
Pertunangan para tokoh sudah berjalan dengan lancar.
Itu artinya, mereka hanya perlu memikirkan langkah yang selanjutnya, yaitu pernikahan.
Sama seperti pertunangan, pernikahan pun, membutuhkan persiapan yang matang.
Segala sesuatu yang tidak direncanakan dan dipersiapkan maka akan menimbulkan chaos atau kehancuran.
Bahkan, sesuatu yang sudah dipersiapkan pun, jika tidak benar-benar dijaga dan diperhatikan dengan baik dan mendetail maka akan, tetap berantakan.
Meskipun karena ada yang mengacau ataupun karena tidak disengaja, tetaplah akan membuat hasilnya, menjadi berantakan.
Hasil yang sudah berantakan, apakah bisa diperbaiki kembali atau tidaknya, tergantung dari besarnya dampak yang diberikan atau seberapa besar, kehancuran yang diakibatkannya?
Intinya adalah pikirkan dulu, sebelum kita bertindak dan apa dampak dari tindakan kita itu?
Akankah menguntungkan atau justru, malah merugikan orang lain?
Lalu siapa aja yang akan menerima dampaknya? Diri sendiri ajakah atau orang di sekitarnya juga?
Seberapa besar, dampak yang diberikan dan diterimanya?
Akankah sama besarnya ataukah justru, dampak yang merugikannya, yang jauh lebih besar?
Apa yang harus dilakukan untuk menghindari kerugian yang diterima?
Apakah bisa memperkecil kerugian yang diterima?
Apakah bisa mengubahnya menjadi keuntungan yang besar?
Akankah kali ini bisa diterima dengan adil ataukah tetap, hanya menguntungkan salah satu pihak aja?
Apa yang harus dilakukan agar bisa menerima secara adil?
Haruskah dengan cara yang curang ataukah dengan cara yang baik-baik?
Kini, rencana persiapan pernikahan mereka sudah di depan mata.
Tapi, sayangnya harus mengalami kendala dengan terbongkarnya, rahasia pertunangan di antara Lucky dan Hammy.
Tsukasa sangat tidak terima dengan cara, Hammy merebut Lucky dari sisinya.
Ia sama sekali tak menyangka, kalau Hammy akan menggunakan cara yang kotor dan licik untuk mendapatkan Lucky.
Ia sama sekali tak menyangka, kalau Hammy akan melakukan apapun yang dirinya mau untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, meski harus dengan nekat, sekalipun.
Hammy yang memiliki gelar seorang playgirl, ternyata, tak lebih dari seorang penggoda dan perebut kekasih orang.
Tsukasa, sungguh-sungguh, membenci Hammy yang sekarang ini!
Ia takkan pernah bisa dan mau untuk memaafkan Hammy!
Kairi yang adalah tunangannya Tsukasa sekalipun, merasa bingung kepada Hammy.
Dia tak habis pikir dengan jalan pikiran Hammy agar bisa mendapatkan Lucky.
Meski begitu, dirinya salut kepada Hammy, yang tak pantang menyerah untuk mendapatkan sosok pria yang dicintainya.
Tapi, dia sama sekali, tak salut dengan cara yang dipakainya karena gimanapun, cara yang dipakai oleh Hammy itu salah dan tak bisa dibenarkan, meski, demi tujuan yang baik.
Lalu untuk Lucky, Kairi merasa kagum karena Lucky mau bertanggungjawab dengan perbuatannya.
Kairi merasa kagum dengan Lucky yang sudah rela, melepaskan masa lalunya.
Ternyata, meski Lucky adalah seorang playboy, tapi dia tau, apa yang harus dilakukannya untuk bertanggungjawab.
Dia gak kabur begitu aja, setelah melakukan hal itu.
Lucky, bahkan mengatakan alasan yang sangat masuk di akal, kalau kondisi Hammy yang sekarang, tidak memungkinkan dirinya untuk menikah dengan pria manapun karena pria lain, belum tentu bisa, menerima kondisinya Hammy yang sekarang.
Dia juga tak rela, jika anaknya, dibesarkan tanpa adanya, figur seorang ayah.
Bahkan, Lucky juga tak sudi, jika sampai, anak mereka dibesarkan oleh pria lainnya atau lebih parahnya, tidak mengenal sosok ayahnya.
Kini, dia tinggal menghadapi tingkah dari Tsukasa.
Dia masih tidak menyangka, kalau Tsukasa masih tidak bisa menerima, hubungannya Lucky dan Hammy.
Padahal, Lucky sendiri sudah tidak tertarik padanya, bahkan sudah mengijinkan Hammy untuk memasuki hidupnya.
Lucky juga sudah berjanji kepada Hammy untuk belajar mencintainya, apa lagi yang perlu dikejar dari sosok Lucky?
Dia tak habis pikir dengan pikirannya Tsukasa, bahkan sampai membenci Hammy segala?
Tsukasa masih aja, tak mau menerima kenyataannya, kalau Lucky udah tak mau kembali kepadanya.
Tsukasa masih aja berharap kepada Lucky, padahal sekarang, Lucky sudah memilih Hammy.
Tsukasa sangat membuat Kairi jengkel dengan ulahnya karena dia masih aja, menyinggung masa lalunya dan rencana pernikahannya dengan Lucky, bahkan, tak hentinya, menyalahkan Hammy karena telah menghancurkan rencana masa depannya.
Kairi sungguh tak bisa terima dengan isi pikiran dari calon istrinya itu, bahkan, mengancam Hammy akan merebut Lucky kembali!
Di mana harga dirinya sebagai seorang calon suami?
Kenapa Tsukasa sama sekali tidak menjaga dan mempedulikan perasaannya sedikitpun sebagai seorang calon istri?
Kairi harus segera membuat keputusan, di antara dirinya atau Lucky yang akan menikah duluan karena dirinya sudah tak tahan lagi dengan tingkah dan perbuatan kasarnya Tsukasa kepada Hammy!
Skip Emu dan Asuna.
Emu yang sudah bertunangan dengan Asuna harus menghadapi kenyataan yang sangat mengejutkan.
Dia baru tau, kalau Hammy bisa melakukan apapun untuk mendapatkan Lucky.
Dia tak menyangka, kalau gadis yang dicintainya akan berani melakukan hal itu hanya karena takut, tak bisa mendapatkan Lucky.
Tapi Emu merasa lega, di saat, Lucky melindungi Hammy dari kasarnya Tsukasa dan marah saat Hammy, dihina oleh Asuna.
Emu merasa lega karena Lucky mau bersikap gentleman dan memutuskan untuk belajar mencintai Hammy, tapi kenapa harus terjadi dulu, hal yang seperti ini?
Dia merasa, kalau nasib Hammy itu miris.
Ia memang berhasil mendapatkan pria yang dicintainya, tapi juga, sekaligus mendapatkan penghinaan, tindakan kasar dan juga, Lucky, baru mau belajar menerimanya, tapi apakah setelah menikah, Lucky akan menepati janjinya atau tidak, hanya Lucky sendiri yang tau.
Ia hanya ingin melihat, gadis yang dicintainya itu bahagia, apakah itu sulit?
Dia memang berniat untuk membantu Hammy agar bisa mendapatkan Lucky, tapi rencana Hammy soal menyerahkan dirinya itu, sungguh di luar rencananya karena dia sungguh-sungguh, tak ikut campur dengan rencana Hammy yang satu itu.
Jika dia tau, pasti sudah berusaha untuk menghentikan ide konyolnya itu.
Dia sama sekali gak mau, kalau sampai, kehidupan gadis yang dicintainya menjadi rusak hanya karena seorang cowok, tapi sayangnya, semua itu angannya semata karena semuanya udah terlanjur terjadi.
Dia merasa udah gagal dalam melindungi gadis yang dicintainya.
Tapi, apa yang udah terjadi, tak bisa disangkal dan waktu sudah tak bisa diputar ulang.
Dia hanya bisa menerima dengan lapang dada, di saat, Lucky memberikan keputusannya.
Keputusan itu adalah Lucky dan Hammy akan menikah pertama kali.
Dia mau gak mau harus setuju agar tak ada gosip miring mengenai Lucky dan Hammy.
Dia gak mau ada gosip yang mengatakan, kalau mereka menikah karena kecelakaan atau dalam bahasa Inggrisnya, 'Married By Accident'.
Hati Hammy, pasti akan hancur, padahal mereka menikah karena cinta.
Tapi tetap di lubuk hatinya, dia masih berharap, kalau dialah yang seharusnya, berada di posisinya Lucky!
Itulah alasannya, dirinya tak terima, di saat, Lucky menghinanya.
__ADS_1
Dia memang mencintai Hammy, tapi, dia takkan pernah memakai cara kotor untuk mendapatkan Hammy.
Kalaupun dirinya harus bersaing dengan Lucky maka dirinya pasti akan melakukan persaingan dengan sehat, apalagi, dia itu adalah seorang dokter dan seorang terpelajar, jadi dia punya etika dan tau, mana yang boleh dan mana yang tak boleh dilakukan dalam meraih cinta targetnya.
Terlepas dari Lucky dan Hammy, Emu masih sangat kesal kepada Asuna.
Dia sama sekali, tak menyangka, kalau Asuna itu akan begitu mendominasi hidupnya.
Pertama adalah Asuna berhasil memaksanya untuk mereka bertunangan.
Disusul dengan Asuna, yang begitu memaksanya agar mereka tinggal bersama.
Emu pun terpaksa, menuruti semua keinginannya Asuna karena Asuna selalu mengancamnya dan memanfaatkan cintanya kepada Hammy.
Emu pun melakukannya karena dia berpikir, jika dirinya melakukan itu maka Asuna akan berhenti untuk menyakiti Hammy.
Tapi sayangnya, bukan hal itu yang terjadi!
Asuna tetap tak berhenti untuk menyakiti Hammy, bahkan parahnya, dia mendapatkan bantuan dari Tsukasa dengan cara memanasi Tsukasa, bak lempar batu sembunyi tangan!
Emu pun sudah tak tahan lagi dan dia sudah mulai bimbang untuk jujur kepada Hammy atau tidak, mengenai perasaannya yang terpendam agar Asuna sudah tidak memiliki alasan lagi untuk mengancamnya.
Di satu sisi, bagus karena dia sudah tidak memiliki rahasia apapun lagi dan tak perlu untuk takut lagi dengan ancamannya Asuna.
Di satu sisi, dia juga mencerna ucapannya, Asuna.
Gimana, jika setelah dirinya jujur, Hammy, justru akan membenci dan menjauhinya, seperti yang diucapkan oleh Asuna?
Akankah dia bisa menerimanya atau dia malah depresi, seperti Lucky?
Tapi dia sudah muak karena Asuna, terus aja melonjak, tiap keinginannya dipenuhi.
Emu pun memejamkan matanya sejenak karena ini adalah masalah besar, jadi dia harus pikirkan dengan matang terlebih dulu sebelum bertindak agar tidak berujung penyesalan mendalam.
Dia lalu membuka matanya dan memutuskan untuk beristirahat agar pikirannya tenang.
Keesokan harinya.
Emu bangun lalu mandi dan ganti baju.
Dia langsung bergegas untuk sarapan.
Kebetulan, hari ini ada pasien, jadi dia mau berangkat pagi-pagi.
Dia pun berjalan ke meja makan dan belum melihat, adanya Asuna.
Emu yang masih marah dan malas melihat, adanya Asuna, memutuskan untuk buru-buru sarapan dan pergi menuju ke rumah sakit duluan, alias, meninggalkan Asuna sendirian di rumahnya.
Emu pun selesai sarapan lalu dia merapikan segalanya dan siap untuk berangkat, tapi sayangnya, Asuna sudah terlihat sedang berjalan menghampirinya.
Emu pun memutuskan untuk cuek dan mempercepat langkahnya, menuju ke mobilnya yang terparkir.
Dia segera menaiki mobilnya lalu melajukannya, tanpa mempedulikan, teriakan dari Asuna yang berlari mengejarnya.
Dia pun segera menuju ke rumah sakit, tanpa peduli, betapa kesalnya Asuna saat ini, kepadanya.
Asuna pun yang merasa sudah tak ada kesempatan untuk mengejar dan menyusul Emu, memutuskan untuk masuk ke dalam kembali.
Ia segera mandi dan ganti baju lalu sarapan.
Ia buru-buru sarapan dan membereskannya lalu pergi ke rumah sakit dengan taksi sambil kesal.
Di sepanjang perjalanan, tak hentinya, Asuna menggerutu.
Supir taksi sampai memijat kupingnya perlahan yang memanas dan memerah karena mendengar semua ocehannya, Asuna.
Skip Emu.
Emu langsung mengirimkan pesan kepada Lucky lalu sehabis mengirimkan pesan, dia mulai turun dari mobilnya yang baru aja, diparkirkan olehnya dan mulai berjalan, menuju ke ruangannya.
Skip Lucky dan Hammy.
Lucky yang sedang sarapan, menerima pesan dari Emu.
Hammy pun menurut dengan segala keinginan dari Lucky karena Lucky adalah calon suaminya, jadi ia mau belajar untuk menjadi seorang istri yang penurut.
Sehabis sarapan, mereka pun bersiap-siap lalu merapikan bekas mereka makan.
Mereka pun pergi, entah ke mana karena yang tau tujuan mereka adalah Lucky.
Lucky mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang normal.
Skip sampai di tempat tujuan.
Lucky memarkirkan mobilnya lalu mereka turun bersama.
Setelah itu, Hammy pun bingung karena tempat mereka berada sekarang adalah tempat yang tak asing.
Mereka pun berjalan bersama dan mereka melihat sosok dari orang yang mereka kenal, terlihat sedang menunggu mereka.
"Akhirnya, tiba juga! Mari kita berbicara di ruanganku, Lucky dan Hammy!"
Lucky dan Hammy pun saling menoleh lalu melangkah sambil mengikuti langkah orang itu.
Skip di ruangannya.
Mereka pun masuk ke dalam bersama dengan orang itu.
Orang itu lalu menutup pintu ruangannya dari dalam.
Dia lalu berjalan menuju ke hadapannya, Lucky dan Hammy.
"Jadi, apa tujuanmu memanggil kami kemari, Emu?"
"Iya, benar dan kenapa kita harus ketemuan di rumah sakit dan di dalam ruanganmu, tempatmu bekerja? Apa tak mengganggu pasien lainnya yang mau berobat?"
"Tidak dan ini hanya sebentar, tak sampai 5 menit! Aku rasa, kalau aku perlu mengatakan sesuatu kepada kalian karena rencana pernikahan kita semua sudah dan semakin dekat! Ini adalah mengenai rahasiaku, jadi kuminta, jangan memotong ataupun berkomentar sebelum aku selesai berbicara, apa bisa?"
"Baiklah! Jadi, apa rahasiamu, Emu?"
"Rahasiaku adalah...."
Emu menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya perlahan dengan berat untuk menenangkan dirinya.
Di saat yang bersamaan, Asuna tiba lalu langsung berjalan, menuju ke ruangannya, Emu.
Ia pun ingin membuka pintu ruangannya Emu dan langsung bekerja, tapi ia urungkan karena suara Emu, terdengar dengan sangat jelas, kalau dirinya sedang terlibat dalam pembicaraan yang serius, jadi Asuna, memutuskan untuk menunggu mereka di luar.
Skip Emu, Lucky dan Hammy.
"Baiklah, jadi rahasiaku adalah untuk menjawab pertanyaanmu dan menghilangkan kecurigaanmu padaku, Lucky dan Hammy!"
"Apa maksudmu, Emu?"
"Iya, jangan bertele-tele!"
"Huft, oke! Benar! Ya, Lucky! Aku sangat mencintai Hammy! Apa kamu dengar itu? Aku membantumu karena aku mencintaimu, Hammy!"
Selesai mendengar Emu berucap, Lucky berjalan dengan langkah tegapnya yang dipenuhi oleh emosi lalu menghajar Emu di depannya Hammy.
"Kurang ajar kamu, Emu! Sejak kapan, kamu menyukai calon istriku?"
"Dari awal! Aku sudah jatuh cinta padanya dari sejak awal, aku melihatnya!"
"Jadi, idemu agar kami tak jatuh cinta pada target kami adalah karena kamu mencintai Hammy, Emu? Itukah alasannya, kamu melindungi Hammy?"
"Benar!"
__ADS_1
"Kurang ajar, jadi kamulah yang udah menjadi dalang dan penyebab dari Hammy, mendapatkan teror dari Asuna!"
"Itu karena Asuna mengancamku! Kami bertunangan pun hanya sebatas status semata karena Asuna mengancamku, kalau dirinya akan menyakiti Hammy, jika sampai, aku kabur dari pertunangan kami!"
"Emu, kamu bercanda, kan? Pertunangan dan pernikahan itu, bukanlah permainan! Selain itu, kamu tau kan, kalau aku hanya mencintai Lucky seorang! Jadi alasan kamu mau membantuku adalah karena kamu ada maksud tersembunyi?"
"Benar agar kamu dan aku bisa dekat, jadi aku memanfaatkan waktu, di saat, kamu membutuhkan aku! Aku membuat diriku selalu bisa diandalkan olehmu!"
"Jahat! Aku meminta bantuanmu karena kupikir, kamu tulus menolongku sebagai seorang sahabat, tapi ternyata, kamu memiliki niat tersembunyi! Aku kecewa padamu, Emu!"
Deg!
"Soal itu karena kupikir...."
Ceklek!
"Karena Emu hanya ingin melihat senyumanmu, Hammy! Ia ingin melihatmu bersama dengan Lucky karena ingin melihatmu, bahagia!"
"Asuna!"
"Emu memang sangat mencintaimu dan menutup rapat pintu hatinya bagi wanita lain manapun hingga sulit bagiku untuk memasuki hatinya!"
"Benarkah itu, Emu?"
Emu lalu mengangguk, yang berarti, kalau perkataan Asuna yang barusan adalah benar adanya.
Lucky lalu marah dan kembali, menghajar Emu.
Tapi kali ini, Emu menghindar hingga pukulan Lucky, mengenai tembok dan membuat tangannya sedikit berdarah.
Sementara itu, Asuna menarik tangan Hammy untuk mengikutinya keluar dari ruangannya Emu.
Hammy pun hanya bisa pasrah.
Mereka lalu berjalan keluar dari dalam ruangannya Emu.
Asuna membawanya ke lorong rumah sakit.
"Gimana reaksimu? Setelah kamu tau, perasaan apa yang dimiliki oleh calon suamiku kepadamu?"
"Aku sekarang mengerti, alasan dari kamu menerorku, tapi aku sama sekali, tak tau apa-apa saat itu!"
"Aku tak peduli karena aku hanya ingin, ada di hati Emu satu-satunya, sama seperti, perasaan yang kamu miliki kepada Lucky! Perasaan yang utama dan ingin memonopoli Emulah yang membuatku harus menerormu!"
"Maafkan aku! Tapi itu adalah haknya Emu untuk mencintaiku dan menganggapku spesial di hatinya! Jadi tolong, jangan usik aku lagi!"
"Kamu...!"
Skip Lucky dan Emu.
"Berhenti, Lucky! Di mana Hammy dan Asuna?"
"Mana kutau dan aku gak peduli!"
"Lucky! Asuna itu sangat membenci Hammy, apa kamu tak takut, kalau Asuna akan mencelakai Hammy?"
Aksi mereka pun, terhenti sejenak!
"Benar! Mari kita hentikan ini lalu mencari mereka karena Hammy, jauh lebih penting! Tapi, bukan berarti, urusan di antara kita berakhir, Emu!"
"Aku tau, tapi kita harus cepat karena makin lama, kita berdiam di sini maka Asuna akan semakin senang dan mencelakai Hammy!"
Lucky lalu mengangguk.
Mereka pun keluar dari dalam ruangannya Emu lalu berpencar.
Untunglah, langsung ketemu karena Asuna dan Hammy, berada tidak jauh dari ruangannya Emu lalu Emu menarik Asuna menuju masuk ke dalam ruangannya dan Lucky membawa Hammy pergi dari sana.
"Kami pamit, Emu dan kita lanjutkan, lain waktu!"
"Ya!"
Skip Lucky dan Hammy di lorong rumah sakit.
"Apa kamu tak apa, beib?"
"Aku panik dan masih shock!"
"Ya, aku tau! Tapi Asuna, apa ia kembali menyakitimu?"
"Ia ingin menamparku tadi dan bersikeras, kalau akulah yang salah karena udah buat Emu, berpaling darinya!"
"Tidak! Itu, bukanlah salahmu! Oh, ya! Kini sudah terbukti dugaanmu! Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang dan apa yang akan kamu lakukan kepada Emu? Kini kamu sudah mengetahui, kalau Emu memiliki rasa padamu!"
"Entahlah, tapi yang jelas, untuk saat ini, aku mau, kita menikah secepatnya, beib agar masalah ini terselesaikan, barulah, aku akan memikirkan hubungan persahabatanku dengan Emu ke depannya! Tolong, bawa aku pergi dari sini, beib! Aku mau memperbaiki moodku!"
"Baiklah! Kita pergi sekarang!"
Skip Emu dan Asuna.
Emu terlihat sangat marah dan menghempaskan tubuh Asuna ke tembok.
Dia menatap tajam Asuna lalu berkata, "...."
Kini, giliran rahasia Emu yang terungkap dan Emu sendirilah yang mengungkapkannya kepada Lucky dan Hammy!
Kira-kira, apa yang akan dilakukan oleh Hammy kepada Emu?
Akankah Hammy membenci dan menjauhi Emu, yang artinya, apa yang diucapkan oleh Asuna akan menjadi kenyataan dan ialah yang menjadi pemenangnya?
Apa yang akan dilakukan oleh Lucky, kali ini?
Akankah Lucky mempercepat pernikahan mereka dan membatalkan niatnya untuk menikah di tanggal yang sama dengan Emu dan Asuna, juga Kairi dan Tsukasa?
Apa yang dikatakan oleh Emu kepada Asuna?
Bagaimana reaksi dari Asuna?
Bisakah dirinya menerima dengan baik?
Akankah rencana pernikahan mereka, yang sudah disusun dengan matang, terancam batal?
Akankah Asuna makin membenci Hammy, akibat keputusan sepihak yang diambil oleh Emu ini?
Lalu bagaimana dengan nasib Tsukasa yang ditinggal menikah oleh Lucky?
Akankah dirinya bisa menerimanya dengan lapang dada ataukah berniat untuk merebut Lucky kembali dengan tujuan untuk membalas dendam kepada Hammy yang sudah merebut Lucky darinya?
Bagaimana respon dari Kairi dan apa yang akan dilakukan oleh Kairi untuk menghentikan niat dari Tsukasa ini?
Apa yang akan dilakukan oleh Hammy untuk mempertahankan Lucky dan rencana pernikahannya yang sudah ada di depan mata?
Apa yang akan terjadi selanjutnya dengan hubungan mereka berenam ke depannya?
Akankah terpecah-belah dan bertemu pun, bagaikan orang asing?
Bisakah diperbaiki dan bagaimanakah caranya?
__ADS_1
Next/stop? Like dan komen!
Note: 5 part terakhir!