Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre

Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre
Bab 28. Keadaan Naresh


__ADS_3

Bab 28


Nenek Romlah panik saat melihat Malaika pingsan. Wanita tua itu pun berteriak meminta pertolongan kepada Dewi dan keluarganya yang kebetulan sedang berada di depan rumah mereka. 


"Kenapa Malaika bisa pingsan, Nek?" tanya Dewi sambil membalurkan minyak angin di dada dan tengkuk gadis itu.


"Tidak tahu, tadi nenek sekilas mendengar dia seperti sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon," jawab wanita tua itu dengan tatapan sendu.


Malaika pingsan sekitar 15 menit, ketika dia tersadar nama Naresh yang terucap dari mulutnya. Tentu saja orang-orang yang ada di sana menjadi penasaran atas apa yang sudah terjadi.


"Nenek, Naresh mengalami kecelakaan!" Malaika pun langsung bangun dari tempat tidur dan berniat pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan laki-laki itu. Nenek Romlah juga langsung mengikuti Malaika untuk melihat keadaan dari laki-laki yang akan menjadi cucu menantunya. Mereka pergi ke rumah sakit dengan menggunakan taksi online karena kondisi gadis itu saat ini tidak memungkinkan untuk membawa kendaraan.


***

__ADS_1


Terlihat Naresh sedang terbaring di ruang ICU di mana beberapa alat medis menempel di tubuhnya. Kepala dia terbalut oleh perban dan lehernya memakai servical collar. Semua keluarganya menunggu di depan ruang itu karena keadaan pasien saat ini dalam keadaan kritis.


"Bagaimana keadaan Naresh saat ini, Dok?" tanya Kakek Kamandaka begitu dokter yang memeriksa sang cucu ke luar dari ruangan itu. 


"Untuk saat ini keadaan Tuan Naresh belum bisa dipastikan secara keseluruhan, karena beliau mengalami beberapa luka dalam dan bagian kepala mengalami luka kembali di tempat yang sama dari kecelakaan sebelumnya," jawab laki-laki berjas putih.


Tentu saja Kakek Kamandaka merasa sangat sedih saat mendengar keadaan cucunya saat ini. Seharusnya saat ini merupakan hari yang membahagiakan bagi Naresh. Akan tetapi, takdir berkata lain dengan terjadinya kecelakaan yang menimpa dirinya.


Malaika berlari penelusuran lorong bangunan yang mempunyai bau ciri khas desinfektan. Lagi-lagi dia mendatangi tempat ini seperti beberapa bulan yang lalu. Dalam keadaan sama, yaitu pikiran kacau dan hati tidak tenang. Hal yang membedakan dulu dan sekarang adalah status mereka. Jika dulu di wanita itu mencemaskan atasannya, kini mencemaskan calon suaminya.


"Kakek, bagaimana keadaan Naresh saat ini?" tanya Malaika dengan ekspresi wajah terluka dan air mata yang menggenang di pelupuk netranya.


"Sebaiknya kita berdoa agar Naresh dalam keadaan baik-baik saja dan cepat sadar," jawab laki-laki tua itu mencoba menenangkan hati calon istri dari cucunya.

__ADS_1


Malaikat hanya bisa melihat keadaan Naresh lewat dinding kaca. Hatinya benar-benar terluka melihat keadaan laki-laki itu. Sosok yang selalu dengan penuh semangat kini berbaring tidak berdaya. Air mata itu akhirnya mengalir di pipi mulusnya


Tidak berapa lama kemudian datang Rahandika ke sana bersama dengan Pak Burhan, napas kedua orang itu terlihat ngos-ngosan. Begitu mendengar kecelakaan yang sudah menimpa atasan mereka, langsung bergegas ke rumah sakit.


Pak Burhan mendekati Malaika dan Kakek Kamandaka, lalu membisikkan sesuatu kepada mereka berdua. Hal ini membuat kedua orang itu saling beradu pandang karena apa yang diucapkan oleh Pak Burhan itu ada kemungkinan benar.


Kakek Kamandaka, Malaika, dan Pak Burhan saat ini sedang berada di sebuah ruang rawat inap yang tidak dihuni oleh pasien. Mereka di sana untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting.


"Jadi kecelakaan yang dialami oleh Naresh saat ini pun atas perbuatan dari orang yang memiliki kebencian kepada keluarga aku?" tanya Kakek Kamandaka sambil menatap tajam ke arah Pak Burhan.


"Meski belum ada bukti yang didapat oleh pihak kepolisian, tetapi aku percaya kalau ada seseorang yang selalu berniat untuk mencelakai keluarga Tuan Naresh," ucap Pak Burhan dengan hati-hati.


***

__ADS_1


Benarkah kecelakaan kali ini pun dilakukan oleh orang yang sama atau hanya kecelakaan biasa? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2