Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta

Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Saat ini, rahasia pertunangan di antara pasangan Lucky dan Hammy sudah terbuka.


Hal itu bisa terungkap karena Lucky dan Hammy menceritakan semuanya secara bergantian.


Mereka terpaksa menceritakannya karena mereka sudah tertangkap basah sedang membicarakan tentang rahasia mereka berdua itu.


Sayangnya, dengan sebuah rahasia yang terungkap, justru memberikan beberapa dampak, ada yang positif dan ada yang negatif.


Seperti halnya, apapun yang kita lakukan akan selalu membawa dampak, baik bagi kita dan bagi orang-orang di sekitar kita.


Dampaknya adalah bisa positif ataupun negatif.


Dampak yang diberikan dan dirasakan pun berbeda, tiap orang.


Dampak positif yang diberikan dan dirasakan oleh sang pencerita rahasia, belum tentu sama, dengan yang dirasakan oleh sang pendengar, begitu pun, sebaliknya.


Dampak positif yang akan diterima oleh si pencerita adalah pastinya, mereka akan merasa lega karena sudah tak ada beban di dalam hati dan pikiran mereka.


Dampak positif yang lainnya adalah mereka merasa, kalau memang akan jauh lebih membahagiakan, jika tak ada rahasia apapun yang ditutupi maka menjalankan hubungan pun bisa tenang.


Itu, kalau dampak positifnya lalu gimana dengan dampak negatifnya?


Dampak negatifnya adalah respon dari si pendengar, belum tentu, baik.


Si pendengar, belum tentu, mendengar dan mencerna dengan baik, ucapannya si pencerita.


Si pendengar, belum tentu, paham akan maksud si pencerita.


Si pendengar, belum tentu, bisa menerima ucapan dari si pencerita.


Itulah yang terjadi saat ini dan yang sedang menimpa pihak si pencerita.


Lucky dan Hammy yang berpikir, jika mereka merasa lega dengan menceritakan rahasia mereka, ternyata, salah besar!


Buktinya adalah cerita mengenai rahasia mereka, tidak mendapatkan respon yang cukup baik.


Buktinya adalah tidak semua pihak bisa menerima cerita mengenai rahasia mereka dengan lapang dada.


Ada yang marah, sakit hati, kecewa, sedih dan shock dengan isi cerita rahasia tersebut.


Buktinya adalah si pencerita, yaitu Hammy, yang menjadi sasaran dari pelampiasan emosi, reaksi dan responnya mereka.


Hammy harus menanggung kemarahan dari Tsukasa.


Hammy harus menanggung sindiran menjijikkan dari Asuna.


Hammy berhasil, membuat Emu, kecewa kepadanya.


Hammy sudah membuat Kairi shock dan rasa shocklah, yang menjadi dominasi di antara mereka saat ini.


Mereka sungguh tak percaya, kalau gadis sepolos Hammy bisa rela melakukan apapun, demi mendapatkan apa yang diinginkannya, terutama, demi mendapatkan dan merebut Lucky dari Tsukasa.


Tsukasa yang mengetahuinya, langsung aja marah dan berbuat kasar kepada Hammy, tapi Lucky melindungi Hammy dan Kairi mencegah Tsukasa.


Asuna pun, tak henti-hentinya, menyindir dan menghina Hammy, tapi Lucky dan Emu malah marah dan meminta Asuna untuk menjaga mulutnya.


Hal itu membuat Tsukasa dan Asuna makin jengkel kepada Hammy.


Hammy bisa dengan mudahnya, mendapatkan perhatian dari para lelaki.


Bahkan, merebut perhatian dari lelaki yang mereka cintai.


Lucky adalah pria yang dicintai Tsukasa dan merupakan calon suaminya, jika aja, Hammy tak muncul dan merebutnya.


Lalu Emu adalah pria yang dicintai oleh Asuna, tapi akan selalu memilih dan mencintai Hammy, kecuali, jika Hammy disingkirkan dari hidup Emu.


Mereka sungguh membenci Hammy dan ingin menyingkirkannya.


Lalu setelah perdebatan yang panjang dan tindakan kasar itu, akhirnya mereka memutuskan untuk mengubah urutan pasangan yang menikah.


Pasangan pertama yang akan menikah adalah Lucky dan Hammy.


Hal itu sengaja dilakukan tanpa memandang umur lagi karena kalau berdasarkan umur, Emu lebih tua setahun daripada Lucky, jadi harusnya, Emu dan Asuna lebih dulu.


Tujuan mereka melakukan itu adalah agar Emu tidak berharap lagi kepada Hammy dan Tsukasa tidak berharap lagi kepada Lucky.


Setelah itu, barulah, Emu dan Asuna.


Hal itu dilakukan agar Asuna bisa mengawasi gerak-gerik Emu selama 24 jam.


Ia ingin memastikan agar Emu tidak berusaha untuk merebut Hammy dari sisinya Lucky.


Diakhiri oleh Kairi dan Tsukasa.


Kairi melakukannya agar Tsukasa belajar menerima kenyataan, kalau Lucky sudah menjadi milik orang lain.


Kairi mau agar Tsukasa belajar menerimanya sebagai suaminya.


Kairi mau agar Tsukasa belajar untuk berhenti berharap kepada suaminya orang lain, apalagi, Lucky sendiri sudah menolaknya.


Lucky sudah memutuskan untuk menerima dan belajar mencintai Hammy dan baginya, itu adalah hal yang tepat untuk Lucky lakukan.


Kini solusi mereka pun terpecahkan.


Setelah mendapatkan solusinya, mereka pun makan bersama di rumahnya Lucky.


Lucky yang memasak dan Hammy yang membantu untuk menghidangkan dan menatanya di meja makan.

__ADS_1


Lalu Hammy memanggil semua orang untuk makan bersama.


Mereka pun makan bersama dengan hening.


Sehabis makan malam karena malam semakin larut, solusi sudah terpecahkan dan mereka sudah lelah, jadi Emu, Asuna, Kairi dan Tsukasa memutuskan untuk pulang.


Tapi sebelum itu, mereka sempat membahas sedikit lanjutannya.


"Oke, jadi sudah diputuskan untuk gedung, hari dan tanggal akan kita samakan, tapi untuk persiapan akan kita lakukan masing-masing! Kita akan bertemu lagi di acara resepsi, jadi aku harap, kita tidak saling mengganggu pasangan yang lainnya! Tsukasa, aku minta untuk berhenti menyakiti dan bertindak kasar kepada Hammy lalu Asuna, aku minta untuk berhenti menghinanya! Aku dan Hammy yang akan menikah duluan!"


"Setuju lalu berikutnya adalah Emu dan aku! Aku mau agar Hammy menjaga sikapnya dan menjaga jarak dari Emu!"


"Asuna!"


"Huh!"


"Lalu terakhir adalah kami agar Tsukasa bisa melihat dengan jelas, kalau orang yang dicintainya sudah berpaling dan menjadi milik dari orang lain!"


"Kalau begitu, sampai bertemu, 9 bulan kemudian!"


"Tidak, ada perubahan! Masalahnya udah sampai seperti ini maka tak mungkin, kita menikah tahun depan, paling cepat adalah 6 bulan lagi! Kita akan bertemu 3 bulan lagi untuk membahas soal sewa gedung dan gereja untuk acara pemberkatan nikah kita!"


"Ya, Kairi benar! Aku juga setuju!"


"Dengan begini maka kita akan memastikan, kalau pasangan kita akan aman. Apalagi, Hammy dan Lucky sudah...!"


"Baiklah, sampai bertemu 3 bulan lagi dan sebaiknya, kita mengundang teman terdekat aja!"


"Setuju!"


Lalu mereka pulang, sedangkan Lucky dan Hammy, masuk ke dalam rumahnya Lucky.


Mereka langsung merapikan semua piring dan peralatan kotor bekas dipakai.


Lalu mereka memutuskan untuk istirahat karena merasa lelah hari ini.


Tapi, saat Lucky melangkah, dia tiba-tiba teringat akan tamparan yang diterima di pipinya Hammy.


Dia pun membawa Hammy masuk ke dalam kamar dan memintanya untuk duduk di tepi kasur.


Lalu dia mengambil kotak obat dan mengobatinya dengan telaten. Hammy meringis karena menahan rasa sakit.


Sehabis diobati, Lucky meletakkan kotak obatnya di samping nakas lalu membaringkan diri mereka di kasur sambil memeluk Hammy erat.


"Apa masih sakit?"


"Sedikit!"


"Kamu hebat karena bisa menahan dirimu, aku yakin, kalau sebenarnya, kamu pasti sangat kesakitan dan merasa malu, bahkan, juga merasa marah!"


"Good girl! Lalu kenapa pas di sini, kamu masih diam aja?"


"Aku tau, kalau Kairi dan kamu pasti akan menghentikan Tsukasa dan Asuna, jadi, aku tak mau memperkeruh suasana."


"Good and smart girl! Ya, jika kamu tak bisa menahan dirimu maka aku harus menahanmu dulu, baru menghentikan Tsukasa dan Asuna."


"Beib, rencana kamu, gimana?"


"Rencana apa?"


"Ih, soal persiapan pernikahan kita!"


"Huft, 2 bulan dari sekarang, kita akan pergi ke butik dan mencoba gaun untuk pernikahan lalu pergi ke toko perhiasan untuk memilih dan membeli cincin pernikahan lalu baru menghubungi Kairi dan yang lainnya untuk membahas soal gedung dan yang lainnya karena kita pasti kan, tetap harus mencari dulu, mau gedung yang seperti apa untuk disewa."


"Iya, beib! Aku setuju ama idemu!"


"Ya udah, kamu mulai sekarang sudah bisa tenang, kan? Aku jauh lebih memilih dirimu dibandingkan Tsukasa. Aku tak menyangka, kalau ia memiliki sifat yang kasar, belum menjadi istri aja, udah sekasar itu, gimana, kalau udah menjadi istri?"


"Beib, aku janji kok, kalau aku akan menjadi istri yang pantas untuk dicintai olehmu!"


"Ya, sebentar lagi, kita akan saling memiliki satu sama lainnya."


"Beib, ngantuk!"


"Iya, kita tidur, ya, calon istriku yang manja!"


Hammy mengangguk lalu mereka pun tidur.


Skip Emu dan Asuna.


Mereka baru aja sampai di rumah dan langsung parkir mobilnya Emu lalu masuk ke dalam.


Di sepanjang perjalanan ke dalam, Asuna, tak hentinya mengoceh dan menjelekkan Hammy.


"Tuh kan, apa kubilang? Ia itu adalah wanita penggoda dan wanita yang menjijikkan! Aku jauh, lebih pantas daripadanya!"


Emu mulai memutar bola matanya dengan malas.


"Sudah cukup? Jangan pernah menghinanya! Aku mau istirahat! Pergi sana!"


Emu lalu mempercepat langkahnya, menuju ke kamarnya dan memutuskan untuk mandi, ganti baju dan tidur.


Begitu pun dengan Asuna.


Asuna tidur dengan kesalnya, sedangkan Emu tidur karena terlalu lelah berpikir dengan ulah dari Asuna.


Skip Kairi dan Tsukasa.

__ADS_1


Mereka pun langsung mandi, ganti baju dan tidur, begitu sampai di rumah.


Tsukasa tidur dengan perasaan yang tak rela dan Kairi tidur dengan perasaan yang lelah karena banyaknya kejadian hari ini.


Keesokan paginya.


Emu dan Asuna bangun lalu segera mandi dan ganti baju.


Mereka pun sarapan bersama dengan hening hingga habis.


Sehabis sarapan, mereka langsung membereskan segalanya lalu berjalan ke arah mobilnya Emu.


Di dalam mobil, Asuna bertanya kepada Emu.


"Honey, gimana dengan rencana persiapan pernikahan kita?"


"Akhir dua bulan dari sekarang, kita akan pergi ke butik lalu pergi ke toko perhiasan untuk memilih dan membeli cincin!"


"Oke, honey! Aku suka dengan idemu!"


"Hem!"


Lalu Emu kembali melajukan mobilnya ke rumah sakit karena dia ingin, mengontrol pasien terlebih dahulu di rumah sakit.


Skip Kairi dan Tsukasa.


Kairi dan Tsukasa bangun lalu mandi, ganti baju dan sarapan bersama.


Mereka sarapan dengan hening hingga habis lalu merapikan, bekas mereka makan.


Setelah itu, Kairi mengajak Tsukasa untuk berbicara.


"Sayang, aku mau membahas soal rencana pernikahan kita!"


"Baiklah, jadi apa rencanamu?"


"Aku mau 2.5 bulan dari sekarang, kita pergi ke butik untuk memilih dan mencari gaun pernikahan lalu seminggu kemudian, pergi ke toko perhiasan untuk memilih dan membeli cincin pernikahan."


"Baiklah, sayang! Aku ikut aja denganmu!"


"Good!"


Lalu mereka melanjutkan aktivitas mereka.


Hari demi hari berlalu lalu berganti menjadi bulan.


Skip beberapa bulan kemudian.


Para tokoh kita menjalankan rencana persiapan pernikahan mereka, seperti yang sudah diberitahukan kepada para pasangan mereka sebelumnya.


Lucky dan Hammy pergi ke Butik Ginza lalu ke Toko Perhiasan Kikuya.




Disusul oleh Emu dan Asuna yang pergi ke Butik Asakusa dan ke Toko Perhiasan House Kihiroba.




Begitu pun dengan pasangan yang terakhir, yaitu Kairi dan Tsukasa.


Mereka pergi ke Butik Shibuya dan ke Toko Perhiasan Okachimachi.




Kini mereka sudah mencapai tahap awal, rencana persiapan pernikahan mereka.


Semua cincin, dipegang dan disimpan oleh pihak cowok.


Lalu untuk tuxedo dan gaun pengantin, disimpan langsung di dalam lemari pakaian kamarnya Lucky, Asuna dan Tsukasa.


Kini langkah berikutnya adalah mereka akan bertemu kembali untuk membahas rencana mereka yang lebih lanjut.


Skip 3 bulan kemudian.


Kira-kira, apa lagi yang perlu mereka persiapkan?


Akankah lancar, seperti persiapan tahap awal mereka?


Akankah rahasia Emu dan Asuna, juga akan terbongkar, seperti halnya pada Lucky dan Hammy?


Kapankah itu terjadi?


Jika ya, akankah ketemu solusinya dan apakah itu?


Benarkah urutan yang sudah disusun oleh mereka ataukah ada kemungkinan untuk diubah kembali?


Jika ya, siapakah yang akan mendapatkan giliran pertama? Mungkinkah Emu karena dia yang paling tua di antara Lucky dan Kairi?


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Next/stop? Like dan komen!

__ADS_1


__ADS_2