Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta

Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta
Lucky dan Hammy Kencan


__ADS_3

Setelah berpacaran dengan Lucky, Hammy jarang berkencan dengannya.


Lucky pun tak pernah meluangkan waktu untuknya.


Di kampus, dia pun suka telat jemput, bilangnya ada pelajaran tambahan.


Meski begitu, Hammy tidak percaya kepadanya.


Waktu kencan terakhir pun, begitu ada kesempatan akan melirik wanita lain.


Mau gak mau, saat setiap kencan, Hammy akan bergelayut manja di lengan Lucky.


Ia akan terus menempel untuk menyatakan, kalau Lucky sudah ada yang punya, yaitu dirinya.


Jujur saja, beberapa kali, Lucky merasa risih karena ulahnya, tapi ia bersikeras, kalau ia gak begitu, nanti ia kecolongan. Akhirnya Lucky mengalah dan membiarkannya.


"Udah donk, Hammy!"


"Gak mau, nanti aku kecolongan dan my beib selingkuh!"


"Huft, tapi aku gak nyaman diginiin dan kamu, bukan anak kecil lagi, Hammy!"


"Gak mau, mank kamu gak liat, para cewek, dari tadi liatin kamu terus?"


"Ya, habis mau gimana lagi? Mereka kan punya mata."


"Tapi, kamu itu udah ada yang punya!"


"Huft, ya sudah, kita lanjut jalan lagi!"


"Nah, gitu donk!"


Mereka lalu melanjutkan kembali, kencan mereka yang tertunda.


Itu adalah kencan terakhir mereka, sepulang dari kampus, minggu lalu.


Jika mengingat itu, Hammy masih kesal.


Kebetulan, hari ini cerah. Ia berniat untuk menelpon Lucky.


"Halo, beib! Tumben, langsung diangkat?"


"Kalau gak kuangkat, nanti kamu ngambek dan menuduhku berselingkuh!"


"Memang beibku lagi apa?"


"Di rumah!"


"Aku ke sana, ya?"


"Ya, datang saja!"


"Tumben, gak melarang?"


"Aku melarang pun, kamu akan tetap datang, kalau tidak, kamu pasti akan menuduhku sedang bersama dengan wanita lain!"


"Beib, kok begitu?"


"Memang begitu, kan?"


"Ya sudah, aku ke sana sekarang!"


"Hem!"


Hammy lalu mematikan panggilannya sepihak.


Ia bersiap ke rumah Lucky.


Setelah siap, langsung pergi ke sana dengan taksi.


Skip di rumah Lucky.


Begitu sampai, Hammy langsung bayar sopir taksi dan turun.


Ia pun menutup pintu taksi dan berjalan ke arah pintu depan rumah Lucky.


Ia memencet bel pintu rumah Lucky.


Tak lama, pintu pun terbuka.


"Kamu sudah datang, ayo masuk!"


"Makasih, beib!"


Hammy lalu masuk ke dalam dan duduk di sofa sambil menunggu Lucky, menutup dan mengunci pintu depan.


Tak lama, dia pun masuk ke dalam dan menghampiri Hammy.


"Kamu mau minum apa?"


"Air putih boleh, beib!"


"Tunggu sebentar!"

__ADS_1


"Oke, beib!"


Lucky lalu pergi ke dapur dan mengambilkan air minum untuk Hammy.


Tak lama, dia pun kembali dan meletakkan segelas air putih di hadapan Hammy.


"Ini, minumlah!"


"Makasih, beib!"


"Sama-sama!"


Hammy lalu meneguk air itu hingga setengah.


"Jadi, apa yang membawamu kemari?"


"Kangen sama kamu, beib!"


"Kan kita sering ketemu di kampus?"


"Kurang, beib! Aku itu, maunya ketemu kamu setiap harinya."


"Kan pergi dan pulang sudah bareng, ditambah kencan sepulang dari kampus, jadi masih kurang apa lagi?"


"Sikapmu, beib!"


"Kan sudah kubilang untuk memberiku waktu dan kamu sudah setuju, kan?"


"Setidaknya, bisakah kamu mengubah panggilanmu untukku?"


Lucky menoleh ke arah Hammy.


Tak lama.


"Baiklah, akan kucoba!"


"Sungguh?"


"Iya, beib!"


Hammy tersenyum dengan lembut dan puas.


"Yeay, makasih, beib!"


"Apalagi? Aku tau, bukan cuma itu, tujuanmu ke rumahku?"


"Hehe, hari ini kan cerah, jadi aku mau mengajak kekasihku ini, kencan!"


"Iya, beib!"


Lucky lalu berjalan menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap.


Hammy memainkan ponselnya sambil menunggu Lucky.


15 menit kemudian.


Lucky keluar dari kamarnya dan sudah memakai baju rapi.


Lucky lalu berjalan menghampiri Hammy.


"Ayo, kita jalan sekarang!"


"Siap, beib! Jadi, bisa lebih lama kencannya, kan?"


Lucky mengangguk.


Mereka lalu berjalan keluar untuk berkencan.


Mereka menaiki mobil Lucky dan menuju ke suatu tempat.


Skip di dalam mobil.


"Kamu tumben menurut?"


"Kalau aku menolak, kamu pasti akan tetap memaksaku, kan? Aku malas berdebat denganmu!"


Hammy mengangguk.


"Beib, boleh aku tanya sesuatu?"


"Tanya saja!"


"Hem, apa sih lebihnya Tsukasa dariku? Kenapa kamu bisa cinta mati padanya? Kenapa kamu bisa menyerahkan hatimu sepenuhnya kepadanya?"


"Tak ada! Aku mencintainya hanya itu! Sebenarnya, aku tidak membencimu, hanya saja...."


"Hanya saja, apa?"


"Fyuh, aku sejak awal tidak suka dengan sikapmu, hanya itu!"


"Lalu, apa salahku? Bisakah kamu memberitahuku? Aku ingin mengubahnya!"


"Tidak perlu! Jadilah dirimu sendiri!"

__ADS_1


"Lalu, bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan hatimu sepenuhnya?"


"Kalau begitu, aku mau tanya sesuatu padamu."


"Apa, beib?"


"Mengapa kamu bisa mencintaiku? Mengapa kamu ingin sekali menjadi milikku dan menginginkan hatiku? Kenapa kamu tidak bisa mencintai Emu ataupun Kairi?"


"Aku tidak tau, hanya saja, aku ingin bisa memilikimu."


"Hal yang sama, yang kurasakan untuk Tsukasa."


"Beib, bisakah aku memilikimu?"


"Huft, soal itu hanya waktu yang bisa menjawabnya karena kamu merebutku dari Tsukasa, jadi butuh waktu!"


"Tapi, aku ingin sekali, kamu mau membuka hatimu untukku!"


"Huft, soal itu, gimana ya? Masalahnya, aku sama sekali tidak memiliki rasa padamu!"


"Aku mohon, beri aku kesempatan untuk memperoleh hatimu! Katakan, apa yang perlu kulakukan untuk bisa mendapatkan cinta dan hatimu sepenuhnya?"


"Kembalikan aku kepadanya!"


"Tidak mau, aku gak mau kembalikan kamu kepada Tsukasa!"


"Jangan keras kepala, Hammy! Lebih baik, kamu mendapatkan orang yang mencintaimu!"


Hammy menggeleng kuat.


Lucky menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Sebaiknya kita ganti topik karena aku lelah berdebat denganmu!"


"Pokoknya, aku rela menunggumu berapa lama pun, asalkan kita tidak putus!"


"Ya sudah, sekarang kita mau kencan atau berdebat di mobil?"


"Kencan!"


"Gak perlu ngegas!"


"Maaf, beib, kita lanjut kencan, ya?"


"Hem, ya sudah! Tapi lain kali, ga perlu ngegas!"


"Maaf, beib, hik!"


"Huft!"


Lucky lalu menepikan mobilnya dan menghentikannya.


Lucky lalu memeluk Hammy erat.


"Sudah, aku gak marah lagi. Jangan menangis lagi, ya?"


Hammy mengangguk.


Setelah Hammy tenang, Lucky melajukan mobilnya kembali.


Mereka melanjutkan kembali kencan mereka yang sempat tertunda.


Tapi, baru beberapa ratus meter berjalan, mobil Lucky, kembali berhenti.


"Kenapa beib?"


Lucky tidak menjawab, tapi pandangannya lurus terpaku ke depan.


Hammy yang tidak mendapatkan jawaban, mengikuti arah pandang Lucky.


Ia terkejut sekaligus marah dengan apa yang dilihatnya, saat ini.


"Oh, pantas, beib mengacuhkanku dan bengong, ternyata...!"


Hammy lalu berpikir, bagaimana caranya untuk mengalihkan perhatian Lucky, dari yang dilihatnya.


"Huh, apa boleh buat, harus kulakukan!"


Hammy pun bertindak nekat dan ia berani untuk.....


Kira-kira, apa yang akan dilakukan oleh Hammy?


Apa yang menyebabkan Lucky bengong?


Kenapa Hammy marah kepada Lucky?


Akankah mereka kembali bertengkar?


Akankah mereka putus kali ini?


Apa yang akan dilakukan oleh Lucky kepada Hammy yang sudah berani untuk bertindak nekat?


Next / stop? Like dan komen!

__ADS_1


__ADS_2