
Rendra hanya bisa menikmati pemandangan yg menurut nya menarik, membuat mood nya jauh lebih baik dari yg kemarin.
Tiwi merasa jika rendra dari tadi terus melihat nya. Tiwi menghentikan kegiatan nya yg sedang sarapan roti lapis itu. Lalu dia membuat nya satu lagi, dan di berikan nya pada rendra.
"Ini. Kamu mau ini kan? kamu ngiler kan liat aku makan ini. Semarah-marah nya aku sama kamu, tapi nggak membuat aku menjadi orang yg tamak sama makanan. Karena aku nggak bisa di perhatikan seperti tadi. Jadi ambilah ini, kalau sekira nya kurang, kamu bikin sendiri" Tiwi memberikan roti lapis nya pada rendra. Rendra pun langsung tersenyum mendapatkan perlakuan manis itu dari tiwi.
"Ya allah, gimana aku bisa marah sama dia. Dia nya aja setampan ini" Dalam hati tiwi terus beristighfar karena dia menyadari jika itu adalah merupakan dosa.
Rendra menerima roti itu dengan senang. Dan mereka pun sarapan bersama. Namun tetap saja, diantara mereka saling merasa gengsi untuk membuka pembicaraan lebih dulu.
Tapi bukan rendra orang nya jika tidak bisa mencairkan suasana. Setelah hampir satu jam mereka saling diam, rendra pun berusaha untuk menjelaskan kejadian yg sebenarnya.
"Ekhem, tiwi.. boleh kah saya bicara sebentar?" rendra bertanya sambil memutarkan badan nya agar menghadap kearah tiwi.
"Mau bicara apa lagi?" jawab tiwi acuh.
"Ini tentang kita" tiwi yg mendengar itu langsung menyeringai.
"Aku harap kamu bisa memaafkan aku"
"Maaf untuk apa?" tanya tiwi berpura-pura.
"Maaf karena aku sudah menyusahkan mu, maaf karena aku sudah membuat mu kecewa dan sedih"
"Lalu?" tanya tiwi seenaknya.
"Aku ingin kita baikan, aku ingin kita berteman"
"Berteman dengan orang yg suka memanfaatkan keadaan, gitu?" tanya tiwi yg terus saja memancing rendra.
"Aku nggak pernah memanfaatkan keadaan wik. Aku hanya melakukan tugas ku sebagai pria yg bertanggung jawab, itu aja"
"Pria yg baik itu nggak akan membuat seorang wanita menjadi buruk di mata laki-laki. Tapi justru kamu lah yg membuat keburukan itu"
"Tiwi cobalah mengerti, kejadian kemarin itu murni kecelakaan. Dan aku hanya mencoba menyelamatkan mu, itu saja. Tapi kamu malah salah paham sama aku, lalu marah-marah nggak jelas. Gimana aku bisa jelasin permasalahan nya? Kamu nggak kasih aku kesempatan untuk bicara" tiwi yg mendengar nya hanya tersenyum dalam hati, merasa jika ini adalah permainan yg asyik, pikir nya.
"Kamu bisa berikan jaminan apa buat aku, sehingga aku bisa percaya sama apa yg kamu katakan?" mendengar itu, Rendra langsung menatap tiwi dengan serius.
Rendra menarik nafas nya panjang.
"Aku akan menikahi mu, karena aku juga sudah berdosa menyentuh mu, bahkan tanpa sengaja aku juga sudah melihat setengah dari tubuh mu. Walaupun aku tidak pernah mengambil kehormatan mu. Dan aku nggak ingin melakukan zina yg bisa membuat kedua orang tua ku di siksa di akhirat" tiwi langsung terperangah, tak percaya dengan semua ucapan rendra.
Rendra jauh lebih syok dengan apa yg sudah di ucapkan nya barusan, tapi mau gimana lagi, semua nya sudah terjadi, itu karena tiwi yg membuat nya semakin terpojok.
__ADS_1
"A-apa? menikahi ku? apa jaminan mu menikahi ku?" tiwi masih tidak menyangka jika rendra mengatakan hal itu padanya.
"Kalau soal jaminan, maaf aku belum bisa memberikan banyak harta seperti kak Aufar. Tapi aku akan bertanggung jawab atas dirimu. Aku juga nggak bisa janji untuk menjadi suami yg sempurna, tapi aku akan berusaha membuat mu bahagia" kali ini dia berkata dengan sungguh-sungguh pada tiwi, berharap tiwi bisa menerima lamaran nya tadi.
"Maaf aku nggak bisa memberikan jawaban ya sekarang" tiwi langsung membuang muka.
"Nggak apa-apa, aku bisa ngerti. Kamu pikir-pikir aja dulu, kapan pun kamu mau menjawab nya, aku siap untuk menunggu mu" rendra tidak ingin memaksakan tiwi untuk menerima lamaran nya sekarang. Tapi dia juga akan berusaha membuat tiwi mempercayai nya lagi.
"Aku akan berusaha membuat mu percaya pada ku. Setelah itu, semua nya aku serahkan pada mu. Apakah kamu mau menerima lamaran ku atau tidak, aku akan ikhlas menerima nya"
Tiwi pun tidak lagi menjawab nya. Mereka kembali saling diam, sambil terus menunggu waktu nya sampai di Indonesia.
Setibanya di bandara, rendra kembali sendirian lagi. Suasana yg terjadi di pesawat tadi, membuat nya canggung untuk sekedar menatap tiwi.
Tiba-tiba sekar menghentikan langkah nya. Tiwi dan juga Aufar bingung kenapa sekar berhenti.
"Ada apa sayang? Apa ada yg ketinggalan?" tanya Aufar dengan lembut.
"Ada mas" jawab sekar dengan wajah tegang nya.
"Apa yg ketinggalan sayang?" Aufar tak kalah syok nya mendengar istri nya mengatakan itu.
"Adik ipar aku masih ketinggalan disana kan mas?" Aufar langsung memegang jantung nya, karena dia mengira jika barang istri nya memang ketinggalan di pesawat.
"Tu anak nya" tunjuk Aufar dengan bibir nya.
Sekar pun menoleh, dan melihat rendra yg sedang berjalan kearah mereka tapi sambil memainkan handphone nya. Mungkin rendra juga tidak menyadari jika sekar sedang menunggu nya.
Tiwi pun ikut melihat kearah tujuan mereka, namun ada yg beda dengan perasaan nya. Dia merasa sangat malu saat melihat rendra.
"Adik ipar.." sekar memanggil rendra sedikit berteriak.
Rendra yg sudah sangat hafal dengan suara sekar pun langsung melihat nya dan membuat kedua alis nya menyatu dengan sempurna, karena dia merasa sangat aneh dengan panggilan itu.
"Adik ipar..Sini.." lagi-lagi sekar memanggil rendra dengan sebutan itu. Lalu dia mengedipkan sebelah mata nya.
"Pasti karna dia" pikir rendra.
"Ada apa sekar?" mendengar itu, Aufar pun langsung menegur nya.
"Jangan panggil nama nya" protes Aufar.
"Lalu?" tanya rendra dengan bingung.
__ADS_1
"Kakak ipar" Aufar menjawab sambil merangkul pinggang sekar.
"Karena dia sekarang istri kakak lo, bukan mantan kekasih lo, ngerti lo!" rendra dan juga sekar hanya tersenyum melihat kecemburuan Aufar.
"Baik suami ku sayang. Oke sekarang kamu panggil aku kakak ipar yaa.."
"Tapi itu hanya berlaku saat di depan nya aja ya" sekar pun sedikit membisikkan nya kearah rendra, membuat Aufar melototkan kedua matanya.
"Bisikkan apa kamu sama dia, sayang?" sekar langsung menggelengkan kepala nya dengan cepat.
"Nggak ada sayang, aku cuma bilang kalau adik ipar ini harus menurut apa kata kakak nya, biar nggak berantem" sekar pun cengar cengir setelah mengatakan nya.
"Yaudah yuk pulang" ucap Aufar sambil melanjutkan langkah nya.
"Kak.." rendra memanggil Aufar dengan sebutan kakak, membuat langkah Aufar berhenti.
"Gue minta maaf jika selama ini gue sudah menyusahkan lo. Gue juga minta maaf karena sudah menggangap lo adalah kakak yg nggak punya hati" Aufar merasa tersentuh dengan perkataan rendra.
"Lo ngomong apa sih. Seharusnya gua yg minta maaf sama lo, karena gua udah ngerebut semua kebahagiaan lo. Tapi sekarang gua janji sama lo, gua akan menjadi kakak yg baik, dan bertanggung jawab. Bahkan gua rela mencarikan jodoh yg tepat buat lo" Aufar berkata sambil menepuk pundak rendra.
"Jodoh?" tanya rendra dengan bingung.
"Iya jodoh. Udah seharusnya lo menikah. Dan gua udah mendapatkan wanita yg pantas jadi istri lo" mendengar hal itu, tiwi langsung menoleh menatap Aufar dan rendra secara bergantian.
"Lo mau jodohin gue sama siapa? Gue udah punya pilihan gue sendiri, lo nggak perlu repot-repot jodohin gue sama siapa pun" rendra seakan mengerti dengan tatapan tiwi.
"Siapa? udah jelas belom?" tanya Aufar meremehkan.
"Belum sih, dia belum memberikan jawaban. Tapi gue akan berusaha mendapatkan nya" ucap rendra sambil melirik kearah tiwi. Melihat tatapan rendra pada tiwi, sekar seakan mengerti jika sudah terjadi sesuatu pada mereka. Tapi sekar belum mengetahui nya.
"Mas, sepertinya yg di maksud rendra adalah tiwi" bisik sekar pada suami nya.
"Kamu benar. Tapi biarin aja dulu, kita nggak usah terlalu ikut campur dengan hubungan mereka, biar dia sendiri yg berjuang mendapatkan hati nya tiwi" sekar pun mengangguk menyetujui ucapan suami nya.
"Yaudah, kalau memang lo udah dapatin calon nya, gua harap secepatnya lo kenalin ke mamah. Mamah dan juga papa pasti senang mendengar nya". ucapan Aufar membuat rendra menjadi semakin semangat untuk bisa memenangkan hati nya tiwi.
"Kalau gitu ayo kita pulang kerumah mamah. Mamah udah sangat lama menunggu kedatangan lo kerumah" rendra hanya mengangguk menyetujui nya.
Mereka pun pulang dengan di jemput supir Aufar. Karena tadi Aufar sudah menghubungi supir nya untuk menjemput mereka.
Yeii..author lagi-lagi update..
Siapa nih yg suka dengan pasangan baru kita, rendra dan juga tiwi?
__ADS_1
ajukan komentar di bawah ya..😉