
Setelah sekar sudah dinyatakan dokter sembuh dan di perbolehkan untuk pulang kerumah, aufar langsung membawa nya kerumah yg baru kemarin dia beli. Rumah yg akan di tempati mereka agak sedikit jauh dari rumah orang tua nya. Karena aufar tidak ingin jika rendra masih saja perhatian pada istri nya. Dia juga sudah mempersiapkan segala keperluan yg di butuhkan oleh istri nya, seperti pakaian, perlengkapan dapur, bahkan kamar juga sudah dia design dengan waktu yg cukup singkat, dan semua nya dilakukan oleh orang-orang yg sudah handal di bidang nya.
“Mas, ini kan bukan arah rumah nya mama. Kita mau kemana mas?” sekar bertanya saat dia menyadari bahwa arah yg di tuju bukan lah arah rumah orang tua suami nya.
“Kerumah mama nya nanti aja ya, mas mau bawa kamu ke suatu tempat.” Aufar masih merahasiakan nya dari sekar.
“Oh, jadi ceritanya ini rahasia?” tanya sekar memastikan.
“Iya dong..nanti kalau sudah mau sampai, mas akan tutup mata kamu dulu, biar jadi kejutan” aufar melihat sekar dan langsung tersenyum lebar.
“Iya deh. Sekar ikut mas aja.” sekar balik melihat aufar dan berkata sambil tersenyum malu.
Setelah melalui perjalanan yg cukup jauh, akhir nya mereka hampir tiba di rumah baru yg akan mereka tempati. Aufar langsung menghentikan mobil nya dan menutup mata sekar dengan menggunakan kain yg sudah dia persiapkan tadi pagi.
“Mas tutup mata kamu dulu ya.” aufar memajukan badan nya untuk bisa menutup mata istri nya.
“Kita mau kemana sih mas? Jangan bikin aku penasaran deh” sekar sebenar nya sudah sangat penasaran di buat aufar.
Tanpa menjawab aufar langsung menjalan kan mobil nya lagi. Dan sekarang mereka sudah sampai di depan rumah yg terbilang mewah. Aufar membeli rumah itu seharga 10 Miliar. Rumah yg besar dan nyaman jika di tempati, rumah itu juga masih dalam kawasan Komplek elit. Jadi nggak heran jika rumah nya sangat mahal, karena di dalam rumah nya sudah di lengkapi dengan banyak barang, seperti sofa, tv, ac, peralatan dapur, taman yg indah, kolam renang yg luas, dan masih banyak lagi.
Enak ya jadi sekar, dapat suami yg punya banyak uang. Author kan juga mauuu….😌 Hehehe..
Setelah mereka sampai di depan rumah, aufar turun dan membantu sekar untuk keluar dari mobil.
“Oke, kita udah sampai. Nanti mas buka penutup mata nya, kamu jangan buka mata dulu ya, tunggu mas hitung sampai tiga, baru kamu buka mata kamu, oke.” Aufar berkata sambil membuka penutup matanya.
“Oke. Sekarang mas hitung ya.. satu, dua, tiga..” sekar pun membuka mata nya.
“Kejutannn…” aufar berteriak sambil melebarkan kedua tangan nya menghadap sekar sambil tersenyum manis.
__ADS_1
“Mas, ini rumah siapa?” sekar terkagum-kagum melihat rumah yg begitu mewah.
“Rumah baru kita dong..” Dengan semangat aufar menjawab sambil merangkul istri nya.
“Tapi rumah sebesar ini buat apa mas? Kita Cuma berdua aja dirumah ini, nanti kalau mas keuar kota, aku sendiri juga dirumah. Jadi buat apa rumah sebesar ini mas?” sekar sebenarnya senang karena aufar sudah menyediakan tempat tinggal buat mereka menata hidup baru nya. Tapi sekar hanyak ingin rumah yg sederhana.
“Siapa bilang Cuma kita berdua?” ucap aufar dengan santai, sambil menuntun sekar masuk kedalam rumah nya.
“Maksud mas apa?” tanya sekar dengan bingung.
“Selamat datang dirumah baru nyonya..” pas aufar membuka pintu rumah, sudah ada lima pelayan yg menyambut kedatangan mereka.
“Mas?” sekar melirik kearah suami nya untuk meminta penjelasan.
“Perkenalkan nama saya Surtini nyonya, saya bekerja di rumah ini sebagai tukang masak” bi sur memperkenalkan dirinya pada sekar.
“Perkenalkan nama saya Mamat, saya bekerja dirumah ini sebagai supir nya nyonya nanti.” Pak mamat memperkenalkan dirinya pada sekar.
“Perkenalkan nama saya Ibrahim, saya bekerja sebagai supir pribadi nya tuan” pak Ibrahim juga memperkenalkan dirinya.
“Perkenalkan nama saya Wati nyonya, saya bekerja sebagai tukang cuci dirumah ini.” Bi wati memperkenalkan dirinya.
“Jika nyonya membutuhkan sesuatu, jangan sungkan untuk memanggil kami ya nyonya.” Ucap bi Sukar.
“I-iya bi.” Jawab sekar dengan gugup.
Semua pelayan langsung pergi meninggalkan tuan dan nyonya nya dan kembali bekerja sesuai pekerjaan nya masing-masing. Sekar langsung menatap sinis suami nya.
“Mas, untuk apa sih semua ini, aku nggak mau ngerepotin orang mas. Umur Mereka juga pasti sudah 40 tahun lebih, mana tega aku menyuruh mereka untuk mengerjakan semua ini, mas.” Sekar keberatan dengan keputusan suami nya untuk memperkerjakan orang yg sudah tua sebagai pelayan dirumah ini.
__ADS_1
“Sekar, kamu ini gimana sih. Dimana-mana semua istri itu senang jika ada yg membantu meringankan pekerjaan nya dirumah, jadi kamu juga punya waktu untuk istrirahat yg cukup. Tolong lah..” aufar merasa sia-sia dengan perjuangan nya untuk sedikit membahagiakan istri nya.
“Iya aku ngerti maksud kamu mas. Tapi semua ini nggak di perlukan. Dan sebenarnya kita tinggal dirumah yg sederhana juga sudah cukup kan?” ucap nya dengan kesel, karena menurut nya suami nya itu terlalu berlebihan.
“Ya bagi kamu cukup, tapi bagi aku? Kamu nggak berfikir gimana cara ku tinggal dirumah yg sederhana? Mas belum terbiasa sekar. tolong lah mengerti.” Aufar juga merasa kesal dengan permintaan istri nya.
“Yaudah terserah kamu aja mas. Kalau kamu tetap memperkerjakan mereka, itu sama aja kamu memperkerjakan ibu mu seperti pembantu.”
“Terus mas harus gimana? Apa perlu semuanya mas pecat?” tanya aufar dengan frustasi melihat istri nya yg keras kepala.
“Terserah kamu aja mas.” Ucapan sekar semakin membuat aufar bingung.
“Ya tuhan.. Apa semua wanita sama seperti dia? nggak ngerti gua dengan maksud dia apa. Di tanya marah-marah, nggak di tanya ambekan. Hadeuhh..” aufar ngomel sendiri saat sekar pergi dari hadapan nya.
Sekar pun tidak menghiraukan suami nya lagi. Dia langsung berjalan menyusuri setiap ruangan yg ada di dalam rumah itu. Lalu dia masuk kedalam ruangan yg sangat luas, seperti nya itu adalah kamar yg akan mereka tempati nanti. Sekar merasa kagum karena melihat design kamar nya yg begitu elegan, namun terkesan sederhana.
“Apa kamu suka dengan kamar nya?” tiba-tiba aufar masuk dan berdiri disamping sekar.
“Hem, bagus. Ini yg design siapa mas?” tanya sekar memastikan.
“Yg design orang dong. Tapi yg kasih ide nya mas.” Jawab nya dengan percaya diri.
“Tumben kamu nalar sama apa yg aku impikan.” Ucap sekar dan langsung meninggalkan aufar yg mematung di belakang nya.
“What? Drama apa lagi ini, ya tuhann..” aufar merasa di pojokkan dengan setiap pernyataan dari sekar.
“Kamu kenapa sih sekar, setelah pulang dari rumah sakit kok malah pemikiran kamu yg sakit? Mas bingung deh sama kamu.” Sekarang dia malah mengeluh karena menurut nya hari ini istri nya itu sangat aneh, pikir nya.
“Aneh gimana sih mas, kamu tuh yg aneh. Melakukan apapun nggak pernah mau ngomong dulu sama aku. Terus kamu kira, setiap yg kamu lakukan, setiap yg kamu inginkan akan sesuai dengan kemauan orang lain? Termasuk aku mas, istri kamu. Udah deh, percuma juga ngomong sama kamu. Kamu itu ngerti nya hanya mengurus perusahaan doang, tapi kamu nggak bisa ngerti aku. Dari pertama ketemu juga gitu, kan?” sekar malah mengungkit-ungkit masa lalu.
__ADS_1
“Ya tuhan sekar, kan mas udah minta maaf sih, kok kamu malah ngungkit yg dulu-dulu. Terserah kamu aja deh, capek mas liat kamu.” Aufar sudah pasrah melihat sikap istri nya yg aneh itu.
“Yaudah. Terserah aku juga dong.” Sewot sekar.