Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta

Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta
Pernikahan Lucky dan Hammy


__ADS_3

Masalah demi masalah, mulai muncul.


Satu per satu rahasia, mulai terbongkar.


Mulai dari rahasianya Lucky dan Hammy.


Hal itu menimbulkan berbagai reaksi di sekitarnya.


Tsukasa yang marah dan tak terima, dengan caranya Hammy, yang merebut Lucky darinya.


Emu yang shock dan kecewa, juga merasa sedih.


Asuna yang tersenyum menang.


Lalu Kairi yang shock.


Ternyata, hal serupa, terjadi kepada Emu.


Emu yang sudah menceritakan rahasianya, juga mendapatkan berbagai respon dari sekelilingnya.


Lucky yang marah pada Emu dan berantem dengannya.


Hammy yang merasa shock dan gak nyaman dengan perasaannya Emu.


Asuna yang merasa, kalau Emu sudah keterlaluan!


Emu, bahkan sudah tidak takut dengan ancamannya Asuna.


Emu, bahkan mengancam untuk putus dan membatalkan acara pernikahan mereka.


Asuna merasa, kalau posisinya saat ini sedang tak aman.


Ia tak terima dengan keputusan sepihaknya Emu.


Keinginannya untuk menjadi Nyonya Iijima harus terkabul.


Ia tak mau hubungan mereka berakhir, begitu aja.


Ia tak mau, karena hanya tinggal selangkah lagi, impiannya untuk memiliki Emu akan terkabul.


Itulah sebabnya, ia kembali berniat untuk mengancam Emu, kalau perlu, mereka duluan yang akan menikah.


Sayangnya, Emu tidak peduli lagi.


Emu udah gak mau berada di bawah, bayang-bayang ancaman dari Asuna lagi.


Tapi Asuna, tetap, gak mau mengalah.


Emu pun menghembuskan nafas beratnya.


"Asuna, apa tak ada cara yang lainnya? Gimana caranya agar aku bisa terlepas darimu?"


"Ya ampun, honey! Tentu aja, tak ada! Impianku itu adalah ingin menjadi istrimu! Aku itu ingin menjadi Nyonya Iijima!"


Mendengar itu, Emu hanya mendengus kesal.


Dia lupa, kalau calon istrinya ini sangatlah keras kepala dan begitu berambisius untuk mendapatkannya.


Dia pun sempat berpikir, kalau seandainya tidak mendapatkan Hammy sekalipun, setidaknya, dia akan menikah dengan wanita yang lainnya.


Kini dia harus kubur dalam-dalam impiannya itu.


Dia bahkan mulai membayangkan, apa jadinya dengan hidup pernikahannya yang akan dijalaninya dengan Asuna, nantinya?


"Honey, kenapa melamun? Apa kamu sedang memikirkan nasib pernikahan kita?"


Deg!


Sontak, Emu menoleh ke arah Asuna.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apakah tebakanku benar, honey?"


Emu tidak menjawab dan hanya nafas beratnya yang dihembuskan keluar olehnya.


Asuna pun tersenyum lalu memeluk erat Emu.


Emu pun diam aja karena dia tau, percuma aja baginya untuk menolak ataupun memberontak terhadap pelukan ini.


Asuna pun makin erat memeluk Emu.


"Aku senang deh karena kamu memikirkan masa depan pernikahan kita."


"Asuna, kamu gak salah minum obat, kan? Biasanya itu, cowok yang agresif, tapi ini, malah kamu yang agresif sama aku! Ke manakah sifat playgirlmu yang dulu?"


"Sudah hilang, honey! Semenjak aku yakin, kalau aku akan memiliki jabatan dan status baru yaitu menjadi Nyonya Iijima!"


Emu pun mulai mendengus kesal.


"Ya sudah, kita lakukan pekerjaan kita sekarang! Ini di rumah sakit dan banyak pasien yang sedang menunggu kita sekarang!"


"Siap, honey! Aku akan melakukannya seprofesional mungkin!"


Asuna lalu mengecup sekilas bibirnya Emu.


Emu kembali mendengus kesal.


Asuna hanya tersenyum kecil, saat melihat tingkah dari calon suaminya ini.


Kini, mereka melakukan pekerjaan mereka dengan profesional.


Skip Kairi dan Tsukasa.


Belakangan ini, hubungan mereka tidak sedang baik-baik aja.


Mereka terkadang bertengkar karena masalah kecil.


Tsukasa sangat sulit untuk diberitahu oleh Kairi.


Rahasia yang diceritakan oleh Lucky dan Hammy tempo hari, masih memberikan rasa kemarahan, rasa tidak terima dan kebencian di dalam dirinya Tsukasa kepada Hammy.


Kairi sudah berulang kali memperingatkan Tsukasa untuk tidak melakukan hal itu karena tak ada gunanya.


Lucky dan Hammy sudah terikat dengan sebuah ikatan yang tidak terlihat.


Tsukasa sudah tidak mempunyai kesempatan untuk masuk ke dalam hubungan mereka.


Tapi Tsukasa tidak mau mendengarkan ucapannya Kairi, terbukti, kalau Tsukasa masih diam-diam menyimpan fotonya Lucky di ponselnya lalu menatapnya dan memeluk ponselnya itu.


Aksinya itu seolah, menyiratkan kerinduannya yang mendalam kepada sosoknya Lucky.


Kairi sangat murka dan bersumpah di dalam hatinya, kalau nanti, sesudah mereka menikah maka ponselnya Tsukasa akan dirinya sita dan kalau perlu, dirinya akan membelikan ponsel yang baru untuk Tsukasa dan membuang semua memori yang berkaitan dengan Lucky di ponselnya Tsukasa yang lama itu.


Dia ingin, Tsukasa bisa menerima kenyataan, kalau dirinya sudah menjadi milik dari Kairi Yano.


Jadi dia biarkan saja dulu, Tsukasa melakukan apa yang diinginkannya untuk saat ini, tapi begitu, Lucky dan Hammy menikah maka dia akan belikan ponsel baru untuknya lalu setelah mereka menikah maka semua memori yang berkaitan dengan Lucky akan dia buang jauh-jauh dari kehidupannya Tsukasa.


Itu memang cara yang kejam, tapi menurutnya, itu adalah cara yang paling efektif untuk mendapatkan perhatian dan perasaannya Tsukasa yang seutuhnya dan hanya untuk dirinya seorang.


Meski, Kairi harus mengelus dadanya untuk menahan kesabaran di dalam dirinya.


Skip Lucky dan Hammy.


Saat ini, Lucky dan Hammy sedang berdiskusi dan berbicara mengenai sesuatu hal yang sangat serius.


Mereka berbicara mengenai rencana pernikahan mereka.


"Beib!"


"Iya?"


"Sebentar lagi kan, kita akan menikah."


"Lalu?"


"Masih banyakkah yang perlu kita siapkan?"


"Oh, gak kok, kita hanya perlu siapkan acara pemberkatan nikah dan pesta resepsi."


"Oh, begitu! Oke!"


"Hammy, kemarilah!"


Hammy lalu mendekati Lucky.


"Sini, duduk di pangkuanku!"


Hammy pun duduk di pangkuannya Lucky.


"Sebentar lagi, impianmu akan menjadi kenyataan, gimana rasanya?"


"Senang, deg-degan dan aku merasa, kalau impianku ini pasti akan terkabul."


"Ya udah, kalau begitu, persiapkan dirimu sebaik mungkin karena kita akan menikah dalam waktu dekat."


"Iya, beib!"


"Tapi sebelum itu, kita harus persiapkan dulu beberapa hal!"


"Apa itu, beib?"


"Menyebarkan undangan, katering dan mencari gereja juga gedung untuk resepsi pernikahan!"

__ADS_1


"Baiklah!"


"Kamu mau undang berapa orang dari kelasmu?"


"Belum tau, beib! Tapi kalau aku mau undang semuanya, kurang lebih 50 orang."


"Baiklah, kita buat 100 undangan aja dulu, kalau kurang, kita bisa membeli kartu undangannya lagi."


"Iya, beib!"


"Lalu untuk katering?"


"Aku ikut aja dengan selera calon suamiku."


"Apa kamu yakin?"


"Iya, aku yakin kok karena nanti kan, aku yang akan masak untuk suamiku, jadi aku bisa tau, apa makanan yang disukai dan tidak disukai oleh suamiku nantinya!"


"Gadis pintar!"


"Beib, aku mau bicara sesuatu denganmu!"


"Apa?"


"Setelah kita menikah nanti, aku mau bermanja denganmu, apa boleh?"


"Tentu aja boleh karena dengan kita menikah, itu artinya adalah aku sudah menjadi milikmu! Kamu berhak meminta apapun dariku!"


"Benarkah?"


Lucky mengangguk mantap.


"Makasih, beib!"


Hammy lalu memeluk erat Lucky.


Lucky lalu membalas pelukan dari Hammy.


Hammy merasa sangat senang.


Mereka pun berpelukan cukup lama.


Tanpa sadar, air matanya Hammy menetes.


Hal itu membuat Lucky, tersontak dengan kagetnya.


"Kamu kenapa?"


"Gapapa, beib! Aku senang deh karena kamu sudah banyak berubah. Tatapan kebencianmu padaku pun sudah hilang sepenuhnya. Aku pun bisa menyentuhmu, kapanpun yang kumau."


"Sudah, sudah! Sebentar lagi, impianmu akan terkabul, jadi, jangan menangis lagi, ya!"


Hammy mengangguk pelan.


Lucky lalu tersenyum tipis dan mencium lembut keningnya Hammy.


Kali ini, Hammy yang tersentak dengan kagetnya. Meski begitu, ia sangat senang.


"Ya sudah, sekarang kita lanjut lagi pembahasan kita, ya!"


Hammy mengangguk.


Lalu mereka melanjutkan pembahasan mereka.


"Jadi rencanaku adalah kita akan membeli dan mulai menyiapkan kartu undangan besok lalu pas di kampus, kita akan menghitung, berapa jumlah orang yang akan kita undang ke pesta pernikahan kita, gimana?"


"Baik, aku setuju dengan idemu, beib!"


"Selesai dengan undangan yang kita akan sebar dalam waktu dekat, kita akan mulai membahas soal katering."


"Oke!"


"Selesai dengan itu maka kita akan mengumpulkan semuanya untuk mencari gedung untuk pemberkatan nikah dan resepsi pernikahan kita!"


"Itu?"


"Ya, aku tau, akan ada Emu, Asuna, Kairi dan Tsukasa!"


"Aku takut, beib!"


"Ada aku! Aku akan melindungimu dari Tsukasa dan Asuna!"


"Tapi soal Emu, aku...?"


"Tenang, kita akan menikah dengan giliran yang pertama. Emu sudah tak mungkin bisa memilikimu! Aku akan memastikan, kalau Emu, takkan bisa mendekatimu!"


"Apa kamu yakin, beib?"


"Percayalah padaku!"


Hammy mengangguk.


Hammy mulai merasa tenang.


Lucky pun merasa lega.


Lalu mereka pun berpelukan kembali.


"Beib, aku capek!"


"Iya, kita istirahat, ya! Besok akan menjadi hari yang melelahkan untuk kita!"


Hammy mengangguk.


Lalu mereka memutuskan untuk beristirahat.


Keesokan harinya.


Lucky mengajak Hammy untuk memilih dan membeli kartu undangan pernikahan mereka.


Hammy yang kali ini, memilih modelnya.


Lucky pun diam saja, di saat, Hammy yang memilih.


Setelah dirasa cocok, Hammy menyerahkan pilihannya kepada Lucky untuk dinilai.


Lucky pun melihatnya dengan teliti dan setelah dirinya setuju, barulah dirinya yang membayar kartu undangannya itu.


Lalu mereka memutuskan untuk berkencan.


Skip sore harinya.


Mereka pulang untuk membicarakan soal katering yang akan digunakan.


Lucky dan Hammy berdiskusi hingga menemukan menu yang tepat.


Setelah dapat, Lucky mencatatnya lalu mereka memutuskan untuk makan malam dengan masakannya Hammy.


Lucky mandi dan ganti baju sambil menunggu masakannya Hammy matang.


Setelah masakannya matang, giliran Hammy yang mandi dan ganti baju.


Lalu mereka makan malam bersama.


Sehabis makan malam, mereka memutuskan untuk istirahat.


Keesokan harinya.


Lucky menyerahkan 50 kartu undangan untuk dibawa oleh Hammy dan sisanya akan dibawa oleh dirinya.


Lalu mereka berangkat bersama menuju ke kampus.


Di kampus, mereka belajar, sekaligus menghitung jumlah orang yang akan mereka undang nantinya.


Mereka menulisnya di secarik kertas.


Hammy berencana untuk menyerahkan kartu undangan itu di jam istirahat kelasnya.


Hammy yang merasa ragu, ia langsung bertanya kepada Lucky, mengenai jam dan tempatnya.


Lucky pun mengatakan, kalau undangan mereka itu tidak disebar sekarang, tunggu sampai dapat nama gedungnya.


Rupanya, Hammy salah paham.


Ia pun menyimpan kembali kartu undangan mereka, tapi sudah diberi nama, orang-orang yang akan diberikan dan diundang.


Lalu Hammy menemui Lucky di kelasnya.


"Beib!"


"Masuk aja! Ada apa?"


"Undangannya sudah ditulisin."


Lucky langsung memintanya.


Setelah itu, ia membelai lembut, rambutnya Hammy.


Hammy sungguh merasa bahagia lalu mereka berjalan keluar dari kelasnya Lucky sambil bergandengan tangan.


Mereka pun menuju ke kantin.

__ADS_1


Skip di kantin.


Mereka memesan makanan lalu makan sambil mengobrol.


"Beib?"


"Hem?"


"Habis ini, apa?"


"Menelpon semuanya. Tunggu sebentar, ya!"


Hammy mengangguk.


Lucky lalu menelpon semuanya dan mengajak mereka untuk datang ke rumahnya nanti malam.


Lalu setelah mendapatkan jawaban oke, mereka kembali menikmati pesanan mereka.


Sehabis itu, mereka memutuskan untuk melanjutkan mata kuliah mereka hingga sore.


Mereka lalu pulang ke rumahnya Lucky.


Begitu tiba di rumah, mereka langsung mandi dan ganti baju lalu istirahat sejenak sambil menunggu kedatangan semuanya.


Tak lama, para tamu yang ditunggu pun sudah tiba.


Lucky dan Hammy menyambut mereka.


Tsukasa dan Asuna bersikap cuek.


Tsukasa masih diam-diam, melirik Lucky dan membuat Hammy dan Kairi, merasa tidak tenang.


Hal yang serupa dilakukan oleh Emu dan membuat Lucky, juga Asuna, merasa kesel.


Lucky langsung merangkul Hammy mesra dan erat di depannya, Emu dan Tsukasa.


Hal itu mendapatkan helaan nafas yang gusar dari Emu dan Tsukasa.


Mereka lalu masuk ke dalam dan duduk di sofa lalu Hammy membuatkan mereka minuman.


Sehabis mendapatkan minuman, mereka memutuskan untuk duduk di sofa sambil berbincang santai.


"Jadi, apa tujuanmu untuk memanggil kami kemari, Lucky?"


"Aku mau menyampaikan rencana tentang pernikahan kita semua."


"Apa itu?"


"Gini, aku dan Hammy akan menyebarkan undangan lalu kami akan menyiapkan soal katering, tapi untuk pencarian Gereja dan juga, tempat untuk resepsi pernikahan, seperti yang disepakati sebelumnya maka akan dilakukan di gedung yang sama dan di saat yang bersamaan. Lalu untuk dekorasi akan kita pasang secara bersama-sama agar irit ongkos, hemat waktu dan sudah ditetapkan pula, kalau kami yang akan menikah dengan giliran yang pertama."


"Baiklah! Jadi satu gedung yang mampu menampung 3 pasangan yang menikah sekaligus."


"Yup, urutannya adalah aku dan Hammy lalu Emu dan Asuna dan terakhir adalah Kairi dan Tsukasa."


"Oke! Jadi gimana, kalau minggu depan, kita mulai mencari Gereja dan gedung resepsinya?"


"Boleh."


"Oke deh, kalau gitu, sudah sepakat, ya, kita akan bertemu minggu depan di lobi kampus supaya dari situ, kita berangkat bareng!"


"Kenapa gak lebih memilih Sabtu atau Minggu aja supaya bisa lebih pagi?"


"Baiklah, Sabtu depan! Kita akan pergi bersama dari rumahku, jam 10!"


"Setuju!"


Mereka lalu memutuskan untuk pulang karena sudah mendapatkan kesepakatan, kalau mereka akan berkumpul kembali Sabtu depan.


Seminggu kemudian.


Mereka berkumpul di rumahnya Lucky jam 10 untuk berangkat bersama mencari Gereja dan gedung resepsi pernikahan.


Mereka mencari ke sana kemari, tapi tidak menemukannya.


Mereka pun pulang dengan kekecewaan.


Tiap Sabtu, mereka pergi mencarinya.


Tanpa sadar sudah hampir sebulan, mereka mencarinya.


Sebulan kemudian, tepat di pertengahan, mereka berhasil menemukannya.


Mereka pun segera membookingnya untuk bulan depan.


Setelah mendapatkan tempat, mereka pun pulang untuk membahas langkah selanjutnya.


Mereka kini sudah berpencar, satu sama lainnya.


Lucky dan Hammy memutuskan untuk pulang dan mengurus undangan pernikahan mereka.


Asuna dan Emu pergi berkencan.


Kairi dan Tsukasa pergi ke restoran untuk makan siang.


Lalu mereka pergi untuk meneruskan acara mereka masing-masing.


Skip 2 hari kemudian.


Di kampus, Lucky dan Hammy mulai membagikan undangan.


Mereka membagikan undangan berdasarkan jurusan dan kelas mereka masing-masing.


Sehabis membagikan undangan, mereka berkencan.


Hammy makin manja dengan Lucky.


Lucky pun memaklumi dan terkadang, merespon dengan baik. Hammy pun makin senang.


Hari demi hari mereka lalui hingga berganti minggu lalu berganti bulan.


Emu dan Tsukasa mendapatkan pengawasan yang super ketat dari Asuna dan Kairi.


Lucky dan Hammy bisa menjalani hari demi harinya sebagai calon suami dan istri dengan tenang.


Emu dan Asuna sendiri, kini sedang membahas soal penyebaran undangan dan katering, begitu pun dengan Kairi dan Tsukasa.


Hari demi hari berlalu hingga tiba saatnya, hari pernikahan.


Mereka mempersiapkan diri untuk mengadakan pemberkatan nikah.


Para tamu, terlihat sudah memenuhi Gereja tersebut.



Kini panggilan untuk pasangan pengantin sudah dilakukan, yaitu Lucky dan Hammy.


Lucky dan Hammy maju ke depan.


Mereka diberkati di dalam sebuah pernikahan suci.


Hammy menangis terharu dan mengucapkan janji pernikahan.


Begitu pun, di saat, Lucky mengucapkan sumpah dan janji pernikahan.


Sehabis mereka mengucapkan janji pernikahan, mereka pun saling bertukar cincin lalu mereka pun berciuman.


Kini resmi sudah, mereka menjadi sepasang suami dan istri.


Lalu mereka pun berpindah ke acara di gedung resepsi.


Para tamu sudah memenuhi gedung dan mereka pun mulai mengikuti acara pesta satu per satu.



Pestanya berjalan dengan lancar.


Kini saatnya, acara pemotongan kue.


Sehabis itu, mereka mengadakan foto dan pengucapan selamat.


Diakhiri dengan pelemparan bunga ke arahnya para tamu.


Kini selesai sudah, seluruh rangkaian acara pernikahannya Lucky dan Hammy.


Hammy, tak hentinya menangis, mau gak mau, Lucky merangkul untuk menenangkannya.


Kini para tamu dari pihaknya Lucky dan Hammy sudah pulang.


Lalu kini, mereka kembali ke gedung pemberkatan untuk mengadakan pemberkatan pernikahan yang kedua.


Pernikahan yang kedua adalah untuk pasangannya...


Kini, Lucky dan Hammy sudah resmi menjadi sepasang suami dan istri.


Kira-kira, siapakah pasangan yang berikutnya?


Akankah sama lancarnya?


Apakah pernikahan Lucky dan Hammy bisa awet?


Apa yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


Next/stop? Like dan komen!


Note: 3 episode terakhir!


__ADS_2