
Teman-teman jangan lupa kasih like, bunga, kopi, atau vote. Lalu, 🌟🌟🌟🌟🌟.
***
Bab 31
Malaika mangut-mangut setelah mendengar laporan dari Pandu. Kini tinggal satu orang lagi yang ingin didengar hasil penyelidikannya.
"Lalu, Guntur. Apa yang kamu dapatkan dari hasil penyelidikan kamu atas kecelakaan yang menimpa Naresh?" tanya Malaika sambil menatap tajam ke arah laki-laki berjaket kulit warna hitam.
Laki-laki yang bernama Guntur itu memiliki perawakan yang tegap. Sebelah tangannya mengambil sesuatu dari suku jaket dan menyerahkan beberapa buah chip kepada Malika.
"Ini apa?" tanya Malaika setelah menerima barang itu.
"Itu adalah rekaman CCTV di semua restoran makan di pinggir kota. Lalu satu lagi adalah rekaman jejak yang dimiliki oleh Bima," jawab Guntur.
Malaika pun memasang chip itu untuk melihat isi rekaman yang tertera di dalamnya. Gambar rekaman di laptop menunjukkan Bima sedang duduk berdua dengan seorang laki-laki.Â
Betapa terkejutnya Kakek Kamandaka saat melihat wajah laki-laki satunya lagi terekam oleh kamera. Laki-laki tua itu tahu betul siapa orang yang sedang bersama Bima.
__ADS_1
"Shaka?" ucap Kakek Kamandaka tidak percaya.
"Bagaimana mungkin dia tega melakukan hal seperti ini kepada Naresh?" lanjutnya dengan nada frustrasi.
Shaka adalah suami dari Kinara, anak tiri pembawaan istri keduanya. Selama ini laki-laki itu tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan.
"Bukannya laki-laki itu adalah papanya Abimana?" tanya Malaika sambil melirik ke arah Kakek Kamandaka.
"Ya, dia adalah papanya Abimana, sungguh aku tidak menyangka sama sekali, apa tujuan dia yang melakukan hal ini," jawab laki-laki tua yang terlihat sangat sedih.
Setelah melihat hasil rekaman dari CCTV di sebuah restoran, kini Malaika memutar satu chip lagi. Rekaman itu memperlihatkan kegiatan keseharian dari Bima dan menurut Malaika tidak ada yang aneh atau mencurigakan. Namun, saat memasuki menit kedua terlihat laki-laki itu sedang mencetak foto-foto Naresh dan meletakan secara berjajar di dinding. Ternyata salah foto Naresh ada juga foto dirinya. Tentu saja hal ini membuat takut perempuan itu.
Guntur pun menjelaskan kalau Malaika merupakan orang yang paling berharga bagi Naresh. Jadi, orang-orang di dekat Naresh akan menjadi target dia juga.
"Apa kamu sudah menanyakan apa hubungan wanita itu dengan Naresh. Karena aku tidak mengenal gadis bernama Ambar," kata Malaika.
"Dia masih tutup mulut meski aku paksa," balas Guntur.
Malaika tidak bisa berpikir lagi untuk saat ini. Wanita itu merasa kepalanya mau pecah. Kurang istirahat dan asupan gizi yang tidak menentu karena kesibukan dan kalut akan pikiran dia belakangan ini yang terus memikirkan Naresh.
__ADS_1
Wajah Malaika kini terlihat pucat dan lesu. Melihat keadaan calon cucu mantunya seperti ini Kakek Kamandaka pun menyuruh Yuda untuk memanggil dokter.
"Malaika kamu istirahat dulu di kamar, dokter akan segera sampai," ucap laki-laki tua dan Malaika menuruti perintahnya.
Apartemen ini sangat asing bagi Malaika. Selama dia berteman dengan Naresh, baru dua kali dia datang ke sini dan ini kali ketiganya. Dulu juga mereka hanya sebentar saat berkunjung ke sini.
Saat perempuan itu berbaring, matanya terpaku kepada sebuah pigura foto. Potret keluarga Naresh, di mana terdiri dari mama dan papanya, serta dia sendiri yang berusia sekitar 3 atau 4 tahun.
Malaika pun bangun lalu berjalan untuk melihat pigura foto itu. Ada keterangan di sana, tentang kapan dan di mana foto itu diambil.Â
"Naresh mirip dengan papanya. Mamanya cantik sekali," gumam Malaika.
Gadis itu tertegun sambil memandangi foto itu. Otaknya dia peras untuk berpikir akan ada sesuatu yang aneh di foto itu.
'Tapi, apa?' Malaika bertanya dalam hatinya.
***
Kenapa Shaka bisa bersama dengan Bima? Apakah dia dalang dibalik semua ini? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1