
Teman-teman jangan lupa kasih like, bunga, kopi, atau vote. Lalu, 🌟🌟🌟🌟🌟.
Bab 41
Meski hari masih pagi, Naresh sudah mengajak Malaika untuk mendatangi KUA. Pemuda itu sudah tidak sabar ingin menghalalkan hubungan mereka.
"Mau ke mana Bapak pagi-pagi begini?" tanya Malaika dengan tatapan heran.
"Ke KUA," jawab Naresh dengan semangat.
"Hah! mau apa?" tanya gadis itu tercengang.
"Ayo, kita nikah!" ajak Naresh dengan semangat empat lima sambil memegang kedua bahu calon istrinya.
"Astaghfirullahal'adzim. Ini orang mimpi atau gimana? Ini masih jam 5 pagi. Mana ada KUA buka jam segini," gumam Malaika sambil menggelengkan kepala.
Naresh menatap heran kepada Malaika. Senyum di wajahnya juga sudah hilang karena merasa gadis itu belum ingin menikah dengannya saat ini.
"Katanya semalam kita akan menikah," kata Naresh dengan nada kecewa.
__ADS_1
Malaika bisa melihat apa yang sedang dirasakan oleh pemuda itu melalui ekspresi wajah. Sungguh hati dia juga merasa sedih melihat calon suaminya yang menatap dengan nanar.
"Iya, kita akan menikah. Tapi, lihat jam, dong! Mana ada KUA sudah buka jam segini. Pak penghulu sama wali hakimnya masih di masjid sedang melakukan dzikir pagi," balas Malaika sambil menunjukan jam di dinding.
Naresh pun menyeringai dalam hati dia merasa malu. Semalam dia minta Rahandika untuk mengurus dokumen untuk pernikahan dirinya dengan Malaika. Laki-laki itu lupa kalau sang asisten adalah mantan calon istrinya. Sekarang mana sempat kepikiran hal itu, yang penting bisa nikah secepatnya dengan pujaan hatinya.
"Sekarang sebaiknya kamu mandi dulu. Masa pengantin tidak mandi, jangan buat aku malu," ucap Malaika sambil menarik Naresh agar masuk ke kamar mandi.
Laki-laki itu hanya bisa tertawa, dia menertawakan kebodohan dirinya. Naresh membenarkan ucapan gadis itu.
"Pokoknya hari ini kita harus menikah. Titik!" Perkataan Naresh sebelum menutup pintu kamar mandi.
"Ya Allah, semoga semuanya berjalan dengan lancar. Aku sungguh ingin menyempurnakan agamaku. Jauh dari perbuatan zina dan fitnah. Aku rela dan ridho menerima dia apa adanya, selama Naresh bisa bersama-sama melangkah di jalan yang Engkau ridhoi," gumam Malaika dengan setulus hati.
Keadaan Naresh yang saat ini tidak bisa mendengar ucapan dengan jelas tanpa bantuan alat, Malaika terima. Baginya apa yang ada dalam diri pemuda itu adalah yang terbaik bagi dirinya.
"Ayo, sekarang giliran kamu, yang mandi!"
Malaika tersentak saat mendengar suara Naresh dari arah belakang tubuhnya. Wangi sabun tercium dari tubuh pemuda itu. Senyum Malaika langsung mengembang melihat calon suaminya yang sangat tampan ini sudah menggunakan baju setelan koko berwarna putih-putih.
__ADS_1
"Kamu duduk yang manis, ya. Sebentar lagi akan ada yang mengirimkan sarapan," ucap Malaika sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
***
Pandu, Guntur, dan Pak Burhan sudah melaporkan Bima ke polisi dan semua bukti juga sudah diserahkan. Meski mereka harus berjuang keras siang dan malam demi mengungkap kasus ini mereka kompak bekerja sama. Hasilnya sangat di luar dugaan mereka semua.
Sementara itu, Shaka ingin meminta maaf kepada Kinara dan Abimana, karena sudah menjadi orang yang gagal. Diakibatkan oleh rasa balas dendam dan malah berakhir dengan kehancuran kehidupannya.
"Aku akan selalu menunggumu," kata Kinara sambil berlinang air mata dalam pelukan suaminya.
Shaka tahu kalau istrinya ini sangat mencintai dirinya dan juga seorang istri yang baik. Begitu juga sebaliknya, dia sangat mencintai Kinara dan ingin memberikan yang terbaik untuknya.
"Terima kasih, Sayang. Aku pasti akan selalu merindukan dirimu," bisik Shaka dengan mempererat pelukannya.
Semalam Kinara meminta Kakek Kamandaka untuk memberinya izin merawat luka-luka di tubuh suaminya. Wanita itu ingin mengabdikan diri untuk suaminya sebelum mereka berpisah dalam waktu yang lama.
Yuda sendiri yang akan menjadi pendamping saat Shaka menyerahkan diri. Hal ini disuruh oleh Kakek Kamandaka agar hukumannya bisa diperingan saat di pengadilan nanti.
***
__ADS_1
Naresh sudah tidak sabar ingin kawin sama Malaika. Bagaimana perjalanan cinta mereka menuju halal? Tunggu kelanjutannya, ya!