
Bab 29
Malaika mendengarkan laporan dari Pak Burhan. Orang yang terekam di CCTV identitasnya sudah diketahui oleh pihak kepolisian.
"Jadi kecelakaan yang dialami oleh Naresh saat ini mau pun yang dulu itu adalah perbuatan dari orang yang sama?" tanya Kakek Kamandaka sambil menatap tajam ke arah Pak Burhan.
Malaika yang merasa penasaran pun ikut mengalihkan perhatiannya kepada Pak Burhan. Gadis itu merasa harus tahu siapa yang sudah mencelakakan Naresh.
"Meski belum ada bukti yang valid untuk kasus kita hari ini. Tapi, untuk kasus Tuan Naresh yang dulu sudah di dapat oleh kepolisian. Sudah satu bulan ini mereka sedang melakukan pengintaian untuk mengumpulkan bukti dan motif si pelaku melakukan hal ini. Aku percaya kalau orang yang selalu berniat untuk mencelakai Tuan Naresh itu sudah merencanakan semua ini dengan baik," jawab Pak Burhan dengan hati-hati.
"Ini jelas-jelas kejahatan terencana. Maka dia harus mendapatkan hukuman berat," ucap Malaika menahan emosi.
Pak Burhan dan Kakek Kamandaka setuju dengan apa yang diucapkan oleh Malaika. Mereka juga bertekad akan secepatnya membongkar kasus ini.
__ADS_1
"Apakah dia lawan bisnis?" tanya laki-laki tua itu lagi karena dia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepada keturunan satu-satunya itu.
"Bisa jadi, Tuan Kamandaka. Karena orang yang memasang bom itu orang yang tidak pernah berinteraksi dengan Tuan Naresh. Pastinya dia orang suruhan," jawab Pak Burhan sambil mengangguk.
"Apa orang itu sudah dikonfirmasi jika tidak kenal baik oleh Naresh? Memangnya dia itu siapa?" tanya Malaika penasaran.
"Orang itu bernama Bima. Seorang karyawan toko jam yang ada di sebuah pusat perbelanjaan. Pemuda ini berusia 26 tahun, lulusan teknik kimia. Akan tetapi, dia di DO saat memasuki semester enam," jawab Pak Burhan sambil membuka handphone miliknya.
'Tapi, tadi Pak Burhan berkata kalau Bima itu hanya suruhan. Jadi, penjahat sebenarnya belum diketahui,' batin Malaika meronta ingin segera menangkap penjahat yang sudah mengacaukan kehidupan Naresh dan dirinya.
"Kalau Anda ingin tahu lebih jelas tentang kemajuan kasus ini bisa di tanyakan langsung kepada pihak berwajib. Saya belum menerima perkembangan kasus yang pertama selama satu minggu ini. Biasanya mereka akan memberi tahu kalau ada perkembangan terbaru. Apalagi hari ini bertambah lagi kasus baru. Jika masih sama pelakunya maka hukuman dia akan sangat berat," jelas Pak Burhan.
Kakek Kamandaka akan mencari tahu lebih jelas lagi. Rencananya nanti akan pergi ke kantor polisi. Laki-laki tua itu ingin keadilan bagi cucunya untuk memberikan pembalasan kepada orang yang sudah berbuat jahat padanya.
__ADS_1
Setelah pembicaraan itu, Pak Burhan pergi dari sana, karena sudah punya janji dengan Pandu—orang suruhan Naresh. Sudah banyak titik terang yang mereka berhasil kumpulkan dengan bukti yang valid. Hanya saja untuk pelaku sesungguhnya masih sulit dilacak.
Rasanya Malaika ingin masuk ke ruang ICU, tetapi Kakek Kamandaka melarang siapapun untuk masuk ke dalam, kecuali dokter dan perawat. Kakek tua itu menempatkan dua bodyguard yang menjaga ruangan tempat Naresh di rawat.
Hati gadis itu terasa sangat sakit, ketika dia yakin akan perasaan cinta untuk laki-laki yang sudah menjadi temannya sejak remaja. Pemuda itu malah berbaring tak berdaya.
'Semoga Allah segera memberikan kesembuhan untuk kamu, Naresh. Aku janji akan mengusut tuntas kasus ini. Mencari tahu siapa penjahat itu sebenarnya,' batin Malaika.
'Tapi, siapa? Aku yakin orang yang membayar orang lain untuk menyuruhnya mencelakai Naresh itu bukanlah orang sembarangan.' (Malaika)
***
Siapakah orang yang sudah mencelakai Naresh? Apakah Malaika juga akan mengalami nasib yang sama dengan Naresh nantinya? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1