Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Persiapan Pernikahan I


__ADS_3

Setelah kejadian itu, rendra mulai sibuk untuk mempersiapkan pernikahan kakak nya dengan mantan kekasih nya. Kalau ditanya bagaimana dengan perasaan rendra saat ini, sudah pasti rasanya sangat lah sakit. Tapi dia juga merasa bahagia, karena akhinya kakak nya sendiri lah yg meminta untuk menikahi sekar. Dan semoga dengan cara ini, sekar dan juga kakak nya bisa bahagia suatu hari nanti.


“Makasih ya..” rendra yg sedang menyeruput teh dingin nya, di kaget kan oleh kakak nya yg tiba-tiba mengatakan hal yg bikin rendra sama sekali tidak menyangka.


“Coba ulangi” rendra meminta aufar untuk mengulangi ucapan nya barusan. Karena pikir rendra, dia telah salah mendengar.


“Maaf!” aufar mengulangi ucapan nya barusan.


“Oh!” jawab rendra dengan singkat.


“Gitu doang? Lo nggak suka kalau gua nikah sama sekar?” tanya aufar dengan nada mengejek.


“Itu persepsi lo sendiri.” Bantah nya. Lalu berdiri sambil menyibukkan dirinya dengan membantu para pekerja untuk mendekorasi rumah.


“Alah, bilang aja lah kalau sebenarnya lo cemburu kan? iya kan? ngaku aja deh.” Ejek aufar pada adik nya.


“Untuk apa gua cemburu. Gua bahagia jika melihat sekar juga bahagia. Bukan kayak lo, yg menderita lihat orang bahagia.” Rendra malah balik mengejek kakak nya.


“Yeeyy, itu kan kemarin. Sekarang gua kan udah berubah. Lo itu harus nya bangga punya kakak yg keren kayak gua. Coba deh lo panggil gua dengan manis, sekali aja jadi deh.” Aufar meminta adik nya untuk memanggil nya dengan sebutan kakak atau mas.


“Apaan sih lo. Udah pergi sana. Ganggu orang lagi kerja aja.” ucap nya tanpa melihat kakak nya.


“Oh iya gua lupa, nanti waktu gua lagi honey month, gua serahkan kerjaan gua sama lo ya, untuk sementara aja. Gua nggak lama kok, palingan Cuma sebulan doang.” Aufar meminta rendra untuk mengurus semua pekerjaan nya di kantor.


“Udah pergi sana.” Bukan nya menjawab, rendra malah semakin mengusir kakak nya.


“Iya-iya, gua pergi. Selamat bekerja ya adik ku tersayang..” aufar merayu rendra.


***


Sudah hampir setengah jam, sekar mondar-mandir sambil memainkan jari-jari nya. Raut wajah nya yg sangat gelisah terlihat jelas kalau saat ini sekar gugup sekaligus galau dengan apa yg akan dia hadapi nanti setelah menikah dengan bos nya, aufar. Rasanya nggak percaya, antara harus bahagia atau pun sedih. Karena dengan terpaksa dia harus melepas rendra, dan dengan terpaksa dia harus menghadapi aufar setelah nikah nanti. Apakah suami nya nanti akan kembali ke dunia lama nya, atau dia hanya setia dengan sekar?


“Bagaimana ini? Ibu bahkan belum pernah melihat calon menantu nya. Dia hanya tau kalau aku menikah dengan mas rendra. Ibu sih, selalu begitu, belum lagi selesai bicara, udah main nutup telfon aja. Atau aku coba telfon ibu lagi ya? mudah-mudahan dia mau mendengarkan ku sampai aku selesai cerita.” Gumam sekar sambil mengambil handphone nya di atas meja.


“Assalamualaikum anak ibu…gimana kabar kamu hari ini? Kamu sehat kan?” ibu menyapa dengan bahagia, dan bertanya memastikan keadaan sekar.


“Waalaikumsalam ibu.. Alhamdulillah sekar disini baik-baik aja bu.. ibu gimana kabar nya? Ayah sehat kan bu?” jawab nya dengan bahagia.


“Alhamdulillah ayah baik nak. Tapi ya gitu, ayah masih telat makan semenjak kamu tidak ada di rumah. Tapi kamu tidak perlu mencemaskan ayah mu ya.. insyaAllah ayah baik-baik aja disini. Kamu tau sekar? waktu ayah tau kalau kamu akan segera menikah dengan nak rendra, ayah bilang dia bahagia sekali, bisa mendampingi kamu menikah nanti.” Begitu panjang yg di jelaskan ibu pada sekar.


“Iya bu, sekar bahagia jika melihat ayah sama ibu juga bahagia. Kebahagiaan apa lagi yg sekar harapkan selain kebahagiaan ayah sama ibu. Tapi bu, ada yg ingin sekar jelaskan sedikit sama ibu, apa ayah juga ada disana?” tanya sekar dengan serius.


“Ada, ayah juga ada disini kok. Memang nya kamu mau menjelaskan apa lagi, sekar?” tanya ibu dengan penasaran.


“Ibu, ayah.. pernikahan sekar tinggal beberapa hari lagi, bisa tidak kalau ayah sama ibu ke Jakarta hari ini? Sekalian sekar mau memperkenalkan calon suami sekar ke ibu dan ayah.” Sekar meminta orang tuanya untuk datang ke Jakarta.


“Apa? Kamu bilang apa barusan nak? Memperkenalkan calon suami kamu ke ibu sama ayah? Bukan nya waktu itu kami sudah tau siapa calon suami kamu, sekar? nak rendra kan calon suami kamu?” ibu bertanya dengan penasaran sekaligus bingung mendengar penjelasan dari sekar.


“Ayah.. sebelum nya sekar minta maaf sama ayah ya.. sekar juga minta maaf sama ibu.. sekar tidak bermaksud untuk mengecewakan ayah sama ibu. Tapi calon suami sekar bukan mas rendra yah, bu. Tapi..” ucapan sekar langsung di potong oleh ibu.


“Tapi apa nak? Ibu tidak mau kalau kamu sampai menikah dengan orang yg tidak jelas. Apa kamu sudah berpisah dengan nak rendra, sekar?” tanya ibu dengan nada yg sedikit kecewa.


“Justru itu sekar minta ayah sama ibu untuk segera datang ke Jakarta. Agar sekar lebih enak ngobrol nya sama ayah dan ibu.” Pinta sekar pada orang tuanya.

__ADS_1


“Nih, sekar pesanin tiket buat ayah, ibu sama haris ya..” ucap sekar pada ibu nya.


“Yaudah nak, kalau kamu meminta ayah sama ibu untuk datang ke Jakarta, ayah akan datang. Lagian kan ayah yg akan menikahkan kamu dengan calon suami kamu nanti” ucap ayah sambil bergurau.


“Terimakasih ya ayah, ibu. Sekar udah nggak sabar menyambut kedatangan ayah sama ibu disini.” Ucap nya dengan bahagia.


“Sama-sama anak ayah.. yaudah ayah mau sholat dhuha dulu ya.. assalamualaikum..” ayah menutup telfon nya.


“Waalaikumsalam yah..” sahut sekar.


***


Setelah sekar menutup telfon nya, tiba-tiba ada panggilan telfon dari aufar. Aufar ingin mengajak sekar untuk mencoba baju pernikahan yg sudah di buat dua hari yg lalu, di butik langganan mama nya.


“Hallo, sekar. kamu siap-siap ya, 15 menit lagi saya sampai dirumah kamu” ucap aufar tanpa basa basi.


“Bapak ngajak saya kemana?” tanya sekar dengan bingung.


“Pokok nya kamu ikut aja. Kamu siap-siap sekarang ya.” rendra tidak memberitahu kemana tujuan nya mengajak sekar.


“Tapi pak..” sekar ingin bilang dia harus pakai baju seperti apa. Karena dia takut memalukan bos nya di depan semua orang.


“Pakai baju santai aja. Nggak usah pakek baju yg ribet.” Ternyata aufar sudah mengetahui maksud dari ucapan sekar yg menggantung tadi.


“Baik pak.” jawab sekar dan langsung menutup telfon nya.


Tidak butuh waktu lama, aufar sudah sampai di depan rumah nya sekar. dia mengetuk pintu dengan gaya nya yg cool.


Tok..tok..tok..


“Apa dia bilang? Sabar? Ya tuhan…” aufar membuka kaca mata keren nya dan menengadahkan tangan nya keatas seperti berdoa pada Allah saat mendengar sekar meminta nya untuk sabar.


“Maaf pak kalau saya telat.” Sekar mengagetkan aufar yg sedang melamun di depan teras rumah sekar


“Iya, nggak apa-apa. Yaudah yok, kamu udah siap kan?” aufar langsung meraih jemari sekar untuk dia genggam.


“Hem, udah pak.” jawab nya dengan gugup. Karena sadar jemari nya di genggam oleh aufar.


Setelah aufar dan sekar sudah bersiap ingin keluar rumah, tiba-tiba indri datang kerumah sekar.


“Sekar, lo mau kemana?” tanya indri dengan tiba-tiba.


“Eh, itu anu.. kamu kok disini?” reflek, sekar langsung melepaskan genggaman aufar dari tangannya. Dan bukannya menjawab, sekar malah balik tanya pada indri.


“Emang nya gue nggak boleh kerumah lo ya?” indri di buat bingung oleh sekar.


“Oh, nggak. Bukan nya nggak boleh ndri.. tapi kayak nya aku nggak bisa nemeni kamu deh hari ini. Sorry ya..” sekar meminta maaf pada indri karena sudah menolak indri.


“Yahh.. padahal gue pengen ngobrol sama lo. Terus, ini siapa?” raut wajah nya langsung nggak bersemangat saat sekar bilang nggak bisa ngobrol dengan nya.


“Oh.. ini..” saat sekar ingin menjawab, aufar sudah memotong pembicaraan nya.


“Saya calon suami sekar.” aufar memperkenalkan dirinya dengan cool.

__ADS_1


“Kok seperti nya gue pernah lihat orang ini ya?” gumam indri dalam hati. Sambil mengingat siapa calon suami nya aufar.


“Kenapa? Mbak kayak nya pernah liat saya ya? mungkin mbak juga sering banget ya lihat berita di majalah gitu. Saya Aufar Rafello Sanjaya, bekerja di perusahaan Sanjaya Company, sebagai Presdir di perusahaan tersebut. Tepat nya saya pemilik perusahaan itu. Sudah jelas, mbak?” Aufar sepertinya sudah bisa menebak apa yg di pikiran indri saat melihat nya.


“Oh, ternyata kamu orang nya.” Tanya indri penuh selidik.


“Yaudah yuk pergi, kita udah telat nih, sayang.” Aufar sengaja memanggil sekar dengan panggilan sayang.


“Ha? Eh, iya mas.” Jawab sekar dengan gugup.


“Emm, ndri sorry ya, aku pergi dulu. Soal nya ada yg mau di urus. Besok-besok kalau kamu mau kemari, kabari aku dulu ya.. takut nya jadi kek gini kondisi nya, oke..” Pamit sekar pada indri.


“It’s okey, no problem. Kalian hati-hati ya..” jawab indri sambil tersenyum.


Aufar yg masih mengenggam jemari sekar, meminta nya masuk kedalam mobil, dan disusul oleh aufar. Sekar melambaikan tangan nya saat indri sedang melihat kepergiannya.


“Bye ndri..” sekar melambaikan tangan nya seperti dadah.


Mobil pun mulai berjalan dengan kecepatan normal. Mereka berdua seperti kehilangan kata-kata hanya untuk sekedar ngobrol basa-basi. Sekar melemparkan pandangan nya kearah luar jendela. Sebenarnya yg dia rasakan saat ini adalah malu. Dia malu karena sudah memanggil aufar dengan sebutan mas. Tapi seperti nya, tidak berpengaruh apa-apa pada aufar. Dia nggak merasa malu saat memanggil sekar dengan panggilan sayang.


“Seperti nya panggilan yg saya ucapkan ke kamu tadi pas deh. Apalagi tadi kamu panggil saya apa? Mas? Waahhh, kayak nya kamu sudah mulai naksir ya sama saya?” aufar membuyarkan lamunan sekar, dengan merayu nya.


“Apaan sih kamu. Nggak jelas.” Sekar membantah ucapan aufar barusan.


“Kenapa? Kamu bisa panggil rendra Mas. Terus, kenapa kamu nggak bisa panggil saya mas? Beda nya rendra dengan saya apa? Malah saya tiga langkah lebih maju dari pada rendra. Atau jangan-jangan kamu belum bisa move on dari rendra ya?” aufar mulai memberikan pernyataan yg serius.


“Jelas beda dong. Antara kamu dan mas rendra itu sangat lah jauh berbeda. Sifat kamu masih belum baik di mata aku. Bahkan kamu sering mengecewakan aku.” Jawaban yg di berikan sekar pada nya, itu sangat menampar nya.


“Terus, kamu mau nya gimana? Kamu mau aku seperti apa?” tanya nya dengan serius.


“Aku nggak mau apa-apa dari kamu. Cukup jadi diri kamu sendiri. Sering-sering belajar dari adik kamu, rendra. Jadi kamu bisa mengerti apa arti dari menghargai dan menghormati seseorang.” Jawab nya dengan nada yg lembut.


“Apa kamu mencintai dia?” tanya aufar untuk memastikan.


“Nggak perlu kamu bahas hal itu lagi.” sekar nggak mau menjawab pertanyaan aufar yg membuat dirinya kesal.


“Kenapa nggak mau jawab? Berarti benar kan, kalau kamu sebenar nya mencintai dia?” tanya nya sambil terus fokus mengemudi.


“Enggak! Puas?” jawaban sekar membuat aufar langsung mengerem mobil nya dengan mendadak.


“What?? Jadi untuk apa kamu selama ini menjalin hubungan bersama nya tanpa adanya rasa cinta?” aufar merasa bingung mendengar jawaban dari sekar.


“Menjalin hubungan, nggak semua nya harus di dasari oleh cinta. Tapi saling melengkapi, saling memahami, saling mendukung, dan akhir nya cinta itu bisa datang dengan sendiri nya. Terkadang yg saling mencintai pun masih belum bisa memahami pasangan nya, belum bisa mendukung nya dengan tulus.” Sekar menjelaskan apa itu arti cinta bagi nya.


“Terus, yg kamu cintai saat ini siapa?” tanya nya dengan penasaran.


“Aku akan mencintai orang yg akan menjadi ayah dari anak-anak ku. Karna bagi ku, menikah itu hanya cukup sekali seumur hidup, dan aku akan mencintai nya, dan mengabdi pada nya, sampai Allah mencabut nyawa aku,” sekar jujur akan perasaan nya. Dan hal itu membuat aufar seperti sudah salah menilai sekar selama ini.


***


Hayy readers setia ku… gimana? Episode kali ini seru nggak menurut kalian? Jika para readers masih belum puas dengan hasil karya nya author, mohon maaf ya.. author akan usahakan agar cerita-cerita author bisa bikin kalian happy saat membaca nya.. dan author juga minta maaf, jika selalu telat update. Karena author kerja nya juga nyambil kok..😊


Di like yg banyak ya..dukung author terus agar bisa menjadi juara di hati kalian para readers ku yg setia…🤗

__ADS_1


Oh iya, rencana nya author mau review pemeran dari aufar dan sekar. kira-kira kalian ada ide nggak siapa pemeran yg cocok buat di jadikan picture di novel nya Presdir Ku Suami Ku??


Kalau kalian ada ide, silahkan komen di bawah ya.. insyaAllah author akan pilih salah satu pilihan dari kalian.. makasih atas support nya selama ini..🤗🤗


__ADS_2