Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Gagal nyamar


__ADS_3

Pagi ini Aufar agak sedikit terburu-buru, karena dia akan menghadiri rapat dengan klien di salah satu perusahaan yg ada di amerika.


"Sayang, tolong siapkan berkas mas buat rapat nanti yaa.." sekar langsung mengangguk mengerti.


"Kamu mau rapat dengan klien yg dari kota mana mas?" Sekar seakan mengerti jika suami nya rapat dengan perusahaan yg dari Indonesia juga.


"Sebenarnya perusahaan itu berasal dari jakarta juga. Tapi karena mereka mempresentasikan produk baru nya yg ada di sini, jadi mas juga harus ikut hadir disini, karena 4 hari yg lalu CEO dari perusahaan itu meminta mas untuk menjadi bagian dalam produk mereka" Aufar menjelaskan panjang lebar, dan hanya di jawab dengan anggukkan kepala oleh sekar.


"Kamu ini, nanya nya udah seperti wartawan, tiba di jelaskan hanya membalas dengan anggukkan doang" Aufar merasa gemes liat istri nya yg menurut nya itu lucu.


Sementara tiwi di dalam kamar sedang bersiap-siap untuk ikut dengan Aufar bertemu dengan rekan bisnis nya. Karena tadi malam sebelum masuk ke kamar masing-masing, Aufar mengajak tiwi untuk ikut bersama nya agar tiwi bisa lebih mudah menjadi karyawan di perusahaan nya.


"Kira-kira penampilan ku bagus nggak ya? Iki dandanan ku iki loh, apik orak yoo, nggak PD aku" tiwi memutarbalikkan badan nya ke arah cermin, karena dia takut akan mengecewakan Aufar saat bertemu dengan rekan bisnis nya.


"Bissmillah aja deh, semoga mas Aufar nggak malu dengan penampilan ku yg jelek ini" tiwi mengambil tas nya dan bersiap keluar dari kamar.


"Mas nanti akan pergi dengan tiwi kan?" sekar membantu Aufar untuk membawakan tas kerja nya sampai di depan kamar hotel.


"Iya.. Agar dia bisa tau gimana cara kerja di perusahaan kita, sayang" Aufar membuka pintu kamar dan mengajak sekar untuk keluar lebih dulu.


"Ya allah wik, ngagetin aja" hampir saja jantung sekar tidak lepas karena di kejutkan dengan kedatangan tiwi yg berdiri dengan setia di depan pintu kamar mereka.


"Barusan?" yg di tanya malah senyum-senyum nggak karuan.


"Dari 15 menit yg lalu" tiwi cengar-cengir nggak jelas.


"Kenapa nggak di ketok pintu nya?" sekar gemes liat tingkah tiwi


"Nggak mau ganggu, takut kalian lagi..." tiwi menakutkan kedua tangan nya di depan sekar, menandakan lagi berciuman.


"Kamu ini, masih pagi juga wik, nggak ada yg nama nya..Hummpp!!" belum lagi sekar meneruskan ucapan nya, Aufar sudah lebih dulu mencium singkat bibir sekar di depan tiwi.


" Ohh Noo...!!!" tiwi melebar kan mulut nya dan melotot dengan sempurna.


"Vitamin C di pagi hari" ucap Aufar sebelum melangkah keluar dari kamar nya.


Sekar merasa sangat malu saat ini, berani-berani nya suami nya mencium bibir nya di depan tiwi.


Setelah drama di pagi hari, mereka bertiga pergi sarapan bersama di restauran yg ada di dalam hotel tersebut.


"Kak, nanti aku disana ngapain aja?" Tiwi bertanya sambil menyantap makanan nya.


"Kamu bantuin kakak nyusun berkas rapat nya sesuai dengan abjad, terus file yg akan kita berikan pada mereka nanti, itu kamu salin menjadi 6 rangkap salinan, sudah mengerti belum?" Aufar menjelaskan dengan tenang, agar bisa di pahami oleh tiwi.


"Insyaallah aku ngerti kak. Asalkan kakak terus dampingi aku. Karena pasti aku akan gugup jika harus berhadapan dengan orang-orang bule disini" ucap tiwi sembari mengunyah makanan nya.

__ADS_1


"Aman..." Aufar menghentikan makan nya, karena memang dia sudah selesai sarapan.


"Yaudah yuk kita berangkat". Aufar langsung berdiri, lalu diikuti dengan sekar dan tiwi juga berdiri.


"Yaudah kalian hati-hati ya di jalan, kalau ada apa-apa cepat kabari" sekar pun menyalami suami nya sebelum masuk kedalam mobil.


"Kamu juga hati-hati disini ya sayang" Aufar pamit dan mencium kening sekar dengan lembut.


"Ekhem, ingat ada jomblo disini, mesra-mesra'an terus dari tadi, heran deh" tiwi seolah menjadi nyamuk di antara mereka berdua.


"Hehe... Semangat ya tiwi, semoga berhasil..!!!" sekar berteriak sambil mengepal kan sebelah tangan nya lalu di angkat nya ke atas.


Tiwi pun tersenyum hangat saat sahabat nya memberikan dukungan dan semangat penuh untuk nya.


"Makasih sekar, lope lope pokok nyaa.. doain aku ya, pulang-pulang bisa bawa gebetan bulee.. hahaha!!!" tiwi memperagakan simbol love dengan jari-jari nya.


Setelah mereka masuk kedalam mobil yg sudah di sewa oleh Aufar, tiwi sepertinya sangat lah gugup, terlihat jelas dari raut wajah nya yg sedikit tegang.


"Santai aja, jangan gugup. Nanti konsentrasi nya hilang semua wik. Inilah yg harus kamu perjuangkan sebelum resmi menjadi anggota Sanjaya Grup" Aufar seolah tau apa yg tengah di rasakan oleh tiwi.


"Iya kak" tiwi menjawab dengan semangat.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, akhir nya mereka telah sampai di salah satu perusahaan yg terbilang cukup populer di New York. Perusahaan yg bergerak di bidang Industri Textile dan Perusahaan yg memproduksi berbagai macam jenis makanan dan minuman yg berkemasan kaleng, berhasil membuat Aufar tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan tersebut.


Aufar sama sekali tidak menanggapi ucapan tiwi yg selalu memuji-muji perusahaan milik rekan bisnis nya itu. Dia memilih diam karena tiwi juga akan tau seberapa hebat nya perusahaan yg di dirikan oleh nya di Jakarta.


Salah satu karyawan menyapa mereka saat memasuki lobi perusahaan. Karyawan tersebut juga menuntun langkah mereka untuk memasuki ruangan rapat. Tiwi yg belum mengerti bahasa inggris hanya diam dan mengikuti langkah Aufar yg membawanya.


Sampai lah mereka di dalam ruangan rapat, di dalam sudah ada beberapa rekan bisnis yg sedang duduk santai menunggu kedatangan yg lainnya.


Saat mereka masuk, banyak sekali pertanyaan yg di lontarkan mereka mengenai tiwi. Mereka mengira jika tiwi adalah sekretaris pribadi Aufar waktu itu. Namun, Aufar hanya menjawab nya dengan tenang dan tersenyum, lantas membuat mereka semakin penasaran siapa wanita yg di nikiahi oleh Aufar.


Tak banyak juga dari mereka yg curi-curi pandang dengan tiwi. Mereka melihat kecantikan tiwi yg menurut nya itu adalah kecantikan yg alami.


Saat seseorang datang memasuki ruang rapat, tiwi menoleh dan melihat siapa yg datang. Dia hampir saja pingsan saat melihat pria yg baru saja datang. Dia seperti mengenal pria itu, dan apakah tebakan nya benar? Entah lah, tapi yg jelas penampilan pria itu berbeda jauh dari yg sebelum nya.


Ekspresi Aufar masih sama seperti saat pertama masuk di perusahaan itu, datar dan tidak berekspresi. Dia melihat sekilas saat pria yg baru saja datang. Dia sama sekali tidak mengenali siapa pria itu.


Tidak lama kemudian, rapat pun di mulai. Tiwi semakin gugup di buat nya, pasal nya dia sudah dari awal merasa gugup, di tambah lagi dengan kedatangan pria yg menurut nya ia mengenal pria itu.


"Mau apa dia disini?" Pria itu terkejut saat melihat tiwi berada di dalam ruang rapat penting pagi ini.


"Oh, ternyata dia sekretaris baru nya kakak, heh!" rendra menyeringai saat melihat kedekatan antara tiwi dan kakak nya itu.


Pria itu adalah Rendra Putra Sanjaya. Dari awal masuk tadi dia dibuat penasaran dengan kehadiran tiwi, lalu beberapa menit kemudian dia di buat semakin resah saat tau jika tiwi adalah sekretaris pribadi kakak nya. Oh tidak!!! kamu salah paham rendra..

__ADS_1


Saat rapat sedang berlangsung, kini giliran rendra yg mengemukakan pendapat nya. Aufar sedikit agak curiga karena suara pria itu sangat mirip dengan suara adik nya, tapi dia berfikir kembali, karena tidak mungkin secepat itu adik nya sudah mempunyai brewok di dagu dan pipi nya.


Namun akhir nya, penyamaran rendra terbongkar. Salah seorang sedang menyebut nama pria itu, dan Aufar pun langsung menoleh untuk memastikan jika pendengaran nya saat ini tidak lah salah.


Setelah rapat selesai, semua orang yg ada di ruangan rapat bubar dan ada yg sudah lebih dulu meninggalkan perusahaan.


"Berhenti disana" Aufar meminta rendra untuk berhenti. Tiwi bingung yg di maksud Aufar apa.


"Berhenti di tempat Rendra!!!" tiwi seolah sudah mengerti apa yg di maksud Aufar.


"Rendra? kayak nya nama itu nggak asing deh" tiwi mencoba untuk mengingat nama itu.


"Oh my god..!! jadi tadi itu adik nya kak Aufar" tiwi langsung menutup mulut nya, seolah dia tidak percaya dengan apa yg telah di ketahui nya hari ini.


Rendra tau jika yg di maksud oleh kakak nya itu adalah dia. Dia pun berhenti dan hanya diam di tempat, tanpa membalikkan tubuh nya kearah belakang.


"Kenapa ren? Kenapa harus menghindar? Dari awal lo sudah tau kan, jika lo akan bertemu dengan gua! Sebesar itu kah rasa sakit di hati lo ren, sehingga lo menjauh meninggalkan mama sama papa" Aufar memberi jeda pada ucapan nya.


"Mereka selalu mencari lo kemana pun ren. Sampai-sampai mama sakit memikirkan keadaan lo. Bahkan papa juga hampir frustasi karena belum juga menemukan lo dimana pun". Aufar merubah nada bicara nya menjadi sedikit lebih lembut.


Rendra membuka brewok palsu nya dan memutar kan tubuh nya menghadap Aufar. Tiwi lagi-lagi terkejut karena mengetahui jika pria yg bertemu dengan nya waktu itu adalah rendra.


"Sejak kapan mereka perduli sama gua" rendra serasa muak dengan kebohongan yg di buat kakak nya.


"Gua tau ren, mungkin selama ini lo mengira jika mama sama papa sama sekali nggak care sama lo, tapi bukan berarti lo harus meninggalkan mereka begitu aja. Sayang nya mereka ke gua itu sama dengan rasa sayang nya ke eloo!"


"Dengan cara meminta gua untuk merelakan orang yg gua sayang semata-mata buat lo! Itu yg lo bilang sayang nya sama..!!! Bahkan mama rela memohon sama gua, agar gua bisa lepasin sekar dan menyerahkan nya buat lo, gitu maksud lo!" rendra menggelengkan kepala nya dan memundurkan tubuh nya, lalu masuk kedalam mobil.


"Ren.. Rendra!!!" Aufar berteriak dan mencoba menghentikan mobil rendra, namun percuma. Mobil rendra sudah pergi lebih dulu.


Aufar langsung melihat tiwi yg hanya terdiam di tempat. Aufar tau jika ini merupakan kesalahan yg fatal, karena fikir nya, tiwi akan menolak jika tau rendra adalah mantan kekasih sahabat nya sendiri.


"Shhittt..!!!!" Aufar mengumpat dalam hati nya.


"Mari kita pulang wik" Aufar langsung berjalan lebih dulu melewati tiwi yg masih merasa syok. Dia syok karena ternyata cowo yg bertemu dengan nya itu adalah adik ipar dari sahabat nya, bahkan sekaligus merupakan mantan dari sahabat nya sendiri.


Tiwi merasa menyesal kenapa waktu itu dia tidak memberitahu kan perihal pria misterius itu pada sekar dan Aufar.


"Aku janji akan memperbaiki semuanya kar" gumam tiwi sebelum masuk kedalam mobil.


***Apakah tiwi akan menemui rendra dan memperbaiki semuanya, atau sekar tidak ingin bertemu dengan rendra lagi?


Maaf ya, author tepat update😞


Jangan lupa di like, komen dan beri vote sebanyak-banyak nya yaa...😉***

__ADS_1


__ADS_2