Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre

Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre
Bab 26. Kecelakaan


__ADS_3

Bab 26


Sekitar jam 10:00 WIB, keluarga Naresh pergi menuju rumah Malaika. Mereka menaiki mobil masing-masing, posisi Naresh berada paling depan, dan diikuti oleh Kakek Kamandaka bersama asisten pribadinya.


Tadi sempat terjadi perdebatan karena Maheswara yang masih tidak terima kalau Naresh sudah melamar Malaika. Sementara itu, Engku Baharuddin mengatakan kalau sudah ada pembicaraan mengenai perjodohan antara Azizah dengan Naresh. Laki-laki itu tidak mau kalau sepupunya kelak akan menyakiti gadis yang dia cintai.


Pertikaian itu semakin memanas dengan kehadiran Abimana yang menyusul belakangan dan marah saat Maheswara memberi tahu kalau Engku Baharuddin dan Naresh pernah membicarakan tentang perjodohan.


Kedua laki-laki itu kemudian menghajar Naresh tanpa ampun. Seakan mereka sedang melampiaskan rasa amarah karena rasa cinta ditolak oleh Malaika yang memilih sepupunya itu.


Pertengkaran mereka berhenti ketika beberapa orang memisahkan. Akhirnya ketiga laki-laki itu mendapatkan hukuman dari Kakek Kamandaka, yaitu semua aset dibekukan selama satu bulan dan mereka harus tinggal bersama di satu tempat tinggal. Sesuatu yang paling mereka benci, karena nanti yang ada saling tonjok, mencaci, dan maki.

__ADS_1


Ketiganya akan akur jika sedang mengurus perusahaan, berbeda dengan ketika mereka sedang di rumah. Keadaan seperti ini terjadi setelah mereka menyadari punya perasaan spesial terhadap gadis yang sama. Hanya saja Naresh lebih beruntung karena memang mereka itu sudah bersahabat baik. Gara-gara itu juga Maheswara dan Abimana menyukai Malaika.


Wajah Naresh yang masih menyisakan luka di wajah tampannya, tidak menyurutkan dia untuk mendatangi rumah sang pujaan hati. Tadi selepas subuh dia sudah memberi tahu kepada Malaika, kalau hari ini akan datang bersama kakeknya untuk membicarakan tanggal pernikahan mereka.


"Semoga saja Malaika tidak terkejut melihat muka aku saat ini," gumam Naresh ketika melihat keadaan wajahnya lewat kaca spion.


Pemuda itu melajukan kendaraannya dengan kecepatan normal, sesuatu nasehat sang tunangan. Dalam pikirannya terus terdengar kata-kata Malaika yang berkata, "Ingat, tidak boleh ngebut! Utamakan keselamatan kamu. Aku tidak mau terjadi sesuatu di jalanan nanti hanya karena kecerobohan kamu agar cepat sampai ke sini."


Semua yang ada di sana berteriak histeris melihat kecelakaan itu. Kakek Kamandaka pun keluar dari mobilnya dan berlari dengan dibantu oleh sang asisten menuju mobil Naresh. Kemudian menyusul oleh Maheswara dan Abimana yang posisinya paling belakang serta kedua terakhir.


"Keluarkan dulu Naresh dari mobilnya!" perintah Kakek Kamandaka.

__ADS_1


Yuda, sang asisten menunduk untuk melihat keadaan Naresh, karena posisi mobil saat ini dalam keadaan terbalik. Maheswara dan Abimana pun berusaha membuka pintu mobil, tetapi sangat sulit.


"Menjauh dari mobil! Cepat!" teriak seorang laki-laki kepada orang-orang yang berdatangan.


"Cepat pergi sebelum mobil meledak!" teriak yang lainnya dan itu membuat para warga yang tadi mulai berkumpul langsung membubarkan diri, seperti semut yang ditiup dan dalam sekejap berlarian, berpencar.


"Cepat, selamatkan Naresh!" teriak Kakek Kamandaka dengan berteriak sangat keras.


***


Bagaimana keadaan Malaika saat tahu Naresh mengalami kecelakaan? Apakah kecelakaan ini murni atau ada konspirasi? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2