, ia juga menginginkan sesuatu.


Dia tak menyangka, kalau inilah yang diinginkan oleh Asuna.


Asuna sungguh licik. Ia bahkan sudah berani meneror dan menyakiti Hammy, gadis yang dicintainya, di belakangnya dan tanpa sepengetahuannya.


Tapi sayangnya, dia tak bisa berbuat apa-apa sekarang karena mereka sudah bertunangan.


Dia juga tak bisa melarang Asuna karena itu akan menimbulkan masalah baru dan kecurigaan di hati Lucky dan Hammy.


Dia memutuskan untuk memendam perasaannya aja karena tak mau melihat Hammy tersakiti.


Sepertinya, memang sudah takdirnya untuk belajar menerima Asuna sebagai tunangannya sekarang.


Mau gak mau, dia harus belajar mencintai Asuna dan menerimanya di dalam kehidupannya juga belajar untuk melupakan Hammy.


Kini dia hanya bisa berusaha untuk menjadi calon suami yang baik bagi Asuna.


Tapi bukan berarti, dia akan diam aja, saat melihat Hammy disakiti, dia akan tetap melindunginya secara diam-diam, seperti yang dilakukannya selama ini.


Emu POV end.


Asuna POV.


Asuna merasa puas karena ia sudah menyampaikan keinginannya di depan semua orang hingga Emu, tak bisa kabur lagi.


Ia berhasil menjerat Emu untuk tetap di sisinya.


Keinginan Emu untuk dirinya meminta maaf kepada Hammy, justru, menjadi jembatan penghubung baginya untuk makin bisa mendapatkan Emu.


Ditambah, Emu sudah setuju kalau dia akan memenuhi keinginannya, asalkan, dirinya mau meminta maaf kepada Hammy.


Itulah yang menjadi motif bagi Asuna untuk minta maaf kepada Hammy saat itu karena ia yakin, kalau keinginannya ini akan dipenuhi oleh Emu.


Benar saja, kini mereka sudah bertunangan dan selangkah lagi, Emu akan menjadi miliknya seutuhnya.


Ia memiliki hak untuk memonopoli Emu.


Ia pun menjadi bangga dengan hasil yang dicapainya ini.


Ia akan pastikan kali ini, kalau bayang-bayang sang mantan yaitu Hammy, takkan pernah muncul lagi dan menjadi penghalang dalam hubungan mereka ke depannya.


Ia akan pastikan, kalau Emu akan mengalami hal yang sama kayak Lucky, yang tak bisa mengingat ataupun berdekatan dengan Tsukasa lagi.


Ia akan pastikan dirinya, sama seperti Hammy yang akan menghapus bayang-bayang Tsukasa dari pikiran Lucky.


Ia tak mau lagi kecolongan. Ia harus bertindak cepat dan segera mengikat Emu dan caranya adalah yaitu lewat pertunangan dan pernikahan.

__ADS_1


Kini harapannya sudah terpenuhi, ia pun merasa bahagia karena tak ada lagi penghalang baginya untuk memonopoli Emu.


Asuna POV end.


Ya, Emu dan Asuna, kini sudah bertunangan lalu siapa pasangan yang berikutnya, ya?


Meskipun pertunangannya dengan Emu hanya berjalan dengan sederhana, tapi Asuna merasa sangat bahagia, bahkan, tak ada hentinya tersenyum.


Hal itu membuat Emu menjadi merinding, saat melihatnya.


Dia pun bertanya ketika dia sedang senggang.


"Kamu kenapa sih, senang banget? Aku jadi merinding melihatnya."


"Ya ampun, honey! Masa gak tau sih? Itu kan, gampang ketebak! Pertama adalah kita kini sudah bertunangan, jadi, aku mau kamu singkirkan bayang-bayang Hammy dari dalam pikiran dan hatimu! Lalu aku juga mau menyampaikan keinginanku yang kedua, honey! Kamu ingat kan kalau aku pernah bilang, aku itu punya 3 permohonan? Permohonan pertamaku sudah terkabul dan kini permohonan keduaku adalah...."


"Kenapa perasaanku tidak enak ya, saat kamu mengatakan itu?"


"Hehe, santai aja, honey! Permintaanku sangat sederhana dan mudah untuk dipenuhi."


"Aku tak percaya padamu!"


"Dengar dulu, honey! Permohonan keduaku adalah...."


ucap Asuna sambil tersenyum dan berhasil membuat Emu semakin merinding saat melihatnya.


Skip Lucky dan Hammy.


Ternyata, bukan hanya Asuna, tapi Hammy juga ikut bahagia.


Melihat itu, Lucky pun menyindir Hammy.


"Senang amat, kayak dapat lotre?"


"Iya donk, beib! Masa gak tau sih, alasannya?"


"Tau donk! Karena Emu dan Asuna sudah bertunangan!"


"Yup, artinya, aku sudah takkan diteror lagi dan dituduh telah mendekati Emu!Lalu alasan yang lainnya adalah kita akan bertunangan sebentar lagi dan itu artinya, kita juga akan tinggal bersama sebentar lagi!"


"Iya, deh, yang lagi bahagia karena keinginanmu untuk memilikiku akan tercapai!"


"Iya donk, beib! Oh ya, rencanamu untuk pertunangan kita gimana, beib?"


"Kita akan memilih dan membeli cincin pertunangan 2 bulan lagi lalu untuk dekorasi, beberapa minggu sebelum hari-H, pertunangan akan diadakan di rumahku dan secara sederhana. Paginya, pas hari-H atau malam sebelum hari-H, kamu mulai pindahkan barang-barangmu ke rumahku agar setelah pertunangan, aku gak perlu menjemputmu lagi, paham?"


Hammy mengangguk paham.


"Lalu untuk dekorasinya, kamu ingin warna apa?"


"Boleh gak, perpaduan merah dan ijo?"


"Baiklah, tak masalah!"


"Makasih, beib!"


"Sama-sama!"


Hammy lalu memeluk Lucky erat dan Lucky hanya tersenyum kecil.


Hari demi hari berlalu, berganti Minggu lalu berganti bulan.


Tibalah hari pemilihan dan pembelian cincin. Mereka memilih cincin dengan batu Emerald.




Setelah itu, Lucky yang membayar dan menyimpannya.


Hari demi hari berganti jadi minggu lalu berganti lagi jadi bulan.


Tibalah hari ini pemasangan dekor di rumah Lucky dengan bantuan dari Emu, Asuna, Kairi dan Tsukasa.


Mereka memasangnya berdasarkan petunjuk dari Lucky dan Hammy.



Setelah selesai, mereka makan malam bersama karena mereka mendekor dari habis makan siang sampai malam. Jadi, untuk sekalian merayakan, selesainya pemasangan dekor.


Lalu mereka pulang ke rumah masing-masing dan langsung mandi, ganti baju dan beristirahat karena lelah, jadi langsung tidur dengan pulasnya!


Sehari sebelum hari-H.


Pas pulang kampus, Lucky mengantar Hammy ke rumahnya untuk bersiap-siap tinggal di rumah Lucky.


Mulai besok, mereka akan mulai hidup dan tinggal bersama di rumah Lucky, begitu selesai, acara pertunangan mereka.


Skip pada hari-H.


Tibalah hari pertunangan Lucky dan Hammy.


Acaranya pun berjalan dengan lancar dan kini, Hammy sudah resmi menjadi calon istri dari Lucky.


Kairi, Hammy dan Asuna merasa sangat bahagia karena sudah tak mungkin lagi bagi Lucky untuk kembali kepada Tsukasa dan untuk Hammy mengusik Emu.


Sementara Emu hanya bisa menghela nafas berat dan sedih di dalam hatinya karena gadis yang dicintainya akan segera menikah dan menjadi milik pria lain, pria yang dicintainya yaitu Lucky.


Dia pun pasrah, tapi jika dirinya tau, Lucky menyakiti Hammy maka dia akan segera bertindak dan takkan pernah memaafkan Lucky! Itu janjinya di dalam hatinya.


Skip di akhir acara, saatnya bagi Kairi, Tsukasa, Asuna dan Emu akan pulang.


Mereka pun pulang dengan kendaraan mereka masing-masing.


Skip Emu dan Asuna.


Di dalam mobil, Asuna mengatakan keinginannya yang kedua dan berhasil membuat Emu tersentak dengan kaget.


"Honey, sekarang kita sudah bertunangan resmi dan kamu sudah tak bisa mendekati Hammy lagi, jadi sudah saatnya bagiku untuk menyampaikan keinginan keduaku yaitu aku ingin, mulai besok,...."


Bahkan saking kagetnya, mata Emu melotot dan mengerem mobilnya secara mendadak.


Dia menoleh kepada Asuna dengan tatapan yang sulit untuk dipercaya, sementara Asuna hanya senyum-senyum aja.


Skip Kairi dan Tsukasa.


Begitu sampai, mereka langsung mandi dan ganti baju di rumah Tsukasa.


Tapi sebelum tidur, Kairi mengatakan sesuatu kepada Tsukasa.


"Kini Emu dan Asuna lalu Lucky dan Hammy sudah bertunangan, jadi, jangan pernah berpikiran lagi untuk kembali dengan Lucky karena itu takkan pernah terjadi dan ingatlah, sebentar lagi, tibalah waktunya untuk kita yang bertunangan! Jadi persiapkan diri dan hatimu, sayang!"


Selesai berucap, Kairi berbaring di sofa dan memutuskan untuk tidur, begitupun dengan Tsukasa, yang langsung masuk ke kamarnya untuk tidur.


Skip Lucky dan Hammy.


Mereka memutuskan untuk mandi dan ganti baju lalu tidur bersama karena kini mereka sudah resmi, jadi tak masalah lagi untuk mereka tidur bersama. Mereka memutuskan untuk merapikan dekorasi besok, setelah dari kampus.


Skip Emu dan Asuna.


Kira-kira, apa keinginan kedua dari Asuna hingga membuat Emu tersentak dengan kagetnya?


Akankah pertunangan Kairi dan Tsukasa berjalan lancar, sama seperti, Emu dan Asuna, juga Lucky dan Hammy?


Sampai kapankah, Emu bisa menyembunyikan perasaannya terhadap Hammy?


Akankah keinginan kedua dari Asuna bisa dipenuhi oleh Emu dan apa yang akan dilakukan oleh Asuna, jika sampai, Emu menolak untuk memenuhi keinginannya itu?

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Next/stop? Like dan komen!


__ADS_2