Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta

Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta
Hammy Nyaris Celaka


__ADS_3

Saat ini, Lucky dan Hammy sedang berkencan.


Baru saja, mereka mulai berkencan, mereka bertengkar kembali di mobil.


Lucky akhirnya mengalah, di saat Hammy sempat menangis.


Mereka pun melanjutkan kencan mereka.


Lucky pun melajukan kembali mobilnya.


Tapi, baru saja maju beberapa ratus meter, Lucky kembali menghentikan mobilnya.


Hammy yang menyadari, Lucky sedang mematung, mengikuti arah pandang Lucky.


Hal itu membuatnya marah besar, saat menyadari, apa penyebabnya.


"Ih, kukira kenapa, kekasihku ini sampai melamun, ternyata melihat mantannya, yang sedang bermesraan dengan pria lain!"


"Jaga bicaramu, Hammy!"


"Memang kenapa? Pertama, jika ia mencintaimu, ia akan lebih percaya padamu, yang artinya, cintanya padamu tidak sebesar rasa cintaku padamu! Kedua, kamu bukanlah barang yang dioper-oper, buktinya, ia meminta putus darimu dan memberikanmu padaku! Terakhir, status kalian sudah putus, jadi kalian itu adalah mantan! Di sini siapa yang salah, aku atau kamu, yang gak bisa terima kenyataan?"


Hening.


Lucky diam karena ucapan Hammy, ada benarnya.


Pertama, jika ia mencintai dirinya maka ia takkan minta putus.


Kedua, jika bukan karena taruhan konyol itu maka ia takkan minta putus dan memintanya berpacaran dengan Hammy.


Terakhir, mereka sudah putus dan memang benar, status mereka adalah mantan.


Melihat Lucky terdiam, membuat Hammy tersenyum menang.


"Kenapa diam, beib? Jika aku adalah dirinya, aku takkan pernah melepaskanmu, apalagi untuk kembali ke mantanmu! Kamu adalah kekasihku, jadi kuminta untuk serahkan seluruh hati dan cintamu hanya untukku!"


"Tidak semudah itu, Hammy! Aku memang kekasihmu dan berada di sisimu saat ini, tapi hati dan pikiranku masih tertuju padanya!"


"Dengar, baik-baik ya, beib! Di sana itu adalah mantanmu, kamu adalah kekasihku dan aku adalah masa depanmu! Aku takkan pernah melepaskanmu sampai kapanpun!"


"Masalahnya tidak semudah itu, aku bisa menyerahkan hati dan cintaku sepenuhnya padamu!"


Selesai berucap, Lucky berniat untuk turun dari mobilnya.


"Mau ke mana kamu, beib?"


Tanpa menjawab, Lucky turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri orang yang dilihatnya tadi.


Hal itu membuat Hammy tambah marah besar.


"Huh, selalu aja karena dirinya, perhatian dan hati kekasihku teralihkan!"


Hammy memutuskan untuk turun dan menyusul Lucky.


Ia ingin tau, sejauh apa, kekasihnya ini akan bertindak.


Jika kelewatan maka ia akan berbuat nekat.


Enak saja, jangan pikir, ia akan diam saja, melihat kekasihnya berdekatan dengan sang mantan.


Ia mulai berjalan menghampiri mereka secara perlahan.


Skip Lucky.


"Hai, apa kabar?"


"Lucky, kenapa kamu ada di sini?"


"Jalan-jalan, mencari udara segar dan kebetulan, aku melihatmu. Jadi ingin kusapa!"


"Apa kamu ke sini sendirian?"


"Ten...."


"Tentu saja tidak! Ada aku juga, kok!"


"Oh, jadi kalian sedang berkencan?"


"Yup, benar sekali!"


"Bagaimana dengan hubungan kalian?"


"Sangat baik dan mesra!"


Hammy langsung merangkul lengan Lucky.


Lucky hanya diam saja sambil memalingkan wajahnya.


Sementara yang di hadapan mereka, menunjukkan berbagai reaksi.


Ada yang tersenyum bahagia.


Ada juga yang kecewa, tapi ia simpan di dalam hatinya.


"Wah, semoga makin langgeng, ya!"


"Iya, donk! Makasih, Kairi!"


"Sama-sama!"


"Habis ini, rencananya kalian mau ke mana?"


"Jalan-jalan sambil makan siang, ya kan, beib?"


"Iya. Kalau kalian?"

__ADS_1


"Kami...."


"Kami belum tau mau ke mana, iya kan, sayang?"


Deg.


"Iya, sayang!"


"Apa kamu mau ke suatu tempat?"


"Aku ikut saja ke manapun yang kamu mau."


Nyut!


"Oh, begitu! Kalau begitu, kami takkan mengganggu rencana kalian lagi! Kami juga hendak ke suatu tempat, iya kan, beib?"


"Iya, beib!"


"Kalau begitu, kami duluan, ya!"


"Oke, selamat melanjutkan kencan kalian!"


Kairi dan kekasihnya pun pergi dari sana.


Hal itu tidak luput dari tatapan Lucky.


Hammy pun kesal dibuatnya.


"Liatin saja terus! Liat tuh, mantanmu! Baru juga putus, sudah bahagia sama pria lain, jadi mending lupain saja, deh!"


Lucky mengacuhkan ucapan Hammy dan memutuskan untuk mengejar mereka.


Hammy menghentakkan kakinya ke tanah saking marahnya.


Ia juga ikutan menyusul mereka.


"Ih, beib! Kok aku ditinggalin, sih? Tunggu aku!"


Tanpa mempedulikan Hammy, Lucky mempercepat larinya untuk menyusul mereka.


Hammy pun ikut mempercepat larinya untuk mengejar dan menyusul Lucky.


Terjadilah aksi saling mengejar dan menyusul.


Hammy terus berlari sambil tak hentinya menggerutu di dalam hatinya.


"Uh, selalu saja, Tsukasa! Hanya ia yang mampu mengalihkan perhatian dan cinta kekasihku!"


Sementara itu, Lucky yang memiliki tubuh yang tinggi dan juga kaki yang panjang, memudahkan dia untuk menyusul kedua orang yang ada di depannya.


Dia pun memanggil nama mereka dari belakang sambil berteriak.


"Kairi, Tsukasa, tunggu!"



Mereka pun berhenti sejenak.


"Ada apa, Ky?"


"Ini, aku mau ajak kalian makan siang bersama, gimana?"


"Kami...."


"Maaf, Lucky! Bukannya tidak sopan, tapi rencana kami hari ini sangat padat, mungkin lain kali?"


"Begitu, ya? Meski hanya sekedar makan siang?"


"Iya, Lucky! Kekasihku memang benar, maaf, ya!"


"Huh, ya sudahlah, apa boleh buat! Tsukasa, apa aku boleh tetap menghubungimu, meski kita sudah tidak punya hubungan apa-apa, tapi kita masih bisa berteman, kan?"


"Tidak boleh! Aku tidak mengijinkan!"


"Sama, aku juga! Perselingkuhan bisa terjadi karena sering komunikasi!"


"Kalau kamu mau berteman dengannya, kita bisa janjian di kampus atau kamu bisa menyimpan nomor ponselku!"


"Soal itu tidak perlu, lebih baik, kita ketemuan di kampus saja!"


"Aku setuju! Itu jauh lebih baik dan aman!"


"Iya, benar! Kalau ada apa-apa, bicarakan saja di kampus!"


"Kan tidak baik, mengganggu pasangan lainnya, yang sedang ingin berduaan!"


"Ya, Hammy benar! Kalian juga gak mau kan, saat berkencan, diganggu?"


"Kan bisa double date?"


"Iya sih, tapi apa artinya, jika kencan ganda?"


"Huft, iya deh! Kami lanjut kencan dulu, kalau begitu!"


"Silahkan!"


Lucky lalu berbalik arah dengan kepala menunduk.


Hammy dan Kairi saling memberi tanda dengan lirikan mata.


Lalu Kairi mengajak Tsukasa pergi dari sana untuk lanjut berkencan.


Selepas kepergian Kairi dan Tsukasa, Hammy berjalan kembali dan menyusul Lucky.


Kali ini, Hammy menyusul sambil bersiul dengan ria.

__ADS_1


"Kamu pikir, aku tidak tau apa tujuanmu, beib? Takkan kubiarkan itu terjadi sesuai dengan keinginanmu!"


Skip Lucky dan Hammy.


Lucky sudah berada di dalam mobilnya dan tak lama, Hammy menyusul masuk ke dalam mobilnya.


Mereka pun melanjutkan kencan mereka tanpa halangan, kali ini.


Lucky melajukan mobilnya, kembali ke tempat kencan mereka semula.


Begitu sampai di tujuan, Lucky menghentikan mobilnya dan parkir sambil ditemani oleh Hammy.


Selesai parkir, mereka turun bersama.


Mereka pun masuk ke dalam tempat yang menjadi tujuan mereka bersama.


Seperti biasanya, Hammy akan mengaitkan lengannya ke arah Lucky, karena jika tidak, para wanita, takkan ada hentinya menggoda kekasihnya.


"Wuidih, ganteng banget cowoknya!"


"Udah keren, tinggi lagi!"


"Pasti model, tuh!"


"Tapi, siapa cewek yang ada di sampingnya?"


"Alah, paling juga adiknya!"


Mendengar itu, Hammy menjadi cemberut.


"Huh, selalu saja begini! Kapan sih aku bisa merasakan ketenangan, berkencan dengan kekasihku?"


Mendengar ucapan Hammy, Lucky paham betul, apa maksudnya.


Dia pun mengikuti permainan Hammy. Dia merangkul bahu Hammy.


"Sudah, jangan sedih lagi, beib! Kita ke sini untuk berkencan sekaligus makan siang kan, beib?"


Lucky sengaja menekankan kata beib, supaya yang dari tadi melihatnya dan yang mengatai Hammy, bisa diam.


Benar saja, tak lama, hening!


Mereka lalu duduk dan memesan makanan dan minuman.


Setelah pesan, mereka memutuskan untuk mengobrol sambil menunggu pesanan mereka tiba.


"Beib, makasih soal yang barusan!"


"Aku memang seorang playboy, tapi bukan berarti, aku suka, jika ada orang yang suka menghina orang lain! Ditambah, kamu adalah kekasihku saat ini! Aku tidak suka saat mereka menghinamu, karena itu sama saja, mereka menghinaku!"


Hammy mengangguk paham.


Ia berdiri dari bangkunya dan memeluk Lucky erat.


"Makasih ya, beib!"


"Sudah, sudah! Sekarang kita lanjutkan kencan kita!"


"Boleh aku duduk di pangkuanmu?"


"Ini di tempat umum, nanti saja, kalau kita ada di rumahku."


"Benar, boleh?"


Lucky mengangguk.


Hammy lalu melepaskan pelukannya dan kembali ke bangkunya.


Tak lama, pesanan mereka tiba.


Mereka pun menikmati pesanan mereka dengan hening.


Selesai makan siang, Lucky membayar pesanan mereka dan mereka berjalan meninggalkan restoran itu.


Kebetulan karena jam makan siang, jadi restoran penuh dan Lucky terpaksa parkir mobilnya di seberang.


Lucky berjalan duluan di depan Hammy karena dia ingin menyalakan mobilnya lebih dulu, supaya begitu, Hammy naik ke mobilnya, dia bisa langsung melajukan mobilnya.


Lucky yang berjalan agak cepat, membuat Hammy sedikit berlari untuk menyusul langkah Lucky.


Di saat itulah, ada sebuah mobil, yang melaju kencang ke arahnya.


Tiiiiin!


Lucky lalu menoleh ke belakang dan berteriak memanggil namanya.


"Hammy, awas!"


Hammy menoleh dan berteriak.


"Kyaaaa, beib, tolong aku!"


Dugh!


Suara apakah itu?


Apakah Hammy yang tertabrak?


Apakah Lucky dapat menyelamatkan Hammy tepat waktu?


Ataukah justru, Lucky yang tertabrak?


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Next / stop? Like dan komen!

__ADS_1


__ADS_2