Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta

Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta
Respon dan Reaksi dari para Pasangan


__ADS_3

Ketiga tokoh kita sudah menyampaikan maksud dari keinginan dan keputusan mereka di lobi kampus.


Mereka melakukan itu, bukan tanpa didasari oleh alasan yang kuat.


Mereka sudah lelah dengan keadaan yang mereka alami.


Mereka sudah muak dengan yang mereka lalui.


Alasan yang mereka miliki pun, beraneka ragam.


Salah satunya adalah rintangan yang harus mereka hadapi itu sulit dan berliku.


Ada yang karena jadiannya dengan cara dipaksa, seperti Hammy yang memaksa Lucky untuk menjadi miliknya.


Ada yang karena terikat dengan masa lalu, seperti Lucky dan Tsukasa yang sangat sulit untuk saling melupakan dan melepaskan.


Ada juga yang karena kesalahpahaman, berujung menjadi teror, seperti Hammy yang diteror oleh Asuna karena mengira, ia mengusik Emu.


Ada juga yang sudah lelah, saat mendengar alasan kekasihnya cemburu, seperti Kairi dan Tsukasa.


Dia tak suka saat mendengar atau mengetahui, kalau Tsukasa merasa cemburu dengan kemesraan Lucky dan Hammy.


Kecemburuan yang tidak pada tempatnya dan pada orang yang salah.


Jika Tsukasa merasa iri dengan kemesraan Lucky dan Hammy, itu masih bisa diterima karena itu artinya, mungkin dia kurang romantis atau kurang mesra.


Tapi jika cemburu dengan kemesraan pasangan lain, itu tidak wajar.


Kairi tidak suka dengan itu. Itulah sebabnya, dia membuat keputusan itu.


Mereka semua sudah lelah makanya mereka membuat keputusan ini tanpa pikir panjang lagi dan menunggu respon dari kekasih mereka terlebih dulu.


Setelah mereka menyampaikan keinginan dan keputusan mereka masing-masing, barulah mereka berpencar bersama dengan pasangan mereka.


Kini mereka sudah berduaan dengan pasangan mereka, jadi bertengkar pun, yang tau hanya mereka berdua.


Skip Lucky dan Hammy.


Kini mereka baru saja menaiki mobil Lucky.


Lalu Lucky melajukan mobilnya pulang karena dia ingin membahas soal ini di rumahnya.


Skip di rumah Lucky.


Begitu sampai, Lucky langsung masuk ke dalam rumahnya, disusul oleh Hammy.


Dia berjalan masuk ke dalam kamarnya, sementara Hammy mengunci pintu depan rumah Lucky.


Lucky memutuskan untuk mandi dan ganti baju lalu berbaring di atas kasurnya yang empuk sambil menunggu Hammy.


Tak lama, Hammy muncul dan berjalan masuk ke dalam kamar Lucky lalu mengunci pintu kamarnya dari dalam.


Ia pun memutuskan untuk mandi dan ganti baju lalu menyusul Lucky, berbaring di atas kasurnya yang empuk.


Lucky yang melihat Hammy datang, langsung duduk tegak.


Hammy yang melihat Lucky duduk tegak, langsung paham dengan maksudnya.


Ia pun ikut duduk dengan tegak.


"Apa kamu mau bertanya atau berkata sesuatu kepadaku, beib?"


"Apa kamu benar-benar gak tau atau kamu cuma pura-pura polos dan lugu?"


"Apa ini berkaitan dengan keinginanku tadi siang?"


"Tentu saja, memang apa lagi?"


"Apa yang ingin kamu sampaikan padaku, beib?"


"Sebelum itu, aku ingin mengucapkan selamat karena kamu telah berhasil mencapai 2 dari 3 keinginanmu! Pertama adalah kamu telah berhasil merebutku dari Tsukasa dan mengikatku dengan kejadian di malam itu. Lalu sekarang, kamu telah mengenalkan dirimu dan mengatakannya di depan Tsukasa, kalau kamu adalah calon istriku, hal yang sampai sekarang ini, belum bisa kukatakan! Apa kamu sangat puas sekarang? Aku pun bahkan tau, apa keinginanmu yang terakhir!"


"Tentu saja sangat puas! Memang, apa keinginan terakhirku?"


"Kamu ingin menikah denganku, kan?"


"Tentu saja karena menikah dengan pria yang dicintainya adalah impian dari semua gadis! Aku sudah lelah dengan semua ini, beib! Aku sudah muak dengan cinta segi empat ini, beib! Aku mencintaimu, tapi kamu mencintai Tsukasa. Tsukasa mencintai Kairi dan Kairi mencintai Tsukasa. Belum lagi, teror yang diberikan oleh Asuna karena menuduhku telah mengusik Emu! Lalu Emu, yang juga masih belum kuketahui alasannya melakukan itu padaku! Aku sungguh lelah, beib!"


"Tapi kenapa kamu tak mengatakan dulu soal itu padaku?"


"Karena aku takut, kalau aku menundanya lebih lama lagi maka kamu akan berpaling dariku! Aku sungguh takut dan tak mau itu terjadi, beib!"

__ADS_1


"Baiklah! Aku akan memenuhi keinginanmu, tapi aku juga memiliki alasan yang kuat untuk itu dan tentunya, dengan syarat dariku!"


"Apa syarat darimu, beib?"


"Syarat dariku adalah aku mau, kamu kembali ke rumahmu, ingat, kamu menginap di tempatku dan tidur bersamaku hanya agar aku bisa melindungimu dari teror itu dan teror itu, kini sudah hilang, jadi sudah saatnya untuk kembali ke tempatmu! Tapi tenang aja, aku akan tetap melakukan kewajibanku sebagai seorang kekasih yang baik, antar-jemput dirimu lalu berkencan dan di akhir pekan, aku akan datang ke rumahmu sebagai gantinya! Gimana, syarat dariku mudah, kan? Jika kamu tak setuju maka aku pun akan menolak pernikahan kita! Aku hanya mau, kalau kita tinggal bersama setelah pertunangan terjadi!"


"Baiklah, aku setuju! Lagipula, itu hanya berlangsung selama 3 bulan! 3 bulan itu, bukanlah waktu yang lama untuk dilalui!"


"Good girl! Setelah pertunangan, kita akan tinggal bersama sampai kita menikah nantinya!"


Hammy mengangguk paham.


"Tapi, beib, bolehkah aku sebelum kembali ke rumahku, tinggal bersamamu sehari lagi?"


"Tentu saja, tapi ingat, besok sehabis kampus, kamu harus bersiap-siap untuk pulang dan kita akan menjalani kehidupan kita sebagai sepasang kekasih yang normal!"


"Iya, aku janji kok, beib!"


Lucky mengangguk lalu memeluk Hammy.


Dia mengajak Hammy untuk makan siang bersama lalu tidur siang hingga jam makan malam tiba.


Hammy pun menuruti kemauan Lucky. Mereka makan siang lalu tidur siang hingga jam makan malam.


Skip Kairi dan Tsukasa.


Kini mereka sedang makan siang di restoran dekat kampus.


Mereka menikmati makan siang mereka hingga habis lalu memutuskan untuk pulang.


Skip di rumah Tsukasa.


Begitu sampai, Tsukasa langsung mandi dan ganti baju.


Kairi sendiri memutuskan untuk pulang, tapi karena ada yang mau dibicarakannya yang menyangkut soal keputusannya tadi maka dia memutuskan untuk menunggu Tsukasa di ruang tamu.


15 menit kemudian.


Tsukasa, selesai dengan kegiatannya lalu memutuskan untuk menghampiri Kairi di ruang tamu.


Ia lalu duduk di sebelah Kairi.


"Aku sebenarnya mau pulang, tapi aku ingin bahas soal keputusanku tadi siang dulu sebelum aku pulang!"


Tsukasa mengangguk paham.


"Jadi apa alasanmu membuat keputusan itu, sayang?"


"Aku sungguh sudah muak dengan alasanmu yang cemburu dengan kemesraan Lucky dan Hammy!"


"Maaf, sayang!"


"Aku gak mau tau, intinya, setelah kita bertunangan maka kita akan tinggal bersama!"


"Tapi sayang, apa tidak terlalu cepat?"


"Tidak karena setelah menikah, kita pun akan tinggal bersama jadi biasakanlah, mulai 9 bulan ke depan, kita akan tinggal bersama! Anggap saja, itu latihan agar tak kaku saat kita sudah menikah nanti!"


"Baiklah! Aku akan menurut saja dengan keputusanmu karena aku percaya, apapun keputusanmu maka itu, pasti yang terbaik untuk kita, sayang!"


"Good girl! Sekarang aku mau pulang dulu! Kamu istirahatlah lalu nanti malam aku mau mengajakmu makan malam di luar, jadi berdandanlah yang cantik, sayang!"


"Baiklah! Hati-hati di jalan, sayang!"


Kairi mengangguk.


Kairi lalu menaiki mobilnya dan Tsukasa mengantar kepergiannya.


Selepas kepulangan Kairi, Tsukasa memutuskan untuk tidur siang hingga jam makan malam mereka bersama tiba.


Skip Kairi.


Begitu sampai di rumahnya, dia langsung mandi dan ganti baju lalu memutuskan untuk tidur siang hingga tiba waktunya untuk menjemput Tsukasa, untuk makan malam mereka bersama.


Skip Emu dan Asuna.


Kini mereka sedang berada di rumah sakit dan sedang merawat pasien.


Emu sedang menunggu saat yang tepat untuk bicara dengan Asuna.


Kebetulan di luar sedang tak ada pasien. Dia pun memanfaatkan waktu itu untuk bicara dengan Asuna.

__ADS_1


Dia memutuskan untuk segera menyelesaikan perawatan pasien itu.


10 menit kemudian.


Pasien tersebut telah selesai diperiksa. Emu lalu memberinya resep obat.


Setelah menerima resep obat dari Emu, pasien itu lalu pergi ke apotek untuk menebus obat itu.


Kini harapan Emu sudah terkabul. Mereka hanya berduaan di dalam ruangannya. Kini sudah saatnya untuk mereka bicara berdua.


Emu melepaskan jasnya dan berjalan menuju ke pintu ruangannya lalu mengunci pintu ruangannya dari dalam.


Emu lalu menarik tangan Asuna untuk duduk di hadapannya, sedangkan dia duduk di bangkunya.


"Aw! Pelan-pelan donk, honey! Mukamu serius amat, deh!"


"Denger ya, aku mau bicara sesuatu sama kamu!"


"Iya, aku dengerin kok, honey!"


"Aku mau bicara, soal keinginanmu tadi siang!"


"Ya, bicara aja, honey!"


"Kenapa dengan mudahnya, kamu bilang ke semuanya kalau kita akan bertunangan dan menikah? Bahkan, kita mendapatkan giliran yang pertama?"


"Ya ampun, honey! Pertama itu, kamu adalah kekasihku, jadi aku mau membawa hubungan kita ke arah yang lebih serius, gak salah, donk?"


"Tapi bukan berarti, kamu bisa seenaknya membuat keinginanmu tanpa persetujuan dariku! Kapan aku pernah setuju soal itu?"


"Ya ampun, honey! Itu adalah alasan keduaku! Justru karena aku tau, kalau kamu takkan pernah setuju makanya aku mengatakannya di depan semuanya secara langsung!"


"Kalau begitu, aku memiliki hak untuk membatalkan pertunangan kita, apalagi pernikahan kita!"


"Tak semudah itu! Jika kamu melakukan itu, artinya, Hammy akan semakin curiga padamu, honey!"


"Biar kutebak, itukah alasanmu yang ketiga?"


"Salah, honey! Alasanku yang ketiga, sekaligus yang terakhir dan yang paling utama adalah aku ingin menjauhkanmu dari Hammy! Aku muak dan lelah karena melihatmu selalu memperhatikan Hammy dengan tatapan yang penuh cinta! Tatapan itu harusnya untukku dan hanya aku yang boleh memilikinya!"


"Apa kamu serius? Kamu cemburu sama Hammy? Jangan bilang, kalau kamu benar-benar mencintaiku?"


"Memang! Kamunya aja yang gak pernah sadar karena terlalu fokus dengan cewek penggoda itu!"


"Asuna! Jaga bicaramu! Ia itu, perempuan yang kucintai! Takkan kubiarkan, siapapun menyakitinya apalagi menghinanya, terutama kamu!"


"Jika kamu mau, aku berhenti menghina dan menyakitinya, caranya gampang dan hanya ada 1!"


"Apa itu?"


"Aku mau kita bertunangan dan menikah lalu selama masa pertunangan, aku mau, kita tinggal bersama!"


"Asuna, jaga bicaramu!"


"Kenapa? Apa aku tak pantas memiliki cinta dan perhatian darimu? Apakah aku hanya pantas untuk dijadikan pelarian olehmu? Gak! Aku juga mau merasakan yang namanya dicintai dan diperhatikan olehmu! Aku mau berada di posisi yang sama dengan Hammy! Sama seperti Hammy yang memaksa dan tak mau melepaskan Lucky, aku pun juga, takkan mau melepaskanmu, honey!"


"Asuna, kamu?"


"Ya, aku takkan diam lagi, saat menyaksikan kamu memperhatikan perempuan lain! Kamu itu milikku, Mumu! Kuberikan kamu 2 pilihan! Pertama, kita akan membatalkan semuanya, tapi akan kukatakan kepada Hammy dan Lucky, kalau kamu mencintai Hammy atau kita akan tetap meneruskan rencana ini dan membangun sebuah keluarga yang bahagia? Gimana, Mumu? Keputusan itu ada di tanganmu, honey?"


"Asuna, kamu....!"


Emu mulai mengepalkan kedua tangannya erat, saking emosinya.


Melihat itu, Asuna hanya tersenyum dengan smirk.


"Terserah padamu, honey! Waktumu hanya 3 bulan dan untukku membeberkan semuanya di hadapan Lucky dan Hammy! Kupastikan, kalau Hammy akan menjauh dan membencimu lalu Lucky akan putusin Hammy! Dengan begitu, rasa sakit hatiku dan luka yang kuterima karena penolakan darimu, akan dirasakan pula oleh wanita yang kamu cintai itu! Kamu pun akan terluka karenanya! Jadi, mari kita bahagia semuanya atau terluka semuanya dengan saling menyakiti! Keputusan itu ada di tanganmu, Mumu! Keputusanmu akan menentukan hubungan kita berempat ke depannya! Persaingan atau persahabatan, manakah yang akan kamu utamakan, honey?"


"...."


Kira-kira, apa keputusan yang akan diberikan oleh Emu?


Masa depan yang seperti apa, yang akan menanti hubungan mereka berenam ke depannya?


Apa yang akan terjadi dengan Lucky dan Hammy, setelah mereka tidak tinggal bersama lagi? Sanggupkah Lucky memegang janjinya untuk bersikap, layaknya sebagai seorang kekasih yang baik bagi Hammy?


Apakah ini artinya, Lucky sudah benar-benar mulai membuka hatinya untuk Hammy dan memberinya kesempatan untuk masuk ke dalam kehidupannya?


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Next/stop? Like dan komen!

__ADS_1


__ADS_2