Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta

Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta
Terungkapnya Jati Diri si Peneror


__ADS_3

Kita sudah tidak asing saat mendengar pepatah yang mengatakan, "sepandai-pandainya, kita menyembunyikan bangkai, baunya tetap tercium juga!"


Apa artinya?


Artinya adalah meski kita menyimpan rahasia serapat mungkin, tapi tetap saja, suatu saat akan ketahuan juga.


Semuanya hanya masalah waktu yang tepat untuk membongkar itu semua.


Hal itu terjadi dan menimpa si peneror di dalam cerita ini.


Aksi yang dilakukannya, justru memberikan petunjuk demi petunjuk.


Mungkin tidak berpengaruh bagi Hammy, tapi bagi orang sekitarnya, justru memberikan petunjuk kepada mereka.


Dalam cerita ini, orang di sekitar Hammy, yang mendapatkan petunjuk adalah kekasihnya, yaitu Lucky.


Dia mendapatkan petunjuk karena dia dijadikan target di dalam pesan Hammy.


Awalnya dia marah, tapi saat mengetahui si pengirim mengenalnya, di saat yang bersamaan itulah, dia mendapatkan petunjuk.


Lalu baru saja, Lucky mendapatkan petunjuk yang pertama dan mencoba untuk menebak siapa pelakunya, dia kembali mendapatkan petunjuk, di saat mendapatkan sebuah foto dari nomor tak dikenal.


Foto itu tentang kekasihnya yang dipeluk oleh pria lain.


Di situ terdapat dua petunjuk.


Petunjuk pertama adalah dia bisa mendapatkan foto itu dari dekat, artinya, si pelaku berada di tempat yang sama dengan Hammy, yaitu di kampus yang sama.


Lalu petunjuk kedua adalah si pelaku memiliki nomornya dan tau kalau Hammy adalah gadisnya, artinya, si pelaku adalah orang yang mengenal betul siapa dirinya dan Hammy.


Di situlah, Lucky mulai berpikir dan menebak kembali siapa pelakunya, hingga tiba di sebuah kesimpulan, saat dia mengingat isi dari pesan ancaman di ponselnya Hammy.


Dia lalu menghubungkan semua kejadian itu dengan isi pesan di ponselnya Hammy yang berupa ancaman.


Dia pun berhasil menebaknya dan tinggal mendapatkan bukti untuk membuktikan tuduhannya itu.


Baru saja, Lucky berhasil menebak si peneror, ternyata, hal itu diketahui oleh seorang lagi.


Orang itu adalah Emu. Dia yang tak tau apa-apa, tiba-tiba saja, disindir oleh Lucky.


Itu tidak masalah baginya karena dia sadar, kalau ini memang salahnya, tapi dia tidak terima, saat Lucky menghina Hammy. Dia marah, saat Lucky berkata kasar kepada Hammy.


Dia tidak suka, jika Lucky melukai dan menyakiti fisik dan batin Hammy, gadis yang dicintainya.


Jika saja dia tau, Lucky adalah tipe pria yang kasar, dan juga, yang membuat Hammy menderita maka dirinya, takkan pernah melepaskan Hammy demi orang itu, saat mereka masih berpacaran dulu.


Tapi biarpun seperti itu, Emu juga merasakan kecewa di saat yang bersamaan.


Dia kecewa, di saat melihat Hammy, yang meski sudah disakiti sedemikian rupa oleh Lucky, masih saja, berusaha untuk mengejar cintanya Lucky.


Dia berpikir, kalau Hammy sudah cinta buta dan cinta mati sama Lucky.


Dia melihat, begitu sakitnya Hammy, saat dihina oleh Lucky. Dia melihat, betapa kerasnya, perjuangan Hammy untuk memberi penjelasan kepada Lucky agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Tapi usahanya itu tidak dihargai dan Lucky malah pergi meninggalkannya.


Itulah yang langsung membuat pertahanan Hammy runtuh. Ia menangis sambil tetap mengejar Lucky.


Hal itu, sanggup membuat hati Emu yang sungguh-sungguh dan sangat mencintai Hammy itu, ikut terluka karenanya.


Dia iri kepada Lucky yang begitu dicintai oleh Hammy, meski Lucky sudah menghina dan menyakitinya, tapi Hammy, masih berusaha terus untuk mempertahankan hubungan mereka.


Jujur, jauh di dalam lubuk hatinya, dia berharap bisa berada di posisi Lucky.


Dia ingin merasakan cintanya terbalas dan dicintai balik oleh Hammy.


Tidak seperti sekarang, hanya dia yang mencintai Hammy.


Tidak seperti sekarang, yang dia rasakan adalah cintanya bertepuk sebelah tangan.


Dia hanya mencintai, tapi tidak dicintai. Posisinya yang sekarang, sama seperti yang dialami oleh Hammy.


Hammy mencintai Lucky, tapi Lucky mencintai Tsukasa, tapi Tsukasa sudah menjadi kekasih dari Kairi.


Sementara itu, Asuna mencintainya dan merupakan kekasihnya, tapi dirinya mencintai Hammy, tapi Hammy mencintai Lucky dan sudah menjadi kekasih dari Lucky.


Mereka sungguh terlibat hubungan percintaan yang rumit. Mungkinkah ini karma yang harus mereka tanggung sebagai para playboys dan para playgirls?


Dulu waktu menjadi para playboys dan playgirls, mereka tidak melibatkan perasaan, hanya mengutamakan mencari korban, tapi kini, saat sudah mulai memakai perasaan, mereka malah terlibat hubungan percintaan yang rumit.


Sepertinya, mereka sedang terkena hukum karma karena memainkan perasaan para korbannya.


Mereka kini harus merasakan yang namanya jatuh cinta, sakit hati karena cintanya ditolak dan kecemburuan, serta perselingkuhan.


Ternyata cinta itu memang indah untuk dirasakan, tapi juga, bisa sangat menyakitkan jika cinta kita tidak dibalas.


Emu, kini sedang di fase yang seperti itu. Meski begitu, dia juga merasa bahagia karena kini dia sudah tau ke mana hatinya berlabuh dan kejadian ini menjadikannya dewasa karena dia menjadi belajar, kalau cinta itu tidak harus memiliki.


Cinta itu penuh dengan lika-liku, kadang manis dan kadang pahit, itulah yang namanya, perjalanan hidup.


Di saat dia sedang sibuk memikirkan hubungan Lucky dan Hammy, tiba-tiba, dia teringat soal foto, penyebab Lucky marah padanya.


Awalnya dia bingung, tapi entah kenapa, dia merasa tau, siapa dalang dari pemotretan itu.


Dia pun segera menyelidikinya dengan mengutamakan kecerdasannya.


Jadi kini, ada 2 orang yang berada di sekitar Hammy, yang bisa menebak siapa pelakunya, berdasarkan dari foto itu.


Terkadang, memang seperti itu, petunjuk sedikit aja, bisa berguna karena kecerobohan sang peneror.


Ia mengirimkan foto kepada kekasih Hammy, yaitu Lucky untuk memperlihatkan kelakuan gadisnya di belakangnya, tapi justru, itu menjadi titik kunci, terbongkarnya identitas dirinya.


Fokusnya yang ingin menghancurkan Hammy, justru, membuatnya lupa akan orang-orang yang di sekeliling Hammy.


Hammy, memang lugu dan polos, tapi dia lupa, kalau dua orang yang di sekeliling Hammy itu cerdas dan dalam sekejab, identitasnya bisa terbongkar.


Benar saja, bukan?


Lucky dan Emu memang bertengkar karena ulahnya.


Tapi berkat itu, mereka justru menemukan benang merah yang menghubungkan ke si peneror.


Menangkapnya dan memastikan kalau dirinya si pelaku hanya masalah waktu saja, tergantung dari kecerdasan Lucky dan Emu.


Lalu hal yang dilakukan si peneror, ternyata, bukan hanya membuat dirinya dicurigai, tapi juga, memancing emosi di dalam diri Hammy.


Hammy sendiri, juga mulai bergerak. Ia yang merasa takut awalnya, tapi begitu, mendengar kata putus dari Lucky, membuatnya marah dan ingin berbalik, menyerang si peneror.


Ia tak terima jika harus terjadi, sesuai dengan keinginan si peneror. Ia pun, mulai melawan balik.


Saat ini, hubungan Lucky dan Hammy, sungguh semakin memburuk.


Pertengkaran mereka semakin sering menjadi, bahkan sifat playboynya Lucky, semakin parah. Dia jadi kembali seperti dulu, bedanya, gak di kampus, tapi justru di saat mereka sedang bersama.


Hari demi hari berlalu.


Hammy, berulang kali marah kepada Lucky, tapi Lucky acuhkan. Sifatnya persis seperti, saat mereka belum berpacaran dulu atau Lucky tidak menganggap Hammy sama sekali sebagai kekasihnya.


Hal itu membuat Hammy marah besar karena ini semua, akibat ulah dari sang peneror.


Ia pun memutuskan akan menemui si orang yang ditelponnya.


Skip Kairi dan Tsukasa.


Saat ini, Kairi sedang menatap wajah dan mata Tsukasa secara mendalam untuk mencari tau kejujuran di dalam ucapannya.


Tapi dia tak dapat menemukan kebohongan di dalam ucapan Tsukasa.


Kairi lalu bertanya kembali untuk memastikan lagi.

__ADS_1


"Apa kamu yakin soal itu, Tsukasa?"


"Sangat yakin, kamu bahkan sudah bertanya soal itu sampai berkali-kali, Kairi! Kamu tak percaya padaku?"


Mendengar itu, Kairi menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.


Tsukasa menghela nafas kasar dan marah kepada Kairi.


"Huh, kalau aku tau, kamu gak percaya, aku takkan bilang, soal itu padamu, Kairi!"


Selesai berucap, Tsukasa beranjak pergi dari hadapan Kairi, tapi tangan Tsukasa, keburu dicekal oleh Kairi.


"Aku belum selesai bicara dan memberikan jawabanku, sayang! Siapa yang menyuruhmu untuk pergi, sayang?"


Hal itu, sukses membuat Tsukasa menghentikan niatnya.


"Tapi dari nadamu bertanya, sudah menunjukkan hal itu, sayang!"


"Oke, aku tanya sekali lagi dan untuk terakhir kalinya, apa kamu yakin karena aku tau betul perasaanmu itu, seperti apa dan aku tak mau, kamu terpaksa melakukannya! Jika kamu yakin maka kamu sudah tak bisa mundur lagi, jadi, pikirkan baik-baik!"


"Aku sudah yakin dan aku ingin mencobanya, bolehkah?"


"Baiklah! Jika kamu sudah yakin maka kamu takkan bisa lagi menarik kata-katamu, apa kamu siap menerima jawabanku? Kini giliranku untuk memberikanmu jawaban!"


Taukasa mengangguk mantap.


"Baiklah, jawabanku adalah...."


Tsukasa menanti jawaban dari Kairi dengan penuh deg-degan.


Skip Emu dan Asuna.


Emu, saat ini sedang menjalankan aksinya untuk menjebak si pelaku. Dia menggunakan teknik pelan-pelan, tapi menakutkan.


Selama beberapa hari, Emu memperketat pengawasannya kepada sang target.


Dia juga bersikap sebagai seorang kekasih yang romantis. Dia ingin membuat targetnya terbuai lalu menjeratnya agar tak bisa lari lagi. Untuk itu, dia memanfaatkan sifat playboynya untuk membuai targetnya.


Awalnya berhasil, tapi lama-kelamaan, membuat sang target, sempat curiga.


Untung saja, kecerdasan Emu bisa menyelamatkan dirinya sendiri.


Skip Asuna.


Asuna yang diawasi ketat oleh Emu, membuatnya tidak nyaman dan sulit untuk bergerak bebas.


Ia pun bertanya kepada Emu karena sudah tidak tahan lagi dengan perubahan sikap Emu kepadanya.


"Honey, kok kamu belakangan ini selalu mengawasiku dan memperketat penjagaanmu, apakah aku berbuat salah padamu?"


"Tidak kok, itu kewajibanku untuk mengawasi bawahanku dalam bekerja dan juga bersikap, layaknya sebagai kekasihmu karena aku ingin memperbaiki hubungan kita dan sebagai penebus rasa bersalahku karena aku tak pernah bersikap, layaknya sebagai kekasihmu dulu!"


Asuna mengangguk paham.


Hal itu membuat Emu tersenyum dan mulai, melakukan aksinya yang kedua, yaitu memberikan pertanyaan pancingan dan cara itu, berhasil.


"Oh ya, honey! Aku minta kamu untuk hati-hati, ya dan selalu berada di dekatku, bahkan kalau perlu, selalu melapor dulu padaku ke mana kamu akan pergi! Aku dengar, belakangan ini, ada penguntit dan peneror, lho dan Hammy sudah menjadi korbannya, hii, seram, ya?"


Asuna mengangguk paham kembali, tapi dengan takut-takut.


"Iya, honey! Aku jadi takut saat membayangkan, itu menimpaku!"


"Makanya, jangan jauh-jauh dariku, ya?"


Asuna mengangguk pelan dan membuat Emu, tersenyum smirk kali ini.


Emu, benar-benar mengawasi Asuna dengan ketatnya, bahkan semakin ketat, tiap harinya.


Hal itu membuat Asuna risih, tapi, harus ditahannya karena ia takut dan tak mau, Emu curiga padanya, tanpa ia sadari kalau Emu memang sedang mencurigainya.


Skip Hammy.


Ia pun minta ijin kepada Lucky, tapi diacuhkan oleh Lucky.


Hammy pun memutuskan untuk langsung pergi karena malas berdebat dengan Lucky.


Ia pergi dengan taksi ke tempat pertemuannya.


Skip di tempat pertemuan.


Hammy menelpon untuk mencari tau, siapa orang yang akan ditemuinya dan memastikan, kalau orang yang ditemuinya sudah datang.


Setelah tau posisinya, yang ternyata, orang itu sudah datang, ia pun mengakhiri panggilan tersebut dan menemui orang itu.


Skip setelah bertemu.


Mereka duduk berhadapan dan Hammy langsung memberitahu, apa tujuannya menelpon orang itu.


"Aku yakin, kamu sudah tau, apa tujuanku menelponmu, bukan? Jadi tanpa basa-basi lagi, aku punya 2 tugas untukmu! Pertama, selidiki pemilik nomor ini dan kedua, aku mau, kamu ikuti dan foto setiap kegiatan kekasihku lalu kirimkan ke ponselku! Ini alamat rumahnya dan alamat kampus kami lalu ini orangnya!"


"Wah, kekasihmu tampan juga! Baiklah, aku mengerti dan serahkan ini padaku!"


"Bayaranmu akan kuberikan, setelah tugasmu selesai dilaksanakan, jika hasilnya jelek maka jangan harap, kamu akan kubayar!"


"Siap, nona bos!"


"Satu lagi, ingat, jika ditanya, siapa nama bosmu maka jawab saja, Hana!"


"Siap, bos!"


"Kalau begitu, aku pamit dulu! Lakukan tugasmu mulai besok!"


"Oke!"


Hammy lalu langsung pergi dari sana, setelah memastikan kalau orang itu sudah mengerti, apa yang ditugaskannya.


Skip Lucky.


Selepas kepergian Hammy, dia mengirim pesan kepada seseorang.


Sehabis itu, dia memutuskan untuk menonton tivi.


Saat sedang asik menonton tivi, suara pintu terbuka, Lucky mengacuhkannya karena dia tau, kalau itu, pasti Hammy yang pulang.


Lucky memilih untuk kembali ke kamarnya. Hammy yang melihat itu, bersikap acuh dan memutuskan untuk menyusul ke kamar Lucky. Ia ganti baju dan berbaring. Sementara Lucky, berbaring memunggunginya.


Mulai besok, hari demi hari, orang suruhan Hammy sudah bergerak dan melakukan, apa yang diminta oleh Hammy hingga beberapa hari kemudian.


Beberapa hari kemudian.


Terjadi sesuatu yang tak terduga karena identitas dari sang pelaku peneror telah terungkap.


Tak percaya? Baca aja kelanjutannya di bawah ini!


Skip Emu dan Asuna.


Emu, saat ini bersikap biasa saja dan cuek karena mereka sedang berada di rumah sakit dan bekerja.


Emu harus bersikap profesional.


Semuanya berjalan dengan lancar, hingga suatu ketika, terjadi kecerobohan dari Asuna.


Ia pergi ke toilet dan meninggalkan ponselnya di atas meja.


Saat itulah, ponselnya bergetar dan kebetulan, Emu yang berada di dekat ponselnya Asuna, menjadi penasaran.


Dia pun membuka ponsel itu, tapi sayangnya, ponsel Asuna diberikan kunci, jadi Emu tidak bisa membukanya.


Emu pun tersenyum dengan smirk, saat mengetahui itu.

__ADS_1


"Jadi kamu sengaja memberikan kunci di ponselmu agar aku tidak bisa membuka dan mencari tau tentang aktivitasmu, menarik! Aku jadi semakin, ingin mencari tau, apa yang kamu sembunyikan dariku, honey!"


Tak lama, Emu menyudahi aktivitasnya karena terdengar, suara langkah kaki mendekat.


Dia yakin, kalau itu adalah suara langkah kaki Asuna.


Dia memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya lalu meminta ijin kepada Asuna untuk menjalankan rencananya yang berikutnya.


"Honey, aku gak bisa antar kamu pulang hari ini, kamu pulang sendiri, gapapa, kan? Cuma hari ini aja!"


"Iya, gapapa, honey!"


Emu mengangguk sambil tersenyum.


Mereka lalu bekerja hingga pulang dan Emu jalan duluan, dengan alasan karena dia ada keperluan, jadi harus buru-buru dan menitipkan kunci ruangannya kepada Asuna.


Asuna menerimanya dan menyimpan kunci itu.


Emu pun pergi dan selepas Emu pergi, Asuna mengirim pesan kepada seseorang lalu ia pergi, setelah mengunci pintu ruangan Emu.


Ia berjalan menuju ke parkiran lalu memanggil taksi untuk pergi menemui orang itu.


Tanpa ia tau, Emu mengawasi gerakannya. Ya, Emu tidak benar-benar pergi dan dia tak ada acara. Dia hanya ingin mencari alasan supaya bisa mengikuti Asuna.


Setelah melihat taksi yang dinaiki oleh Asuna sudah jalan, dia melajukan mobilnya dan diam-diam mengikuti Asuna.



Skip di taksi.


Asuna mengirim pesan ke seseorang.


"Ya, aku sedang ke sana sendirian! Jangan macam-macam!"


Setelah itu, ia duduk sambil menatap jalanan ke luar jendela.


Tanpa ia sadari, Emu mengikutinya dari belakang.


Skip Lucky.


Dia pergi ke suatu tempat dengan mobilnya, tanpa dia beritahu Hammy.


Skip Hammy.


Hammy pergi dengan taksi ke suatu tempat, setelah mendapatkan sebuah kiriman foto di ponselnya.


Mereka pergi dengan cara mereka masing-masing, tanpa sadar kalau sebenarnya, tujuan mereka semua sama, yaitu ke satu tempat.


Skip Asuna.


Asuna sampai lalu turun dari taksi dan masuk ke dalam sebuah tempat.


Emu menunggu 5 menit dulu, baru parkir.


Setelah parkir, Emu baru turun dari mobilnya dan masuk ke dalam untuk mencari Asuna dan tempat duduk untuknya, yang tak jauh dari Asuna duduk agar bisa menguping dengan jelas dan tau, apa yang disembunyikannya.


Tak lama, terdengar suara pintu dibuka dan seorang lelaki berjalan menghampiri Asuna.


Dia kini sudah duduk di hadapan Asuna sambil tersenyum dengan smirk, sedangkan Asuna terlihat sangat marah.


"Cepat katakan, apa maksudmu mengancamku?"


Pertanyaan itu membuat Emu tersentak kaget.


"Mengancam? Apa maksudnya?"


Belum sempat pertanyaan itu terjawab, pintu kembali terbuka.


Kali ini yang masuk adalah seorang gadis dan berhasil, membuat Emu tersentak kaget untuk kedua kalinya.


"Ia di sini juga?"


Skip Asuna dan orang itu.


"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, aku ingin mengajukan pertanyaan yang sama, kenapa kamu meneror gadisku selama ini, Asuna?"


Deg!


"Apa maksudmu?"


"Kamu kan, yang selama ini meneror Hammy?"


"Aku gak mengerti maksudmu!"


"Huahahaha! Sudah kuduga, kamu tak akan mengaku, karena itu, aku punya 2 bukti yang cukup kuat untuk mengatakan, kalau kamu adalah pelakunya!"


"Bukti apa?"


"Pertama, kamu memang bisa mengganti nomor baru ponselmu, tapi tidak, dengan gaya bahasamu, apa kamu lupa, kalau aku pernah menjadi kekasihmu?"


Hening.


"Petunjuk kedua, kamu berulang kali, mengingatkan Hammy untuk tidak menggoda kekasihmu lalu memperingatkannya, kalau Lucky akan direbut! Apa kamu lupa, kalau yang tau, aku adalah kekasih Hammy itu adalah cuma kita berenam dan yang bisa melakukan itu, hanya tinggal di antara kamu atau Tsukasa? Tsukasa tidak mungkin melakukan itu karena ia justru ingin agar aku bisa bersama dengan Hammy dan mendoakan kebahagiaan kami! Lalu yang menjadi kunci penentunya adalah kamu mengirimkan foto, di saat gadisku dipeluk oleh Emu dan jika digabungkan dengan isi pesanmu, yang meminta Hammy untuk tidak mengganggu kekasihmu, yang ternyata adalah Emu, artinya, sudah bisa ditebak, bukan? Yang menjadi kekasih Emu saat ini, itu kamu, Asuna!"


Hening.


Mendengar itu, memancing berbagai reaksi dari orang-orang yang ada di sekitarnya, ada yang kaget, shock, saking sulit untuk percayanya, tapi yang paling dominan adalah marah.


Dua orang, kini sedang berjalan, menuju ke arah Asuna dan dari arah yang berlawanan.


"Oh, jadi kamu pelakunya, Asuna?"


Plak!


"Aw!"


"Tak kusangka, kamu sungguh tega, ya! Mulai detik ini, kita putus!"


Dua orang itu lalu pergi dengan amarah dan Asuna berlari, mengejar salah satunya.


"Tunggu, jangan putusin aku!"


Sementara si pelaku yang membongkar identitas si peneror, hanya tersenyum penuh dengan kemenangan.


"Aku dilawan?"


Kira-kira, siapakah orang yang menemui Asuna dan membongkar identitasnya?


Siapakah dua orang yang marah kepada Asuna?


Siapakah yang menampar Asuna?


Akankah Asuna benar-benar putus dan bagaimana caranya, ia mencegah hal itu terjadi?


Siapakah orang yang dibayar oleh Hammy?


Apa yang akan dilakukan oleh Emu kepada Asuna?


Apa yang akan dilakukan oleh Lucky kepada Hammy jika tau, dia diikuti selama ini?


Akankah kembali bertengkar dan putus pula dengan Hammy?


Apa perkataan Tsukasa?


Apa jawaban Kairi terhadap pernyataan dari Tsukasa?


Apa yang akan terjadi selanjutnya dengan hubungan mereka semua ke depannya?


Next/stop? Like dan komen!

__ADS_1


__ADS_2