Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre

Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre
Bab 42. Nggak Sabar Ingin Menikah


__ADS_3

Teman-teman jangan lupa kasih like, bunga, kopi, atau vote. Lalu, 🌟🌟🌟🌟🌟.


Bab 42


Naresh menatap Malaika sampai lupa berkedip. Gadis itu memoles sedikit wajahnya dengan make up natural dan memakai gamis putih yang senanda dengan jilbabnya.


"Ya Allah, ada bidadari ke luar dari kamar mandi!" seru Naresh.


"Astaghfirullahal'adzim. Mana ada bidadari ke luar dari kamar mandi. Tidak anggun banget! Seharusnya yang kamu bilang itu adalah "Ya Allah, calon istriku sangat cantik seperti bidadari yang turun dari surga!", gitu."


Naresh malah tertawa renyah saat mendengar gerutuan Malaika. Dirinya sudah tidak sabar untuk segera menikah. Namun, KUA di sana buka pukul 07:30 nanti dan sekarang baru jam 06:00 masih banyak waktu.


"Ayo, kita sarapan dulu! Aku tidak mau kamu sampai pingsan karena tegang saat ijab qobul nanti," ajak Malaika sambil duduk di sofa karena sarapan sudah tersedia di meja.


"Semalam ada apa, ya? Kenapa Abimana menghubungi aku sampai-sampai ada seratus panggilan lebih. Ini pasti ada sesuatu yang sangat penting," tanya Naresh sebelum memasukan bubur ke mulutnya.


"Nanti kamu tanyakan saja kepada dia," balas Malaika sambil mengaduk bubur itu agar semuanya menyatu.

__ADS_1


Sebenarnya gadis itu sudah tahu apa yang akan dibicarakan oleh Abimana. Hati Malaika sangat sakit dan marah semalaman setelah mendengar pengakuan sepupu dari Naresh. Dirinya tidak menyangka kalau laki-laki yang dia hormati bisa melakukan hal yang sangat jahat seperti itu.


Seandainya saja Naresh punya sifat pendendam dan keras hati, pastinya dia akan membalas semua perbuatan Shaka. Namun, pada dasarnya sifat pemuda itu baik hati dan suka menolong. Jadi, pastinya tidak akan melakukan hal keji atau bodoh saat tahu kebenaran yang sering menimpa dirinya selama ini.


"Sayang, Nenek Romlah nanti akan di jemput oleh Dika. Sebaiknya kamu beri tahu nenek untuk segera siap-siap," kata Naresh setelah menghabiskan makanannya.


"Nenek sudah siap sejak Subuh tadi seperti dirimu. Sepertinya sebelum kumandang adzan Subuh nenek sudah siap-siap. Karena dia juga yang menelepon aku untuk segera bangun," ujar Malaika dengan tangan yang sibuk merapikan bekas mereka sarapan.


"Wah, ternyata Nenek sudah tidak sabar seperti aku ingin segera menjadi satu keluarga!" seru Naresh dengan senyum lebar saking bahagianya dia.


Malaika hanya tersenyum tipis. Selain mereka berdua, dirinya juga sudah tidak sabar ingin segera menikah agar bisa selalu bersama. Namun, dia tidak mau bilang. Biar Naresh yang bucin sama dia selamanya.


***


"Aduh, mana para petugas KUA itu! Kenapa mereka lama sekali, ini sudah siang." Naresh terus saja meracau.


Nenek Romlah yang duduk di apit oleh Malaika dan Rahandika, hanya tersenyum senang melihat calon cucu menantunya yang terus saja ngoceh. Wanita tua itu yakin kalau pemuda inilah yang akan membawa kebahagiaan untuk cucu semata wayangnya.

__ADS_1


"Naresh, duduk dulu. Tenangkan dirimu, Nak," kata Kakek Kamandaka sambil menggerakkan tangannya menyuruhnya mendekat.


"Ada apa, Kek. Apa nomor para pegawai KUA sudah di dapat? Suruh mereka cepat datang ke sini, katakan ada yang mau menikah," ucap Naresh sambil berjalan ke arah kakeknya.


"Kamu itu tidak sabaran sama sekali ingin nikah sama Malaika," gerutu Kakek Kamandaka.


"Bukan hanya aku saja, Kek. Malaika juga sudah tidak sabar untuk menjadi istri aku," tukas pemuda berbaju koko putih.


Setelah jam 07:30 baru para petugas KUA datang ke sana. Kedatangan mereka bagi Naresh seperti seorang petinggi yang sangat penting dan ditunggu-tunggu kedatangannya.


"Apa semua berkasnya sudah disiapkan semua?" tanya laki-laki berseragam sambil tersenyum ramah kepada Naresh.


"Sudah, Pak! Ini semua dokumen milik calon mempelai laki-laki dan perempuan," jawab Rahandika sambil menyerahkan amplop berukuran besar.


Petugas itu memeriksa semua dokumen itu dan sudah lengkap. Laki-laki paruh baya itu pun berkata, "Pernikahan akan digelar sekitar tiga bulan lagi."


"Apa?" teriak Naresh terkejut.

__ADS_1


***


🤣🤣🤣 Apakah Naresh bisa tahan menunggu waktu 3 bulan untuk menikahi Malaika? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2