Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre

Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre
Bab 43. Akhirnya Halal


__ADS_3

Teman-teman jangan lupa kasih like, bunga, kopi, atau vote. Lalu, 🌟🌟🌟🌟🌟.


Bab 43


"Pernikahan akan digelar sekitar tiga bulan lagi," kata petugas KUA.


"Apa?" teriak Naresh tidak terima.


Malaika juga mengerutkan keningnya. Dia mengira bisa menikah secepatnya bersama Naresh. Bodohnya dia baru sadar kalau sekarang itu tidak bisa menikah langsung kalau ingin tercatat di KUA, harus ada jeda waktu.


"Tidak bisa, Pak. Pokoknya aku ingin menikah dengan kekasihku sekarang!" ucap Naresh dengan tegas.


"Bapak bisa mempercepat pernikahan menjadi sepuluh hari lagi, dengan meminta dispensasi kecamatan. Itu akan mempercepat proses pernikahan Anda," tukas pegawai KUA dan Malaika menyuruh Naresh untuk mengikuti prosedur.


Meski kecewa akhirnya Naresh mengikuti ucapan Malaika. Bisa saja dia menggunakan kekayaan itu untuk membayar para petugas agar mereka bisa menikah secepatnya. Namun, keduanya ingin pernikahan itu niatnya ibadah dan berharap bisa berjalan dengan baik sampai maut memisahkan mereka.


"Sudah, sekarang kita punya waktu untuk sekalian membuat acara pesta pernikahan. Jadi, biar tidak ada omongan negatif karena kita menikah diam-diam dan terkesan terburu-buru," kata Malaika mencoba menenangkan calon suaminya.


"Ya, benar juga. Dengan begini kita akan punya waktu sepuluh hari untuk mempersiapkan semuanya," balas Naresh dengan seulas senyum.

__ADS_1


Setelah itu Malaika dan Naresh dibantu oleh Gendis dan Kinara mempersiapkan acara pesta pernikahan calon ahli waris keluarga Wijaya. Maheswara dan Abimana yang sedang patah hati pun ikut membantu mereka dengan menghandle semua pekerjaan di kantor perusahaan.


Kakek Kamandaka tidak jadi menyuruh Kinara untuk berpisah dengan Shaka, karena dia melihat putri sambungnya itu masih sangat mencintai suaminya. Sementara itu, Gendis masih suka dengan status janda yang sudah sewindu disandang. Wanita itu tidak mau mencari pendamping hidup yang baru, malah menyuruh putranya untuk mencari pasangan hidupnya.


"Aku harap kalian bisa hidup bahagia saat aku menutup mata nanti. Maheswara ... Abimana, kalian juga cari calon istri kalian agar kakek bisa tenang menjalani sisa hidup ini," kata Kakek Kamandaka.


"Kek, mencari perempuan yang bisa dijadikan istri itu tidak mudah. Aku tidak mau menikah lalu bercerai," balas Maheswara yang masih belum bisa melupakan Malaika, gadis yang menjadi cinta pertama baginya.


"Benar. Kalau pun kita menikah, pastinya akan mencari perempuan yang bisa menyayangi Orang tua dan keluarga kita. Aku tidak mau menikah dengan wanita yang hanya bisa menghabiskan uang suami saja," lanjut Abimana.


"Kakek hanya bisa mendoakan, semoga kalian segera dipertemukan dengan jodoh yang terbaik," kata Kakek Kamandaka dengan penuh harap.


***


Hari ini adalah hari pernikahan Naresh dan Malaika. Keduanya nampak bahagia dengan senyum terus menghiasi wajah mereka. Akhirnya status mereka sudah halal.


Ijab qobul sudah diikrarkan tadi pagi. Lalu, malam hari nanti akan diadakan resepsi pernikahan. Waktu sepuluh hari itu benar-benar bisa menyelenggarakan pesta yang megah dan tamu undangan yang sangat banyak. Tentu saja uang yang dikeluarkan oleh Naresh tidaklah sedikit. Entah berapa miliar uang yang menjadi dana pernikahan ini, bagi Naresh itu tidak masalah asalkan bisa menjadi suami dari Malaika.


"Sayang, masih ada waktu sepuluh jam lagi ke acara resepsi pernikahan kita nanti malam. Bagaimana jika kita membuat Dede bayi sambil menunggu acara pesta digelar," kata Naresh kepada Malaika yang sedang membersihkan make up.

__ADS_1


"Kita mandi dulu, ya. Biar segar dan wangi. Agar semakin semangat untuk proses pembuatan Naresh junior," bales Malaika sekenanya saja.


Sebenarnya dia masih sangat capek, setelah sepuluh hari ini ke sana ke mari. Untuk menyiapkan segala keperluan untuk acara pesta pernikahan mereka.


"Yes!" Naresh pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan kotoran ditubuhnya.


"Sayang, aku sudah selesai mandi," kata Naresh begitu ke luar dari kamar mandi.


"Kalau begitu sekarang giliran aku yang mandi, ya!" seru Malaika sambil membawa baju ganti ke dalam sana.


Malaika memilih berendam air panas berharap rasa lelah di tubuhnya bisa hilang. Namun, dia malah tertidur di bathtub yang sudah diberi cairan aroma terapi.


Begitu juga dengan Naresh yang ketiduran di sofa, karena merasa ngantuk. Kegiatan yang sudah ditunggu-tunggu dan direncanakan itu akhirnya gagal.


***


😁😁😁 Kisah cinta Naresh dan Malaika sudah berakhir sampai di sini. Nantikan karya aku yang baru untuk besok, 1 Maret 2023.


__ADS_1


__ADS_2