Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Persiapan Pernikahan II ( Bersikap Manis )


__ADS_3

Setelah lama berbincang di dalam mobil, akhirnya mereka sampai di depan butik langganan nya mama winda. Aufar turun dan membukakan pintu mobil untuk sekar. Sungguh di luar dugaan sih sebenar nya. Raut wajah sekar masih biasa aja saat aufar memperlakukan nya seperti itu.


“Kita mau ngapain disini pak?” tanya sekar karena merasa bingung.


“Menurut kamu ini apa? Toko mainan?” aufar menjawab asal, karena merasa kesel mendengar pertanyaan sekar barusan.


“Ya ini butik pak. Maksud saya, mau ngapain kita kesini pak?” tanya sekar lagi.


“Kalau tau ini butik, disini biasa nya beli apa aja sekar?” ucap nya sedikit geram.


“Beli baju pak. Oh.. bapak mau beli baju yaa?” tanya sekar dengan polos.


“Iya iya. Saya kesini memang mau beli baju. Bahkan saya juga akan membelikan kamu gaun mewah.” Jawab aufar dengan nada kesal.


“Oh iya, maaf pak..saya lupa kalau hari ini ada jadwal fitting baju nikah.” Ucap sekar dengan menundukkan pandangan nya ke bawah, dia malu dengan aufar, karena sudah melupakan hal sepenting ini.


“Yaudah lah. Mending kita masuk, dan kamu coba gaun mana yg mau kamu pakai” aufar berjalan lebih dulu, lalu disusul oleh sekar.


Setelah mereka masuk ke dalam butik, semua pegawai yg ada di dalam butik itu langsung terpanah saat melihat ketampanan dari seorang presdir muda ya terkenal di Jakarta ini. Siapa sih yg nggak terpesona saat melihat aufar? Udah tampan, kaya, seorang presdir, dan pasti nya masih single. Tapi, pada saat mereka melihat aufar datang dengan seorang wanita, mereka langsung pesimis, hehe dasar para wanita, paling nggak bisa kalau udah liat yg bening-bening, bawaannya mau di gas pol terus. Para pegawai itu masih menghormati kedatangan mereke. Mereka memang sudah mendengar berita, bahwa presdir sanjaya grup akan segera melepas masa lajang nya, dan menikah dengan seorang gadis pilihan nya.


“Berarti wanita pilihan presdir tampan itu, adalah dia dong we.. yah.. pupus deh harapan gua..” ucap salah satu karyawan di butik itu sambil meraung karena sedih.


“Hahaha, udah deh, orang kayak lo itu, nggak cocok sama presdir. Liat tuh calon nya, walaupun penampilan nya sederhana, tapi dia tetap anggun dan menawan, apalagi hijab yg dia pakai, wahh kelihatan banget serasi nya.” Ucap pegawai satu nya lagi, tapi pegawai yg satu ini sangat bahagia melihat sosok predir yg di kagumi nya sudah mempunyai pasangan yg tepat.


“Nak aufar..” seseorang menyapa aufar dengan ramah.


“Eh, tante.. apa kabar?” tanya aufar pada orang itu.


“Alhamdulillah, tante baik, kata mama kamu, kamu mau menikah ya?” tanya tante juli. Tante juli ini lah teman nya mama aufar.


“Oh, iya tante. Kenalin, ini sekar, dia lah calon istri aufar, sebentar lagi..hehehe” aufar merangkul pundak sekar dan mengenalkan nya pada tante juli.


“Oh, jadi ini calon kamu? Cantik.. kerja dimana sekar?” tanya tante juli pada sekar.

__ADS_1


“Saa..yaa.. sebenar nya..” belum sempat sekar menjawab, sudah langsung di potong ucapannya oleh aufar.


“Sekar tadi nya sekretaris pribadi aufar di kantor, karena kami mau nikah, jadi aufar melarang dia bekerja lagi.” saat aufar berkata seperti tadi, sekar langsung menyungging kan bibir nya sebelah.


“Oh.. gitu..yaudah pokok nya tante doakan agar kalian berdua bisa bahagia dunia akhirat, dan semoga setelah sah nanti, cepat dapat momongan, biar mama kamu nggak kesepian lagi” penyataan dari tante juli, membuat sekar mengerti kenapa beliau memaksa anak-anak nya pada menikah.


“Apa keputusan yg aku ambil ini sudah tepat? Ternyata kekayaan mereka sama sekali tidak membuat isi rumah nya penuh dengan tawa.” Gumam sekar dalam hati.


***


Setelah mereka selesai fitting baju, aufar mengajak sekar untuk makan siang bersama nya di Restaurant yg sudah di booking oleh aufar sehari sebelum nya.


“Kita mau kemana pak? bukan nya pulang ya? atau ada yg masih belum selesai?” tanya sekar, saat dia menyadari bahwa arah tujuan yg mereka lewati bukan lah tujuan kearah rumah sekar.


“Kamu tau sekar, masih banyak lagi yg akan kita kunjungi hari ini. Dan saya mau hari ini juga semua nya sudah selesai, karena masih banyak pekerjaan yg harus saya kerjakan di kantor besok. Setelah kamu memutuskan untuk berhenti dari kantor, sejak hari itu juga tidak ada yg mampu membantu saya untuk mengerjakan pekerjaan saya. Dan sekarang saya mau bawa kamu ke suatu tempat, dan saya jamin, pasti kamu akan menyukai nya.” Ucap aufar dengan datar.


“Maaf ya pak jika saya sudah sangat merepotkan bapak, saya melakukan semua itu karena..” saat sekar ingin melanjutkan pembicaraan nya, aufar langsung memotong nya.


“Saya hanya merasa kecewa dan di rendahkan selama ini oleh bapak. Apalagi dengan kondisi saya yg sekarang. Jujur pak, saya sempat hampir gila rasanya saat tau saya mengandung. Untung ada mas rendra yg selalu menguatkan saya, yg selalu dukung saya, yg selalu bikin saya untuk terus sabar. Bahkan orang tua saya masih menganggap kalau saya akan menikah dengan mas rendra. Tapi saya sudah jelasin ke ibu sama ayah kalau orang yg akan menikahi saya nanti bukan lah mas rendra. Dan insyaAllah malam ini juga ayah sama ibu akan sampai di rumah saya pak.” sekar menjelaskan pada aufar dengan terus menatap ke arah depan sambil memainkan jemari nya, terkadang sesekali dia menunduk sekedar menutupi rasa kesedihan nya.


“Begitu berarti kah rendra bagi kamu, sekar?” tanya aufar dengan frustasi, karena pikir nya hanya rendra yg ada dalam hati dan pikiran sekar.


“Jelas berarti sekali buat saya pak” tutur nya.


Rendra hanya bisa menarik nafas nya dengan berat, tanpa melanjutkan obrolan nya dengan sekar. Dia melirik sekar yg masih menatap kearah jalanan melalui jendela mobil.


“Sebesar itu kah kesalahan ku pada nya, hingga di saat terpuruk nya, hanya rendra yg selalu dia ingat, hanya rendra yg selalu dia banggakan, walau terkadang tanpa di sadari dia sudah menyakiti perasaan ku.” Gumam aufar dalam hati.


Setelah mereka hanyut dalam pikiran mereka masing-masing, akhir nya mobil yg di kendarai oleh aufar sudah sampai di depan Restaurant yg terkenal mahal dan menu makanan nya yg selalu di rindukan para pemuda-pemudi yg ingin berkencan romantis dengan kekasih nya . Dan dengan sigap, aufar turun dari mobil dan membantu membukakan pintu mobil sekar.


“Silahkan..” ucap nya dengan membentangkan tangan kanan nya sedangkan tangan kiri nya di arah belakang, dengan sedikit menunduk sambil tersenyum manis pada sekar.


“Terimakasih pak..” ucap sekar sambil tersenyum.

__ADS_1


“Ini kita dimana pak?” sekar bertanya sambil celingak-celinguk saat melihat tempat yg begitu asing bagi nya.


“Ini restaurant terkenal di seluruh jakarta. Dan saya jamin kamu pasti suka. Yaudah yuk kita masuk.” Ajak nya dengan lembut dan berjalan lebih dulu.


Sekar pun mengikuti langkah kaki aufar dari belakang. Lalu tiba-tiba aufar menghentikan langkah nya dan spontan sekar menabrak punggung kekar nya aufar.


“Aww.” Sekar merasakan kening nya sakit saat menabrak punggung kekar nya aufar.


“Kamu ngapain ngikuti saya dari belakang?” tanya aufar saat dia membalikkan tubuh nya menghadap sekar.


“Maaf pak, kan biasanya juga kek gitu.” Ucap nya dengan polos.


“Iya itu kemarin, saat kamu masih menjadi sekretaris saya. Tapi sekarang kamu bukan lagi sekretaris saya, jadi kamu nggak perlu jalan di belakang saya lagi, oke.” Sekar tersentuh saat aufar mengatakan hal itu dengan lembut.


“Baik pak, maaf.” Ucap nya.


“Hhh, satu lagi. Saya minta kamu jangan terus-terusan bilang maaf pada saya.” Perintah aufar pada sekar.


“Baik pak.” ucap sekar sambil mengikuti langkah aufar dari samping.


Sekarang mereka berjalan dengan sejajar. Dan saat ingin memasuki restaurant, aufar mengambil jemari sekar untuk dia genggam.


“Pak, ini..”


“Biarkan sebentar seperti ini sekar.” ucap nya saat melihat sekar yg sedang melihat nya.


“Baik pak.” jawab sekar dengan pasrah.


***Up lagi..


Up lagi..


🥰***

__ADS_1


__ADS_2