Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta

Playboys Dan Playgirls Bersatu Karena Cinta
Mencari Solusi Bersama


__ADS_3

Seperti bangkai yang meski disembunyikan maka baunya akan tercium juga maka begitu pun dengan rahasia.


Rahasia, takkan bisa selamanya ditutupi karena suatu saat, pasti akan kebongkar juga.


Rahasia itu bisa terbongkar kapanpun hanya tinggal masalah waktu dan siapa yang membocorkannya, entah dari diri sendiri, orang lain atau mungkin, secara gak sengaja.


Rahasia itu adalah sesuatu yang kita simpan baik-baik dan hanya dibagikan kepada orang yang dipercaya aja, tapi, tetap aja akan terbongkar.


Jika sudah seperti itu maka mau gak mau harus menceritakan juga, rahasia yang kita tutupi.


Contohnya adalah pasangan Lucky dan Hammy.


Mereka yang sedang asik bicara berdua, tanpa sengaja, membuka rahasia mereka di depan para tokoh lainnya, yang juga, kebetulan sedang berada di situ.


Lucky dan Hammy pun sudah tak bisa mengelak lagi dan harus mengungkap semua rahasia di antara mereka.


Mereka pun memutuskan untuk bercerita di rumahnya Lucky karena mereka merasa nyaman untuk bercerita di sana dan memastikan, kalau tak ada orang asing, selain mereka, yang akan tau tentang rahasia mereka.


Mereka pun setuju dan pergi menuju ke rumahnya Lucky.


Begitu sampai, mereka langsung parkir kendaraan mereka lalu masuk ke dalam untuk mencari tempat yang nyaman untuk duduk diam, mendengarkan cerita.


Lucky dan Hammy lalu menatap keempat tokoh yang lainnya dan melihat, kalau mereka dipenuhi oleh tatapan yang penuh rasa penasaran.


Mereka pun, mulai bercerita secara bergantian.


Keempat tokoh lainnya pun duduk dengan diam karena tak mau, ketinggalan info sekecil apapun dan jangan sampai, mereka salah dengar.


Awalnya, suasana hening, di saat, Lucky dan Hammy mulai bercerita, hingga di tengah cerita, semuanya mulai sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Berbagai reaksi dan emosi, mulai ditunjukkan mereka satu per satu.


Tsukasa, sungguh, tak bisa menerima karena Hammy sudah merebut Lucky darinya dan menghancurkan masa depan mereka berdua.


Ia sungguh tak menyangka, kalau Hammy akan memakai cara yang licik seperti itu untuk meraih hatinya Lucky.


Ia tak menyangka, kalau Hammy bisa berbuat senekat itu. Ia sungguh, takkan pernah bisa memaafkan Hammy.


Sementara Tsukasa yang dipenuhi oleh emosi, berbanding terbalik dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Kairi.


Kairi merasa senang karena Tsukasa sudah tak mungkin untuk kembali bersama dengan Lucky.


Tapi dia juga shock karena sama sekali gak menyangka, kalau Hammy akan berbuat demikian, demi meraih hatinya Lucky.


Meski begitu, dia salut akan kegigihannya Hammy, biarpun kenekatannya Hammy, di luar expektasinya.


Apa yang dirasakan oleh Kairi dan Tsukasa, tentu aja, berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Emu dan Asuna.


Emu, sungguh sangat shock dengan kenyataan yang didengarnya dari mulutnya Hammy.


Dia memang tau, kalau Hammy sangat mencintai Lucky.


Tapi dia gak menyangka sama sekali, kalau Hammy akan melakukan itu untuk meraih hatinya Lucky.


Dia tau, kalau cinta itu buta, tapi dia sama sekali gak menyangka, kalau itu terjadi pada Hammy, gadis yang dicintainya, ternyata, dibutakan oleh cintanya kepada Lucky.


Dia gak menyangka, kalau Hammy akan rela dan nekat, melakukan apapun untuk meraih apa yang diinginkannya.


Sementara Emu shock, Asuna malah tersenyum dengan smirk.


Ia merasa lega dan senang karena Hammy sudah melakukannya dengan Lucky, artinya, Emu sudah tak punya kesempatan untuk mendekati Hammy dan ia bisa memonopoli Emu hanya untuk dirinya seorang.


Selain itu, ia juga merasa yakin, kalau Tsukasa akan makin membenci Hammy karena Hammy sudah menjadi seorang pelakor, dengan merebut Lucky dan menghancurkan masa depan antara Lucky dan Tsukasa.


Dengan begini, dua lalat akan mati dalam sekali tepok.


Ia juga yakin, kalau setelah ini, Emu akan membenci Hammy karena merasa jijik dengannya.


Ia juga yakin, kalau Tsukasa akan membenci Hammy dan dengan begitu, rasa sakit hatinya akan penolakan dari Emu bisa terbalaskan.


Ia pun merasa puas karena sudah membuat Hammy menderita.


Ia yakin, kalau Tsukasa akan merebut Lucky kembali dan membuat Hammy, kehilangan cintanya.


Entah kenapa, ia tak suka melihat Hammy karena dengan mudahnya, ia meraih hati para cowok, termasuk, hati tunangannya, yaitu Emu.


Entah kenapa, ia tak suka, kalau Hammy bisa dengan mudahnya, menggaet para lelaki.


Ia tak suka, kalau kebahagiaan diraih oleh Hammy.


Ia yakin, kalau setelah ini, Emu akan jijik dan benci kepada Hammy.


Itulah yang diharapkan oleh Asuna.


Sayangnya, apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh Asuna, berbanding terbalik atau berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Emu.


Emu sama sekali tak menyangka, kalau Hammy akan berbuat nekat seperti itu, demi mendapatkan cinta dari Lucky.


Emu tau, kalau cinta itu buta, tapi gak sangka, kalau Hammy akan terjerat cinta buta dengan Lucky.

__ADS_1


Meski begitu, dia kagum dan salut akan kegigihannya Hammy untuk mendapatkan cintanya Lucky.


Emu melirik Hammy dengan ekor matanya.


Saat itulah, sebuah suara menyadarkannya.


"Yup, jadi, itulah cerita dari kami seutuhnya!"


"Apa kamu gila, Hammy? Kamu itu, benar-benar perempuan yang licik! Kamu itu sudah merebut Lucky dariku dan menghancurkan masa depan kami, tau gak? Kamu itu benar-benar, perempuan yang tak tau diri!"


"Tsukasa, jaga bicaramu! Hammy itu adalah tunanganku! Kamu mau bicara atau bertindak seperti apapun, itu takkan mengubah kenyataan, kalau kami, kini sudah bertunangan!"


"Tsukasa! Apa yang dikatakan oleh Lucky itu benar! Hammy itu adalah tunangannya Lucky, kamu tak bisa mengubah apapun!"


"Tapi harusnya, akulah yang menikah dengan Lucky, bukannya, Hammy!"


"Benarkah? Bukankah dulu, kamu yang tak mau percaya dan mendengarkan penjelasanku? Bukankah, kamu yang memutuskanku, Tsukasa?"


Tsukasa pun, duduk diam dan manyun.


"Lihatlah, Hammy! Kamu itu adalah seorang gadis pelakor! Kamu sudah merusak kebahagiaan seseorang! Kamu itu benar-benar, gadis yang gak tau, diuntung! Lihatlah, wanita yang kamu cintai, Emu! Masih pantaskah, dirinya untukmu?"


"Asuna! Jaga bicaramu! Jangan pernah, kamu menghina tunanganku!"


"Itu benar, ini bukanlah, salahnya Hammy! Ia hanya terjebak oleh cinta butanya kepada Lucky! Kamu tak punya hak untuk mengatai Hammy, seperti itu!"


"Huh, belain aja terus!"


Asuna pun, memalingkan wajahnya sambil terus menggerutu di dalam hatinya.


Emu pun sudah emosi tingkat dewa.


Dia dan Lucky sudah benar-benar marah.


"Asuna, daripada kamu buat keributan di sini! Lebih baik, kamu pergi dari sini! Emu, bawa ia pergi dari sini!"


"Tentu aja! Ayo, pergi!"


Emu pun berusaha untuk menyeret Asuna, tapi Asuna, tetap bersikeras untuk tetap tinggal.


"Lucky, daripada kamu urusin Asuna, lebih baik, kita bahas, langkah selanjutnya!"


"Ya, baiklah! Aku setuju soal itu, Kairi!"


"Jadi, apa langkahmu yang selanjutnya, Lucky?"


"Tunggu sebentar! Aku haus, jadi aku, ambil minum dulu!"


"Gak usah, kamu di sini aja, ya?"


"Tapi?"


"Sudah, tenang aja!"


Hammy, akhirnya, mengangguk dengan patuhnya.


Lucky lalu berdiri dan berjalan menuju ke dapur.


Tsukasa yang melihat itu, memanfaatkan waktu ini untuk menyusul Lucky yang ada di dapur.


Terlihat, Lucky sedang membuatkan minuman.


Tsukasa lalu memeluk Lucky dari belakangnya.


Hal itu, membuat Lucky, tersentak dengan kagetnya.


"Lepaskan aku, Tsukasa!"


Tsukasa malah mempererat pelukannya.


"Maafkan aku, Lucky! Maaf! Kita kembali bersama aja, ya?"


"Huft, sudah terlambat, Tsukasa! Kini, aku sudah menjadi miliknya Hammy! Seandainya aja, dulu, kamu mau mendengarkan penjelasanku maka hal ini, takkan pernah terjadi dan kita masih bisa, kembali bersama!"


"Kita bisa kok, kembali bersama, tanpa sepengetahuannya, Kairi dan Hammy!"


"Maksudmu adalah aku berselingkuh dari Hammy dan kamu berselingkuh dari Kairi?"


Tsukasa mengangguk.


Sementara itu, Hammy yang merasa, kalau Lucky terlalu lama di dapur, berniat untuk menyusulnya.


Ia lalu melihat, kalau Tsukasa sedang memeluk Lucky dari belakangnya dan Lucky hanya diam aja.


Tidak hanya itu, Lucky dan Tsukasa sedang berbicara, hal yang sangat serius.


Hal itu membuat hatinya Hammy, terasaa sakit dan terluka lalu ia memutuskan untuk diam mendengarkan, isi dari pembicaraan mereka berdua.


"Huft! Baiklah, itu ide yang bagus! Kita bisa kembali bersama, tanpa sepengetahuannya, Kairi dan Hammy! Lagipula, itu memang, sesuai dengan keinginanku, kan?"

__ADS_1


Deg!


"Beib?"


Deg!


"Hammy?"


Lucky menoleh dan melihat, matanya Hammy sudah berkaca-kaca.


Lucky lalu melepas paksa, pelukan dari Tsukasa.


Hammy pun berbalik badan dan hendak pergi dari sana, tapi lengannya, keburu dicekal oleh Lucky.


Lucky membalikkan badannya Hammy dan mendekapnya dengan erat.


Hammy pun meronta, tapi Lucky, enggan untuk melepaskannya.


"Dengar dulu! Kamu sudah salah paham!"


"Salah paham? Apanya, beib?


Aku dengar sendiri dengan jelas, kalau kamu mau kembali padanya, beib!"


"Kamu percaya padaku, kan?"


Hammy mengangguk pelan.


Lucky lalu melepaskan dekapannya.


Dia kembali untuk mengambil minumannya yang sudah disiapkannya, sebelumnya lalu membawanya, ke arah ruang tamu sambil diekori oleh Hammy dan Tsukasa.


Skip di ruang tamu.


Lucky duduk dan di sebelahnya, ada Hammy dan di sebelahnya Kairi, ada Tsukasa.


"Maaf, lama! Tadi ada, sedikit kekacauan yang harus kuurus!"


"Ya, tak apa!"


"Hammy, kamu kenapa menangis?"


Lucky lalu minum sejenak sambil melirik ke arah Hammy.


Selesai minum, Lucky merangkul Hammy dengan eratnya.


Hal itu, membuat Emu tersenyum dengan kecut dan merasakan sakit di hatinya.


Lucky lalu kembali berbicara.


"Huft! Oke! Aku yakin, kalau kita semua punya alasan tersendiri untuk mengadakan pertunangan kita dan juga, memiliki rahasia kita masing-masing, tapi kini, kalian semua, udah tau, mengenai rahasiaku dan Hammy! Jadi, udah saatnya untuk kita, mencari solusi bersama untuk hal ini agar salah paham dan kemungkinan terburuk, tidak terjadi lagi!"


"Aku setuju!"


"Tapi solusi apa, yang kamu maksud, Lucky?"


"Ini menyangkut, soal pernikahan kita! Tentu aja, kita tau, pernikahan adalah solusi yang terbaik untuk masalah kita, saat ini! Hanya ada, dua solusi! Kita menikah secara bersamaan di satu tempat, seperti, yang Emu bicarakan sebelumnya atau aku akan menikah duluan dengan Hammy agar Hammy tidak bisa diteror oleh Asuna dan tak disakiti oleh Tsukasa lagi!"


"Setuju!"


"Baiklah, kalau begitu! Sepakat!"


"Ya, kita akan menikahnya, secara bersamaan, tapi dengan urutan, yaitu aku dan Hammy dulu, lalu Emu dan Asuna, barulah, Kairi dan Tsukasa!"


"Setuju!"


Kompak Kairi, Asuna dan Hammy.


Sementara Emu dan Tsukasa, diam aja.


Lucky lalu menggenggam tangannya Hammy agar Hammy menjadi jauh lebih tenang.


Tsukasa pun, merasa cemburu.


Lalu mereka lanjut mengobrol hingga malam pun tiba.


Skip malam harinya.


Kira-kira, itulah keputusan bersamanya mereka!


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Akankah solusi ini bisa berjalan dengan lancar?


Akankah mereka bisa menikah, sesuai dengan urutan yang sudah ditetapkan ataukah akan berubah, menjelang hari - H?


Akankah Lucky, memberitahu Kairi, soal Tsukasa yang mengajaknya untuk kembali bersamanya?


Bagaimana reaksi Kairi akan hal ini?

__ADS_1


Next/stop? Like dan komen!


__ADS_2