Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre

Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre
Bab 32. Naresh Sadar


__ADS_3

Teman-teman jangan lupa kasih like, bunga, kopi, atau vote. Lalu, 🌟🌟🌟🌟🌟.


Bab 32


Malaika kini sedang tidur di kamar rawat di rumah sakit yang sama dengan Naresh yang sedang berjuang untuk hidup. Gadis itu kekurangan darah dan kelelahan baik fisik maupun mental, sehingga dokter menyarankan untuk dirawat intensif.


Nenek Romlah merasa sedih saat melihat keadaan cucu semata wayang yang biasanya ceria, kini terbaring lemah. Dulu, Malaika itu jarang sakit, tetapi kini sudah dua kali dia di rawat dalam jangka waktu yang dekat.


"Kamu ini kanapa, Mala? Jangan sakit-sakitan terus. Nenek tidak tega melihat kamu seperti ini. Nenek suka kamu yang cerewet dan bergerak kesana-kemari dengan riang," gumam wanita tua itu sambil membelai pipi mulus gadis itu.


Wajah yang dulu sering merona, kini pucat pasi. Bibir ranum yang berwarna merah segar layaknya strawberry itu kini dalam keadaan pucat. Tangan gadis itu juga terasa dingin.


Air mata Nenek Romlah sesekali jatuh di pipinya. Pancaran sinar matanya juga sudah mulai redup karena dimakan usia. Wanita tua itu berharap kalau Allah jangan mengambil Malaika terlebih dahulu sebelum dirinya.


"Nek," panggil Malaika dengan lirih.


"Alhamdulillah, Mala. Akhirnya kamu sadar juga." Senyum lebar menghiasi wajah Nenek Romlah.


Malaika mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah. Seingat dia tadi sedang tidur di kamar apartemen milik Naresh. Namun, saat ini berada di rumah sakit.

__ADS_1


"Aku kenapa, Nek?" tanya gadis itu sambil melihat ke arah orang yang sudah mengasuhnya sejak kecil.


"Katanya kamu kurang darah dan kelelahan," jawab Nenek Romlah sambil membelai kepala sang cucu.


Malaika sadar kalau belakang ini dia kurang memperhatikan asupan gizi dan juga sering begadang. Belum lagi kemarin-kemarin sedang masa galau.


"Nek, bagaimana keadaan Naresh?" tanya Malaika seakan keadaan laki-laki itu lebih utama dari kesehatan sendiri.


"Naresh sudah mengalami banyak kemajuan, kata Pak Yuda. Tadi katanya sudah siuman dan menanyakan dirimu," jawab Nenek Romlah dengan suaranya yang halus dan pelan.


Terasa ada desiran halus dalam tubuh gadis itu. Malaika ingin sekali segera bertemu dengan calon suaminya. Keingin dia saat ini adalah memastikan dengan mata kepala sendiri kalau Naresh benar-benar dalam keadaan baik.


"Nek, aku ingin menemui Naresh," kata Malaika setelah menekan tombol nurse bell.


Malaika tersenyum lembut. Gadis itu sudah jauh merasa lebih baik setelah mendengar kabar tentang atasan sekaligus teman baiknya.


Pintu terbuka dan seorang perawat masuk. Perempuan berseragam putih itu menanyakan apa yang sedang dirasakan oleh Malaika dan memeriksa kembali tekanan darah dan melepaskan selang infus yang akan habis tinggal tersisa sedikit.


Malaika pergi ke ruangan tempat Naresh dirawat. Terlihat laki-laki itu sedang tidur. Sekarang sudah tidak ada lagi kabel-kabel yang terpasang pada tubuhnya.

__ADS_1


"Naresh." Malaika memanggil dengan lirih seakan takut kalau tunangannya ini terbangun.


Senyum di bibir pucat itu langsung mengembang ketika terlihat kelopak mata milik Naresh bergerak lalu terbuka dengan perlahan. Pandangan dia kini mengarah kepada orang yang sedang duduk di samping.


"Malaika," ucap Naresh dengan senyum tipisnya. 


Terlihat pancaran kebahagiaan dari kedua bola mata bening itu. Perlahan-lahan mulai mengembun dan mengumpul di pelupuk netra dia. Berakhir meluncur setelah dia mengedipkan matanya.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga. Aku senang sekali," kata Malaika sambil menangis tergugu.


"Mana yang sakit?" tanya Naresh sambil menyentuh pipi Malaika.


"Melihat kamu seperti ini membuat aku sakit," jawab Malika dengan senyum yang dipaksakan.


"Makanya aku tanya mana yang sakit. Karena kamu tidak terlihat teruka. Sini aku lihat, biar nanti dokter yang obati," balas Naresh yang agak tidak nyambung dengan ucapan Malaika.


Mendengar ucapan Naresh barusan membuat Malaika terperangah sekaligus terkejut. Gadis itu langsung berpikir kalau kekasih hatinya ini sedang tidak baik-baik saja.


"Dokter!" teriak Malaika sambil menekan interkom yang ada di dekat brankar.

__ADS_1


***


😁 Apakah Naresh kembali Budeg atau pura-pura Budeg? Tunggu kelanjutannya ya!


__ADS_2