
Keenam tokoh kita sudah mulai memikirkan masa depan mereka.
Mereka mulai membawa hubungan mereka ke arah yang lebih serius.
Mereka tak mau, kalau sampai, hubungan mereka terancam berakhir ataupun pasangan mereka sampai direbut.
Mereka ingin segera mengikat pasangan mereka di dalam sebuah komitmen.
Mereka ingin merasakan yang namanya kebahagiaan.
Mereka juga pantas merasakan yang namanya, kebahagiaan sejati.
Mereka juga ingin merasakan, yang namanya menikah dengan pasangan yang dicintainya.
Tentunya, ini kesempatan langka dan pernikahan ini terjadi seumur hidup.
Kesempatan ini, tak boleh disia-siakan, pastinya.
Jadi, tanpa membuang-buang waktu lagi dan karena tak mau dianggap berbohong, jadi mereka segera melakukan, apa yang menjadi keputusan dan keinginan mereka.
Dimulai dari Emu dan Asuna.
Pertunangan mereka sudah terjadi karena Asuna sudah tak tahan lagi dengan keberadaan Hammy yang menjadi bayang-bayang Emu dan di dalam hubungan mereka.
Ia aja udah gak rela, saat melihat ada gadis lain yang menempel sama Emu, terutama, pasien yang pura-pura kesakitan supaya diperiksa oleh Emu, apalagi Hammy, yang merupakan kekasih dari orang lain!
Hammy akan selalu menjadi orang ketiga di dalam hubungan mereka, jadi, Hammy harus dibasmi dan disingkirkan dari pikiran dan hati Emu.
Ia sungguh tak suka dan tak rela, jika pikiran, hati dan waktu Emu terbagi dengan wanita lain.
Ia mau menopoli Emu hanya demi dirinya.
Untungnya aja, sekarang mereka sudah bertunangan, jadi, Asuna akan lebih mudah untuk mengawasi Emu.
Lalu baru saja mereka bertunangan, waktu, tanpa terasa, cepat berlalu.
Dalam waktu 3 bulan berikutnya, giliran saingan cintanya yang bertunangan, yaitu Lucky dan Hammy.
Ini merupakan berita yang cukup membahagiakan baginya.
Saingannya berkurang dan kemungkinan untuk Emu dan Hammy bersama, itu akan menjadi semakin kecil!
Lucky, pasti akan memperketat penjagaannya terhadap Hammy dan takkan membiarkan siapapun untuk masuk ke dalam hubungan mereka.
Itulah yang bisa memberikan Asuna kebahagiaan.
Ia sungguh berharap itu cepat terjadi. Bahkan kalau bisa, mereka segera menikah!
Tapi ia urungkan karena ia masih ada beberapa keinginan yang ingin disampaikannya.
Ia lalu berpikir untuk mengatakannya sekarang juga.
Kebetulan, mereka juga baru pulang dari pesta pertunangan Lucky dan Hammy.
Ia pun berpikir, kalau ini, saat yang tepat untuk menyampaikannya.
Ia pun tak mau menunggu lebih lama lagi, jadi langsung mengatakannya di mobil Emu.
Hal itu berhasil membuat Emu terkejut hingga membuatnya untuk mengerem mendadak.
Untung saja, seatbelt terpasang baik hingga mereka tak mengalami kecelakaan.
"Ya ampun, honey! Pelan-pelan, donk! Untung aja, calon istrimu ini gak punya riwayat jantungan!"
"Bagus itu, aku jadi bisa menikah dengan gadis lainnya!"
"Enak aja, perlu ribuan tahun untuk itu, honey!"
"Habis, permintaanmu aneh!"
"Aneh apanya, honey? Aku cuma ingin, kita tinggal bersama! Kita itu sudah hampir menikah, jadi wajar, jika kita tinggal bersama, bahkan, kalau perlu, tidur bersama!"
"No way! It is impossible! Aku ogah untuk tinggal dan tidur bersamamu!"
"Ih, honey! Hammy aja udah tinggal dan tidur bersama dengan Lucky, kenapa kita, gak?"
"Tentu aja beda! Hammy mencintai Lucky, tapi aku, gak mencintai kamu!"
"Lho, posisi Hammy kan, sama sepertiku? Hammy yang tak dicintai oleh Lucky dan aku yang tak dicintai olehmu! Bedanya, Lucky mau memberikan Hammy kesempatan untuk memasuki hidupnya dan aku mau, kita juga seperti mereka, honey!"
"Asuna! Jaga bicaramu! Kamu itu, jauh berbeda dengan Hammy! Hammy itu, begitu lugu dan polos, sedangkan kamu, begitu pemaksa! Satu lagi, Hammy adalah wanita yang kucin...hmmm!"
Emu, tak bisa lagi melanjutkan ucapannya karena Asuna menciumnya hingga Emu mendorong kasar Asuna.
"Apa kamu sudah gila, Asuna?"
"Aku gak peduli, kamu mau bilang apa, intinya adalah kamu itu tunanganku dan aku gak mau dengar, saat kamu bilang, kalau kamu masih mencintai si gadis penggoda itu!"
"Asuna, Hammy itu, bukan gadis penggoda!"
"Benarkah? Buktinya, ia selalu berada di dalam pikiranmu dan selalu mengusikmu?"
"Asuna, kamu ini terlalu terbawa perasaan, tau gak?"
"Aku gak peduli, pokoknya, singkirkan pikiran dan hatimu dari Hammy lalu isilah dengan diriku karena aku itu adalah calon istrimu!"
"Asuna, mengubah perasaan itu, tak semudah membalikkan telapak tangan, paham? Semua butuh proses! Lucky sendiri, juga masih mencintai Tsukasa dan sedang berada di dalam tahap belajar mencintai dan menerima Hammy!"
"Aku tau itu dan aku mau, kamu juga sepertinya, honey!"
"Setiap orang itu berbeda! Ada yang bisa melakukannya dan ada yang tidak!"
"Aku tak peduli soal itu!"
Emu mengusap wajahnya secara kasar.
__ADS_1
Sulit sekali baginya untuk menjelaskan kepada Asuna, kalau ia sangat sulit untuk menerima wanita lain di dalam hati dan pikirannya.
Dia yang merasa lelah secara batin dan fisik, akhirnya, memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
Asuna pun mulai diam.
Mereka melanjutkan perjalanan pulang mereka di dalam keheningan.
Begitu sampai di rumahnya, Emu langsung parkir, masuk ke dalam rumahnya lalu mandi dan ganti baju, diekori oleh Asuna.
Emu berniat untuk tidur, tanpa mempedulikan Asuna. Dia malas untuk mengantar Asuna kembali karena lelah bertengkar di jalan tadi.
Biarlah, Asuna menginap di rumahnya malam ini.
Jika Emu memutuskan untuk tidur sambil menahan kekesalannya, Asuna malah tidur sambil tersenyum karena tak bisa berhenti membayangkan, dirinya yang tinggal dan tidur serumah dengan Emu.
Tujuannya adalah untuk mengawasi Emu selama 24 jam!
Ia tak mau lagi kecolongan karena ia tau, kalau Emu, takkan tinggal diam dan menerima pertunangan mereka begitu aja. Ia harus sangat hati-hati dan ketat dalam mengawasi Emu.
Skip Lucky dan Hammy.
Mereka baru aja, selesai bertunangan.
Acara malam itu, sungguh bagaikan mimpi.
Tapi ia merasa senang karena sudah bertunangan dan menjadi calon istri dari Lucky.
Ia kini merasa tenang karena dirinya, takkan dituduh lagi telah mengusik Emu dan dirinya juga bisa memonopoli Lucky untuk selamanya.
Ia bisa bermesraan dengan bebas.
Ia juga bisa merasa tenang karena Tsukasa, takkan mengusik hubungan mereka lagi ke depannya.
Kini mereka bisa menjalani hubungan, tanpa gangguan dan halangan lagi.
Ia pun bisa beristirahat dengan tenang dan tidur dengan lelap karena ada Lucky di sisinya.
Ia kini merasa bisa memiliki hati, pikiran dan waktunya Lucky, hanya untuk dirinya sendiri.
Ia kini bisa ketemu Lucky tiap hari dan tanpa ijin.
Ia bisa menghabiskan waktu seharian dan tiap hari bersama dengan Lucky, sesuai dengan apa yang diimpikannya selama ini dan tentunya, tanpa bayang-bayang dari Tsukasa!
Ia merasa sangat bahagia, sedangkan Lucky, bisa memahami alasan dari kebahagiaan Hammy.
Dia pun diam aja karena Hammy, berhak untuk itu.
Kini dia hanya bisa berusaha untuk mencintai Hammy sepenuhnya, melupakan Tsukasa dan menjaga perasaannya Hammy.
Skip Kairi dan Tsukasa.
Melihat kedua rekan mereka sudah bertunangan, Kairi sudah tak mau buang waktu lagi!
Dia gak mau, Tsukasa masih suka membayangkan Lucky secara diam-diam.
Dia melakukan ini agar bisa mengawasi Tsukasa dan memastikan, kalau Tsukasa sudah menerima pertunangan Lucky dan Hammy.
Dia juga tak mau, kalau Tsukasa terjebak dengan yang namanya, mantan terindah.
Dialah yang akan menjadi suami dan masa depannya Tsukasa. Dia gak mau diduakan sama sekali!
Itulah yang membuat dia mengambil keputusan tegas yaitu mereka akan tinggal bersama setelah pertunangan!
Tsukasa yang paham dengan pemikiran Kairi, tak mau ambil pusing.
Ia memilih untuk setuju aja, lagipula, 3 bulan lagi, mereka akan bertunangan dan waktu 3 bulan itu, bukanlah, waktu yang lama!
Ia lalu memutuskan untuk tidur. Begitu pun dengan Kairi.
Keesokan harinya.
Keenam tokoh kita melakukan aktivitas mereka seperti biasanya.
Mereka kuliah dan terus saja, menempel dengan pasangan mereka.
Asuna menempel dengan Emu, Hammy menempel dengan Lucky dan Kairi menempel dengan Tsukasa.
Para pasangan hanya bisa diam dan pasrah aja.
Mereka mengikuti pelajaran hingga akhir.
Lalu melakukan aktivitas mereka masing-masing.
Benar kata Tsukasa, waktu itu sangat cepat berlalunya dan waktu 3 bulan itu, bukanlah, waktu yang lama.
Buktinya adalah baru aja, pagi dan mulai kuliah, tiba-tiba aja, udah sore dan waktunya untuk pulang kuliah atau pergi bekerja lalu berubah lagi menjadi waktunya untuk tidur.
Hari pun cepat bergulir menjadi Minggu.
Kebetulan hari ini adalah hari libur, jadi, mereka bisa bersantai bersama dengan pasangan mereka masing-masing.
Mereka memutuskan untuk berkencan, makan siang, belanja ataupun bersantai bersama pasangan mereka masing-masing.
Skip Kairi dan Tsukasa.
Kairi, pada malam itu, ingin bicara serius dengan Tsukasa dan Tsukasa pun, menanggapinya dengan anggukan kepala yang serius.
"Duduk dulu, sayang!"
"Iya, sayang! Ada apa?"
"Aku mau membahas, soal rencana pertunangan kita, sayang."
"Baiklah! Silahkan, aku siap untuk mendengarkanmu, sayang."
__ADS_1
"Aku mau akhir bulan depan, kita sudah menentukan dekorasi ruangan! Acara akan dilaksanakan di rumahku! Lalu untuk mengirimkan undangan, aku mau di awal bulan berikutnya, bersamaan dengan pemilihan katering! Lalu seminggu kemudian, barulah pemilihan dan pembelian cincin, gimana?"
"Idemu bagus, sayang! Aku setuju dan menurut aja sama jadwal yang udah kamu rencanakan."
Kairi mengangguk paham.
"Baiklah! Mulai bulan depan, kita akan membahas soal dekorasi ruangan!"
Tsubasa menggangguk paham.
Mereka lalu memutuskan untuk makan malam bersama dan pergi tidur.
Tsukasa memilih untuk ikut saja karena ia tau persis, sifat Kairi itu seperti apa dan ia juga tau, kalau waktu 3 bulan itu, bukanlah, waktu yang lama untuk mereka yang akan sebentar lagi bertunangan.
Keesokan harinya, mereka menjalankan aktivitas mereka dari pagi sampai malamnya sebagai mahasiswa dan mahasiswi, yaitu mengikuti pelajaran sampai akhir.
Para pasangan, terus aja menempel dan pasangan mereka pun sudah mulai terbiasa.
Lalu mereka melanjutkan kegiatan, bersama dengan pasangan mereka.
Benar kata Tsukasa, waktu cepat bergulir.
Baru aja, mereka pergi kuliah, dalam waktu sekejab sudah waktunya untuk pulang.
Waktu pun terus bergulir dari hari ke hari lalu berganti minggu hingga tiba saatnya untuk membahas dekorasi ruangan mereka.
"Kamu mau dekorasi apa untuk ruangan di rumahku, sayang?"
"Gimana, kalau merah dan pink karena aku suka dengan kedua warna itu, sayang?"
"Baiklah!"
Sehabis berdiskusi, mereka berencana untuk memasangnya minggu depan.
Skip minggu depan.
Kairi dan Tsukasa meminta untuk mengajak Lucky, Hammy, Emu dan Asuna untuk memasang dekorasi di rumah Kairi, sekalian membahas soal katering. Mereka lalu mendekorasi hingga malam tiba.
Tsukasa pun menyiapkan minuman untuk mereka sambil berdiskusi dengan Kairi.
Sayangnya, Tsukasa kedapatan, sempat melirik ke arah Lucky, saat sedang berdiskusi dengannya.
Kairi yang sadar langsung berdehem dan membuat Tsukasa kaget lalu kembali fokus ke arah pembicaraan mereka.
Diskusi dan pemasangan dekorasi selesai secara bersamaan.
Kairi dan Tsukasa lalu mengucapkan terima kasih dan mengantarkan kepergian mereka.
Lalu keempat pasangan itu langsung pulang untuk makan malam, mandi dan ganti baju lalu tidur.
Selepas kepergian mereka, Kairi membahas soal tadi.
"Kenapa tadi, kamu menatap Lucky seperti itu? Apa kamu masih berharap padanya? Ingat, dia itu sudah menjadi calon suaminya, Hammy!"
"Tidak, kok! Maaf, sayang!"
"Ingat, ya! Minggu depan, kita pilih cincin dan seminggu kemudian, kita akan bertunangan, jadi, jangan berharap sama Lucky!"
"Iya, sayang!"
Kairi lalu langsung melangkah ke sofa dan tidur dengan perasaan marah.
Tsukasa membujuk Kairi untuk makan malam dulu.
Untunglah, Kairi mau, meski makan dengan perasaan yang jengkel.
Mereka makan lalu mandi dan ganti baju lalu tidur.
Keesokan harinya, Kairi dan Tsukasa bangun lalu merapikan bekas dekorasi semalam.
Akibat kejadian semalam, Kairi mendiamkan Tsukasa selama 3 hari sampai Tsukasa bingung.
Hari pun kembali berlalu dengan cepatnya dan tibalah saatnya untuk pemilihan dan pembelian cincin pertunangan.
Setelah mereka memilih dan mendapatkan cincin yang mereka mau, mereka langsung pulang dan Kairi yang menyimpan cincinnya.
Skip 3 hari kemudian.
Hari yang ditunggu oleh Kairi, tiba juga.
Para tamu mulai berdatangan dan acara pun dimulai.
Untunglah, acara berjalan dengan lancar.
Kini sedang terjadi acara pemasangan cincin. Tsukasa memasangkan cincin di jari manis kiri Kairi, begitu pun sebaliknya dan kini, resmi sudah mereka bertunangan.
Lucky, Hammy, Emu dan Asuna mengucapkan selamat kepada pasangan Kairi dan Tsukasa lalu mereka makan malam bersama di rumah Kairi, barulah pulang ke rumah dan bersama pasangan mereka masing-masing.
Mereka pun langsung mandi dan ganti baju lalu tidur. Begitu pun dengan Kairi dan Tsukasa.
Skip keesokan harinya.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Akankah mereka semua bisa mempertahankan hubungan mereka ke pernikahan yang menjadi impian dari Asuna, Hammy dan Kairi?
Bagaimana hubungan keenam tokoh setelah ini?
Next/stop? Like dan komen!
__ADS_1