
Kini dalang dari peneroran yang dialami oleh Hammy sudah ketahuan.
Itu semua, berkat usaha keras dari Lucky.
Meski harus disertai dengan pertengkaran dengan sang kekasih.
Awalnya, Lucky marah karena Hammy membohonginya.
Hammy pun menangis karena dibentak oleh Lucky.
Disusul oleh Lucky, yang memutuskan untuk pergi dari rumah dan memberinya tatapan yang dingin.
Lalu pertengkaran mereka pun, makin bertambah buruk.
Lucky pergi dengan seorang gadis, Hammy dipeluk oleh Emu dan diakhiri dengan, Lucky mendapatkan pesan masuk yaitu berupa foto perselingkuhan gadisnya.
Awalnya, Lucky marah, tapi berkat itu, Lucky menjadi tau, siapa pelakunya. Sang pelaku memberinya dua petunjuk penting.
Berkat kecerdasan Lucky, dia bisa menangkap si pelaku dengan cepat dan mudah.
Hal itu membuat Lucky merasa lega, tapi membuat Hammy marah.
"Aku sungguh tak menyangka, kalau Asunalah pelakunya, beib! Pantas aja, saat itu, Asuna meminta nomor ponselku secara tiba-tiba! Aku benar-benar menyesal karena telah memberinya nomorku. Siapa sangka, ia akan memakainya untuk menerorku, beib?"
"Ya, aku juga terkejut, saat mengetahui, kalau Asunalah pelakunya!"
"Tapi, kok kamu bisa tau?"
"Itu mudah, berkat dari petunjuk yang ditinggalkannya! Pertama, dia tau kalau kamu mengganggu kekasihnya, artinya, dia mengawasimu dari dekat! Kedua yang menjadi petunjuk penting adalah ia mengirimkan fotomu saat sedang dipeluk oleh Emu, ke nomorku! Artinya, ia tau persis kalau akulah kekasihmu! Sisanya, ya, seperti yang kamu dengar, pas di cafe tadi!"
"Kapan kamu tau, kalau Asuna adalah pelakunya?"
"Pas pertengkaran kita, lebih tepatnya, saat aku pergi malam itu!"
"Oh, gitu!"
"Lalu gimana dengan detektif bayaranmu yang kamu suruh untuk mencari tau identitas si peneror dan yang bertugas untuk mengikutiku?"
"Beib, kamu tau soal itu?"
"Sejak awal karena aku tau, kalau kamu pasti takkan mau mendengarkanku dan kamu pasti takut, kalau aku akan menemui Tsukasa diam-diam di saat kita berjauhan, bukan? Bisa dibilang, sambil menunggu kabar darinya, soal penerormu itu!"
"Jadi kamu tau, sejak awal?"
"Yup, bahkan, saat membuntutiku ke cafe tadi!"
"Kamu juga tau?"
"Detektifmu dengan jelas, terlihat sedang membuntutiku, tapi aku biarkan karena aku ingin fokus dengan rencanaku! Lalu tak lama, benar saja, kamu muncul! Aku pun berjalan masuk ke dalam cafe itu dan siapa sangka, aku akan melihat Emu di sana?"
"Jadi kamu juga melihat Emu?"
"Ya, saat aku sedang berjalan, aku sempat melirik ke arahnya, tapi aku segera kembali berjalan sambil menatap ke depan agar Emu tak sadar, kalau aku mengetahui keberadaannya! Lalu aku berjalan menghampiri Asuna dan di saat yang bersamaan, aku melihatmu masuk, jadi segera saja, aku mulai membongkar aksi Asuna agar ia tak bisa mengelak lagi dari hadapan semua orang!"
"Jadi maksudmu, itu semua adalah rencanamu sejak awal, beib? Kamu berencana untuk mengumpulkan kami di satu tempat?"
"Ya, siapa sangka, dengan munculnya Emu di sana, malah memudahkan rencanaku untuk mengumpulkan kalian semua di satu tempat!"
"Sebenarnya, apa sih tujuanmu, mengumpulkan kami semua di satu tempat, beib?"
"Hal itu kulakukan agar kamu tau, siapa yang menerormu selama ini dan Emu jadi tau, seperti apa, sifat asli kekasihnya di belakangnya selama ini!"
Hammy mengangguk paham.
"Ututu, kekasihku ini memang cerdas!"
"Makanya dengerin, sudah kubilang untuk serahkan semuanya padaku!"
"Iya, beib! Tapi, aku tak habis pikir, kenapa Asuna menerorku, apa mungkin, Emu sama aku...?"
"Soal itu, hanya Emu yang bisa menjawabnya. Tapi sebelum itu, aku ingin bertanya sesuatu padamu!"
"Apa itu, beib?"
"Jika memang dugaan kita berdua benar lalu apa yang akan kamu lakukan dan apa reaksimu kepada Emu, nantinya?"
"Aku belum tau, beib! Tapi yang jelas, aku punya sebuah keinginan! Bolehkah aku meminta sesuatu darimu, beib? Aku sudah sangat lelah akan semua ini!"
"Apa itu?"
"Aku ingin...."
Skip Emu dan Asuna.
Ternyata pertengkaran yang dialami oleh Lucky dan Hammy, terjadi pula kepada pasangan Emu dan Asuna.
Bedanya, hubungan di antara Lucky dan Hammy membaik, sedangkan Emu sangat marah kepada Asuna dan berniat untuk memutuskannya.
Tapi Asuna menolak keputusan dari Emu. Ia bahkan berlutut sambil menangis agar Emu tidak memutuskannya.
Hal itu justru, bukannya, membuat emosi Emu reda, malah makin tinggi.
Asuna, bahkan tidak merasa bersalah sama sekali. Ia dengan tegas mengatakan, kalau ia memiliki hak untuk melakukan itu.
Hal itu membuat emosi Emu makin tinggi. Asuna telah memanfaatkan perasaannya kepada Hammy untuk menyakitinya dan Emu, tak bisa menerima itu.
Dia sama sekali tidak suka dan tidak rela, jika sampai melihat gadis yang dicintainya terluka, tapi ini, malah dilukai oleh kekasihnya.
Emu pun sungguh tidak habis pikir dengan ulah dan tingkah dari Asuna.
Emu sungguh tidak tahan lagi dan berniat untuk putus darinya, tapi Asuna, tetap bersikeras tidak mau.
Ia berlutut dan memohon agar Emu dan dirinya tidak putus.
Ia bahkan, bersedia untuk melakukan apapun agar mereka tidak putus.
Hal ini membuat Emu, mencoba untuk mereda emosinya.
Dia pun mengajukan syarat, tapi siapa sangka, Asuna juga mengatakan kalau ia juga memiliki keinginan?
"Aku akan melakukan apapun yang kamu mau, asalkan kita tak putus, honey! Tapi aku juga punya keinginan! Bolehkah aku meminta sesuatu darimu?"
Mendengar itu, Emu menjadi ragu, apa Asuna sungguh-sungguh menyesali perbuatannya?
__ADS_1
"Apa keinginanmu?"
"Sabar donk, nanti kamu juga akan tau, honey!"
Mendengar itu, membuat Emu jengah, tapi dia tak peduli karena dia hanya fokus kepada syarat darinya.
"Baiklah, tapi sebelum itu, apa kamu yakin bisa melakukan syarat dariku?"
"Aku memang tidak tau, apakah aku akan bisa melakukannya atau tidak, tapi yang pasti, aku akan tetap melakukannya karena aku tak mau putus darimu, honey!"
"Baiklah!"
"Jadi, apa syarat darimu? Lalu gimana dengan keinginanku?"
"Sabar! Lakuin dulu syarat dariku! Baru, kamu sampaikan keinginanmu!"
"Jadi? Apa yang harus kulakukan?"
"Pertama, kamu harus datang dan meminta maaf kepada Hammy, kalau perlu sambil berlutut segala!"
Mendengar itu, Asuna menatap kosong ke depan.
"Kenapa diam? Gak mau? Ya sudah, baru pertama saja, kamu sudah menolaknya!"
Selesai berucap, Emu lalu berjalan pergi dari sana.
"Tunggu! Aku akan melakukannya! Tapi jangan harap, kalau aku akan berlutut di hadapannya!"
"Asuna, kamu...?"
"Aku takkan pernah mau berlutut di hadapan saingan cintaku! Lalu apa syarat keduamu?"
"Lakuin saja dulu, syaratku yang pertama! Baru, kita bahas yang selanjutnya!"
"Baiklah!"
"Aku ingin, besok sepulang kampus, kamu melakukannya karena semakin cepat maka semakin baik!"
"Tak masalah, tapi ingat, aku takkan pernah mau putus darimu, honey!"
Selesai mendengar Asuna berucap, Emu pergi dari sana dan kali ini, tidak dihentikan oleh Asuna.
Selepas kepergian Emu, Asuna tersenyum dengan smirk.
Ia tak peduli dengan syarat dari Emu. Ia hanya fokus dengan keinginannya, yang akan disampaikannya kepada Emu, nantinya, setelah ini semua selesai.
"Lihat saja, Mumu! Setelah kuturuti keinginanmu maka gantian, kamu yang akan memenuhi keinginanku!"
Selesai bermonolog, Asuna berbaring sejenak di atas kasurnya sambil membayangkan, Emu memenuhi keinginannnya.
Skip Lucky dan Hammy.
"Beib!"
"Hmm?"
"Mau kencan!"
"Ya sudah, ayo!"
Mereka pun bangun dan segera bersiap untuk berkencan.
Setelah siap, mereka pun pergi berkencan.
Lucky lalu melajukan mobilnya, berdasarkan tempat yang dituju oleh Hammy.
Skip Kairi dan Tsukasa.
Tsukasa yang melihat Kairi terus saja menatapnya, menjadi salah tingkah.
Ia pun menjadi gugup, bahkan, belum pernah menjadi segugup ini saat dulu sedang bersama Lucky.
Tsukasa merasa, kalau ia bersama dengan Kairi selalu tidak bisa berbohong di depannya.
Kairi menatapnya tajam dan pandangan itu, seolah menusuk ke dalam diri Tsukasa.
Hal itu membuat hati Tsukasa selalu sakit, saat ia ingin membohongi Kairi.
Tsukasa pun memutuskan untuk jujur daripada ia merasakan sakit karena membohongi Kairi.
Ia pun tau, jujur ataupun gak, tetap takkan mengubah keadaan. Apapun yang diucapkannya akan membuat Kairi marah.
Ia pun memutuskan untuk mengakui, kalau ia tidak suka di saat, Hammy bersikap manja kepada Lucky. Ia merasa kalau Hammy melakukan itu, cuma untuk mendapatkan perhatian dari Lucky saja.
Begitu pun, saat di restoran.
Mendengar itu, Kairi sangat marah kepada Tsukasa.
Dia tak habis pikir, kekasihnya cemburu kepada Hammy.
Hammy mau manja kepada Lucky ataupun tidak, itu adalah hak Hammy karena Lucky adalah kekasihnya.
Mendengar kejujuran Tsukasa, membuat emosi Kairi meluap.
"Sudah cukup, Tsukasa! Berulang kali, kita bertengkar karena kecemburuanmu terhadap Hammy! Ini membuktikan, kalau kamu masih sangat mencintai Lucky, bukan? Baiklah, aku mulai hari ini akan membuat sebuah keputusan karena sepertinya, aku harus bersikap tegas kepadamu!"
Glek!
"Apa keputusanmu? Apa kita akan putus?"
"Putus? Lalu setelah putus, kamu akan kembali kepada Lucky, gitu? Apa kamu pikir, kalau aku ini bodoh?"
"Jadi, apa keputusanmu?"
"Keputusanku akan kukatakan padamu besok, sepulang kampus, jadi persiapkan dirimu!"
Selesai berucap, Kairi pergi dari hadapan Tsukasa dengan penuh emosi.
Tsukasa hanya bisa menundukkan kepalanya saja.
Ia sungguh tak ingin ini terjadi. Ia hanya bisa bersabar untuk menunggu keputusan dari kekasihnya besok.
Skip Lucky dan Hammy.
__ADS_1
Mereka berkencan dengan mesra karena Lucky benar-benar fokus untuk menghabiskan waktunya dengan Hammy.
Hammy merasa sangat bahagia. Inilah yang selalu diinginkannya, ia bisa memiliki waktu dan sosok Lucky sepenuhnya.
Setelah mereka puas berkencan, mereka pun memutuskan untuk makan malam.
Sehabis makan malam, barulah mereka pulang.
Begitu sampai di rumah Lucky, mereka berdua ganti baju secara bergantian lalu memutuskan untuk tidur.
Skip Emu dan Asuna.
Emu yang marah akan ulah Asuna, kini sedang memikirkan, langkah apa selanjutnya, yang dia harus ambil.
Dia sungguh tak habis pikir akan ulah kekasihnya yang meneror Hammy.
Di saat dia sedang sibuk berpikir, dia pun kepikiran akan keinginan Asuna.
Entah kenapa, dia merasa akan ada suatu keinginan yang aneh dari Asuna.
Emu lalu memutuskan untuk makan malam di rumah karena dia malas keluar rumah.
Sehabis makan malam, dia memutuskan untuk mandi dan ganti baju lalu tidur.
Skip Asuna.
Asuna, saat ini sedang makan sambil memikirkan soal besok, di mana, dirinya harus meminta maaf kepada Hammy.
Ia pun kembali kesal, jika bukan karena demi mempertahankan hubungan mereka maka ia takkan pernah sudi melakukannya.
Ia pun mempercepat makan malamnya hingga habis lalu segera mandi, ganti baju dan tidur untuk melupakan kekesalannya.
Skip Kairi dan Tsukasa.
Emosi Kairi yang tinggi dan Tsukasa yang sedang merenungi kata-katanya, membuat mereka malas untuk makan malam, jadi mereka memutuskan untuk langsung tidur aja.
Keesokan paginya.
Lucky dan Hammy pergi ke kampus seperti biasanya karena mereka sudah berbaikan dan Hammy, takkan mendapatkan teror lagi.
Ia pun bisa berjalan menuju ke kelasnya dan mengikuti pelajaran dengan baik dan sambil tersenyum.
Hal serupa, terjadi pula pada Lucky.
Skip Emu dan Asuna.
Emu yang masih marah kepada Asuna, memutuskan untuk mengacuhkan Asuna, selama di perjalanan menuju ke kampus.
Begitu sampai dan sebelum mereka turun dari mobilnya, Emu mengingatkan kembali akan janji Asuna sepulang kampus.
Asuna pun mengangguk.
Lalu mereka berjalan sendiri-sendiri ke kelas mereka karena Emu yang masih marah, menolak untuk dekat-dekat dengan Asuna.
Asuna pun hanya bisa pasrah.
Skip Kairi dan Tsukasa.
Mereka berjalan ke kelas mereka sambil menjaga jarak.
Meski begitu, Kairi mengatakan kepada Tsukasa untuk berkumpul di lobi kampus dan Tsukasa, hanya bisa mengangguk patuh karena tak mau membuat Kairi semakin marah padanya.
Mereka pun masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran hingga akhir di kelas mereka masing-masing.
Selesai pelajaran, Emu dan Lucky menerima pesan masuk, yang meminta mereka untuk membawa pasangan mereka masing-masing dan berkumpul di lobi kampus.
Emu berpikir, kalau ini adalah kesempatan baginya untuk membuktikan, apakah Asuna akan menepati janjinya atau gak. Dia pun menjawab oke.
Sementara Lucky, merasa bingung. Meski begitu, dia pun menjawab oke karena merasa penasaran juga.
Sehabis menjawab pesan, Lucky dan Emu lalu mengajak kekasih mereka untuk pergi menemani mereka ke lobi kampus dan kekasih mereka pun setuju. Mereka pun pergi ke lobi kampus sesuai dengan isi pesan yang diterima mereka tadi.
Skip di lobi kampus.
Sehabis berkumpul.
"Jadi, apa tujuanmu memanggil kami kemari, Kairi?"
Kairi lalu merangkul bahu Tsukasa erat, sebelum dia menjawab pertanyaan dari Emu.
"Tujuanku adalah karena aku sudah membuat keputusan, kalau aku akan...."
"Bukan cuma Kairi, aku pun ingin minta Asuna untuk menepati janjinya! Silahkan, Asuna!"
Asuna lalu maju dan meminta maaf kepada Hammy, atas apa yang diperbuatnya.
Awalnya Hammy ragu, tapi karena ada dukungan dari Lucky dan Emu, Hammy pun memaafkan Asuna.
"Oke, bagus, Asuna! Sekarang syarat keduaku adalah aku ingin kamu...."
"Bukan hanya kalian, aku pun juga ingin menyampaikan sesuatu! Beib, mendekatlah!"
Lucky lalu mendekati Hammy.
Hammy merangkul erat pinggang Lucky.
"Oke! Aku juga punya satu keinginan dan keinginan ini sudah lama kupendam, jadi keinginanku adalah...."
Kira-kira, apa keputusan dari Kairi?
Bagaimana respon dan reaksi dari Tsukasa dan 4 pasangan lainnya terhadap keputusan dari Kairi?
Kira-kira, apa syarat kedua dari Emu?
Sanggupkah Asuna kembali melakukannya atau justru, gagal?
Kira-kira, apa keinginan dari Asuna, setelah ia melakukan semua keinginan dari Emu?
Apa respon dari Emu? Akankah dia memenuhi keinginan dari Asuna, seperti Asuna yang melakukan keinginannya?
Kira-kira, apa keinginan terpendam Hammy?
Bagaimana reaksi dari Lucky dan 4 pasangan yang lainnya?
__ADS_1
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Next/stop? Like dan komen!