Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Meminta izin untuk melamar


__ADS_3

Setelah pembicaraan itu, rendra sudah memutuskan untuk pergi jauh selama yg dia mau. Dia tidak ingin melihat penderitaan nya sendiri. Dan keputusan nya itu sudah dia bicarakan dengan sekar. Awal nya sekar menolak dengan permintaan rendra, karena setelah kejadian itu dia ingin memantapkan hati nya untuk rendra. Dan dia merasa tidak tega dengan rendra, dia merelakan cinta nya hanya untuk kebahagiaan kakak nya, tanpa memikirkan kebahagiaan nya sendiri.


“Sekar nggak setuju mas. Sekar nggak bisa meninggalkan mas dengan penuh banyak luka di hati mas. Sudah cukup sekar membuat mas terluka, tapi kali ini sekar nggak ingin menerima permintaan mas.” Ucap nya sambil berdiri meninggalkan rendra yg tengah duduk di sofa ruang tamu sekar.


Ya, sekarang rendra sudah di perbolehkan untuk mengunjungi sekar di rumah sewa nya. Rendra mencoba mengajak sekar untuk membicarakan hal yg kemarin dia bicarakan dengan kakak nya.


“Cobalah mengerti sekar..kamu lebih pantas untuk kak aufar, dari pada mas. Kak aufar jauh lebih bisa membahagiakan kamu dari pada mas. Dan kamu nggak usah khawatir, kan mas juga berada di dalam rumah itu, jadi mas juga masih bisa memantau kamu, ya kan?” rendra membujuk sekar agar menyetujui permintaan nya.


“Tapi sama aja mas, sekar nggak bisa bersama sama mas, di dalam hidup sekar hanya akan ada dia. Sekar nggak bisa meninggalkan mas, setelah apa yg sudah mas lakuin ke sekar. Mas selalu menjadi pahlawan buat sekar. Dan tiba-tiba mas meminta sekar untuk menerima lamaran nya? Oh..sekarang sekar mengerti, sebenar nya cinta nya mas ke sekar itu Cuma sekedar permainan mas aja kan?” sekar nggak habis pikir dengan keputusan yg di buat rendra padanya.


“Sayang..cobalah mengerti kondisi mas saat ini.. cinta nya mas ke kamu itu bukan sekedar permainan yg kamu ucapkan. Mas sangat-sangat mencintai kamu, jauh dari lubuk hati mas yg paling dalam, tapi kamu akan jauh lebih bahagia dengan nya, mas nggak akan bisa memberikan kamu apapun sekar.” Rendra berdiri dan menghampiri sekar yg sedang membelakangi nya.


“Tapi kan mas…” sekar membalikkan badan nya saat rendra memegangi kedua pundak sekar.


“Tapi apa? Selama ini mas nggak pernah minta apa pun sama kamu kan? dan hari ini mas hanya meminta satu hal itu aja sayang..mas mohon.. terimalah dia, sayangi dia.. Ya..” rendra mengatakannya dengan sangat tulus, walaupun kesan nya sedikit memaksa.


“Hemm, baik lah mas, jika itu sudah menjadi keinginan mas, sekar akan turuti apa yg mas inginkan.” Dia menarik nafas nya dengan berat, dan setuju dengan permintaan rendra.


“Terimakasih ya..terimakasih atas segala nya, terimakasih karena kamu sudah memahami mas.. mas janji, jika kamu butuh bantuan apa pun, jangan ragu untuk meminta nya sama mas, insyaAllah mas akan wujud kan keinginan kamu, mas akan bantu kamu sebisa nya mas” rendra berjanji dengan sekar akan terus menjaga nya.


“Sekar percaya kok sama mas. Mas akan selalu menjadi orang yg terpenting buat sekar.” Sekar berkata seperti sambil menggenggam kedua tangan rendra.


Selama tiga hari aufar memantapkan hati nya untuk bisa membicarakan hal ini kepada orang tuanya. Karena bagaimana pun, dia harus jujur dengan orang tua nya. Tapi disaat bersamaan, aufar malah berfikir akan lebih baik jika orang tua nya nggak pernah mengetahui apa yg sudah pernah terjadi. Dengan sedikit keraguan, aufar menghampiri mama dan papa nya.


“Ma..Pa.. lagi sibuk nggak?” sapa aufar saat melihat mama dan papa nya sedang bersantai di depan kolam renang sambil menyeruput secangkir teh hangat di sore hari.

__ADS_1


“Kamu lihat mama sama papa sedang apa? Sini duduk samping mama.” Pinta mama nya sambil menepuk sofa yg di samping mama nya. Agar aufar bisa duduk di samping nya.


“Ada yg ingin aufar bicarakan pada mama dan papa” ucap nya dengan ragu.


“Kamu mau bicarakan hal apa nak? Bicara lah” sahut mama nya sambil tersenyum hangat pada nya.


“Aufar ingin mama dan papa melamar seorang gadis buat aufar” saat aufar mengatakan hal itu, papa nya yg sedang menyeruput teh langsung menyemburkan teh nya dan langsung melotot kan mata nya saat melihat anak nya.


“Kamu serius nak? Apa mama nggak salah dengar?” ucap mama nya yg tak kalah terkejut nya dengan suami nya.


“Iya, mama sama papa sama sekali nggak salah dengar kok.” Ucap nya sambil berusaha menenangkan mama dan papa nya.


“Wanita mana yg sudah berhasil memikat hati anak mama ini pa? mama syok pa dengar nya.” Ucap mama pada papa aufar.


“Coba kamu ceritakan, sejak kapan kamu bisa seserius ini dengan wanita nak? Dan apa penyebab nya sampai wanita itu berhasil merebut hati kamu yg seperti batu itu?” mama sama papa nya masih merasa bingung dengan apa yg di ucapkan anak nya itu.


“Oke baik. jika itu sudah menjadi pilihan kamu, mama sama papa hanya bisa mewakili tanggung jawab mama untuk melamar wanita yg kurang beruntung itu.” Ucap mama nya sambil bergurau.


“Ya ampun ma..tega banget ngomong gitu ke aufar. Gini-gini aufar kan anak baik juga ma, kelihatan dari luar nya aja seperti bajingan, tapi sebenar nya punya hati yg lembut..” aufar memuji diri nya sendiri di depan mama dan papa nya.


Ternyata selama percakapan itu berlangsung, rendra mendengar semua yg di ucapkan kakak nya pada mama dan papa nya. Tadi nya rendra ingin menawarkan cemilan pada mama dan papa nya, dan saat dia berjalan ingin menghampiri orang tua nya, dia melihat aufar sedang mengatakan sesuatu pada mama nya, dan akhir nya rendra mendengar semua penuturan dari kakak nya itu.


“Ternyata dia nggak berani jujur” gumam nya dalam hati.


Setelah pembicaraan mereka selesai, rendra langsung pergi meninggalkan toples kue yg dia bawa tadi di atas meja dekat kolam renang.

__ADS_1


“Yaudah deh ma, pa. aufar tinggal dulu ya, ingat besok ya ma.. pagi-pagi kita berangkat nya ya ma..” ucap aufar dengan tidak sabar nya.


Pas dia melewati meja, dia melihat ada toples kue yg dari tadi nggak pernah ada, terus dia berfikir, siapa yg sudah meletakkan toples nya di atas meja itu. Tapi karena perasaan nya saat ini sedang bahagia, jadi dia nggak terlalu perduli dengan toples itu.


Rendra kembali ke dalam kamar nya. Dia melihat layar handphone nya dengan serius, ternyata dia sedang memandangi foto sekar yg ada di dalam gallery hp nya. Dia tersenyum sendiri saat melihat foto sekar.


“Seandainya saja.. seandainya kamu jadi milik aku, seandainya kamu jadi istri aku, mungkin kita akan bahagia. Tapi aku nggak bisa egois, kenyataan nya adalah kamu sangat membutuhkan dia. Jika sesuatu terjadi sama kamu, aku berjanji, aku lah yg akan menjadi penyelamat kamu sayang.. rasa sayang aku terhadap kamu sangat lah tulus, aku bisa merelakan kamu sama dia, agar semua kebutuhan kamu bisa tercukupi. Tapi mungkin aku minta maaf sama kamu, jika pada akhir nya aku akan meninggalkan kamu sendiri dan memberi ruang agar kamu bisa mencintainya.” Rendra mengelus wajah sekar di foto, sambil terus memandang wajah nya dengan perasaan sakit di hati nya.


“Besok, keluarga aku akan datang melamar kamu, aku berharap kamu bisa menepati janji kamu kemarin. Menerima nya sebagai calon suami kamu, dan belajar untuk mencintai nya.” Tak terasa, air mata nya menetes satu demi satu.


Saat rendra masih sibuk memandangi wajah sekar di hp nya, tanpa ia sadari, ternyata aufar sudah lebih dulu berada di dalam kamar nya. Aufar sudah berulang-ulang mengetuk pintu memanggil adik nya, tapi tidak ada jawaban. Jadi dia mencoba untuk membuka pintu nya untuk memastikan keberadaan adik nya ada atau tidak. Dia melihat rendra yg sedang terpaku di ujung tempat tidur nya sambil memandangi layar hp dengan serius.


“Lagi ngapain lo?” ucapan aufar membuat rendra terkejut dan langsung memasukkan hp nya kedalam saku baju nya.


“Gua tau saat ini lo lagi sedih. Gua nggak tau bagaimana gua harus ngomong sama lo, yg jelas gua sangat-sangat berterima kasih sekali sama lo, karena lo udah berbesar hati merelakan sekar buat gua, karena sebenar nya dia pasti membutuhkan gua untuk damping dia. makasih banyak ya..lo memang adik yg bisa gua andalkan.” Aufar masih saja egois dengan ucapan nya pada adik nya itu, padahal dia sendiri tau bagaimana kondisi adik nya seperti apa saat ini.


“Sama-sama. gua dukung lo kok.” Ucap nya sambil menepuk pundak kiri kakak nya.


“Oh iya, besok pagi lo ikut ya dampingi gua buat melamar sekar. Mama sama papa juga hadir kok.” Ajak nya tanpa memikirkan perasaan adik nya.


“InsyaAllah, gua nggak janji.” Ucap nya sambil menyibukkan dirinya dengan membolak-balikkan berkas kerja di meja kamar nya.


“Ayo lah ndra.. lo sendiri kan yg bilang kalau lo akan move on dari sekar, dan besok lah saat nya lo harus bisa move on ndra. kan nanti sekar akan menjadi kakak ipar lo juga.” Ucap nya dengan sedikit memaksa.


“Gua lagi banyak kerjaan sekarang, lo bisa keluar dari kamar gua sekarang. Gua akan pikirin lagi permintaan lo” pinta nya pada aufar agar tidak lagi membahas sekar di depan nya.

__ADS_1


“Oke baik gua keluar, tapi besok pagi gua akan nungguin lo di depan mobil, jam setengah 9 sudah harus di depan mobil, dan gua akan tetap nungguin lo” ucap nya lagi sebelum beranjak pergi dari kamar rendra.


Rendra sama sekali tidak lagi menjawab ucapan aufar yg terus mendesak nya agar mau ikut kerumah sekar.


__ADS_2