
Kini masalah mereka sudah selesai.
Masalah besar yang berawal dari terbongkarnya rahasia dari satu per satu para tokoh sudah mulai terselesaikan.
Mereka menyelesaikannya dengan cara melalui pernikahan.
Sayangnya, di sini, bukan pernikahan biasa yang terjadi.
Jika biasanya, pernikahan akan terjadi hanya sekali dan hanya pada sepasang, tapi tidak, bagi pasangan di dalam cerita ini.
Pernikahan di sini pun terjadi hanya sekali, tak ada yang berbeda.
Perbedaannya adalah pernikahan yang diadakan ini adalah untuk tiga pasangan.
Jadi mereka harus bolak-balik antara gedung pemberkatan dan gedung resepsi pernikahan.
Pasangan yang pertama adalah Lucky dan Hammy.
Pasangan yang berikutnya adalah Emu dan Asuna.
Lalu pasangan yang terakhir adalah Kairi dan Tsukasa.
Pasangan ini yang menikah duluan, bukan karena dipilih secara acak, tapi karena sudah ditetapkan urutannya.
Hal ini sengaja dilakukan karena Lucky sudah melakukan hubungan yang tidak seharusnya dilakukan.
Hal ini dilakukan oleh Lucky agar Tsukasa tidak terus berharap untuk mendapatkannya kembali.
Hal ini dilakukan oleh Lucky untuk melindungi Hammy dari penghinaan Asuna dan dari tindakan kasarnya Tsukasa.
Hal ini juga untuk menghilangkan kemungkinan Tsukasa untuk mendapatkan Lucky dan menyadarkan Emu, kalau dirinya sudah tak mungkin untuk mendapatkan Hammy karena Hammy, kini sudah menjadi miliknya, Lucky seorang, begitu pun dengan sebaliknya.
Lucky melakukan ini juga untuk membuktikan, kalau dirinya akan belajar untuk menerima Hammy di sisinya dan di dalam kehidupannya.
Hammy benar-benar merasa bahagia dengan keputusan Lucky ini.
Setelah pasangan Lucky dan Hammy yang menikah, ternyata ada lagi, pasangan yang berikutnya.
Pasangan itu adalah Emu dan Asuna.
Asuna merasa sangat bahagia karena dirinya bisa memonopoli Emu.
Harusnya, merekalah yang menikah duluan karena Emu lebih tua setahun daripada Lucky.
Sayangnya, Lucky dan Hammy memiliki ikatan yang tak terlihat.
Mereka melakukan, apa yang seharusnya tak dilakukan.
Meski begitu, Asuna merasa sangat bahagia karena Emu sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk berharap kepada Hammy, apalagi untuk merebut Hammy dari Lucky.
Ia pun segera meminta Emu untuk menikahinya.
Emu pun mau gak mau menikahi Asuna.
Kini Emu terlibat ke dalam pernikahan tanpa cinta dengan Asuna.
Emu menikahi Asuna karena keinginan dari Asuna, tanpa didasari oleh cinta di dalamnya.
Emu sudah tak bisa berkutik lagi karena gimanapun, sekarang mereka sudah resmi menikah.
Asuna merasa sangat bahagia karena dirinya sudah memiliki Emu.
Setelah pernikahan mereka, ternyata masih ada pernikahan yang ketiga dan yang terakhir, yaitu pernikahannya Kairi dan Tsukasa.
Jika di dalam pernikahannya Lucky dan Hammy, keduanya yang mengambil andil lalu di dalam pernikahannya Emu dan Asuna, Asunalah yang mengambil andil, gimana dengan pernikahannya Kairi dan Tsukasa?
Ternyata berbeda lagi, meski tujuan mereka sama.
Di sini, Kairilah yang mengambil andil.
Kairi merasa sangat bahagia karena dengan mereka menikah maka Tsukasa sudah tak memiliki harapan untuk kembali kepada Lucky dan merebut Lucky dari Hammy.
Kairi bisa sepenuhnya mengawasi Tsukasa.
Kini ketiganya sudah menikah dan acara pernikahan mereka pun berjalan dengan lancar.
Mereka lalu berdiskusi untuk membahas langkah selanjutnya.
"Sekarang kita semua sudah menikah dengan target kita!"
"Ya, itu benar!"
"Sekarang sudah tak ada lagi yang namanya, bertukar pasangan atau merebut pasangannya orang lain!"
"Benar!"
"Sekarang acara sudah selesai dan kita semua sudah lelah, gimana kalau kita semua beristirahat?"
"Setuju!"
"Ya sudah, mari kita semua ke kamar kita masing-masing!"
Semuanya mengangguk lalu pergi ke kamar mereka masing-masing.
Begitu sampai di depan kamar. Mereka pun langsung membukanya dan masuk ke dalam kamar.
Mereka terkejut karena kamar yang mereka masuki, dipenuhi oleh dekorasi kamar pengantin.
Mereka lalu masuk makin ke dalam dan melihat ke sekelilingnya.
Skip Lucky dan Hammy.
"Hammy, sekarang kamu mandilah dulu! Ada yang mau kubicarakan, setelah kita membersihkan diri!"
"Baiklah, beib! Tapi tolong, gaunku!"
"Berbaliklah!"
Hammy lalu membalik badannya dan Lucky membuka resleting gaunnya Hammy.
Lalu Hammy menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
15 menit kemudian.
Hammy selesai lalu digantikan oleh Lucky.
Hammy berbaring di atas ranjang sambil menunggu Lucky.
10 menit kemudian.
Lucky selesai dan berbaring menyusul Hammy.
Hammy menoleh ke arah Lucky.
"Apa yang mau kamu bicarakan, beib?"
__ADS_1
"Phew, sekarang kita sudah menikah sesuai dengan harapanmu, jadi kuminta, kamu untuk tidak pernah berselingkuh dariku atau aku akan menceraikanmu saat itu juga!"
"Iya, beib! Aku janji, kalau aku takkan pernah menghianati pernikahan kita! Kamu mau menikahiku dan belajar mencintaiku aja, aku udah bersyukur! Kamu tau sendiri, kan, rasa cintaku padamu itu seperti apa? Aku sangat mencintaimu, beib!"
"Baiklah, aku pegang janjimu itu!"
"Kalau begitu, giliran aku yang meminta sesuatu darimu!"
"Apa?"
"Ubah panggilan untukku! Kamu udah janji kan?"
"Baiklah, istriku! Kamu boleh bebas memanggilku dengan sebutan apapun!"
"Yeay, aku kini bisa memanggilmu dengan sebutan hubby!"
"Ya, itu adalah hakmu."
"Dengan begini, semua orang akan tau, kalau kamu itu udah punya istri, hubby!"
"Iya, aku tau, kok!"
"Hubby, aku senang deh karena mimpiku untuk memilikimu sudah terkabul. Aku takkan pernah mau bercerai ataupun diceraikan olehmu!"
"Iya, aku tau! Apa kamu sudah merasa lelah?"
"Lumayan, kenapa, hubby?"
"Ya, ini kan malam pernikahan kita, kamu tau kan, apa yang dilakukan oleh sepasang suami dan istri?"
"Oh, soal itu! Baiklah!"
"Apa kamu yakin?"
"Sangat yakin, lagipula kita sudah pernah melakukannya kan, meski kamu dalam kondisi tidak sadarkan diri, saat itu?"
"Baiklah!"
Hammy mengangguk lalu mereka melakukan apa yang harusnya mereka lakukan pada malam itu.
Skip Emu dan Asuna.
"Suamiku, aku mandi dulu, ya!"
"Hem!"
"Suamiku, gaunnya susah, tolong bantu bukain!"
"Balikkan badanmu!"
Asuna lalu membalikkan badannya dan Emu membantu untuk membuka resleting gaunnya.
Asuna merasa sangat bahagia lalu dirinya segera mandi.
Emu sambil menunggu Asuna, memutuskan untuk bermain ponselnya sambil berbaring di atas kasur.
15 menit kemudian.
Asuna selesai lalu Emu yang bergantian untuk mandi.
Setelah dirinya mandi, dirinya memutuskan untuk tidur.
Sayangnya, aksinya dicegah oleh Asuna.
"Kenapa? Aku merasa sangat lelah, mau apa lagi, Asuna?"
"Aku mau menagih dua hal darimu."
"Apa?"
"Panggil aku dengan sebutan istriku, darling atau apa, kek? Kedua, aku mau, kita melakukannya malam ini!"
"Tapi aku sangat lelah, Asuna!"
"Alah, kalau Hammy yang memintanya aja, pasti langsung dilakuin, iya kan?"
"Asuna, bisa gak, berhenti membawa-bawa Hammy ke dalam masalah kita? Aku itu lelah, ngerti gak, sih?"
"Tapi, ini malam punya kita, apa salahku?"
"Jangan pernah mencoba untuk memaksaku menyentuhmu, Asuna!"
"Tapi kenapa? Aku itu adalah istrimu!"
"Akulah yang berhak memutuskan, apa aku akan menagih hakku atau tidak!"
"Tapi sampai kapan? Apa perlu kulakukan, seperti yang Hammy lakukan?"
"Asuna! Berhentilah untuk mengancamku!"
Tanpa aba-aba, Asuna mencium Emu.
Emu pun langsung mendorong Asuna, tapi Asuna tidak peduli dan meneruskan aksinya.
Aksi penolakan terus dilakukan oleh Emu hingga Emu, tak kuasa menolak lagi dan mulai terbuai.
Mereka pun mulai terbawa suasana.
Emu mulai membalas ciuman dari Asuna.
"Kamu memaksaku, Asuna!"
"Kamu adalah suamiku dan aku hanya melakukan, apa yang menjadi kewajibanku sebagai seorang istri!"
Lalu malam itu, terjadilah sesuai yang diinginkan oleh Asuna hingga Emu merasa kelelahan dan tepar malam itu.
Skip Kairi dan Tsukasa.
"Honey, kini kamu sudah menjadi istriku! Kamu tau kan, apa artinya?"
"Iya, Kairi!"
"Berhentilah memanggil namaku, mulai hari ini, kamu harus memanggilku dengan sebutan honey atau husband!"
"Baiklah, honey!"
"Good wife! Sekarang aku mau, kamu lupakan Lucky dan fokus ke dalam hubungan pernikahan kita!"
"Iya, my husband!"
"Oke, sekarang saatnya untuk menagih apa yang menjadi hakku malam ini!"
"Sekarang juga?"
"Tentu aja! Kita sudah menikah, jadi aku berhak untuk menagih, apa yang menjadi hakku malam ini!"
__ADS_1
Malam itu, Kairi benar-benar menagih haknya dan Tsukasa hanya bisa pasrah karena dirinya tau untuk menolak pun, dirinya tak punya hak sama sekali.
Jika ia menolak hanya akan menjadikan dirinya sebagai seorang istri yang durhaka. Ia tak mau itu.
Akhirnya, malam itu menjadi malam yang sangat panjang untuk ketiganya.
Keesokan paginya.
Lucky yang bangun duluan dan langsung membersihkan dirinya.
Begitu pun dengan Emu dan Kairi.
Lalu gimana dengan para istri? Mereka semua sungguh sangat kelelahan.
Akhirnya para suami hanya bisa mengalah dan menunggu para istri mereka terbangun.
Tak lama, Hammy terbangun.
Ia merenggangkan seluruh tubuhnya yang kaku dan mencoba untuk bangun, tapi gagal karena seluruh tubuhnya terasa sangat sakit.
"Aw!"
Lucky yang mendengar rintihan Hammy lalu menghampiri dan menggendongnya menuju ke kamar mandi.
Lucky meletakkan Hammy di bak lalu dia berjalan keluar.
Hammy pun mandi.
Di balik pintu kamar mandi, Lucky berdiri sambil bersandar dan menghela nafas dalam.
"Phew, sekarang aku sudah menikahi Hammy! Aku harap, kamu takkan pernah mengecewakanku dan kini, aku hanya bisa untuk belajar menerimamu di dalam hati dan hidupku! Semoga aja, keputusanku untuk belajar mencintaimu itu tidak salah, istriku!"
Skip Hammy.
"Kini aku sudah sepenuhnya menjadi Nyonya Kizu! Tinggal caraku saja untuk mempertahankan pernikahan kami!"
Lalu Hammy melanjutkan kembali mandinya.
Skip Emu dan Asuna.
Emu menatap Asuna yang sedang terbaring di ranjang dengan penuh emosi.
Dia menghela nafas kasarnya.
"Apa yang harus kulakukan sekarang? Kami sudah melakukan itu! Aku mundur pun sudah tak bisa! Bodoh kamu, Emu! Kini kamu harus belajar menerima kenyataan, kalau dirinya adalah istrimu!"
Tak lama, Asuna terbangun.
Ia membalikkan badannya lalu tersenyum saat dirinya melihat Emu.
"Pagi, suamiku! Semalam sungguh sangat indah dan aku bisa tidur dengan nyenyak. Aku janji, kalau aku bisa menjadi istri yang baik buat kamu, sayangku!"
"Huh!"
"Suamiku, tolong bantu aku! Tubuhku terasa sangat sakit!"
Emu lalu mau gak mau menggendong Asuna ke kamar mandi dan menurunkannya di bak lalu dia keluar.
Di balik pintu kamar mandi.
"Apa boleh buat? Aku sudah menjadi suami dari Asuna! Mungkin ini memang jalan yang terbaik untukku, lagipula Hammy, juga sudah menjadi milik dari Lucky, saat ini."
Skip Asuna.
"Yeay, aku bisa menikah dan sudah menjadi istri yang sah dari Emu! Jangan harap, kamu bisa mendekati Hammy lagi, suamiku karena itu adalah sebuah mimpimu yang takkan pernah terwujud!"
Tak lama, Asuna mandi sambil bernyanyi di dalam kamar mandi.
Skip Kairi dan Tsukasa.
Kairi kembali berbaring dan memeluk pinggang Tsukasa dari belakang.
Hal itu membuat Tsukasa terbangun dan menatap Kairi.
"Pagi, my wife! Kamu kuantar dulu untuk membersihkan dirimu."
Tsukasa mengangguk.
Kairi lalu membantu dan menggendong Tsukasa untuk dibawa dan diturunkan di bak kamar mandi lalu dia keluar.
Di balik pintu kamar mandi.
"Sekarang, kamu sudah menjadi istriku maka kamu sudah sepenuhnya dan seutuhnya menjadi milikku, my wife! Akan kubuat kamu mencintaiku dan menerimaku sehingga tak ada lagi, pria lain yang akan mengusikmu!"
Skip Tsukasa.
"Kini aku hanya bisa pasrah karena aku sudah menjadi milik dari Kairi. Apa boleh buat, kini aku hanya bisa belajar caranya untuk mencintai Kairi dan menerima statusku, yang sekarang adalah seorang istri! Aku harap, aku tidak salah dalam mengambil keputusanku ini! Meski begitu, aku tau, kalau Kairi, takkan pernah melepasku demi alasan apapun!"
Tsukasa lalu kembali membersihkan dirinya sambil bersikap pasrah.
Kini ketiga pasangan sudah menikah.
Mereka mau gak mau belajar untuk menerima keadaan mereka yang sekarang.
Lucky berjanji untuk belajar mencintai Hammy, asalkan, Hammy setia.
Emu mau gak mau berusaha untuk melupakan Hammy dan belajar untuk menerima status mereka dengan Asuna yang adalah istri sahnya, saat ini.
Dia hanya bisa bersabar menghadapi tingkah istrinya nanti.
Lalu Tsukasa.
Dirinya sudah pasrah dan menyadari tingkah Kairi yang tak suka dibantah dan ditolak, membuatnya mau gak mau menerima Kairi sebagai suaminya.
Kini dirinya hanya bisa terus mengingat, kalau ia sudah bersuami dan berkeluarga.
Sementara bagi Hammy, Asuna dan Kairi, mereka merasa sangat bahagia dan mereka takkan pernah bersedia untuk mengakhiri ataupun melepaskan pasangan mereka yang sekarang.
Apapun yang terjadi, pernikahan mereka ini harus awet dan pastinya solid.
Kira-kira, akankah keinginan Hammy, Asuna dan Kairi terwujud?
Akankah ini akhirnya ataukah justru, ada masalah baru ke depannya?
Apa yang akan terjadi berikutnya kepada mereka?
Akankah menjadi canggung, ketika bertemu di kampus?
Apakah hubungan persahabatan mereka akan menjadi rusak lalu memutuskan untuk putus kontak setelah ini?
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Next/stop? Like dan komen!
Note: 1 episode terakhir!
__ADS_1