
Setelah mereka keluar dari bandara, sekar meminta pak mamat untuk membawa mereka ke alamat yg sudah dikirim oleh indri pada nya.
"Pak, kita ke alamat ini ya". Sekar memberitahu kan alamat ny pada pak mamat.
Tiwi yg masih penasaran dengan kisah cinta sahabat nya itu, dia menarik tangan sekar dan merangkul nya dengan erat.
"Jadi kar, gimana caranya kamu bisa sampai di jakarta ini?". Tanya tiwi yg masih gelendotan di tangan sekar.
"Jadi, kamu masih ingat yg kejadian waktu reja hampir.." Sekar tidak ingin melanjutkan bicara nya, karena ada pak mamat.
" Oh iya, aku tau. Memang jahat dia itu. Bahkan sampek sekarang pun dia selalu manfaatkan perempuan yg dekat dengan dia. Ih amit-amit deh kar. Terus-terus, siapa yg nolong kamu waktu itu? karena ibu-ibu rempong disana melihat ada pria tampan berdiri didepan rumah mu" Ternyata tiwi juga update berita mengenai sekar😅.
"Pria yg kamu maksud itu, nama nya Rendra. Dia orang nya baik banget. Setelah dia menolong ku dari kekejaman reja, Dia memberikan pekerjaan untuk ku, dia juga yg membiayai tiket pesawat untuk ku, agar aku bisa nyampek di jakarta dengan cepat". Sekar memberi jeda pada obrolan nya. Dia mengingat momen dimana pertama kalinya dia bertemu dengan rendra dan berakhir dengan kesedihan.
"Terus-terus? Jangan di cut-cut dong kar kalo lagi bicara sama aku". Tiwi melepaskan rangkulan tangan mya pada sekar.
"Iya, ini kan mau di ceritain" ucap sekar sambil tersenyum garing melihat tingkah tiwi yg lagi kesel padanya, lalu meraih tangan tiwi untuk di rangkul kembali.
"Setelah aku masuk kedalam perusahaan itu, Aku di buat takjub, karena bisa melihat design ruangan yg begitu elegan di perusahaan itu. Lalu aku di kawal sama supir yg menjemput aku di bandara waktu itu. Aku di kawal sampai kedalam ruangan Presdir. Dan disana sudah ada pria yg menolong ku waktu itu. Terus ada Presdir juga disana. Kamu tau siapa Presdir itu? dan siapa rendra itu?". sekar membuat tebak-tebakan pada tiwi.
"Ya bos mu lah kar. Terus kalau rendra Assisten nya. Bener kan??". Dengan percaya diri tiwi menjawab pertanyaan dari sekar.
"Kamu salah" ucap sekar sambil mengejek tiwi.
"Loh, jadi siapa?". tanya tiwi penasaran.
"Rendra itu adik kandung nya Suami aku. Dan Presdir ku itu adalah suami ku saat ini". Sekar menjelaskan pada tiwi dengan siapa dia menikah.
"Apa?? apa aku salah dengar ya? Presdir kamu itu adalah suami kamu sekarang? kok bisa? Terus bagaimana hubungan kamu dengan pemuda yg menolong kamu waktu itu kar?". Tiwi langsung melongo saat sekar bilang Presdir nya itu adalah suami nya.
"Nanti aku ceritakan, semua nya aku ceritakan ke kamu wik. Tapi nanti ya, tunggu waktu nya sudah pas". ucap sekar dan di iyakan sama tiwi.
Berapa menit kemudian, mereka sudah sampai di depan toko kue nya indri. Sekar meminta pak mamat untuk menunggu nya sebentar. Dan pak mamat mengiyakan ucapan sekar.
__ADS_1
Sekar dan tiwi masuk kedalam, dan melihat indri sedang duduk di dekat meja kasir. Para pembeli lalu lalang ingin memesan kue, toko milik indri cukup ramai pembeli. Sekar mengajak tiwi untuk duduk di kursi pembeli. Lalu sekar menghubungi indri, agar indri datang ke meja tempat sekar duduk.
"Hallo ndri, aku udah nyampek di toko kamu ini, kami duduk di kursi belakang. Bisakah kamu kesini? pembeli nya cukup ramai, jadi aku nggak bisa manggil kamu tadi". sekar meminta indri untuk datang ke meja nya.
"Oke". sebelum indri datang menghampiri sekar yg telah menunggu nya, dia meminta pegawai nya untuk membuatkan minuman dan menyediakan makanan untuk 3 porsi.
"Tolong kamu siapkan minuman dan makanan untuk 3 porsi, dan antarkan di meja belakang sana". indri berkata kepada pegawai nya, lalu menunjuk ke arah sekar.
"Baik, bu". pegawai itu langsung mengiyakan ucapan bos nya.
Indri langsung berjalan menghampiri sekar. Dia senang melihat sekar mau datang ke toko nya.
"Hay, udah lama nyampe ya?". tanya indri basa basi.
"Baru kok. Toko kamu cukup ramai ya ndri.". sekar memuji indri yg sukses.
"Nggak kok, biasa aja". jawab indri dengan malu-malu.
"Oh iya, ini kenalin sahabat aku, nama nya tiwi". sekar memperkenalkan tiwi pada indri.
"Hay juga mbak, aku tiwi. Asal dari kampung" tiwi membalas jabatan tangan indri.
"Lo ini sahabat sekar, ya?". Tanya Indri memastikan.
"Ya begitulah, kan mbak dengar sendiri tadi dari sekar". ucap tiwi dengan tersenyum ramah pada indri.
Dua menit kemudian pegawai toko indri datang membawa 3 porsi minuman dan makanan. Hal itu membuat merasa tidak enak.
"Ya allah, kok pakek di sajikan segala sih ndri. Aku jadi nggak enak sama kamu. Padahal tadi niat nya nggak bisa lama, karena aku harus belanja bulanan ke supermarket setelah ini". sekar merasa segan dengan indri yg sudah di repot kan harus menyajikan makanan seperti itu.
"Ya allah gusti, ini makanan kok keliatan nya enak banget yaa.. aku belum pernah sekali pun melihat makanan seenak ini". tiwi yg selalu kelepasan kalau ngomong, bikin sekar tepuk jidat di buat nya.
"Tiwi.." sekar langsung menyenggol siku tiwi sambil menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
"Oh iya.. hehe.. nggak apa-apa wik, makan aja kalau kamu suka, di bawa pulang juga boleh kok, santai aja". indri semakin menawarkan tiwi agar makanan nya di bawa pulang.
"Ha? serius mbak? aku mau dong..boleh kan kar? sekali aja kok, ya.. please.." Tiwi memohon pada sekar agar dia bisa membawa makanan itu pulang.
"Tiwi, jangan malu-maluin dong.." sekar merasa frustasi sendiri melihat tiwi yg suka ceplosan kalau ngomong. Tiwi hanya senyum-senyum melihat sekar merepet karena ulah nya.
"Maaf ya ndri.. Dia ini memang gitu anak nya, suka bar-bar, ceplosan kalo lagi ngomong." Sekar meminta maaf pada indri.
"It's okey, nggak apa-apa kok". indri tersenyum pada sekar dan tiwi.
"Jadi kamu mau cerita apa?". Tanya sekar sambil mengambil minuman nya.
"Gue nggak tau mau cerita ke siapa, tapi gue yakin, lo bisa bantuin gue kar". seperti nya indri ingin meminta bantuan pada sekar.
"Bantu? emang aku bisa bantu apa?". sekar masih bingung dengan apa yg di ucapkan indri padanya.
"Gue stres kar, suami gue udah berhari-hari nggak pulang. Bahkan uang belanja gue juga nggak di transfer nya. Gue tau kalau suami lo itu mengetahui keberadaan suami gue. Dan gue cuma mau minta tolong ke lo, agar lo bisa mencari tau keberadaan suami gue melalui suami lo. Lo ngerti kan maksud gue kar?". Indri berharap jika sekar bersedia membantu nya.
"Aku nggak bisa janji, tapi aku akan usahakan". ucap sekar pada indri.
Lalu tiba-tiba indri mendapat telfon dari seseorang. Tiwi melihat raut wajah indri, seperti nya mencurigakan. Tapi dia juga nggak tau menau tentang masalah yg indri hadapi. Indri pun pamit dengan sekar dan tiwi, untuk menerima telfon dari teman nya.
"Sekar, tiwi bentar ya, gue terima telfon dulu". setelah mendapat jawaban dari sekar, Indri langsung pamit keluar.
"Kar, seperti nya indri itu bukan lah orang yg baik". tiwi membisikkan ke telinga sekar.
"Hust, jangan su'udzon, nggak baik wik". ucap sekar sambil memakan kue yg disediakan oleh indri tadi.
"Iya aku paham. Tapi liat deh gerak gerik nya itu, mencurigakan banget kar". tiwi menunjuk kearah indri yg sedang menelfon, tapi seperti orang yg sedang menyembunyikan sesuatu.
"Biarin aja deh wik, itu kan urusan dia. Nggak baik jika kita membicarakan nya di belakang". Sekar menasehati tiwi agar tidak menjadi orang yg suka ikut campur dengan urusan orang lain.
"Oke baik lah". jawab indri sambil memakan kue itu.
__ADS_1
Jangan lupa di like yg banyak..di vote, di kasih hadiah jugaa..oke sayang...🤗