Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre

Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre
Bab 44. Akhirnya Bisa Menjadi Suami Istri


__ADS_3

Teman-teman jangan lupa kasih like, bunga, kopi, atau vote. Lalu, 🌟🌟🌟🌟🌟.


Bab 44


Malaika dan Naresh tersenyum bahagia dan meng-aamiin-kan setiap doa yang mereka panjatkan untuk kebahagiaan pasangan ini. Siapa sangka pertemanan mereka berubah menjadi hubungan suami istri.


"Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah," ucap Rahandika yang datang bersama istrinya.


"Aamiin. Semoga kamu juga cepat punya momongan. Biar anak kita juga bisa menjadi teman," balas Naresh dengan senyum manisnya.


Tatapan mata Rahandika masih sama kepada Malaika, cintanya untuk perempuan itu masih ada kuat bersarang di dalam hati. Namun, dia harus merelakan saat cinta sang mantan telah berlabuh ke hati orang lain.


Pesta berakhir pukul 23:00 dan Naresh langsung mengajak Malaika untuk membuat proses Naresh junior. Malam ini mereka begadang karena tadi siang tidur cukup lama.


Malaika dibuat tidak berdaya oleh Naresh, laki-laki itu ingin bulan depan sudah ada calon keturunan dia di dalam rahim sang istri. Maka, malam ini benihnya banyak ditanam di ladang perempuan yang sudah mencuri hatinya.


"Sayang, aku ingin bulan depan mendengar kabar gembira di dalam sini sudah ada buah cinta kita," kata Naresh sambil mengusap perut rata Malaika.


'Mendengar? Pendengaran dia 'kan sedang bermasalah. Mungkin lebih tepat itu adalah berharap,' gumam Malaika dalam hatinya.


"Aamiin 'kan, Yang. Biar di qobul sama Allah," lanjut Naresh.


"Tapi, Mas. Kayaknya kurang etis kita berdoa dalam keadaan polos begini. Selimut mana? Tadi kamu buang," ujar Malaika yang menutup tubuhnya pakai seprei yang sudah ketarik-tarik tadi.


"Kamu ingin tambah lagi? Boleh, pokoknya malam ini aku akan bikin kamu puas," ucap Naresh dengan penuh semangat karena ingin membahagiakan sang istri.


"Astaghfirullah, bukan. Aduh, alat bantu pendengaran kamu di kemenakan, Mas!" Malaika baru menyadari sudah tidak ada lagi alat yang menempel di telinga suaminya.


***


2 bulan kemudian ....

__ADS_1


"Yang, kok, aku mual saat mencium bau ruangan ini," kata Naresh begitu masuk ke ruang kerjanya.


"Nggak ada bau yang aneh-aneh, wangi seperti biasa," balas Malaika karena memang wangi teh hijau seperti biasa.


"Kepala aku pusing, Yang. Bau banget di sini," ucap Naresh lagi.


Malaika merasa tidak ada bau yang menyengat atau bau bangkai. Lalu, dia pun menyuruh suaminya untuk istirahat di ruang khusus miliknya.


Naresh muntah-muntah sampai tubuhnya terasa lemas. Akhirnya, Malaika pun memanggil dokter pribadi ke kantor.


"Sebaiknya Nyonya juga saya periksa," kata dokter kepada Malika.


"Kenapa juga saya harus ikut diperiksa, Dok?" tanya Malaika heran.


"Mungkin saja sakitnya Tuan Naresh ini ada sangkut pautnya dengan Anda," jawab dokter itu.


"A–pa saya punya penyakit menular?" tanya Malaika dengan raut sedih dan terkejut.


"Bukan penyakit, tetapi—" Dokter itu tersenyum, lalu berkata, "Sepertinya Anda sedang hamil."


"Sebaiknya Anda lakukan tes kehamilan atau langsung mendatangi dokter spesialis kandungan," balas dokter itu sambil tersenyum tipis.


Malaika juga mengingat-ingat kalau terakhir datang bulan itu sebelum dia menikah. Saat ini dia dan Naresh sudah menikah selama dua bulan, jadi besar kemungkinan dirinya itu sedang hamil saat ini. Air mata kebahagiaan meluncur membasahi pipi mulus perempuan itu.


"Sayang, kamu kenapa? Dokter, ada apa? Apa aku mengidap penyakit serius?" tanya Naresh bertubi-tubi.


Malaika pun memasangkan alat bantu pendengaran di teling Naresh. Lalu, dia pun menjelaskan apa yang sudah dokter katakan tadi. Naresh juga menangis tergugu karena bahagia. Akhirnya impian dia untuk punya Naresh junior bisa kesampaian.


"Alhamdulillah, Ya Allah. Semoga aku dan Malaika di berikan keturunan yang banyak," kata Naresh dengan penuh harap.


TAMAT

__ADS_1


***


Terima kasih teman-teman semuanya yang sudah membaca karya aku ini. Jangan lupa baca juga karya terbaru aku, ya 🥰



Untuk Pemenang Giveaway pemberi poin tertinggi.


❤️ Juara 1: Pulsa 20.000


Nurul Qolbi


❤️ Juara 2: Pulsa 15.000


Sholehah Nurul Qolbi


❤️ Juara 3: pulsa 10.000


Adek Susan


Untuk pemenang komentar terbaik pulsa 5.000


❤️ Hen-Ken


Selamat untuk pemenang, aku akan hubungi lewat chat. Meski sedikit semoga bermanfaat.



Blurb:


Qiana dan Emir sudah menjalin hubungan selama 12 tahun. Betapa terkejutnya dia saat mendatangi pernikahan Zeline, ternyata mempelai pengantin laki-laki adalah Emir—tunangannya.

__ADS_1


Cobaan Qiana bertambah saat tahu dirinya hamil anak Emir. Sementara laki-laki itu tidak mau mengakuinya, sampai sang ibu meninggal akibat gagal jantung. Di tengah keterpurukan itu datang penolong yang selalu memberikan semangat yaitu Keenan, seorang office boy.


Akankah Qiana mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya setelah datang begitu banyak cobaan yang mendera dia?


__ADS_2