Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre

Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre
Bab 40. Balas Dendam Tidak Ada Gunanya


__ADS_3

Teman-teman jangan lupa kasih like, bunga, kopi, atau vote. Lalu, 🌟🌟🌟🌟🌟.


Bab 40


"Katakan kenapa kamu sampai tega berbuat seperti itu kepada janda dan anak yatim piatu?" tanya Kakek Kamandaka dengan marah sambil memukul Shaka saking marahnya dia.


Laki-laki tua itu teringat kembali bagaimana kesulitan yang dialami oleh Nenek Romlah dan Malaika ketika itu. Diusir dari rumah miliknya sendiri. Dipermalukan di depan umum, dan menumpang sementara di rumah tetangga.


"Karena dengan membuat gadis itu sengsara akan membuat hati Naresh terluka dan hancur," jawab Shaka dengan seringai di wajahnya karena dia ingat betul bagaimana kacaunya Naresh saat bernegosiasi dengan Juwanto agar menjual rumah itu kepadanya. Namun, laki-laki itu tidak bisa menjualnya karena dia sudah dibayar hanya untuk mengambil surat sertifikat tanah dan mengusir Malaika dari rumahnya.


Walau rencana Shaka mengalami kegagalan gara-gara Abimana merebut surat sertifikat itu dari Juwanto. Putranya mengancam akan melaporkan dirinya atas tuduhan berlapis. Siapa sangka saat Shaka berbicara dengan Juwanto tentang rumah milik Nenek Romlah itu ada Abimana di sana juga dan merekam pembicaraan mereka. Tentu saja laki-laki tua yang tidak mau menghabiskan masa tuanya di penjara itu memberikan sertifikat tanah rumah milik janda tua yang tinggal bersama cucu perempuannya.


Kakek Kamandaka memukulkan tongkatnya yang sering dia pakai untuk membantu saat lelah berjalan, ke tubuh Shaka. Laki-laki tua itu tidak menyangka kalau menantunya itu menyimpan dendam kepada Naresh segitu besarnya sampai-sampai orang yang berati baginya pun dia celakai.

__ADS_1


"Apa yang akan kamu lakukan jika ada yang mencelakai Kinara dan Abimana?" tanya Kakek Kamandaka.


"Tentu saja akan aku balas perbuatannya itu lebih tajam lagi dari apa yang sudah dia perbuat kepada keluargaku," jawab Shaka.


kakek Kamandaka tertawa terkekeh lalu dia berkata, "Maka aku pun akan melakukan hal yang sama."


"Kalau begitu aku akan membahas semua perbuatan burukmu kepada Naresh dan juga Malaika!" pekik Kakek Kamandaka sambil menunjuk ke arah Shaka.


Mendengar ucapan mertuanya, Shaka tahu itu bukan main-main atau gertakan saja. Laki-laki tua itu pasti akan melakukan apa yang ingin dia perbuat untuk membuat rasa sakit yang diderita oleh cucu kesayangan.


Sang menantu hanya menggelengkan kepala tanda kalau dia tidak tahu apa yang sudah dipilih oleh Kinara untuk masa depan mereka. dalam hatinya berharap kalau istri tercinta itu mau bertahan bersama dengan dirinya.


"Kinara memilih untuk berpisah denganmu, karena dia sangat menyayangi Naresh yang sudah seperti anak kandungnya sendiri. Dia tidak terima atas semua perbuatan kejahatan yang sudah kamu lakukan kepada Naresh," jawab kakek Kamandaka dengan senyum.

__ADS_1


Ada rasa penyesalan dalam diri Shaka sekarang. Hanya gara-gara dendam masa lalu yang terus dia bawa sampai saat ini. Membuat dirinya celaka dan kehilangan segala hal yang berarti dalam hidup dia.


"Bersiaplah kamu untuk mendekam di hotel prodeo atas semua kejahatan yang engkau lakukan selama ini," lanjut Kakek Kamandaka.


"Biarkan aku yang menjaga dan melindungi Kinara dan Abimana," kata Shaka dan itu membuat Kakek Kamandaka tertawa.


"Bagaimana caranya kamu akan melindungi mereka berdua, jika kamu berada di dalam penjara?" tanya Kakek Kamandaka dan membuat Shaka terdiam.


Sekarang Shaka benar-benar merasa menyesal karena terbawa oleh napsu dan balas dendam yang malah membuatnya jatuh ke dalam kehancuran. Seandainya saja jika dia mau berlapang dada untuk menerima semua yang sudah diberikan kepadanya, maka semua kesengsaraan ini tidak akan terjadi kepada dirinya.


Balas dendam itu hanya akan memunculkan masalah baru lagi dalam hidup seseorang. Maka tidak ada gunanya untuk melakukan balas dendam. Sebab lebih terhormat jika menahan amarah dan memaafkan orang yang berbuat buruk pada kita.


Justru membalas dendam adalah perbuatan bodoh karena mentoleransi atau membenamkan kebencian dalam jiwa dan hartanya. Membalas dendam juga tidak akan mendatangkan kebaikan. Perbuatan tersebut justru menimbulkan kebencian di tengah masyarakat.

__ADS_1


***


Apakah Naresh dan Malaika akan menikah keesokan harinya sesuai dengan keinginan calon mempelai laki-laki? Ikuti terus kisah mereka, ya!


__ADS_2