Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Kedatangan Tiwi


__ADS_3

Tiga minggu telah berlalu. Pagi ini sekar bangun jauh lebih fresh dari hari sebelum nya. Masa pemulihan pasca Keguguran nya telah usai di jalani. Tapi sekar belum1 memberitahukan kepada suami nya perihal pemulihan sekar.


Pagi ini sekar ingin menyambut kedatangan teman nya dari kampung, yaitu tiwi. Sesuai janji sekar, dia akan membiayai ongkos keberangkatan tiwi ke jakarta. Dan kebetulan suami nya juga berniat ingin menjodohkan tiwi pada rendra. Nggak tau deh akan berhasil atau tidak, setidaknya mereka sudah berusaha mencoba.


"Mas..Ayo bangun, antarkan sekar ke bandara jemput tiwi... Kan jadwal nya pagi ini". Sekar membangunkan suami sambil mengemasi baju-baju kotor nya ke dalam keranjang baju kotor.


"Kamu pergi sama pak mamat aja ya sayang. Mas masih ngantuk banget, dan sepertinya hari ini mas nggak masuk kerja". Aufar meminta sekar untuk pergi sendirian dengan di antar oleh pak mamat, supir pribadi nya sekar. Karena semalam Aufar pulang dari luar kota di jam tengah malam. belakangan ini pekerjaan Aufar sngat banyak. Biasanya ada rendra yg akan mengurus pekerjaan di luar kota.


"Oh iya, mas kan baru pulang jam setengah 4 pagi tadi. Yaudah mas nggak apa-apa. Nanti sekar siapin semua keperluan mas ya..jadi nanti mas nggak repot mencari nya". ucap nya sambil berjalan kearah Aufar, lalu dia mencium pipi suami nya itu.


"Iya sayang..makasih ya..". dia membalas ciuman istri nya.


"Yaudah mas, sekar tinggal dulu ya". Pamit sekar pada suami nya.


"Kamu hati-hati ya sayang.." Aufar duduk dan melihat kepergian istri nya dari kasur.


Setelah sekar pergi bersama pak mamat, tiba-tiba Indri menelfon dan bertanya keberadaan sekar saat ini dimana.


"Hallo ndri.." Sapa sekar melalui telfon.


"Hay sekar.. Lo lagi dimana sekarang? Gue pengen cerita-cerita ni sama lo". ucap nya di telfon.


"Aku lagi di jalan menuju bandara, kamu mau cerita apa ndri?" tanya sekar dengan lembut.


"Lo mau kemana sekar?" tanya nya penasaran.

__ADS_1


"Aku mau jemput teman ku yg dari kampung ndri. Nanti sesekali aku kenalin ke kamu ya ndri". dengan semangat sekar bicara sama indri seperti itu.


"Oh iya, beres..Apa suami lo juga ada disana?". tanya Indri memastikan.


"Mas Aufar dirumah ndri, kenapa?". sekar bingung, kenapa indri menanyakan keberadaan suami nya.


"Oh, nggak apa-apa. Gue cuma pengen tau keberadaan suami gue dimana kar. Dia masih sama nggak pernah pulang kerumah. Kurang nya gue apa kar?". Indri menceritakan nasip nya pada sekar.


"Gimana kalau setelah jemput teman di bandara, aku kerumah kamu, bisa?". Selama ini dia selalu menolak jika indri menemui nya, bukan karena sombong, tapi karena waktu yg tidak memungkinkan.


"Yaudah, nanti lo ke toko kue gue aja ya. Ntar Gue kirim alamat nya". Ucap indri dengan antusias.


Setelah mereka selesai ngobrol di telfon, sekar langsung memberitahu kan suami nya, jika sepulang jemput tiwi nanti dia tidak bisa pulang langsung, karena sekar mau mengunjungi indri ke toko roti nya. Dan di iyakan oleh Aufar, dia juga mengatakan untuk berhati-hati dalam berteman. Perkataan Aufar masih belum bisa dimengerti oleh nya. Tapi dia masih menganggap itu adalah hal yg biasa diucapkan oleh setiap suami jika tau istri nya keluar rumah.


Setelah bicara dengan Aufar di telfon, tanpa sadar sekar sudah sampai di bandara. Dia pun memasuki bandara dengan langkah gemetar. Karena dia mengingat pertama kalinya dia masuk di bandara saat dia ingin di interview kerja di jakarta, dan sekarang dia datang lagi ke bandara untuk menjemput teman dekat nya, tiwi. Rasanya tidak menyangka jika waktu sudah berjalan sangat cepat, sama seperti mimpi-mimpi sekar, dia ingin sukses bekerja di jakarta, tapi sekarang dia sukses membangun rumah tangga dengan seorang Bos di perusahaan, bahkan yg mempunyai perusaha itu sendiri.


"Sekar..Ya allah..kangen banget aku sama kamu..". Tiwi berteriak saat memanggil sekar, dan segera memeluk ny dengan erat. Sekar hanya tersenyum bahagia sembari memeluk tiwi dengan erat.


"Kamu udah lama nunggu aku ya, wik? Maaf ya aku telat, tadi aku ngurusin keperluan suami ku dulu". sekar merasa tidak enak hati, kerena pasti tiwi sudah lama menunggu nya.


"Nggak apa-apa kar, aku juga belum lama kok duduk disini. Kamu makin cantik aja yaa. Seneng aku liat kamu kar, ya allah gusti nggak nyangka banget punya teman yg udah sukses disini..". tiwi yg suka bar-bar kalau lagi ngomong, hal itulah yg membuat sekar suka berteman dengan tiwi.


"Ya allah wik..ngomong nya di pelan kan dikit dong, malu diliatin orang itu". sekar menekan tangan tiwi agar dia bisa sedikit lebih pelan suara nya kalau bicara.


"Ya nggak apa-apa dong, memang kenyataan nya kamu itu cantik". Tiwi terus saja memuji sekar di depan umum.

__ADS_1


"Yaudah yuk, lebih baik kita pergi sekarang, pak mamat juga sudah menunggu di depan". ajak sekar sambil membantu mengangkat barang-barang tiwi".


"Pak mamat itu siapa kar? supir kamu?". tanya tiwi sambil berjalan mundur melihat sekar.


"Iya..". jawab sekar sambil tersenyum pada tiwi".


"Jadi, bisakah kamu ceritakan apa saja kegiatan mu selama menjadi istri bos kaya?". tanya tiwi penasaran.


"Ya seperti istri-istri biasa nya wik". ucap sekar sambil terus berjalan.


"Oh iya, setelah ini kamu ikut aku dulu ya wik, aku mau bertemu dengan teman ku dulu, nggak lama kok. Setelah itu kita belanja, baru pulang. Aku juga sudah izin sama suami aku". sekar sudah bisa menebak pertanyaan apa yg akan dilontarkan oleh tiwi, jadi sebelum tiwi bertanya, sekar sudah menjelaskan lebih dulu.


"Ohh okedeh". jawab tiwi.


Tuutt..tuutt.. (telepon masuk)


"Assalamualaikum bu..". Ibunya sekar menelpon.


"Waalaikum salam, kamu dimana sekar? Ibu liat dirumah kok kamu nggak ada. Kamu lagi pergi sama Aufar ya?". Tanya ibu memastikan.


"Ibu lupa ya? pagi ini kan sekar jemput tiwi di bandara bu. Dan sekarang tiwi sudah bersama sekar, tapi kami belum bisa pulang dulu bu, masih ada yg mau sekar urus dulu diluar. Ibu kalau mau makan, minta sama bi sur aja ya bu, tadi sekar sudah masakan untuk sarapan buat ayah, ibu, haris dan mas Aufar. Tapi mas Aufar masih tidur bu, karena dia baru pulang jam 4 pagi tadi". sekar menjelaskan kepada ibunya.


"Oh yaudah, kamu yg hati-hati ya nak". ibu berpesan pada sekar agar berhati-hati jika di jalan.


"Iya bu. Yaudah sekar tutup ya bu telfon nya, assalamualaikum". pamit sekar pada ibunya.

__ADS_1


"Waalaikum salam nak". jawab ibu, dan panggilan pun berakhir.


Jangan lupa di like yg banyak..di vote, di kasih hadiah jugaa..oke sayang...🤗


__ADS_2