Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre

Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre
Bab 21. Makan Malam


__ADS_3

Bab 21


Naresh merasa ada yang aneh dengan Malaika belakang ini. Gadis itu menjadi lebih pendiam dan seolah sedang menjaga jarak dengannya. Awalnya dia mengira kalau perempuan itu sedang kurang sehat dan butuh istirahat. Maka saat dia mengajak untuk pergi jalan-jalan dan ditolak olehnya, maklum.


Kini di depan mata Naresh terlihat Malaika sedang bersama Abimana. Kedua orang itu makan malam bersama dan terlihat keakraban di antara mereka. Hati laki-laki itu terbakar api cemburu. Rasanya ingin menarik gadis itu dan membawanya pergi ke KUA saat itu juga. 


Naresh yang sedang berdiri mematung di panggil oleh Azizah. Perhatiannya kini kepada seorang perempuan yang berpenampilan menarik dan full make up. Laki-laki itu merasa jengah dengan kehadiran si wanita yang sering mengganggu dia selama beberapa bulan ini.


"Naresh, sedang apa kamu di sini?" tanya Azizah dengan suaranya selembut mungkin dan tatapan mata yang menggoda.


"Tentu saja mau makan. Memangnya orang kalau pergi ke rumah makan itu mau karaokean," balas Naresh dengan ketus dan melanjutkan langkahnya masuk ke ruangan yang terasa nyaman meski banyak bangku dan kursi yang sudah penuh. Tempat itu didekorasi dengan suasana klasik, tetapi banyak orang sangat betah lama-lama di sana.


Azizah terkejut saat melihat ada Malaika dan Abimana di sana. Lalu, dia pun mendatangi mereka dengan gaya yang anggun.


"Hai, Malaika … Abimana. Kalian makan malam di sini juga?" Terlihat senyum cantik nan menggoda ditampilkan oleh Azizah.


"Ya," jawab Malaika, kalau Abimana hanya diam tanpa meliriknya sama sekali.


"Aku juga sedang makan malam bersama Naresh," kata perempuan itu sambil menunjuk ke arah meja di mana laki-laki itu sedang memesan makanan kepada salah seorang pelayan.


Melihat Naresh yang pergi makan malam dengan Azizah, membuat perasaan Malaika tercubit karena cemburu. Tadi, dia menolak ajakan jalan-jalan dari laki-laki itu karena sudah punya janji dengan Abimana.


'Malaika, kamu jangan cemburu atau marah kepada Naresh. Wajar jika mereka pergi bersama. Untungnya kamu tadi menolak ajakan dia. Kalau enggak, bisa-bisa kamu akan menjadi perusak hubungan mereka.' (Malaika)

__ADS_1


"Pergilah ke tempat kamu! Kami merasa terganggu dengan kehadiranmu," ucap Abimana dengan ketus tanpa melihat ke arah Azizah dan membuat wanita itu menggerutu sambil pergi menjauh.



Tatapan Malaika mengikuti kepergian Azizah yang berjalan menuju meja Naresh. Saat itu dia dan laki-laki itu beradu pandang.


Kening Malaika mengerut saat melihat Naresh pergi dan pindah tempat ke meja lainnya begitu Azizah duduk di sana.


'Ada apa dengan mereka? Apakah sedang bertengkar?' (Malaika)


Malam itu Abimana mengajak makan malam Malaika, sebagai ganti dari kelupaan gadis itu membawakan bekal yang sudah menjadi kewajiban dia selama satu tahun ini. Jadinya, mau tidak mau dia harus menuruti kemauan pria ini.


"Setelah ini kita mau pergi ke mana? Jalan-jalan ke taman hiburan atau nonton bioskop?" tanya Abimana begitu mereka selesai makan.


"Baiklah. Kita pesankan makanan untuk Nenek Romlah, dulu." Abimana pun memanggil seorang pelayan yang kebetulan berdiri tidak jauh dari meja mereka.


"Pak, eh, Abimana. Jangan pesan banyak-banyak, nenek makan paling satu menu saja," ucap Malaika ketika mendengar laki-laki itu memesan banyak jenis menu makanan.


Sementara itu di meja seberang, Naresh menatap tidak suka kepada Malaika dan Abimana. Rasa cemburu semakin terasa berkobar-kobar melihat keakraban dua orang itu. Abimana yang jarang tersenyum apalagi tertawa, kini terlihat bahagia dan senyum tidak lepas dari wajahnya. Itu menandakan kalau sepupunya juga menaruh hati kepada sang gadis.


"Tidak Maheswara … tidak Abimana, mereka suka sekali mengganggu kehidupanku. Tidak cukupkah mereka mengganggu kedudukan aku perusahaan? Kini mereka mencoba mendapatkan Malaika. Aku harus cepat-cepat meresmikan hubungan dengan dia. Eh, Malaika mau nggak, ya?" gumam Naresh yang terus saja tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari si sekretaris kesayangannya.


Tidak beda jauh dengan Azizah yang saat ini sedang merasakan kecemburuan. Perempuan ini bahkan sampai menghubungi papanya yang ada di negara Jiran itu untuk melancarkan keinginan dia untuk mendapatkan Naresh.

__ADS_1


"Semoga saja apa yang aku impikan bisa menjadi kenyataan," gumam Azizah yang tatapan matanya mengarah kepada Naresh.


***


Malaika benar-benar ngantuk malam ini, dia beberapa kali menahan diri untuk tidak menguap. Kelelahan seharian bekerja, beban pikiran yang merasakan kecemburuan pada Naresh, dan berusaha untuk menghilangkan perasaan dia untuk laki-laki itu juga merupakan sesuatu yang memberatkan dirinya.


Abimana melihat ke arah Malaika yang sudah tertidur. Senyum tipis menghiasi wajah laki-laki itu.


"Kamu ketika tidur pun terlihat cantik. Pantas saja Naresh dan Maheswara begitu mencintaimu," ucap Abimana dengan lirih.


Tangan laki-laki itu terulur membelai wajah Malaika, ketika mobil sedang berhenti karena lampu merah. Pipi, alis, hidung, dan bibir ranum milik gadis itu dia sentuh dengan lembut agar tidak sampai bangun.


Suara klakson mobil yang sangat keras, langsung membangunkan Malaika dan membuat Abimana terkejut. Malaika melihat ke arah samping di mana sumber suara itu berasal.


"Naresh?" Malaika tidak percaya kalau laki-laki itu yang membunyikan klakson dengan keras tadi.


Terlihat kaca mobil Naresh yang terbuka dan laki-laki itu menatap ke arahnya. Saat Malaika hendak membuka kaca jendelanya juga, Abimana melarangnya. Mobil mereka pun dengan cepat melaju begitu lampu berubah menjadi hijau.


"Abimana, jangan coba-coba kamu merebut Malaika dariku!" teriak Naresh sambil mengikuti mobil mereka


***


Apa yang akan terjadi pada mereka? Akankah Malaika jatuh ke dalam pesona Abimana? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2