Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre

Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre
Bab 23. Aku Mencintaimu


__ADS_3

Bab 23


Merasa Malaika terlalu lama di dalam mobil Abimana. Maka Naresh pun turun lalu mengetuk kaca jendela di bagian gadis itu duduk.


"Naresh? Sedang apa kamu di sini?" tanya Malaika merasa heran, berbeda dengan Abimana yang berdecak kesal karena kehadiran sepupunya itu sudah mengganggu moment berharga baginya.


"Ya, tentu saja mau menemui kamu," jawab laki-laki itu dengan tatapan tajam ke arah Abimana.


Malaika pun melihat ke arah belakang mencari sosok Azizah. Barang kali ada perempuan itu di sana, tetapi tidak terlihat ada siapa-siapa.


"Ini sudah malam, pulanglah!" titah Malaika sambil membuka pintu mobil.


"Abimana, terima kasih. Ini sudah malam sebaiknya kamu segera pulang," lanjut gadis berjilbab itu.


Mau tidak mau Abimana pun pergi meninggalkan pekarangan rumah, tetapi tidak dengan Naresh. Pemuda itu memang keras kepala dan tidak mau menuruti ucapan gadis itu.


Malaika tahu tidak akan mudah menghadapi Naresh jika sudah punya keinginan. Maka, dia pun membiarkannya mengikuti masuk ke rumah. 


"Apa?" tanya Malaika kepada laki-laki yang kini sedang duduk sambil tersenyum kepadanya.


"Kangen," jawab Naresh jujur.

__ADS_1


Mendengar ucapan laki-laki itu, Malaika pun merasakan hal yang sama. Ada rasa kerinduan yang juga dia rasakan kepadanya saat ini. Masa-masa kebersamaan di masa lalu, bercanda, bermain, dan mencurahkan isi hati yang sedang mereka rasakan.


"Seharusnya yang kamu datangi itu Azizah, bukan aku," ucap Malaika dengan lemah.


"Kenapa aku harus mendatangi dia? Dia bukan siapa-siapa aku. Teman dekat juga bukan, apalagi orang yang aku rindukan. Hanya kamu yang sudah membuat aku selalu merasakan rindu," kata Naresh dengan alis mengkerut dan pancaran netra yang memancarkan keheranan.


Mendengar perkataan Naresh barusan membuat jantung Malaika berhenti berdetak sejenak, lalu berganti dengan debaran kencang dan ada perasaan senang yang dia rasakan saat ini dan gadis itu sendiri tidak mengerti kenapa bisa seperti ini.


'Ya, sepertinya aku benaran suka dengan Naresh.' (Malaika)


"Bukannya dia itu calon istrimu?" tanya Malaika dengan tatapan masih tertuju kepada laki-laki yang menjadi atasannya di tempat kerja.


"Kata siapa? Kalau pun aku punya calon istri itu adalah kamu. Bukan perempuan lainnya," jawab Naresh dengan yakin dan terlihat kesungguhan dari pancaran sinar matanya.


Naresh langsung memegang tangan dan berjongkok di depan Malaika. Ditatapnya wajah yang terlihat sendu, tapi ada rona di pipinya.


"Tidak ada wanita yang ingin aku jadikan pasangan hidup, kecuali kamu. Hanya kamu satu-satunya perempuan yang aku suka, yang aku mau, dan hanya kamu satu-satunya cintaku," aku Naresh dengan jujur.


Air mata kebahagiaan milik Malaika jatuh membasahi pipi dan berakhir di tangan yang sedang digenggam oleh Naresh. Hati gadis itu saat ini diliputi oleh perasaan senang, bahagia, dan haru.


"Hei, kenapa menangis? Apa aku sudah menyakiti hatimu?" tanya Naresh sambil menghapus air mata di pipi sang gadis.

__ADS_1


"Tidak. Aku kira kamu dan Azizah beneran akan menikah dan tidak akan peduli lagi kepadaku," jawab perempuan yang kini semakin histeris dalam menangis.


"Sudah, sudah! Berhentilah menangis. Ini sudah malam, bagaimana kalau kita digerebek oleh warga," kata Naresh masih menghapus air mata di pipinya.


Akan tetapi, Malaika tidak bisa menghentikan tangisannya. Lalu, Naresh pun nekad membungkam mulut gadis itu dengan menciumnya.


Mata Malaika langsung membulat saat bibir hangat milik Naresh mencium dirinya. Seakan lupa kalau yang sedang mereka lakukan itu adalah dosa, Malaika pun memberikan balasan. Kedua orang berbeda gender sedang menikmati kebersamaan mereka.


"Aku mencintaimu, Malaika. Jadilah pendamping hidup aku sampai maut memisahkan," kata Naresh yang mengalun lembut dan indah terdengar di telinga Malaika.


Naresh mengeluarkan kotak perhiasan kecil yang berisi cincin permata berwarna putih. Laki-laki itu ingin langsung melamar sang pujaan hati. Ada rasa ketakutan jika akan kedahuluan oleh orang lain.


"Aku takut tidak diterima oleh keluarga kamu," kata Malaika dengan lirih.


"Kakek menyukai kamu, jadi tenang saja. Pasti kita akan diberikan restu olehnya," ucap laki-laki itu dengan penuh keyakinan.


Kedua manusia yang sedang dilanda mabuk asmara itu saling menatap dan tersenyum. Mereka lupa jika dua anak dari Bani Adam berduaan maka yang ketiganya adalah setan. Makhluk yang diciptakan untuk menggoda manusia agar jatuh ke lembah dosa. 


Naresh mencium lembut bibir milik Malaika untuk kedua kalinya malam ini. Si gadis menyambut dengan suka cita dan membalas dengan penuh perasaan.


"Astaghfirullahal'adzim. Apa yang sedang kalian lakukan !" Suara teriakan Nenek Romlah menggelar sampai membuat kedua sejoli itu terpental menjauhkan diri.

__ADS_1


***


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Nenek Romlah akan menyetujui hubungan mereka atau menentangnya? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2