
Perdebatan Lucky dan Hammy yang terjadi di mobil Lucky saat hendak pulang, kini sudah berakhir.
Perdebatan mereka berakhir karena Hammy menangis dan membuat Lucky menjadi tidak tega.
Dia pun akhirnya setuju untuk menginap selama 2 hari di rumah Hammy.
Begitu sampai, mereka memutuskan untuk istirahat dan malamnya, makan di restoran pilihan Hammy.
Mereka langsung memesan makanan dan mengobrol sambil menunggu pesanan mereka tiba.
"Jadi, apa keinginan keduamu?"
"Aku ingin minta dua lagi, apa boleh?"
"Boleh saja, selama aku bisa memenuhinya maka akan kuturuti!"
"Kalau begitu, keinginan keduaku adalah...."
Belum sempat Hammy menjawab Lucky, pesanan mereka pun datang dan mereka memutuskan untuk menyantap pesanan mereka dan menunda pembicaraan mereka.
Mereka kini, baru saja, pulang dari makan malam di restoran.
Mereka pun memutuskan untuk beristirahat.
Keesokan paginya.
Lucky bangun duluan. Dia memutuskan untuk olahraga sebentar. Dia pun mengganti bajunya dengan baju yang santai.
Dia pun keluar dari kamarnya dan hendak keluar dari rumah Hammy, tapi, dia berhenti sejenak untuk berpikir.
Akhirnya, dia membuat keputusan untuk mengirim pesan kepada Hammy, kalau dia mau olahraga sebentar, karena dia yakin, gadis itu akan mencarinya di saat ia terbangun nanti.
Selesai mengirim pesan, barulah dia olahraga lari pagi di sekeliling perumahan Hammy.
30 menit kemudian.
Hammy terbangun. Ia merenggangkan otot-ototnya yang kaku.
Setelah itu, ia keluar dari kamarnya untuk menemui Lucky.
Ia pun memanggil namanya, tapi karena tidak ada sahutan, pikiran buruk pun menghampiri, kalau Lucky sedang menemui Tsukasa di belakangnya.
Ia lalu kembali masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Lucky.
Di saat itulah, ia melihat ada pesan masuk, yang ternyata, berasal dari Lucky.
Ia pun segera membukanya dan bernafas dengan lega.
"Hoo, ternyata, kekasihku ini sedang olahraga! Kalau begitu, aku akan mandi dan siapkan sarapan untuknya, sekalian menyambut dirinya kembali!"
Hammy lalu bersiap untuk mandi.
Ia ingin terlihat segar di hadapan Lucky.
Selesai mandi, ia lalu menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
30 menit kemudian.
Masakannya pun matang dan ia menuangnya ke dalam piring lalu menatanya di atas meja.
Di saat yang bersamaan ia meletakkannya di atas meja, Lucky pulang.
Ia pun menyambut Lucky.
"Pagi, beib! Kamu pasti lelah habis olahraga, mau sarapan atau mandi dulu?"
"Kamu sudah menyiapkan sarapan?"
"Sudah, donk! Jadi, gimana?"
"Aku mau mandi dulu karena badanku terasa lengket!"
"Siap, beib! Kutunggu di meja makan, ya!"
Lucky mengangguk lalu menuju ke kamarnya untuk bersiap mandi.
Dia pun mandi dan ganti baju.
15 menit kemudian.
Lucky sudah selesai dan keluar dengan tubuh yang sudah segar dan wangi.
Dia pun menjemur handuknya yang basah dan meletakkan bajunya yang kotor ke dalam mesin cuci lalu menghampiri Hammy di meja makan.
Mereka pun sarapan bersama.
"Wah, boleh juga masakanmu!"
"Beib, suka?"
"Tentu saja, nasi goreng buatanmu, sungguh enak!"
"Makasih, beib!"
"Sama-sama!"
Mereka lalu menyantap dengan hening hingga habis.
Setelah habis, Lucky memutuskan untuk mencuci piring dan peralatan makan sebagai bentuk terimakasih karena sudah dibuatkan sarapan.
Hammy pun tersenyum senang.
Ia mendapati satu lagi sisi Lucky. Ternyata, Lucky itu adalah pria yang bertanggung jawab.
"Aku benar-benar tidak salah memilihmu sebagai kekasihku, beib!"
Setelah selesai, Lucky lalu menghampiri Hammy.
"Hari ini, kamu ada rencana apa?"
"Maunya sih, bermanja sama kekasihku."
"Mau menonton tivi?"
Hammy mengangguk.
Lalu mereka pun duduk di sofa dan menonton tivi, sambil Hammy membaringkan kepalanya di bahu Lucky.
"Beib!"
"Hem?"
"Aku ingin deh, kita bisa seperti ini terus."
"Tapi aku belum bisa, maaf!"
"Apa karena Tsukasa? Lagi-lagi dirinya!"
"Kamu sudah tau alasannya, kan?"
"Uh, aku takkan pernah menyerah, sama sepertimu, yang tidak bisa melepaskan Tsukasa maka aku pun, takkan pernah melepaskanmu!"
"Hammy, apa kamu yakin, kalau kamu sungguh mencintaiku?"
"Sangat yakin!"
"Baiklah! Jadi, apa keinginan keduamu?"
"Akan kukatakan, saat di kampus!"
"Kenapa tidak sekarang?"
"Moodku sudah rusak!"
Lucky mengangguk paham.
"Beib, aku mau sesuatu!"
"Mau apa?"
"Aku mau, sore ini kita kencan!"
__ADS_1
"Ya, baiklah!"
"Yeay! Beib, untuk makan siang, kamu mau makan apa?"
"Terserah padamu saja!"
"Aku buatin soup, ya?"
"Iya, boleh!"
Hammy mengangguk antusias lalu mulai mengolah bahan-bahan untuk dimasak untuk makan siang mereka.
Lucky hanya mengamati, di saat Hammy mulai mengolah dan mencampur bahan.
"Imut! Sebenarnya, kamu itu imut dan cantik, Hammy, terlepas dari keras kepalamu dan pemaksaanmu."
Hammy yang merasa diperhatikan, menoleh dan membuat Lucky memalingkan mukanya ke arah lain.
Hammy pun menolehkan mukanya ke tempat semula sambil tersenyum.
Ia yakin, kalau Lucky melihatnya tadi.
Ia bertekad untuk menarik hati Lucky dengan memberinya perhatian.
"Sepertinya, ideku untuk memasak untuknya, membuahkan hasil! Aku akan terus melakukan ini sampai hatinya luluh padaku, barulah memikirkan langkah selanjutnya!"
Hammy memasak sambil tersenyum.
Ia tersenyum, tanpa sadar, kalau Lucky, terus memperhatikannya sejak tadi.
Lucky yang melihat senyum Hammy dari kejauhan, tanpa sadar, sempat terpesona.
"Cantik dan imut!"
Tanpa sadar, hal itu membuat Lucky melamun.
Lamunannya buyar, di saat Hammy memanggilnya.
"Beib!"
"Ah, iya! Ada apa?"
"Kamu melamun?"
"Iya, sesaat tadi!"
"Lamunin soal apa?"
"Bukan apa-apa!"
Tak mungkin juga, dia jujur pada Hammy, kalau dia sempat melamun karena memperhatikannya, bisa-bisa, ia makin besar kepala nanti.
Hammy hanya bisa mengangguk pelan.
Suasana pun, seketika menjadi canggung.
"Ada apa kamu memanggilku?"
"Aku memanggilmu untuk mencicipi sup yang kubuat, beib!"
"Baiklah! Mari kita mencobanya!"
Mereka pun ke meja makan untuk mencicipi sup tersebut.
"Gimana?"
"Lumayan enak!"
"Apa bisa kita pakai untuk makan siang?"
"Tentu saja!"
Hammy mengangguk.
"Aku mau istirahat dulu karena lelah olahraga pagi! Sebaiknya kita pergi sehabis makan siang!"
"Siap, beib!"
Lucky lalu menuju ke kamar untuk istirahat.
"Yes, dia memujiku! Semoga hal ini bertahan lama, dengan begitu, aku bisa dengan mudah mendapatkan hatinya!"
Hammy lalu memutuskan untuk ke kamarnya, menyusul Lucky, beristirahat di kamarnya.
Mereka pun tidur hingga waktu makan siang tiba.
Skip Kairi dan Tsukasa.
Semenjak pertemuan dengan Lucky, Tsukasa menjadi tidak semangat.
Kairi yang melihatnya, menjadi sedih. Dia selalu ingin melihat senyuman dari Tsukasa.
Tapi, dia juga gak bisa mengembalikan Tsukasa kepada Lucky.
Lucky adalah kekasih dari Hammy dan Tsukasa adalah kekasihnya.
Dia tidak mungkin melepaskan kekasihnya dan menyerahkannya kepada orang lain, terutama kepada mantannya.
Dia harus bisa membuat Tsukasa, kekasihnya, melupakan Lucky.
Dia tidak rela melihat mereka kembali bersama.
Dia sebagai kekasih, tentu saja memiliki hak untuk melakukan apapun untuk mempertahankan Tsukasa di sisinya.
Dia tentu saja tidak rela, di saat mereka bersama, Tsukasa malah memikirkan pria lain, apalagi mantan.
Dia harus melakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian Tsukasa dari mengingat Lucky.
"Sayang?"
"Iya, sayang?"
"Kamu kenapa? Kok lesu?"
"Bukan apa-apa."
"Apa kamu yakin? Bukan karena sedang mengingat Lucky, kan?"
"Tentu saja tidak! Kenapa kamu kepikiran ke sana?"
"Karena kamu lesu setelah pertemuan kita dengan Lucky dan Hammy, waktu itu!"
"Gak, kok!"
"Benarkah? Kamu sekarang adalah kekasihku dan aku tidak suka, jika kamu memikirkan pria lain, apalagi mantan!"
"Benar, bukan itu! Aku baik-baik saja, kok!"
"Kalau begitu, kenapa kamu tidak tersenyum? Apa kamu tidak suka saat sedang bersamaku?"
"Eh, tentu saja, tidak! Aku sangat suka bersamamu!"
Tsukasa pun tersenyum.
Ia mencerna ucapan Kairi dalam hatinya dan memang benar, mereka adalah sepasang kekasih semenjak ia menjatuhkan pilihannya kepada Kairi.
Jadi, sungguh tidak pantas baginya, untuk terikat dengan masa lalu ataupun mengingat mantan, karena itu artinya, ia tidak menghargai hubungan mereka.
Ia menjadi menyesal karena sempat terpikir soal Lucky.
Ia berjanji kepada dirinya, kalau mulai sekarang, ia akan sepenuhnya mencintai Kairi dan melupakan Lucky, lagipula Lucky sudah memiliki kekasih, jadi tidak baik, kalau kita memikirkan kekasih orang lain!
Ia mau lebih sungguh-sungguh menghargai perasaan Kairi dan hubungan mereka.
Ia kembali tersenyum, tapi kali ini, ia tersenyum dengan tulus.
Kairi yang melihatnya pun, ikut tersenyum karena bisa melihat senyum Tsukasa.
"Nah, gitu donk, kan cantik!"
Mendengar pujian dari Kairi, membuat pipi Tsukasa merona merah.
__ADS_1
"Ah kamu, bisa saja!"
"Cie, yang malu!"
Tsukasa akhirnya menundukkan kepalanya, saking malunya.
Skip Emu dan Asuna.
Mereka saat ini sedang berkencan.
"Gimana dengannya?"
"Dengan siapa?"
"Tentu saja Hammy, siapa lagi?"
"Tak ada apa-apa, artinya hubungan mereka baik-baik saja!"
"Oh, gitu lalu bagaimana denganmu?"
"Kenapa memangnya denganku?"
"Kamu pasti sedih kan, saat membayangkan kemesraan Lucky dan Hammy?"
"Tidak, selama Hammy bahagia, aku tak masalah! Selain itu, kita sedang berkencan, jadi aku tak mau membicarakan soal gadis lain!"
Asuna mengangguk lalu mereka kembali berkencan sekalian makan siang.
Meski begitu, ia tau, kalau Emu, diam-diam masih memikirkan soal Hammy. Mereka memutuskan untuk lanjut berkencan hingga malam tiba.
Skip siang.
Lucky dan Hammy sedang menikmati makan siang mereka dengan sup, yang tadi dibuat oleh Hammy.
Selesai makan siang, Lucky lalu ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Hammy pun segera menyelesaikan cuci piring dan peralatan makan, juga merapikan meja untuk menyusul Lucky bersiap-siap.
Setelah siap, mereka pun berkencan hingga malam tiba.
Skip malam.
Mereka berencana untuk makan malam terlebih dulu sebelum pulang.
Sehabis makan malam, barulah mereka pulang.
Begitu sampai di rumah Hammy, Hammy langsung mandi dan ganti baju duluan karena Lucky mau mengerjakan tugas kuliahnya dulu.
Saat sedang mengerjakan tugasnya, Lucky melakukan kesalahan, untung saja, dia masih memakai pensil.
Lucky lalu menghampiri Hammy di kamar mandi dan mengetok pintu kamar mandi dari luar.
"Beib, aku mau pinjam penghapus, donk!"
"Ada di kamarku, di meja belajar, ambil saja, beib!"
"Oke!"
Lucky lalu masuk ke dalam kamar Hammy.
Dia sempat melihat ke sekeliling kamar itu.
"Oh, jadi seperti ini, kamar Hammy!"
Dia lalu menyudahinya karena teringat, akan tugas kuliahnya yang belum selesai.
Dia pun berjalan ke meja belajar Hammy dan mencari penghapus.
Dia pun menemukannya dan hendak mengambilnya, tapi saat dia mengambilnya, tanpa sengaja, sikunya menyentuh sebuah buku dan membuat buku itu jatuh dengan posisi terbuka.
"Buku apa ini?"
Dia pun membungkukkan badannya untuk mengambil buku tersebut dan berencana untuk mengembalikan buku tersebut ke atas meja.
Di saat itulah, tanpa sengaja, matanya menangkap sesuatu, di saat dia hendak menutup buku tersebut.
Dia pun menjadi penasaran dan membacanya sedikit.
Dia lalu menjadi shock, saat mengetahui isi dari buku tersebut.
Dia cepat-cepat menutup buku itu lalu mengembalikannya ke atas meja.
Dia mengambil penghapus yang dia inginkan lalu cepat-cepat keluar dari sana sebelum Hammy kembali dan mengetahui, kalau dia membaca buku tersebut.
Setelah itu dia kembali ke kamarnya untuk melanjutkan, mengerjakan tugasnya yang sempat tertunda tadi.
Tak lama, ada ketukan pintu dari luar.
"Beib, aku sudah selesai, kamu sudah bisa mandi sekarang!"
"Ah, iya! Aku nanti ke sana dan terima kasih untuk penghapusnya."
"Sama-sama, aku mau istirahat dulu ya, beib! Besok, jangan lupa, kalau kita berangkat bareng ya, beib?"
"Iya, selamat istirahat dan sampai besok!"
"Kamu juga, semoga tugasmu cepat selesai dan sampai besok, beib!"
Tak lama, terdengar suara langkah Hammy yang menjauhi pintu.
Disusul dengan bunyi pintu yang terbuka, yang menandakan, kalau Hammy sudah masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
Selepas kepergian Hammy, Lucky cepat-cepat menyelesaikan tugasnya lalu mandi dan ganti baju.
Setelah itu, dia pun menuju ke kamarnya untuk beristirahat.
Di saat, dia sedang berbaring di ranjang dengan posisi terlentang, dia kembali teringat dengan isi dari buku yang tanpa sengaja, dia liat tadi.
Dia masih shock dan sulit untuk percaya dengan apa yang dibacanya tadi.
Dia pun memutuskan untuk tidur dan melupakan apa yang sudah dibacanya tadi.
Skip Emu dan Asuna.
Mereka hari ini sungguh puas berkencan dan langsung tidur dengan pulas karena kelelahan dan kebetulan, mereka besok ada jadwal kuliah pagi.
Skip Kairi dan Tsukasa.
Mereka menikmati hari ini dengan senyuman.
Tsukasa, akhirnya bisa kembali tersenyum, tidak lesu seperti tadi.
Kairi merasa lega, saat mengetahui itu.
Mereka pun bisa tidur dengan lelap karena lelah dengan banyak kejadian yang mereka alami.
Keesokan paginya.
Kira-kira, apa isi dari buku yang dibaca oleh Lucky?
Apa keinginan kedua dan ketiga Hammy?
Apa yang akan terjadi kepada hubungan Lucky dan Hammy yang selanjutnya?
Apa tindakan Lucky kepada Hammy?
Akankah dia merubah sikapnya kepada Hammy setelah mengetahui sebuah fakta?
Apakah Tsukasa akan berhasil melupakan Lucky dan menerima Kairi sebagian pengganti Lucky dan mencintainya sepenuh hati?
Akankah Emu berhasil menerima Asuna dan status mereka saat ini?
Akankah Hammy bisa berhasil mendapatkan cinta Lucky melalui perhatian dan masakannya sesuai dengan rencananya?
Akankah hati Lucky berhasil melunak?
Bagaimana respon Hammy saat mengetahui, kalau Lucky sudah mengetahui salah satu dari rahasianya? Marah atau kecewa? Akankah mereka kembali bertengkar? Bisakah diselesaikan kali ini?
Apakah Lucky bisa menerima kenyataan, saat Tsukasa sudah bisa menerima Kairi nantinya?
Apa yang akan dilakukan oleh Lucky kepada Tsukasa atau Kairi karena soal ini?
__ADS_1
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Next/stop? Like dan komen!