
Teman-teman jangan lupa kasih like, bunga, kopi, atau vote. Lalu, 🌟🌟🌟🌟🌟.
Bab 39.
Di sebuah ruang di rumah kosong yang ada di pinggir kota. Kakek Kamandaka memerintahkan Yuda untuk menyekap Shaka. Laki-laki tua itu ingin tahu alasan kejahatan yang sudah dilakukan oleh menantunya ini terhadap sang cucu
"Katakan kenapa kamu terus berusaha untuk mencelakai Naresh?" tanya Kakek Kamandaka dengan ekspresi wajah marah.
"Karena itu semua juga gara-gara Anda yang selalu saja membenarkan semua perbuatan Naresh. Hanya karena dia satu-satunya orang yang memiliki garis keturunan darah yang sama dengan Anda," jawab Shaka.
__ADS_1
Kakek Kamandaka tersenyum kecut menertawakan kebodohan suami dari Kinara. Sudah jelas dia akan mendukung dan menjaga Naresh selama hidupnya.
"Memangnya kesalahan apa yang sudah dibuat oleh bocah itu?" tanya Kakek Kamandaka dengan suara menyindir.
"Dulu gara-gara kelakuan Naresh yang menumpahkan minuman ke proposal penting dan Anda memarahi aku habis-habisan karena tidak bekerja dengan benar di depan seluruh rekan sejawat. Kinara yang sedang hamil muda pun sampai stres dan mengalami keguguran. Seharusnya Anda tahu akan kondisi tubuh putri tirimu yang sering sakit-sakitan itu," ucap Shaka dengan tatapan nyalang.
Kepala keluarga Wijaya itu sudah terkenal keras kepala. Meski begitu dia sangat menyayangi keluarganya. Makanya kedua anak tiri perempuan itu diminta untuk tetap tinggal di rumah utama. Kakek Kamandaka tidak ingin anak-anak dari mendiang istri keduanya hidup susah atau disakiti oleh pasangannya.
"Lalu, apa hanya gara-gara aku melakukan satu kali kesalahan itu tidak ada kesempatan kedua dan ketiga kali?" tanya ayahnya Abimana dengan tersenyum kecut.
__ADS_1
Shaka sampai sekarang tidak pernah mendapatkan jabatan tinggi di perusahaan milik Kamandaka. Jabatan dia dengan Abimana pun lebih tinggi anaknya. Sebagai seorang menantu dari keluarga Wijaya dia merasa sudah direndahkan dan dipermalukan. Sejak kejadian itu dia hanya memegang tanggung jawab kantor cabang, bukan di kantor pusat.
"Seharusnya kamu sudah tahu aku orang yang seperti apa," jawab Kakek Kamandaka.
Laki-laki tua itu bukanlah orang yang gila harta dan jabatan. Jika ada pegawainya yang bekerja dengan baik dan memberikan banyak keuntungan, maka bonus dalam jumlah besar pun pasti akan dia berikan. Tidak memandang pegawai baru atau lama, laki-laki atau perempuan, kerabatnya atau bukan.
"Untungnya anak kamu tidak seperti dirimu jalan pikirannya," lanjut Kakek Kamandaka.
"Aku dengar kalau kamu juga yang sudah merampas rumah milik neneknya Malaika dengan dalih hutang ayahnya. Aku tahu benar Ramzi orang yang seperti apa. Dulu pemuda itu pernah bekerja kepadaku, dia orangnya jujur. Mana mungkin dia tidak membayar hutangnya," tambah Kakek Kamandaka dan membuat Shaka terkejut.
__ADS_1
***
Kenapa Shaka sampai berani melakukan hal itu terhadap keluarga Malaika? Ikuti terus kelanjutannya, ya!