Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Kepergian Rendra menyadarkan kakak nya


__ADS_3

“Ini nak surat nya. Kalian baca aja dulu.” Mama menyerahkan selembar surat dari rendra, dan meminta aufar untuk membaca nya.


“Maafin rendra pa, ma. Rendra mungkin belum bisa menjadi anak yg papa sama mama banggakan. Maafin rendra karena memilih untuk mengalah di keadaan yg seperti ini. Jujur ma, rendra juga nggak tau apa yg akan rendra lakukan setelah rendra sudah benar-benar kehilangan sekar. Rendra sangat mencintai sekar ma, tapi rendra lebih mencintai keutuhan keluarga kita. Rendra nggak ingin, jika hanya karena keegoisan rendra, akan menghancurkan keharmonisan keluarga kita selama ini. Walaupun sebenar nya, rendra juga nggak tau pasti apakah kalian benar-benar menyayangi rendra atau tidak sama sekali, tapi cinta nya rendra ke mama dan papa begitu besar, sehingga rendra nggak bisa melihat kurang nya kasih sayang dari mama sama papa. InsyaAllah rendra ikhlas melepas sekar untuk kak aufar, dan rendra percaya jika kak aufar bisa membahagiakan sekar. tolong sampaikan pesan rendra untuk kak aufar ya ma, bilang ke dia, tolong jaga sekar dengan baik, dan bahagiakan dia, sebagaimana kedua orang tua nya selalu membahagiakan nya.”


“Trus, sekarang dia dimana ma? Kenapa mama nggak beritahukan hal ini pada aufar?” tanya aufar dengan frustasi.


“Mama sama papa juga nggak tau keberadaan adik kamu nak, tapi papa sudah memerintahkan anak buah nya untuk mencari adik kamu ke seluruh dunia kalau bisa. Mama mau minta maaf pada rendra far.. mama sama papa sebenar nya menyayangi adik kamu, tapi karena adik kamu bukan lah anak kandung mama, jadi mama merasa hanya kamu lah anak mama.” Mama winda sudah tidak bisa membendung kesedihannya lagi.


“Apa ma? Mama bilang rendra bukan lah anak mama sama papa?” mama hanya bisa menjawab dengan menganggukkan kepala nya dan masih terus menangis. Dia tidak percaya dengan apa yg ia dengar saat ini.


“Aufar akan cari rendra ma, sampai kapan pun aufar akan cari adik aufar ma.” ucap nya dan pergi begitu saja.


“Mas..” sekar mamanggil dan mengejar suami nya.


“Mas.. Sekar nggak akan biarin mas pergi dengan kondisi yg seperti ini. Kamu sedang emosi mas, tolong jangan pergi..” sekar mengira kalau suami nya akan pergi mencari rendra.


“Ya ampun sayang, mas itu mau kerja. Tapi, mas akan tetap mencari rendra. Mas punya feeling kalau rendra saat ini sedang berada di New York. Karena mas pernah dengar dari mamah, setiap dia ingin pergi refreshing, pasti tujuan nya selalu ke New York. Dan kita akan mencari nya kesana. Hitung-hitung sekalian honeymon” aufar seperti bunglon yg suka berubah-ubah. Kadang baik, kadang ngeselin, tapi lucu.


“Kamu ini mas, tadi sekar sudah mengira kalau mas akan langsung mencari mas rendra. Ternyata Cuma mau ngeprank aku aja.” jawab sekar dengan kesel.


“Yaudah jangan ngambek dong sayang.. lebih baik kamu tenangi mama, yakin kan ke mamah, kalau kita yg akan mencari rendra sampai ketemu. Tapi jangan bilang ke New York ya..” ucap nya sebelum masuk kedalam mobil.


“Iya mas. Kamu hati-hati ya di jalan..” sekar langsung menyalami suami nya.


“Dah sayang..” pamit aufar pada sekar.


Aufar pun berangkat kerja dengan menyetir mobil sendiri. Sekar langsung masuk kedalam rumah dan duduk bersama ayah, ibu dan seluruh anggota baru nya. Sekar mencoba menghubungi rendra dengan ponsel nya. Ponsel nya terhubung, namun tidak diangkat.


“Mas, kamu kenapa sih? Kenapa nggak ngabari sekar dulu kalau mau pergi..” gumam nya dalam hati sambil terus menghubungi rendra.

__ADS_1


***


Malam ini sekar dan aufar bersiap ingin pulang kerumah. Ibu, ayah dan juga haris juga ikut dengan sekar pulang kerumah baru nya. Karena sekar nggak ingin jika orang tuanya kembali ke kampung lagi.


“Ayah sama ibu pulang sama kita ya.” aufar mengajak mertua dan adik ipar nya pulang kerumah mereka.


“Nggak perlu nak, lusa nanti kami akan pulang ke kampung lagi..” ujar ayah yg nggak ingin merepotkan anak dan menantunya.


“Ayah sama ibu juga udah sama seperti mamah dan papah, jadi ayah nggak usah sungkan dengan aufar, yah.” Aufar memegang pundak ayah nya sekar.


“Iya ayah. Ayah sama ibu udah nggak perlu lagi pulang ke kampung, ibu sama ayah tinggal bersama sekar disini. Nanti rumah yg di kampung kita perbaiki, supaya nanti pas kita pulang kampung rumah ayah sudah cantik.. mau ya ayah, ibu…” sekar membujuk kedua orang tuanya.


“Disana ada sawah ayah nak, nanti siapa yg mau urus sawah ayah?” ucap ayah sambil memegang lengan aufar.


“Masalah itu ayah nggak usah cemas. Nanti aufar suruh bodygat aufar untuk cari orang yg bisa menjaga sawah ayah disana.” Aufar ingin meyakinkan mertua nya.


“Gimana bu?” tanya ayah pada ibu.


“Kak, kakak beneran mau kuliah kan haris di sini?” tanya haris memastikan.


“Iya dong.. kan kakak udah pernah janji sama haris, kalau kakak sukses di Jakarta nanti, kakak akan bawa kamu kuliah di Jakarta. Dan kak aufar juga sangat bersedia agar kamu, ayah dan ibu ikut bersama kakak ris..” sekar berkata sambil memegang tangan adik nya.


“Yaudah kalau memang itu sudah menjadi keputusan nak aufar. Ayah akan ikut.” Akhirnya ayah mau diajak pulang oleh aufar dan anak nya.


“Alhamdulillah.. yaudah yah lebih baik kita pulang sekarang, keburu nanti terlalu malam.” Ucap aufar dengan semangat.


“Mah, pa. Kami pamit pulang dulu ya..besok-besok kita main lagi kemari.” Aufar pamit dengan kedua orang tua nya, begitu juga dengan sekar.


Akhir nya mereka pulang kerumah baru mereka. Sekar yg merasa sangat bahagia karena akhirnya dia bisa terus bersama dengan keluarga nya, tanpa harus terpisahkan lagi. Setelah setengah jam perjalanan, akhir nya mereka sampai di rumah baru mereka.

__ADS_1


“Kita udah sampai..” sorak sekar dengan bahagia.


“Nak, ini rumah kalian?” tanya ibu memastikan.


“Iya yah..ini rumah baru dibeli sama mas aufar kemarin, sekar juga baru tau kemarin.” Ucap sekar sambil membukakan seftybelt ayah nya.


“Alhamdulillah..terimakasih ya nak aufar sudah membahagiakan sekar..semoga allah membalas kebaikan kamu di akhirat nanti, karena kamu sudah memuliakan istri mu.” Ayah berterimakasih sekaligus mendoakan menantu nya agar diberikan rezeki yg berkah dari allah.


“Sama-sama yah. Yaudah yuk kita masuk.” Saat aufar mengajak mereka semua masuk, haris menghentikan langkah kakak nya itu.


“Kak, bentar deh. Kita foto dulu yuk..” haris ingin berfoto di depan rumah baru kakak nya.


“Oh, iya boleh tu. Sini kakak yg foto” ucap aufar dengan semangat.


Setelah mendapatkan beberapa foto, mereka masuk kedalam kamar masing-masing yg sudah di persiapkan oleh pelayan dirumah itu.


“Bu, sekar tinggal dulu ya, ayah sama ibu tidur yg nyenyak.. kalau mau butuh apa-apa, ibu telfon aja dari sini, nanti mereka akan datang ke kamar ini.” Sekar memberitahu ibu nya sambil menunjukkan cara nya gimana.


“Iya, makasih ya nak.” Ibu merasa sangat beruntung dengan nasip anak nya saat ini.


“Yaudah bu, sekar keluar dulu ya.. dadah ayah..dadah ibu..” dengan semangat sekar melambaikan tangan nya untuk berpamitan dengan ayah dan ibu nya.


“Dadah sayang..” ucap ibu melambaikan tangan nya kearah sekar. Sekar pun berjalan kearah kamar nya.


***Hay readers ku yg setia..di bab selanjut nya author akan kasih liat visual dari pemeran Aufar, sekar dan rendra.


Nah kebetulan author suka sm aktor Korea, jadi author akan kasih liat visual oppa korea nya ya..


Semoga kalian suka😍

__ADS_1


Jangan lupa di like yg banyak, di vote jg yg banyak..di share juga...biar author makin semangat update nya..🥰***


__ADS_2