Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta

Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta
Reaksi Para Tokoh Terhadap Ceritanya Lucky dan Hammy


__ADS_3

Saat ini, suasana sedang penuh dengan ketegangan, kesedihan dan kebingungan.


Semua diawali, ketika Tsukasa yang dipanasi oleh Asuna, menghina, menampar dan mempermalukan Hammy di depan umum.


Hal itu membuat orang di sekitarnya, menjadi sangat marah kepada Tsukasa dan Asuna.


Siapa lagi, jika bukan Lucky, Emu dan Kairi?


Lucky, yang notabenenya adalah mantan kekasih dari Tsukasa, merasa sangat shock karena mendapati, sang mantan kekasih melakukan itu kepada Hammy.


Lucky pun, menjadi sangat marah kepada Tsukasa dan menghentikan aksi Tsukasa dari menyakiti Hammy, lebih dari itu.


Tsukasa pun sangat shock karena Lucky mencegahnya untuk melakukan itu kepada Hammy.


Bukankah selama ini, Lucky selalu membelanya, bahkan dari kemarahan, tuduhan dan hinaan dari Hammy terhadapnya? Tapi kenapa, sekarang tidak dan malah membela Hammy?


Lucky pun, menatapnya dengan sangat tajam dan dengan penuh emosi.


Hal itu sempat membuatnya, tersentak dengan kagetnya karena Lucky, tak pernah menatapnya seperti itu, sebelumnya.


Lucky yang menyadari reaksi dan expresinya, Tsukasa lalu menjelaskan, kalau Hammy adalah tunangannya dan dia takkan pernah membiarkan siapapun untuk menyentuh, apalagi, sampai menyakiti Hammy!


Hal itu, kembali membuat Tsukasa terkejut karena tak biasanya, Lucky akan berbicara tegas seperti itu.


Tsukasa lalu melirik ke arah Hammy dan dirinya makin kesal karena Hammy, hanya menundukkan kepalanya dan bersikap, seolah dirinya adalah korban yang tak bersalah dan Hammy, hanya bisa menangis, bak anak kecil, buktinya adalah ia mengadu kepada Lucky, persis, seperti anak kecil yang disiksa lalu meminta perlindungan dari orang tuanya atau dari kakak laki-lakinya.


Tsukasa, sungguh-sungguh, makin jengkel kepada Hammy.


Ia berpura-pura, menunjukkan wajah polosnya agar mendapatkan simpati dari Lucky.


Ia kesel karena Hammy, tak bisa menyelesaikan masalah di antara mereka, sendirian dan harus selalu, melibatkan Lucky!


Hammy, kini, bagaikan seorang gadis yang lugu dan polos.


Padahal, dulu, ia begitu kasar dan dengan beraninya, ia merebut Lucky, sambil dipenuhi oleh rasa percaya diri, tapi sekarang? Ia cuma bisa menangis dalam diam! Munafik, tau gak? Berpura-pura lemah, di depan sang kekasih hanya untuk mendapatkan perhatian darinya, sungguh menyebalkan!


Entah kenapa, ia melihat Hammy dengan tatapan yang menjijikkan, seolah, Hammy itu adalah kuman karena ia bermuka dua, ia sudah merebut Lucky, darinya dengan wajahnya yang tanpa dosa, tapi, begitu ada masalah, langsung berlari menuju ke Lucky.


Ia bahkan merasa, kalau Hammy sudah mencuci otaknya, Lucky agar membencinya.


Buktinya adalah Lucky menatap tajam dirinya, di mana, tatapan itu, dulunya, ditujukan kepada Hammy, tapi kini, malah berbalik kepadanya.


Selesai berucap dan menghentikan aksinya, Lucky membawa Hammy, pergi dari hadapannya dengan expresi yang sangat marah, seolah, Hammy adalah harta karunnya yang tak boleh terluka ataupun lecet.


Ia hanya bisa memandangi punggung Lucky, yang membawa Hammy pergi, semakin menjauh dari pandangannya.


Selepas kepergian Lucky dan Hammy, kini, ia harus menghadapi kemarahannya sang kekasih, eh, ralat, sang tunangan karena mereka sudah resmi bertunangan, beberapa waktu lalu.


Tunangannya, yaitu Kairi sangat marah kepadanya karena dirinya sudah begitu kasar dan mempermalukan Hammy di depan banyak orang lalu memintanya untuk meminta maaf kepada Hammy.


Dia gak menyangka, kalau Tsukasa akan segitu marahnya dan mengusik tunangannya orang lain, lebih tepatnya adalah tunangannya sang mantan.


Awalnya, Tsukasa menolak karena ia tak suka dengan Hammy, tapi melihat, mata tunangannya yang begitu mengintimidasi dirinya, mau gak mau, akhirnya, membuatnya harus melakukannya juga, meski harus terpaksa.


Di saat itulah, ia mendapatkan sebuah kenyataan yang sangat mengejutkan.


Ia dan Kairi mendengar dengan sangat jelas, mengenai rahasia yang disembunyikan oleh Lucky dan Hammy.


Di saat yang bersamaan, Asuna juga sedang dimarahi oleh Emu.


Emu, sungguh tak menyangka, kalau Asuna akan kembali menyakiti Hammy.


Bedanya adalah ia tidak menggunakan tangannya sendiri, melainkan, lewat Tsukasa, alias cuci tangan.


Padahal, Emu sudah menuruti keinginannya untuk bertunangan dan bahkan dengan sangat terpaksa, juga bersedia untuk tinggal bersama dengan Asuna.


Tapi, apa balasan dari Asuna? Ia terus aja, menyakiti Hammy.


Emu pun sudah tak tahan lagi dan mulai berjalan, meninggalkan Asuna.


Asuna pun, yang merasa tak ingin ditinggalkan oleh Emu, langsung berlari mengejarnya.


Terjadilah, aksi pengejaran yang dilakukan oleh Asuna kepada Emu.


Aksi pengejaran itu terus terjadi hingga mereka mendengar sesuatu yang mengejutkan dan berhasil, membuat langkah Emu terhenti hingga memudahkan Asuna untuk menyusulnya dan ikut menghentikan langkahnya.


Mereka shock, saat mendengar, kenyataan yang sama yaitu mengenai rahasia yang dimiliki oleh Lucky dan Hammy.



Apakah rahasia itu?


Rahasia itu adalah tentang pembicaraan di antara Lucky dan Hammy.


Isi pembicaraan itu adalah mengenai Hammy yang merebut Lucky, Hammy yang berniat menjadi Nyonya Kizu dan sebentar lagi akan terkabul, tanggung jawab, pernikahan tanpa cinta.


Mereka pun bingung dengan itu semua dan tanpa sadar, membuat mereka, tak beranjak dari tempat, mereka menguping tadi.


__ADS_1


Lamunan mereka terbuyar, di saat, Lucky bertanya, sejak kapan, mereka berdiri di sana dan apa mereka mendengar semua ucapan di antara dirinya dan Hammy?


Mereka yang bingung mau menjawab apa dan karena udah terlanjur, dipenuhi oleh rasa penasaran yang sangat hebat, akhirnya, mereka memutuskan untuk meminta penjelasan dari Lucky, sepenuhnya.


Lucky menghela nafas berat dan setuju untuk menceritakan semuanya, tapi dengan syarat, cerita itu dilakukannya di rumahnya.


Akhirnya, mereka semua saling mengangguk dan setuju untuk pergi ke rumahnya Lucky.


Kini, mereka semua menuju ke parkiran dengan pasangannya mereka masing-masing dan menaiki mobil masing-masing, menuju ke rumahnya Lucky.


Skip di rumah Lucky.


Begitu sampai, mereka langsung parkir mobil mereka di perkarangan halaman rumah Lucky lalu turun bersama-sama.


Lucky membuka pintu depan lalu meminta mereka semua untuk duduk di sofa.


Lucky lalu meminta Hammy untuk membuatkan minuman untuk mereka berenam, sementara dia berganti baju.


Akhirnya, Kairi, Tsukasa, Emu dan Asuna duduk di sofa.


Hammy mengunci pintu depan dan membuatkan minuman di dapur lalu Lucky yang berjalan menuju ke dalam kamarnya untuk mengganti bajunya dengan yang lebih santai.


10 menit kemudian.


Hammy selesai membuatkan minuman untuk mereka berenam lalu meletakkannya di atas nampan dan membawanya ke ruang tamu.


Ia pun menatanya di atas meja, bersamaan dengan Lucky yang keluar dari kamarnya, sehabis mengganti bajunya.


Lucky lalu meminta Hammy untuk mengganti bajunya terlebih dahulu.


Hammy pun menurut dan mengganti bajunya di kamar Lucky.


Aksi itu, tak terlepas, dari sorot mata Emu dan Tsukasa.


10 menit kemudian.


Hammy keluar dan menyusul Lucky.


Kini mereka berenam sudah berada di ruang tamu.


Suasana pun canggung seketika dan udara pun, tiba-tiba, terasa sesak.


Lucky, berusaha menghirup udara dalam-dalam.


Lucky meminta Hammy untuk duduk di pangkuannya. Hammy pun melakukannya. Dia lalu merangkul pinggangnya Hammy dengan sangat erat.


Hal itu, menimbulkan emosi di hatinya, Tsukasa dan rasa sedih di hatinya, Emu.



"Gak mau, aku takut!"


"Kenapa? Bukankah dulu, kamu memakai alasan itu untuk mengancamku agar aku gak bisa kembali kepada Tsukasa?"


Mendengar itu, mata Tsukasa, makin melotot.


Ia makin kesal dan merasa, pantas aja, Lucky gak mau kembali padanya.


"Aku takut!"


"Hus, takut apa? Aku ada di sini untuk melindungimu!"


Hammy melihat ke arah Lucky dan Lucky mempererat pelukannya.


Lucky lalu mengangguk.


"Kuminta, semua yang ada di sini untuk mendengarkan dulu, semua ceritanya hingga selesai, baru boleh, memberikan respon ataupun komentarnya, apa bisa?"


Semuanya mengangguk.


"Beib, ada aku! Percaya padaku, aku gak akan membiarkan mereka untuk menyakitimu!"


Hammy lalu menoleh ke arah Lucky.


Lucky menatap ke arah Hammy dan meyakinkan Hammy, kalau, takkan terjadi apapun padanya, setelah bercerita.


Hammy menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya perlahan.


Ia pun mulai bercerita.


"Jadi gini, awalnya, ya, benar, akulah yang mencintai Lucky, tapi Lucky menolakku karena masih berpacaran denganmu, Tsukasa lalu aku teringat akan perkataan Emu, yang mengijinkan, kalau kita boleh merebut pasangannya orang lain, kan? Nah, itulah yang kulakukan! Aku lelah karena setiap kali, aku berkencan dengan Lucky, dia selalu menolak, bahkan, selalu aku yang berinisiatif mengajak dirinya untuk berkencan, jika tidak, dia akan bermalas-malasan ataupun menolak untuk kusentuh, tapi saat itu, diriku udah gak tahan lagi karena Lucky selalu aja, membandingkan diriku dengan dirimu, Tsukasa! Meski, pada akhirnya, kami berkencan juga, tapi aku yang udah terlanjur emosi tinggi lalu meminta tolong kepada Emu untuk membantuku, membuat kalian, tak bisa bersama lagi! Aku minta tolong kepada Emu untuk memotret, apa yang akan kulakukan karena Emu, sama sekali, tak tau, apa rencanaku! Dia pun datang dan membawa kameranya lalu bersembunyi di suatu tempat! Aku pun melanjutkan kencanku dan membawa Lucky untuk melihat kembang api bersamaku karena di sana, ada sebuah legenda yang mengatakan, jika ada, pasangan yang berciuman di bawah peletusan kembang api maka hubungan mereka akan abadi dan kebetulan, kamu menelpon Lucky, saat itu, Tsukasa, jadi, aku pun segera mencium Lucky di bawah kembang api itu! Tepat, saat itulah, kalian yang sedang video callan, membuat semua rencanaku, berjalan dengan mulus! Kamu putusin Lucky! Ya, meski sesudahnya, Lucky marah dan membenciku! Tapi setidaknya, kalian takkan kembali bersama lagi karena kamu mengira, kalau Lucky sudah berselingkuh darimu! Benar aja, Lucky pun frustrasi karena diputusin olehmu dan entah, pergi ke mana, malam itu! Aku pun menangis di rumahnya sambil menunggu kepulangannya Lucky! Lalu kebetulan, Emu menelponku dan aku pun mengadu, kalau Lucky, sampai saat itu, belum kembali juga lalu Emu, menawarkan diri untuk menemaniku, menunggu Lucky sampai pulang! Kami mengobrol dan terus menunggu hingga mobil Lucky terdengar, memasuki perkarangan rumahnya. Tak lama, Lucky membuka pintu depan rumahnya! Aku pun senang, bukan main karena dia pulang malam itu, tapi, sayangnya...."


"Sayangnya, aku pulang dalam keadaan mabuk, saat itu!"


"Lalu aku meminta tolong kepada Emu untuk membantuku, memapah Lucky ke kamarnya dan membaringkannya di atas kasurnya yang empuk. Aku mengucapkan makasih lalu meminta Emu untuk pulang, meski Emu mengingatkanku, kalau bahaya karena Lucky sedang mabuk, tapi, aku gak peduli sama sekali! Emu pun pulang, pada akhirnya. Selepas kepergiannya Emu, aku mengunci pintu depan lalu berjalan menuju ke kamarnya Lucky dan mengunci pintu kamarnya! Aku menghampiri dan melihat, betapa kacaunya dan depresinya, Lucky, akibat ulahmu, Tsukasa! Bahkan, di saat mabuk pun, di saat, aku hendak membantunya, dia selalu meneriakkan nama, Tsukasa!"


"Aku bilang dalam racauku, kenapa kamu meninggalkanku, tanpa mendengarkan penjelasan dariku dulu? Kenapa kamu gak percaya padaku? Aku sangat mencintaimu, Tsukasa!"


"Lalu aku yang sudah tak tahan lagi, menghampiri Lucky dan mengatakan, kalau akulah dirimu, Tsukasa! Lucky pun lalu menarikku dan mendekapku erat di atas tubuhnya! Setelah itu, kurasa kalian tau, apa yang terjadi di malam itu!"

__ADS_1


"Ya, aku pun baru sadar, keesokan paginya dan aku pun marah besar kepada Hammy karena sudah melakukan itu! Tapi Hammy, malah mengancamku akan memberikan video itu kepada Tsukasa, jika aku masih nekat untuk mendekati atau mencoba untuk memintanya kembali kepadaku! Aku pun pasrah hingga tanpa sadar, aku pun berusaha untuk menerima hubungan kami karena Hammy ada benarnya, dengan keadaannya yang sekarang ini maka takkan ada pria lain yang mau menikahinya, terlepas, dirinya hamil atau tidaknya. Seandainya, dia hamil pun maka aku pasti akan bertanggungjawab karena aku gak mau sampai anak kami lahir, tanpa sosok seorang ayah dan aku setuju menikahinya dengan tujuan untuk bertanggungjawab atas perbuatanku dan aku pun gak mau, kalau sampai, putraku dibesarkan oleh pria lainnya! Itulah sebabnya, aku setuju bertunangan dengannya!"


"Aku pikir dengan memiliki Lucky maka semua itu sudah cukup, tapi ternyata, aku malah diteror olehmu, Asuna!"


"Semenjak kejadian itu, Hammy yang ketakutan, tinggal bersamaku dan kami tidur bersama agar aku bisa dengan mudah untuk melindunginya! Siapa sangka, kini menjadi kebiasaan hingga waktunya pertunangan kami tiba? Tapi yang tak kusangka, di saat, aku sudah mulai, menerima Hammy di dalam kehidupanku dan sebagai tunanganku, kamu malah menyakitinya, Tsukasa dan kamu malah menghasut Tsukasa agar menyakiti Hammy, kenapa kamu melakukan itu, Asuna?"


Seketika, semuanya hening.


Pikiran mereka berkecamuk.


"Lalu Emu, tak kusangka, kalau kamu akan membantu Hammy untuk mendapatkanku dengan cara yang licik, seperti itu! Berapa lama sudah, kamu mencintai Hammy, Emu?"


"Apa maksudmu? Kamu menuduhku?"


"Alah, jangan pura-pura, Emu! Kamu sangat mencintai Hammy, bukan? Sayangnya, Hammy sangat mencintaiku makanya kamu membantu Hammy untuk mendapatkanku, kan? Kenapa kamu melakukan itu, Emu? Kenapa saat itu, kamu tak menyatakan perasaanmu kepada Hammy, malah membantunya dengan cara yang seperti ini?"


Emu pun terdiam.


Lalu tak lama, dia marah kepada Lucky.


"Aku melakukan itu semua karena aku ingin melihat senyuman di bibirnya, Hammy! Kamu tau, ia sangat mencintaimu! Ia bahkan rela melakukan apapun untuk bisa memilikimu, tapi sayangnya, kamu selalu aja menyakitinya! Jadi, satu-satunya caraku untuk melihat senyuman terbit di bibirnya Hammy, ya, hanya dengan membantunya untuk memilikimu! Tapi, tak kusangka, kamu malah melakukan hal itu pada Hammy! Kamu melakukannya, di saat, kamu depresi karena kehilangan Tsukasa! Apa kamu tipe pria yang seperti itu? Jangan bilang, kamu akan melakukannya bersama dengan wanita manapun, karena kamu kan playboy, ya kan, Lucky?"


Selesai berucap, Emu memukul sudut bibir Lucky hingga Lucky tersungkur dan sudut bibirnya berdarah.


Lucky pun bangun dan hendak melawan balik Emu, jika saja, tidak dihentikan oleh Hammy.


Mereka pun, kini duduk saling memunggungi satu sama lainnya.


Selepas Lucky dan Emu yang badmood, Tsukasa bangkit dan menghampiri Hammy.


Ia pun mendekati Hammy dan bersiap untuk menamparnya kembali.


"Gila ya, kamu! Atau karena kamu gak yakin akan laku makanya kamu memilih kekasih orang lain, Hammy?"


Sayangnya, aksinya itu dicegah!


"Berhenti di sana, Tsukasa! Jangan pernah lagi, kamu mencoba untuk menyakiti tunanganku! Kita putus karena salahmu sendiri yang tak mau mendengarkan penjelasanku lebih dulu dan tak mau percaya padaku, jadi, jangan pernah, salahkan Hammy karena kini, ia adalah tunanganku, Tsukasa!"


Mendengar ucapan dari Lucky, membuat hati Tsukasa merasa sakit dan ia makin jengkel kepada Hammy.


Ia sama sekali tak menyangka, kalau Hammy akan melakukan cara selicik itu untuk mendapatkan Lucky dan menghancurkan rencana masa depannya bersama dengan Lucky.


"Aku membencimu, Hammy! Jika tidak maka aku dan Lucky yang akan menikah!"


Mendengar itu, emosi Kairi, kembali naik!


"Cukup, Tsukasa! Ini adalah terakhir kalinya, kamu membayangkan pernikahanmu dengan Lucky karena kamu itu adalah milikku dan aku takkan membiarkan kalian menikah karena kalian cukup, cuma jadi mantan!"


"Wah, wah! Lihat itu, Hammy! Kamu menghancurkan hubungan semua orang! Aku tak menyangka, kalau kamu adalah gadis perusak hubungan orang! Pantas aja, kamu menjadi seorang playgirl, pura-puranya, kamu adalah seorang gadis yang lugu dan polos, tapi sebenarnya, kamu adalah seorang gadis yang licik dan yang gak punya hati! Tolong ajarin aku, donk, caranya untuk meluluhkan hatinya, Mumu? Ataukah aku harus hamil dulu, seperti caramu itu?"


Selesai berucap, Asuna tersenyum smirk.


"Jaga mulutmu, Asuna! Hammy, bukanlah tipe gadis yang seperti itu!"


"Cih, masih aja membela gadis yang kamu cintai, meski dirinya sudah gak...."


"Diam, Emu! Kamu gak perlu membela Hammy karena hanya akan memperkeruh suasana dan tolong, ingat! Hammy adalah tunanganku dan tanggung jawabku, bukan dirimu! Ingat itu, baik-baik!"


Lucky pun, kembali bertengkar dengan Emu.


Hammy lalu melihat ke sekelilingnya.


Lucky dengan Emu, Kairi dengan Tsukasa.


Mereka semua, berdebat dan bertengkar, tiada habisnya.


Dalam sekejab, rumah Lucky menjadi penuh caci-maki dan keributan, bak kapal pecah.


Hammy hanya bisa duduk sambil menangis, saat melihat itu semua dan Asuna hanya makin tersenyum smirk, saat melihat, hati Hammy menjadi hancur dan terluka.


Ia berhasil menghancurkan hati Hammy dan membuatnya, menjadi perusak hubungan orang.


Ia sangat puas dengan kejadian ini, sedangkan bagi Hammy, ia sama sekali, tak ingin, kejadian ini terjadi di depan matanya.


Ia hanya bisa menangis aja dan tangisannya itu pun, makin lama, makin keras hingga dirinya berteriak!


"Sudah cukup, hentikan! Jangan bertengkar lagi! Tolong, hentikan! Hiks! Hiks! Huwaaaaa!"


Mendengar tangisan dari Hammy, Lucky menyudahi perkelahiannya dengan Emu lalu menghampiri dan memeluk Hammy untuk menenangkannya.


"Sudah, jangan menangis lagi, ya, beib! Aku di sini!"


Hammy pun menangis sesegukan di dalam pelukannya Lucky dan membuat hati Tsukasa makin memanas, hati Emu makin sakit dan Asuna, tersenyum dengan penuh kemenangan.


Kira-kira, akankah hubungan mereka bisa diperbaiki dan bersahabat kembali?


Bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah ini, pada akhirnya?


Akankah masalah mereka bisa terselesaikan?

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Next/stop? Like dan komen!


__ADS_2