Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta

Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta
Membahas Hubungan Mereka Selanjutnya


__ADS_3

Kejadian teror yang dialami oleh Hammy, kini sudah diselesaikan dengan baik, berkat usaha dari Lucky.


Hammy dan Lucky pun sudah berbaikan, meski mereka sempat bertengkar hebat karena masalah ini.


Untungnya saja, Lucky yang cerdas, tau persis sifat kekasihnya.


Masalah mereka pun terselesaikan.


Hammy yang sudah tenang, kini merasa shock dengan kenyataan kalau alasan Asuna melakukan itu adalah karena dirinya mengusik kekasihnya, yaitu Emu.


Hammy pun jadi kebersit, kalau Emu memiliki sesuatu terhadap dirinya.


Hal itu juga memancing dugaan di dalam diri Lucky.


Mereka berdua berpikir, kalau tak mungkin, Asuna menuduh Hammy atas sesuatu yang tak dilakukannya, tanpa alasan dan bukti yang jelas.


Tapi Lucky juga tak ada bukti, kalau memang, Emu memiliki sesuatu terhadap Hammy.


Lucky yang bingung, memutuskan untuk bertanya kepada kekasihnya.


Hammy yang ditanya pun, menjawab tidak tau, tapi ia memiliki sebuah keputusan.


Lucky pun bertanya, apa keputusannya.


Lalu Hammy menjawab Lucky, kalau ia akan membuat keputusan di saat jam pulang kampus dan mengatakannya di lobi kampus supaya hal serupa tidak terjadi lagi dan membahayakan hubungan mereka ke depannya.


Lucky, akhirnya mengikuti keputusan dari Hammy.


Skip Emu dan Asuna.


Pertengkaran hebat mereka pun, akhirnya bisa teratasi.


Hal itu diakhiri di saat Emu mengajukan syarat, apa yang harus Asuna lakukan agar mereka tidak putus.


Asuna pun setuju dengan timbal balik, yang masih belum diketahui oleh Emu.


Tapi yang jelas, syarat pertama yang harus dilakukan oleh Asuna adalah ia harus meminta maaf kepada Hammy.


Awalnya tidak masalah, tapi Emu berkata sesuatu yang kembali, membuat emosi Asuna muncul.


Emu memintanya untuk berlutut di hadapan Hammy.


Asuna pun langsung menolaknya karena pantang baginya untuk berlutut di hadapan saingan cintanya.


Emu pun tak peduli dan dia ingin agar Asuna melakukannya sepulang kampus dan di lobi kampus.


Asuna pun mengalah daripada mereka putus.


Emu pun tersenyum senang karena setidaknya, hati Hammy tidak terlalu terluka lagi, akibat dari ulah dan tindakan Asuna.


Asuna pun terpaksa melakukannya.


Skip Kairi dan Tsukasa.


Semenjak Kairi mendengar pengakuan dari Tsukasa, kalau ia terkadang masih cemburu dengan kemesraan Lucky dan Hammy, Kairi pun membuat keputusan.


Keputusan itu, demi hubungan mereka selanjutnya.


Tsukasa yang penasaran lalu bertanya, apa keputusan dari Kairi.


Kairi hanya bilang, kalau dia akan mengatakannya sehabis kampus dan di lobi kampus.


Tsukasa pun hanya bisa bersabar untuk menunggu keputusan dari Kairi.


Lalu tibalah hari yang dinantikan oleh semua orang, yaitu hari ini.


Hari di mana, mereka akan berkumpul di satu tempat, yaitu di lobi kampus.


Lobi kampus menjadi tempat utama mereka untuk berkumpul.


Dari awal mereka bertemu, mengadakan taruhan, pertengkaran di antara pasangan lalu sekarang, tempat mereka untuk menyampaikan keputusan dan keinginan mereka.


Tanpa sadar, mereka semua ketarik ke satu tempat yang sama, yaitu di lobi kampus.


Mereka memilih lobi kampus karena mereka kuliah di universitas yang sama, jadi lobi kampus adalah tempat yang mudah dan tepat untuk mengumpulkan mereka semua dengan cepat.


Kini para tokoh kita, baru saja, selesai kuliah dan sedang berjalan menuju ke lobi kampus, setelah menerima pesan.


Skip di lobi kampus.


Para tokoh kita, kini sudah berkumpul semuanya.


Mereka semua berdiri dengan posisi melingkar.


"Jadi, apa tujuanmu untuk mengumpulkan kami semua di sini, Kairi?"

__ADS_1


"Aku mengumpulkan kita semua di sini karena aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting, berkaitan dengan keputusanku!"


"Keputusan apa?"


"Keputusan yang berkaitan dengan hubunganku dan Tsukasa ke depannya."


Deg!


"Kenapa perasaanku tidak enak, ya?"


"Mungkinkah Kairi akan...?"


"Semoga saja keputusan Kairi itu, sesuai dengan dugaanku! Jadi aku sudah tak ada penghalang lagi!"


ucapnya sambil tersenyum dengan smirk.


"Huft, baiklah! Keputusanku adalah....!"


"Tunggu sebentar, sebelum kamu menyampaikan keputusanmu, ada hal penting yang harus dilakukan oleh seseorang yang ada di sini!"


Orang yang merasa dipanggil pun, maju dengan perasaan kesal.


Ia berdiri di hadapan targetnya dan hal itu, justru membuat targetnya, bersembunyi di belakang Lucky.


Lucky yang paham lalu maju ke depan untuk melindungi Hammy.


"Mau apa lagi, Asuna? Apa kamu mau menyakiti Hammy lagi?"


"Tidak kok, Lucky! Aku justru mau bertindak yang sebaliknya!"


"Maksud kamu? Kamu ingin minta maaf padanya?"


"Bolehkah? Bisakah?"


"Baiklah! Beib, Asuna ingin minta maaf padamu, kemarilah!"


"Tapi aku takut sama Asuna, beib!"


"Ada aku di sini! Jangan takut! Ada Emu juga! Asuna, takkan bisa menyakitimu!"


"Itu benar, Hammy! Aku yang akan mengawasi Asuna!"


Hammy menatap ke arah Emu dan Lucky lalu keduanya mengangguk ke arah Hammy.


"Nih, cewek! Enak banget ya, dapat perhatian dari 2 cowok sekaligus, hidupnya bak putri!"


"Asuna? Kok melamun?"


"Ah, iya! Hammy, aku minta maaf kepadamu! Aku sungguh, tak bermaksud untuk menerormu! Aku lakuin itu karena aku cemburu padamu!"


ucap Asuna sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda, kalau ia minta maaf dan menyesal.


Hammy lalu mengangguk dan memaafkan Asuna.


Asuna pun tersenyum, tapi siapa yang tau, isi hatinya.


Asuna lalu berdiri dan memeluk Hammy.


Di saat Asuna memeluk Hammy, Asuna membisikkan sesuatu di telinga Hammy.


"Asal kamu tau, ya, ini adalah permintaan dari Emu, jika tidak maka jangan harap aku akan minta maaf padamu, Hammy!"


Mendengar itu, Hammy membelalakkan matanya karena kaget.


Ia sama sekali tidak mengira, kalau ternyata, Asuna tidak tulus minta maaf padanya.


Hal itu membuat Hammy berdiri mematung.


Selesai berucap, Asuna melepaskan pelukannya dan berdiri tegak kembali lalu berjalan menghampiri Emu.


Ia berdiri di sisi Emu lalu kembali bicara.


"Baiklah, aku sudah minta maaf kepada Hammy dan memperbaiki suasana. Kini aku juga ingin menyampaikan sesuatu, sama seperti Kairi di depan kalian semuanya!"


"Apa itu, Asuna?"


"Jika Kairi membuat keputusannya maka aku mempunyai sebuah keinginan penting, yang juga menyangkut hubunganku dan Emu ke depannya!"


ucap Asuna sambil melingkarkan lengannya di lengan Emu.


"Apa lagi yang diinginkan oleh Asuna, coba?"


"Kenapa perasaanku menjadi tidak tenang, begini?"


"Keinginanku adalah...."

__ADS_1


"Tunggu sebentar! Bukan cuma Kairi dan Asuna, tapi aku juga! Aku pun punya keinginan yang sama untuk hubunganku dengan Lucky ke depannya!"


Mendengar itu, para pasangan mereka menjadi bingung dan shock.


"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa para pasangan kami, tiba-tiba menjadi serius dan seperti ini?"


"Jadi, siapa yang mau duluan mengucapkannya?"


"Ladies first!"


"Kalau begitu, Asuna duluan!"


"Baiklah, aku ingin bersama dan bertunangan dengan Emu!"


Mendengar itu, mata Emu membelalak kaget.


"Giliranku! Aku juga ingin menjadi calon istri dari Lucky!"


Mendengar itu, Lucky hanya terdiam.


"Lalu terakhir adalah aku! Keputusanku adalah aku ingin mengajak Tsukasa untuk bertunangan denganku!"


Hal itu membuat Tsukasa mematung.


"Jadi, siapa yang mau tunangan duluan?"


"Aku duluan karena Emu yang paling tua di antara kita semuanya!"


"Berikutnya adalah aku karena Lucky cuma beda setahun dengan Emu!"


"Baiklah, lalu aku karena aku yang paling muda di antara semuanya!"


"Setuju!"


"Gimana, kalau di saat proses pertunangan kita, tak perlu mewah?"


"Setuju, cukup di rumah yang bersangkutan!"


"Pada saat menikah, barulah diadakan resepsi, tapi juga tidak perlu mahal!"


"Setuju, konsepnya sederhana, tapi terlihat mewah!"


"Kalau gitu, bagaimana kalau kita bicarakan lagi soal ini nanti, setelah kita semua bertunangan?"


"Setuju! Kira-kira, kapan kalian akan bertunangan, Emu dan Asuna?"


"Gimana daripada itu, mending kita tetapkan, masing-masing dari kita, bertunangan tiap 3 bulan?"


"Setuju! Lalu untuk menghemat biaya, nanti pas nikahnya di hari, tanggal dan bulan yang sama aja!"


"Setuju!"


Setelah membuat kesepakatan, mereka pun tersenyum dengan puas lalu menghampiri pasangan mereka masing-masing.


Para pasangan mereka masing-masing, hanya bisa garuk-garuk kepala saja karena kekasih mereka membuat keputusan, tanpa seijin dan bicarakan dulu dengan mereka.


"Baiklah, kita bertemu 3 bulan lagi untuk membahas waktu yang tepat, bagi pertunangan Emu dan Asuna!"


"Setuju!"


Lalu mereka berpencar dengan kekasih mereka masing-masing.


Skip Lucky dan Hammy.


Keputusan dan keinginan dari Kairi, Hammy dan Asuna sudah disampaikan.


Kira-kira, bagaimana respon dari para kekasih mereka?


Akankah setuju ataukah akan ada masalah yang baru ke depannya?


Akankah mereka kembali bertengkar?


Bagaimana reaksi dan respon Emu terhadap keinginan dari Asuna?


Apa yang akan dilakukan oleh Emu kepada Asuna yang sudah dengan beraninya, membuat keinginannya, tanpa persetujuan darinya?


Bagaimana respon dari Tsukasa kepada keputusan dari Kairi?


Akankah keinginan Hammy menjadi kenyataan?


Apa yang akan terjadi dengan hubungan mereka ke depannya?


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Next/stop? Like dan komen!

__ADS_1


__ADS_2