Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Pulang Kampung


__ADS_3

Selama dalam perjalanan, baik tiwi maupun rendra saling diam tanpa berbicara. Sebenarnya keadaan saat ini sangat tidak di inginkan oleh rendra. Tapi dia bisa apa selain ikut diam mengikuti mood tiwi yg masih kesel dengan nya.


"Kapan lah kamu bisa maafin aku wik.. Jujur aku sangat tidak nyaman dengan keadaan ini" gumam rendra sambil melirik kearah tiwi.


Sampai akhirnya mobil mereka sampai di teras rumah sekar.


Tiwi langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalam rumah tanpa mengajak rendra masuk.


Tiwi melihat sekar sedang duduk santai di ruang keluarga bersama Aufar dan juga yg lainnya. Namun tiwi hanya melewati nya saja tanpa menegur sekar yg sejak tadi memperhatikan nya.


"Mas, tiwi kenapa ya? apa dia marah karna nggak pulang bareng kita?" tanya sekar sambil mengkerut kan kedua alis nya.


"Biarkan aja. Nanti juga dia baik lagi.." seru Aufar sambil menatap ke layar tv.


Rendra hanya menarik nafas nya dengan berat saat melihat sikap tiwi yg dingin terhadap nya. Akhirnya dia memutuskan untuk ikut masuk kedalam rumah menyusul tiwi.


"Assalamualaikum.." sapa rendra saat memasuki rumah.


"Waalaikum salam.." sahut ibu dan ayah berbarengan.


"Sehat buk, pak?" tanya rendra sambil menciumi telapak tangan ibu nya sekar dan juga ayah nya sekar.


"Alhamdulillah ibu sama bapak sehat.. kamu apa kabar nak rendra?" tanya ibu sambil mengelus bahu rendra.


"Alhamdulillah rendra juga sehat bu.." seru rendra dengan tersenyum ramah.


"Kelihatan banget rendra sangat dekat dengan orang tua istri ku" Aufar melihat kedekatan mertua nya dengan rendra membuat nya sedikit iri.


"Ekhem.." Aufar berdehem, membuat rendra melirik kearah nya.


Rendra pun tersenyum melihat kakak nya yg seperti nya sengaja di tujukan padanya.


Rendra pun mendekati kakak nya, lalu menepuk pundak kakak nya itu. Sementara sekar pergi ke dapur untuk mempersiapkan makan siang yg sudah di masak oleh bik sur tadi.


"Lama bener lu pulang kan si doi. Ngelayap dulu?" sindir Aufar.


"Ngelayap apaan. Yg ada dia terus-terusan kesel sama gue. Lo sih pakek ninggalin dia segala" seru rendra sambil meninju lengan Aufar.


"Ya lo nya aja kali yg kurang berjuang. Berarti fix dong ya, lo mau ajak tu doi nikah. Rencana nya kapan?" bertubi-tubi pertanyaan yg diajukan Aufar pada rendra. Namun rendra hanya menghela nafas nya dengan panjang.


"Entah lah. Rencana gue sih secepatnya, tapi kalau dilihat dari sikap dingin nya tiwi ke gue, gue nggak yakin dia bakal nerima lamaran gue" ucap rendra dengan pesimis.


🍁🍁🍁


(Suara telfon masuk)


"Assalamualaikum bunda.." tiwi menyapa bunda.


"Waalaikum salam sayang.. gimana enak ya tinggal di rumah sekar? sampai-sampai kamu lupa untuk pulang ke kampung, nak" bunda menyambut salam tiwi dengan cemberut.


"Bukan begitu bun. Tiwi lupa memberitahu pada bunda, sebenarnya suami sekar memberikan pekerjaan pada tiwi di kantor nya bun."


"Lalu, kapan kamu pulang nak?" tanya bunda dengan nada lesuh.

__ADS_1


"Secepatnya tiwi pasti pulang bun.." tiwi berusaha menghibur bunda nya.


"Bagaimana jika kamu pulang besok. Besok ada tamu istimewa yg akan datang kerumah kita nak. Jadi bunda mau, jika semua anak-anak bunda dan ayah hadir dirumah ini.." alibi bunda pada tiwi.


"Tamu siapa bun?" tanya tiwi dengan penasaran.


"Tamu nya ayah, tapi dia juga akan membawa keluarga nya kerumah kita. Dan.. ada yg mau ayah bicarakan juga sama kamu."


"Mau membicarakan soal apa bun?"


"Hem.. Bunda kurang tau. Tapi pesan ayah tadi agar kamu besok sudah harus berada di rumah sebelum jam 3 sore. Kamu bisa kan?" ibu sengaja menutupi nya.


"Insyaallah ya bu.. nanti tiwi bilang sekar dulu"


"Yaudah. Ibu tunggu besok ya nak.. Assalamualaikum.." bunda pamit pada tiwi lalu menutup telfon nya.


"Huft.. kenapa juga aku harus hadir di acara pertemuan teman nya ayah. Yg ada nanti pasti membosankan" tiwi mengeluh dalam hati. Namun dia tidak bisa menolak permintaan bunda nya.


🍱


Makan siang pun tiba..


Semua orang sudah berada di ruang makan. Terlihat rendra juga ikut hadir dalam makan siang itu. Namun tiwi kelihatan nya sedikit pendiam. Entah itu karena ada nya rendra atau karena ucapan bunda di telfon tadi.


"Duh, gimana ya ngomong nya ke sekar? aku udah terlanjur menyetujui kontrak kerja lagi sama kak Aufar. Aku jadi nggak enak sama dia. Tapi.. jika pertemuan besok tidak memakan waktu yg lama, mungkin lusa aku bisa balik ke sini lagi. Gimana kalau bunda melarang nya? Ahh..ya allah..." saat ini tiwi benar-benar di ambang kegalauan.


"Wik, kamu kenapa? kok dari tadi aku perhatikan sepertinya kamu sedang gelisah" sekar membuyarkan lamunan tiwi yg sedari tadi hanya memainkan sendok nya di piring.


"A-apa? Oh, nggak ada apa-apa kok" tiwi langsung tersenyum kikuk saat di tegur oleh sekar.


"Hem, nanti aja deh aku cerita" tiwi menolak untuk bercerita pada sekar.


"Yg benar aja, aku juga nggak mau cerita di depan dia. Yg ada ntar dia kepo lagi. Ogah deh" tiwi bergumam dalam hati.


"Tiwi ada masalah apa ya?" rendra kembali menatap tiwi dengan raut wajah yg nggak bisa di artikan.


"Oh iya wik, ibu lupa ngabarin ke kamu. Tadi, bunda kamu nelfon ibu, dia menanyakan kabar mu nak. Apa bunda kamu sudah menelfon kamu tiwi?" ibu sekar bertanya sambil meletakkan makanan keatas meja.


"Iya bu, sudah" tiwi menjawab dengan tersenyum.


"Trus bunda kamu bilang apa? Kamu sudah bilang kan kalau kamu akan kerja disini bersama suami nya sekar?" tiwi hanya tersenyum kikuk mendengar pertanyaan yg diberikan oleh ibu nya sekar.


"Tiwi belum ada bilang bu.." tiwi hanya senyum terpaksa.


"Yaudah nggak apa-apa. Nanti kamu harus ngabari ke bunda mu ya nak. Biar dia nggak merasa cemas disana karena memikirkan kamu yg sudah berminggu-minggu berada disini" ibu menasehati tiwi.


"Baik bu.." jawab tiwi dengan tersenyum.


Setelah perbincangan yg singkat, mereka pun makan siang bersama. Setelah itu, rendra pun pamit karena dia merasa tidak enak dengan keluarga nya sekar.


"Kak, gue pamit ya. Udah hampir sore.." pamit rendra pada Aufar.


"Lo nggak pamit ke tiwi?" goda Aufar.

__ADS_1


"Apaan sih, next time deh" tolak rendra.


"Yaudah pulang sono" usir Aufar pada nya.


"Ntar kalau ada apa-apa, jangan lupa ngabarin ke gue ya" rendra seakan bisa merasakan sesuatu akan terjadi pada tiwi.


"Gampang.. ntar gua kabari ke lo" seru Aufar sambil berdiri menunggu kepergian rendra.


Ruang Kamar tiwi..


"Wik, kamu kenapa sih? kayak nya ada masalah. Cerita dong ke aku.." Sekar menghampiri tiwi setelah selesai makan siang.


"Aku nggak apa-apa. Tapi..." tiwi berfikir untuk cerita tentang permintaan bunda nya.


"Kayak nya aku harus pulang hari ini juga" ucap tiwi sambil menundukkan wajah nya.


"Loh kenapa? Apa di rumah ada masalah?" sekar menarik bahu tiwi untuk menghadap kearah nya.


"Aku nggak tau. Tapi bunda sama ayah minta aku untuk pulang hari ini juga"


"Aku bingung kar. Masalah nya, bunda belum tahu soal pekerjaan baru ku. Di tambah lagi dengan rendra yg terus-terusan ngajak aku nikah"


"Aku masih kesel sama dia. Dia suka menghakimi orang seenak nya aja. Gitu dia pernah lari dari kenyataan kalau kamu sama kak Aufar sudah bersama"


"Itu tanda nya cinta yg dia miliki untuk kamu begitu besar. Dan aku hanya orang asing yg baru aja dia kenal, lalu dia dengan mudah nya ngajak aku nikah"


"Mungkin kalau aku wanita matre, bisa aja aku langsung terima dia. Tapi ini menyangkut perasaan ku sekar" begitu panjang tiwi menceritakan kegundahan nya. Namun sekar hanya tersenyum menatap tiwi.


"Kok kamu malah senyum-senyum sih.. aku ni lagi nggak bercanda lo.." tiwi menghental-hentakkan kedua kaki nya di lantai.


"Gini wik, gue mau cerita dikit tentang dia"


"Mas rendra itu adalah orang yg baik, peka terhadap apapun, dan siapa pun. Dia orang yg sangat pengertian, bahkan dia adalah anak yg sangat menyayangi kedua orang tua nya, walaupun kamu tau sendiri kalau mas rendra bukan lah anak kandung dari kedua orang tua suami ku"


"Dan masalah kami, itu hanya dia yg tau. Karena itu mengenai perasaan seseorang. Cuma yg aku tau dari dia, semenjak dia keluar dari rumah utama, dia berusaha untuk terus melupakan masa lalu nya"


"Dan bahkan dia juga menceritakan tentang pertemuan pertama kalian di Amerika kemarin. Katanya dia tertarik sama kamu, karena kamu itu orang nya lucu, ngeselin, tapi ngangenin. Gitu sih yg aku tau" pipi tiwi langsung memerah saat mendengar pujian yg di berikan rendra untuk nya.


"Tuh kan.. bilang aja kamu juga suka sama dia.." goda sekar sambil mentoel-toel pipi tiwi yg merah.


"Ih.. apaan sih." elak nya.


"Menurut aku sih ya, lebih baik kamu terima dia wik. Aku jamin, dia pasti akan membahagia kan kamu" sekar berusaha meyakinkan tiwi agar dia tidak merasa gelisah lagi.


...****...


...To be continue...


...Like...


...Comment...


...Dukung terus author yaa.....

__ADS_1


...Love u kalian 🥰😚...


__ADS_2